NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke TKP

"Ayolah, Dok. Kita besanan saja," ajak Tommy tidak mau menyerah.

"Nope, Tom bukan Lembong. Elina dan Jay masih kecil. Aku tidak mau membebani putriku dengan jodoh-jodohan!" balas dokter Lucky judes.

"Tapi aku yakin kok, kita bakalan besanan," eyel Tommy. "Karena aku sudah tahu keluarga kalian dan kita satu level. Sama-sama wong Jowo juga kan?"

Dokter Lucky menyipitkan matanya. "Tidak ada jodohin dari bayi!"

Daisy dan Samira hanya menghela napas panjang. Kedua ayah itu tampak saling adu argumen dan adu otot leher.

"Mas Tommy suka dengan Elina, Daisy. Katanya dia ingin punya menantu cantik dan pandai."

"Yaaa nggak harus sekarang juga kan main nembung? Tahu sendiri Mas Lucky paling sensitif kalau berhubungan dengan Elina," kekeh Daisy.

Keduanya menoleh saat mendengar pintu kamar rawat Jay terbuka. Tampak Elina keluar dengan wajah lebih ceria dibandingkan tadi.

"Sudah ngobrol sama Jay?" tanya Samira.

"Sampun Tante. El sudah minta maaf sama Mas Jay," jawab Elina sopan.

"Jay gimana?" tanya Daisy.

"Kata Mas Jay, kalau ada yang nakalin El, boleh ditendang anunya tapi jangan Mas Jay," jawab Elina polos membuat dokter Lucky yang mendengar, auto tepok jidat. Sementara Tommy dan Samira terbahak sedangkan Daisy, mengelus rambut hitam Elina.

"Kan sudah kubilang, El dan Jay cocok tuh!" kekeh Tommy.

"Tidak ada jodoh-jodohan!" putus dokter Lucky judes.

***

Medical Examiner RS Bhayangkara

Dokter Ginanjar bersama Mamat dan Sanji, ahli forensik anak didik Hani yang sudah pensiun, sibuk memeriksa kondisi jenazah. Kalau ditanya apakah benar namanya Sanji, karena memang iya. Ayahnya seorang wibu dan fans One Piece. Jadi saat putranya lahir, dia diberikan nama Sanji. Sanji Ganesa. Bedanya, Sanji yang ini lebih suka menjadi seorang ahli forensik dibandingkan koki.

"Sudah meninggal dua Minggu dan sebelumnya pasti dia berada di dalam kardus. Plus peti kayu," ucap Sanji sambil memasukkan serpihan kayu dari mayat.

"Dokter Daisy masih urusan Elina?" tanya dokter Ginanjar sambil membantu Sanji mengumpulkan barang bukti.

"Masih. Parah tuh El ... Main tendang anunya putranya Pak Tommy," kekeh Mamat.

"Untung dok Lucky dan dok Daisy berasal dari keluarga Sultan juga jadi satu level sama pak Tommy Nararya. Jadi tidak akan ada keributan yang gimana-gimana," ujar Sanji.

"Tapi nggak gitu juga lah!" senyum Mamat sambil memeriksa kondisi luar jenazah sambil mencatat semuanya.

Introducing anggota baru ME Bhayangkara

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta

"Jadi benar ada mayat?" tanya Brigjen Victor sambil melihat hasil foto-foto di TKP yang diambil timnya dan tim CSI.

"Kan aku sudah bilang Oom," ujar Kenzie dengan wajah jumawa yang membuat semua orang bisa melihat kemiripan dengan dokter Lucky.

"Tapi aneh saja lho Kenz. Jika memang di SMP itu disimpan mayat, masa nggak mencium bau khas bangkai? Wong kita saja bisa mencium bau bangkai tikus atau kucing di got," timpal AKP Samsudin.

"Bisa jadi karena mengira itu bau bangkai, jadi mereka cuek. Lagipula tidak semua orang paham bedanya bau mayat manusia dan bangkai binatang. Kalau aku sudah hapal karena sering ikut ke kantor Mama," balas Kenzie.

"Ingatkan aku untuk memberikan peringatan pada Daisy supaya anaknya tidak diajak ke kamar mayat!" ucap Brigjen Victor.

"Terlambat!" sahut semua anak buahnya.

"Ish!" cebik Brigjen Victor sebal.

"Oke, kita menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi dari dokter Ginanjar dan Sanji. Sekarang, kalian bertiga, pulang ke rumah!" perintah Kombes Steven.

"Kok pulang Pa?" protes Sheva.

"Pulang, Sheva." Kombes Steven menatap tajam ke putrinya yang tukang ngeyel.

Sheva pun cemberut. "Besok boleh ikut ke TKP?"

"Tidak!" jawab semua orang.

***

Kediaman Keluarga Buwono

Dokter Lucky dan Daisy melongo saat mereka mendapatkan cerita dari Kenzie bahwa dia menemukan mayat bersama dengan anggota baru Tim Kasus Dingin.

"Jadi, yang kamu lihat di SMP XXX itu beneran mayat? Apa mayat yang sama?" tanya dokter Lucky.

"Aku tidak tahu Papa karena kan lebam mayatnya berbeda sementara yang ditemukan tadi lebih parah dari yang aku lihat kemarin," jawab Kenzie.

Dokter Lucky menoleh ke arah Daisy. "Kamu sih! Sering ajak Kenzie ke ME. Jadi macam anak lulusan Bones, CSI dan Partners of Justice!"

"Lho Kenzie yang pengen kok. Bagi aku, mending Kenzie mendapatkan banyak ilmu secara langsung daripada dia mamtengin gadget! Aku tidak suka anak-anak tergantung gadget karena kita tidak bisa mengawali terus. Elina juga tidak main gadget. Justru dengan mendapatkan ilmu yang riil, Kenzie bisa paham dunia ayah dan ibunya. Tidak ada hoax," balas Daisy.

"Kenz ... Memangnya kamu mau jadi dokter forensik seperti Mama?" tanya dokter Lucky.

"Nggak. Kenz mau jadi dokter anak!"

Kedua orang tuanya melongo. "Kok jauh banget selisihnya," gumam dokter Lucky bingung.

***

Keesokan harinya

AKBP Teguh, AKP Rosita, Iptu Cristiano, dan Iptu Casey tiba di sebuah SMP yang tampak sepi karena jam pelajaran telah usai. Begitu turun dari mobil, keempat polisi itu langsung disambut kepala sekolah yang wajahnya penuh kebingungan.

"Selamat siang, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala sekolah ramah.

AKBP Teguh memasang wajah serius. "Kami menerima laporan adanya bau bangkai yang sangat menyengat dari belakang gedung sekolah."

Kepala sekolah mengangguk cepat. "Wah, saya kira cuma tikus mati. Silakan diperiksa, Pak."

AKP Rosita tersenyum tipis. "Mudah-mudahan memang tikus. Kalau ternyata dinosaurus, kami minta izin pulang."

Iptu Cristiano berbisik, "Kalau dinosaurus masih hidup bagaimana, Bu?"

AKP Rosita melirik datar. "Kamu yang jadi umpannya."

Iptu Casey sampai menahan tawa, sementara Iptu Cristiano langsung merapikan rompinya dengan wajah pasrah.

Mereka berjalan menuju gudang tua di belakang sekolah. Semakin dekat, aroma busuk semakin menusuk hidung.

Iptu Cristiano spontan menutup hidung. "Ya ampun... ini tikus makan durian lalu mati, ya?"

Iptu Casey menggeleng. "Kalau baunya begini, tikusnya mungkin sebesar kerbau."

AKP Rosita membuka pintu gudang perlahan. Engsel pintu berderit panjang hingga membuat suasana berubah mencekam.

Gudang dipenuhi debu, kardus usang, dan meja-meja rusak. Namun, perhatian AKBP Teguh langsung tertuju pada bercak kehitaman di lantai yang sudah mengering. Disana juga terdapat peti dari papan kayu dan serpihannya mirip dengan yang ditemui kemarin.

Dia berjongkok sambil mengamati. "Bukan gudang biasa," ucapnya pelan.

AKP Rosita ikut memperhatikan. "Ada bekas yang mencurigakan. Sepertinya pernah dibersihkan terburu-buru."

Iptu Casey menemukan selembar kain robek di balik tumpukan bangku. "Pak, ini juga aneh."

Belum sempat AKBP Teguh menjawab, iptu Cristiano membuka sebuah lemari besi tua.

BRAAAAK!

Belasan bola basket menggelinding keluar menghantam kakinya hingga dia jatuh terduduk.

"Aduh! Saya diserang barang bukti!"

Iptu Casey tertawa terbahak-bahak melihat saudara kembarnya jatuh. "Tenang, pelakunya tim basket sekolah."

Bahkan AKP Rosita sampai menoleh sambil menggeleng. "Kalau ada penghargaan polisi paling dramatis, kamu sudah menang."

Meski sempat diwarnai kekonyolan Iptu Cristiano, wajah AKBP Teguh kembali serius. Ia memandangi gudang itu sekali lagi.

"Bau busuk ini bukan sekadar bangkai. Gudang ini kemungkinan pernah menjadi tempat pembunuhan."

Suasana yang semula penuh canda langsung berubah sunyi. Mereka saling bertukar pandang, menyadari bahwa misteri yang sebenarnya baru saja dimulai.

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!