NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:253k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumbatan yang Hilang

Keesokan harinya, Lin Han terbangun saat cahaya matahari pertama mulai menyelinap melalui celah jendela kayu. Tubuhnya terasa sedikit kaku karena tidur dengan pakaian pengantin yang masih melekat. Ia bangkit dari ranjang dan melirik ke samping. Liu Mei sudah tidak ada di tempat tidurnya.

Lin Han berjalan ke sudut kamar tempat sebuah baskom berisi air bersih diletakkan. Ia membasuh wajahnya dengan air dingin, membiarkan sisa sisa kantuk hilang dari matanya. Setelah merasa lebih segar, ia kembali ke dekat ranjang dan mulai melepaskan pakaian pengantinnya yang berlapis lapis.

Kain merah dengan sulaman naga emas itu ia lepas satu per satu. Ia melipatnya asal dan meletakkannya di atas meja. Tubuhnya sekarang hanya terbungkus celana dalam tipis berwarna putih. Udara pagi yang dingin menyapu kulitnya, tapi ia tidak terlalu mempedulikannya. Ia meraih pakaian ganti yang sudah disiapkan di atas bangku kayu.

Tiba tiba pintu kamar terbuka.

Liu Mei masuk dengan langkah ringan, membawa nampan berisi dua mangkuk sup hangat dan beberapa potong roti kukus. Matanya langsung tertuju pada Lin Han yang berdiri nyaris tanpa pakaian. Wajahnya yang biasanya dingin berubah menjadi merah padam.

Ia segera berbalik, nyaris menjatuhkan nampannya. "Maaf. Aku... aku tidak sengaja."

Lin Han merasakan wajahnya sendiri memanas dengan cepat. Ia menunduk dan melihat ke bawah. Di pagi hari, pohon besar itu selalu berdiri keras tanpa bisa dikendalikan. Dan istrinya baru saja melihat semuanya dengan jelas.

Tanpa membuang waktu, Lin Han meraih pakaian gantinya dan memakainya secepat mungkin. Gerakannya kaku dan tergesa gesa. Ia bahkan salah memasukkan lengan ke lubang yang salah, dan harus mengulanginya. Setelah akhirnya pakaian itu terpasang dengan benar, ia duduk di kursi dekat meja, menatap lurus ke depan, berusaha menenangkan wajahnya yang masih terasa panas.

Beberapa saat kemudian, Liu Mei masuk lagi. Wajahnya sudah kembali ke ekspresi dingin biasanya, meskipun sedikit warna merah masih tersisa di ujung telinganya. Ia meletakkan nampan di atas meja dan mendorong semangkuk sup ke arah Lin Han. Ia sendiri duduk di seberang dan mulai memakan supnya sendiri.

Lin Han mengambil mangkuk itu. Tangannya sedikit kaku saat memegang sendok. Ia menyeruput supnya perlahan. Rasanya hangat dan gurih, tapi ia tidak benar benar menikmatinya. Pikirannya masih sibuk dengan kejadian memalukan barusan.

Mereka berdua makan dalam keheningan total. Hanya suara sendok menyentuh mangkuk dan kunyahan pelan yang terdengar. Tidak ada percakapan apalagi tatapan. Hanya dua orang asing yang sekarang terikat sebagai suami istri, berbagi meja sarapan tanpa tahu harus berkata apa.

Setelah mangkuknya kosong, Lin Han meletakkan sendoknya dan akhirnya membuka suara.

"Aku tadi malam bertemu dengan iblis."

Liu Mei mengernyitkan dahinya. Sendoknya berhenti di tengah jalan menuju mulutnya.

"Mungkin... kau punya kebiasaan mimpi buruk ya? Di Klan Liu tidak pernah ada iblis."

Lin Han menghela napas panjang.

"Mungkin saja itu hanya mimpi. Tapi aku bisa merasakan itu asli. Genggamannya di bahuku terasa nyata, suaranya juga jelas sekali."

Liu Mei bangkit dan mengambil mangkuk kosong milik Lin Han. Ia menyusunnya di atas nampan bersama mangkuknya sendiri.

"Itu hanya perasaanmu saja. Setelah lelah seharian mengikuti upacara, wajar kalau pikiranmu kacau dan menghasilkan mimpi aneh."

Ia kemudian berbalik dan berjalan keluar kamar, membawa nampan itu pergi. Pintu tertutup di belakangnya.

Lin Han hanya menatap pintu itu beberapa saat. Tidak ada gunanya berdebat. Ia bangkit dari kursi dan berjalan ke samping ranjang. Ia duduk bersila di lantai, melipat kakinya dengan posisi yang sudah sangat ia hafal.

"Meskipun hampir mustahil melakukan terobosan, paling tidak aku harus bermeditasi. Agar tidak melupakan rasa dari sensasi energi langit dan bumi."

Ia menutup matanya. Napasnya melambat dan teratur. Ia mulai mengedarkan teknik pernapasan dasar yang diajarkan ayahnya sejak kecil. Menarik Qi dari udara sekitar, mengalirkannya melalui jalur jalur meridian, menuju dantian.

Biasanya, Qi itu akan mentok. Seperti air yang membentur tembok batu. Tidak bisa bergerak lebih jauh. Hanya berputar putar di tempat yang sama lalu menguap tanpa bekas.

Tapi kali ini berbeda.

Qi mengalir lancar. Melewati satu jalur. Melewati jalur kedua. Melewati jalur ketiga. Semua meridian yang biasanya tersumbat sekarang terbuka lebar seperti jalan raya tanpa hambatan. Energi langit dan bumi memasuki tubuhnya dengan mudah, berputar melalui delapan jalur meridian utama, dan berkumpul di Dantiannya.

Lin Han membuka matanya dengan terengah engah. Dadanya naik turun dengan cepat.

"Bagaimana mungkin?"

Ia mengatur napasnya dengan susah payah, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdebar kencang.

"Meridianku terbuka semua. Sumbatannya menghilang di delapan jalur meridian utama."

Ini tidak masuk akal. Tiga tahun ia menderita. Tiga tahun ia mencoba segala cara untuk menghancurkan sumbatan itu. Pil mahal, ramuan langka dan artefak pemurni. Semua gagal total. Dan sekarang... tiba tiba saja sumbatan itu lenyap tanpa alasan yang jelas.

Lin Han bangkit berdiri. Matanya beralih ke tumpukan hadiah pernikahan yang masih tergeletak di sudut kamar. Ia mendekat dan mulai memeriksa kotak kotak kecil di sana. Beberapa hadiah dari tamu kemarin ternyata berisi pil pil kultivasi. Mungkin para tamu tahu bahwa ia adalah sampah klan yang terhenti di Qi Condensation, dan memberikan pil sebagai bentuk belas kasihan.

Ia tidak peduli dengan niat mereka. Sekarang ia butuh pil untuk menerobos ke Foundation Establishment. Ia memilih milih di antara beberapa botol kecil dan kotak kayu yang berisi pil. Tangannya akhirnya berhenti pada sebuah pil berwarna hijau muda dengan aroma rempah yang kuat. Pil Pembuka Fondasi. Cukup bagus untuk membantu terobosan ke tahap berikutnya.

Lin Han memegang pil itu dan berbalik hendak kembali ke tempat duduknya.

Brak!

Pintu kamar terbuka dengan keras. Bukan dibuka biasa, tapi didorong dengan tenaga cukup kuat hingga engselnya berderit. Liu Mei masuk dengan langkah cepat, wajahnya yang biasanya tenang sekarang tampak sedikit kacau. Matanya langsung tertuju pada tumpukan hadiah di sudut kamar.

Ia berjongkok dan mulai memilih milih pil dengan gerakan tergesa gesa. Tangannya bergerak cepat, memeriksa setiap botol dan kotak, lalu mengambil beberapa pil yang ia butuhkan.

1
Aan Kristianto
sepertinya kisah istrinya tetep menggantung...
tamat gak selesai....
Aan Kristianto
alamat gak tamat ceriatanya...
Fery Rahman
ini novel yg ngaco , cerita ga ada klimaks , udh banyak chapter seperti ngulang dari awal , Klo mau MC jatuh buat peristiwa/ pertempuran besar puncaknya MC di jebak , baru mulai udh jatuh lagi , baca novel novel yg lain untuk referensi bagaimana membuat pembaca merasa terus penasaran dengan alur ceritanya dan sehingga memberi kepuasan untuk si pembaca
AAAAAA: Kalau referensi bacaan boleh diadu kita mah. Saya banyak baca novel asli xianxia cina yang rata-rata 1500 bab - 5000+ bab. Tapi masalahnya disini; saya gak mampu nerapin nya. Karena tau sendiri, arc novel xianxia itu butuh 100 bab MINIMAL dalam satu arc, sementara pembaca Indonesia gak suka. Jadi saya itu yang kebingungan sendiri untuk ngikutin pasarnya, bro bisa artikan saya tolol, tidak masalah. Ya hal itu yang membuat cerita kayak ringkasan diulang ulang. Contohnya Novel Im Swords God's kalau gak salah. Itu untuk satu arc aja bisa memakan 500 bab. Saya buat begitu, yang ada banyak nerima makian. Dan mungkin bro perlu perluas bacaan juga. Soalnya banyak novel xianxia yang bahkan ada Menhwa dan Donghua, udah 2000 bab+ masih seperti diulang ulang. Silakan perbanyak referensi bacaan. Jangan nongkrong di apk doang. Sesekali nyemplung ke web resmi novel xianxia. Terjemahin nya mudah kok. Chrome punya fiturnya.

Tapi jujur, saya setuju dan nerima masukan pembaca seperti bro. Mungkin saya harus baca novel karya author Indonesia yang ringkas tapi ngena.

TERIMAKASIH BANYAK BRO🙏😍
total 1 replies
errik lie
sayang kl pakai b.inggris kultipasinya.jd agak kurang pas..kedepannya tolong gnti thor...🙏
Febrie Sukardi
pengantin 2 kali, kenapa ga ngewek ngewek....🤣🤣 pendekar lemah ranjang🤣🤣
Muh, Manan
aku jadi malas baca
berriess
"janda" 😭😭😭
Ahmad M U
👍terima apa adanya (nrimo ing pandum) akan mulya...
Ahmad M U
hidup seadanya...akan tambah nikmat...
rizm
😍😍
Sang M
sampah
Cui Lan Seng
kenapa ga nanya Mbah Google?
Cui Lan Seng
mau ditebang buat farm estate mas Bahlil ganteng
Cita citaku
hahaha mana bisa...emang Authot udah di level nascent soul?
Cui Lan Seng
kasihan 🤭
Cita citaku
lah kasihan You Chou belum makan👍
Cita citaku
kok baru tiga tahun? di siksa saja sudah lima tahun, belajar di sekte singa perak sudah berapa lama juga...
Cita citaku
ambil troli dulu lah dari Lotte Mart terdekat 😄
Cita citaku
Musti kasih gambar Thor...biar nyata
Predi Siswanto
terlalu lembek kurang sadis...nggak sesuai judul yg penuh darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!