NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peta Menuju Dewa

Sebuah pusaran kegelapan absolut meledak dari telapak tangan Han Luo. Kegelapan itu tidak memantulkan cahaya; ia menelannya. Pusaran itu meluas di udara, menyambut matahari miniatur milik Zhong Ye.

ZRRRRNGGGG!

Saat keduanya bertabrakan, tidak ada ledakan yang memekakkan telinga. Hanya ada suara desisan panjang. Matahari keemasan yang begitu mengerikan itu mulai mengecil, tersedot ke dalam pusaran hitam di tangan Han Luo layaknya air yang disedot oleh pusaran palung laut.

Cahaya keemasan di langit meredup, lalu padam sepenuhnya.

Ruang kembali menjadi gelap dan dingin.

Zhong Ye terdiam di udara, menatap kedua tangannya dengan keputusasaan yang menghancurkan jiwa. Serangan pamungkasnya... ditelan bulat-bulat tanpa menyisakan riak sedikit pun.

"Itu... tidak mungkin... Hukum Cahayaku... dihapus?" Zhong Ye merintih, akal sehatnya telah hancur.

Han Luo menurunkan tangannya. Dia melesat menggunakan Langkah Hantu dan muncul tepat di depan Zhong Ye.

Han Luo tidak menggunakan pedangnya. Tangannya mencengkeram tengkorak Zhong Ye, mengangkat pria itu ke udara.

"K-Kau tidak bisa membunuhku!" Zhong Ye meronta, mencoba memberikan ancaman terakhir. "Jika aku mati... Istana Matahari Suci akan melihat kenangan terakhirku lewat Pelita Jiwaku! Mereka akan tahu kau yang membunuhku! Mereka akan mengirim armada yang sesungguhnya untuk menghapusmu!"

Han Luo mendekatkan wajahnya ke Zhong Ye.

"Kuharap mereka melakukannya," bisik Han Luo, matanya yang merah dan biru menatap lurus ke dalam jiwa pria itu. "Karena lautan ini terlalu sepi."

Han Luo melepaskan Raja Ulat Sutra Penenun Hampa dari dalam lengan jubahnya.

Ulat transparan itu melesat dan menempel tepat di dahi Zhong Ye. Mata ketiganya yang berwarna ungu menyala terang.

"Tugasmu sudah selesai sebagai badut pengantar," kata Han Luo. "Sekarang, serahkan ingatanmu."

Teknik Pemakan Jiwa: Ekstraksi Memori.

"AAAAARRRGGGHHHHH!"

Zhong Ye menjerit histeris saat ulat itu secara harfiah menggali masuk ke dalam lautan kesadarannya. Ingatan, rahasia sekte, peta navigasi, dan segala hal tentang Daratan Utama disedot dengan paksa. Proses ini ribuan kali lebih menyakitkan daripada kematian fisik.

Dalam satu menit, mata Zhong Ye memutih. Jiwanya hancur.

Han Luo melepaskan cengkeramannya, membiarkan mayat tanpa jiwa itu jatuh berdebum di atas geladak kapal emas milik musuh.

Ulat sutra itu kembali ke bahu Han Luo, memuntahkan sebuah bola cahaya kecil yang berisi kristalisasi ingatan Zhong Ye, lalu masuk kembali ke dalam jubah untuk tidur.

Han Luo menangkap bola cahaya itu dan menekankannya ke dahinya.

Informasi dalam jumlah masif membanjiri otaknya. Peta Lautan Tak Berujung yang lengkap, koordinat Daratan Utama (Cakrawala Suci), dan hierarki kekuatan faksi-faksi di sana tergambar jelas di pikirannya.

Han Luo membuka matanya. Senyum tipis yang penuh antusiasme muncul di bibirnya.

"Menarik," gumam Han Luo. "Cakrawala Suci bukanlah satu benua utuh. Itu adalah kumpulan sembilan alam melayang yang mengelilingi satu Benua Pusat raksasa. Dan Istana Matahari Suci hanyalah penguasa di salah satu alam melayang itu."

Dunia yang jauh lebih besar, jauh lebih brutal, dan jauh lebih kaya menanti mereka.

Long Tian melompat dari kapal mereka dan mendarat di samping Han Luo. Pemuda itu melihat mayat Zhong Ye dengan ekspresi datar.

"Kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan, Senior?" tanya Long Tian.

"Lebih dari cukup," Han Luo berbalik menuju kapal mereka sendiri. "Ambil semua barang berharga di kapal emas itu. Lalu hancurkan kapal mereka hingga tak bersisa. Kita tidak ingin meninggalkan jejak remah roti untuk anjing pelacak mereka."

"Siap."

Long Tian segera bekerja, menguras harta di kapal musuh lalu membelah lambung kapal itu dengan pedangnya hingga tenggelam ke dasar laut gelap.

Han Luo berdiri di anjungan Leviathan Emas. Dia memasukkan koordinat baru ke dalam formasi kemudi kapal berdasarkan memori Zhong Ye.

"Arus Bintang ini hanyalah jalur luarnya. Untuk mencapai batas Cakrawala Suci, kita harus menembus Gerbang Badai Kosmik," kata Han Luo pada dirinya sendiri.

Dia menatap ke arah utara, ke ujung lautan tinta yang membentang tanpa batas.

Di sana, para dewa yang sesungguhnya bertahta. Orang-orang yang bisa menghancurkan Benua Kuno hanya dengan jentikan jari.

Sang Dalang menyeringai di balik bayang-bayang. "Siapkan karpet merah kalian. Karena gerhana yang akan menelan matahari kalian sudah berlayar."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!