NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 :SOMBONG YANG AKAN BERAKHIR, KEBENARAN YANG AKAN TERUNGKAP

Langkah kaki Angel dan kedua temannya terhenti tepat di depan Aisyah dan Nuri. Wajah mereka dipenuhi dengan ekspresi angkuh dan tatapan yang tidak menyenangkan, seolah-olah mereka adalah orang yang paling berkuasa dan berhak menentukan segalanya di sekolah ini. Aisyah hanya menatap mereka dengan tatapan datar, tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut atau terganggu — sikap dinginnya yang biasa terlihat di luar rumah langsung muncul dengan sendirinya, membuat ketiga siswi itu semakin merasa berkuasa.

"Hei, kalian berdua!" teriak Angel dengan suara yang lantang dan penuh kesombongan, membuat beberapa siswa yang lewat menoleh ke arah mereka. "Kalian berani banget ya, berjalan-jalan di sini seolah-olah kalian adalah orang yang paling penting di sekolah ini! Kalian lupa siapa yang memegang kekuasaan di sini?"

Nuri menegakkan badan, wajahnya terlihat tegas meskipun dia merasa sedikit cemas. "Kami tidak melakukan apa-apa yang salah, Kak. Kami hanya sedang mengobrol dan beristirahat di sini. Kenapa Kakak marah-marah begitu?"

"Kamu berani membantah aku?!" mata Angel membelalak marah, tangannya mengepal erat. "Kalian harus ingat! Sekolah ini milik ayahku, dan aku adalah anak pemiliknya! Siapa saja yang berani melanggar aturan atau membuat masalah di sini, aku yang akan menghukum mereka! Termasuk kalian berdua!"

Aisyah hanya menghela nafas pelan, lalu menunduk sedikit seolah-olah dia tidak mau membuang waktu untuk berdebat dengan orang yang tidak penting. Namun, gerakan sederhana itu justru membuat Angel semakin marah. Dia merasa bahwa Aisyah meremehkan dirinya, dan hal itu tidak bisa dia terima.

"Kamu lihat itu? Dia malah menganggap aku tidak ada!" Angel menunjuk ke arah Aisyah dengan jari yang gemetar karena marah. "Kalian berdua! Hari ini aku akan mengajari kalian pelajaran yang tidak akan pernah kalian lupakan! Kalian harus meminta maaf dengan berlutut di depan aku, atau kalian tidak akan bisa masuk ke sekolah ini lagi!"

Sebelum Aisyah atau Nuri sempat menjawab, tiba-tiba terdengar suara yang tegas dan berat dari arah pintu gerbang sekolah. Suara itu membuat seluruh siswa yang ada di taman itu terdiam dan menoleh ke arah sumbernya.

"Ada apa di sini?"

Semua orang menoleh, dan terlihat seorang pria berjas rapi berjalan mendekat dengan langkah yang mantap. Wajahnya terlihat serius dan memiliki aura yang sangat kuat, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa takut dan hormat sekalipun tidak mengenalnya. Dia adalah Bapak Rian, kepala sekolah yang sangat dihormati oleh semua orang.

Begitu melihat kehadirannya, wajah Angel yang sebelumnya marah dan sombong langsung berubah menjadi ketakutan. Dia segera menunduk dan membungkuk hormat, bersama dengan kedua temannya.

"Selamat pagi, Pak Rian," kata Angel dengan suara yang bergetar.

Bapak Rian menatap mereka bertiga dengan pandangan yang tajam, lalu beralih menatap Aisyah dan Nuri. "Apa yang terjadi di sini? Kenapa kalian semua berkumpul di sini dengan suasana yang tidak tenang?"

Angel segera maju selangkah, berusaha terlihat sopan meskipun tangannya masih gemetar. "Maaf, Pak. Tidak ada apa-apa. Kami hanya sedang berbicara dengan teman-teman, tidak ada masalah sama sekali."

Namun, Bapak Rian tidak mudah dibohongi. Dia sudah bekerja di sekolah ini selama bertahun-tahun, dan dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia menatap Angel dengan pandangan yang dalam, lalu berkata dengan suara yang tegas: "Aku tahu ada masalah di sini. Ceritakan yang sebenarnya, atau aku akan memanggil orang tua kalian dan menyelesaikannya dengan cara yang formal."

Mendengar kata-kata itu, wajah Angel menjadi pucat pasi. Dia tahu bahwa Bapak Rian benar-benar serius, dan dia tidak berani berbohong lagi. Dengan suara yang pelan dan takut, dia mulai menceritakan apa yang terjadi, meskipun dia memutarbalikkan fakta dan menyalahkan Aisyah dan Nuri.

"Mereka... mereka berdua berjalan dengan cara yang tidak sopan, Pak. Dan mereka juga menolak untuk menghormati aku sebagai kakak kelas," kata Angel dengan wajah yang pura-pura sedih. "Aku hanya ingin mengajari mereka cara bersikap yang baik, Pak."

Setelah mendengar penjelasan Angel, Bapak Rian menatap Aisyah dan Nuri. Dia tahu bahwa kedua gadis itu adalah siswa yang baik dan tidak pernah membuat masalah, jadi dia menunggu jawaban dari mereka.

Nuri segera berbicara dengan suara yang tenang dan jelas: "Maaf, Pak. Yang sebenarnya, Kak Angel dan teman-temannya datang ke sini dan mulai memarahi kami tanpa alasan yang jelas. Mereka mengatakan bahwa sekolah ini milik ayahnya, dan mereka berhak menindas siapa saja yang mereka inginkan. Kami hanya sedang beristirahat dan mengobrol, tidak melakukan apa-apa yang salah."

Aisyah hanya mengangguk pelan sebagai persetujuan, dan tatapannya tetap datar seolah-olah semua yang terjadi di sekitarnya tidak berarti apa-apa. Sikapnya yang tenang justru membuat Bapak Rian semakin yakin bahwa dia tidak bersalah.

Bapak Rian terdiam sejenak, lalu menatap Angel dengan ekspresi yang serius. "Angel, aku sudah bekerja di sekolah ini selama dua puluh tahun. Aku tahu betul siapa pemilik sekolah ini, dan aku tahu betul aturan yang berlaku di sini. Sekolah ini bukan milik ayahmu, dan kamu tidak berhak menyombongkan diri dan menindas siswa lain hanya karena ayahmu bekerja di sini."

Wajah Angel menjadi semakin pucat. "Tapi... tapi ayahku bilang bahwa dia adalah orang yang paling dipercaya, dan dia bilang bahwa dia yang mengatur semuanya di sini..."

"Benar, ayahmu adalah orang yang sangat dipercaya dan dia bekerja dengan baik," potong Bapak Rian dengan suara yang tegas. "Tapi dia tidak pernah memiliki hak untuk mengaku sebagai pemilik sekolah ini, dan dia tidak pernah memberikan izin kepada siapa saja untuk berbuat semaunya. Kamu telah melakukan kesalahan yang sangat besar, Angel. Kamu telah merusak nama baik sekolah ini dan membuat siswa lain merasa tidak nyaman."

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih berat: "Selama ini, aku membiarkan kamu berbuat salah karena aku tahu bahwa kamu masih muda dan belum mengerti aturan. Tapi hari ini, kamu harus menerima konsekuensi dari perbuatanmu. Kamu akan diberi peringatan tertulis, dan kamu harus meminta maaf secara resmi kepada kedua siswa ini di depan seluruh siswa dan guru besok pagi. Jika kamu mengulangi perbuatan yang sama lagi, kamu akan dikeluarkan dari sekolah ini."

Mendengar hukuman itu, Angel tertekan. Dia tidak menyangka bahwa perbuatannya akan berakhir seburuk ini. Dia menunduk dengan wajah yang penuh rasa malu dan menyesal, meskipun hatinya masih merasa tidak terima.

"Baiklah, Pak. Aku akan melakukan apa yang Pak minta," kata Angel dengan suara yang pelan dan rendah.

Setelah menyelesaikan masalah itu, Bapak Rian menoleh ke arah Aisyah dan Nuri. Wajahnya yang serius langsung berubah menjadi ramah dan penuh hormat. Dia menunduk sedikit sebagai tanda penghormatan, yang membuat semua orang yang melihatnya terkejut dan bingung.

"Aisyah, Nuri. Aku minta maaf atas gangguan yang terjadi hari ini. Aku akan memastikan bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata Bapak Rian dengan suara yang sangat sopan.

Angel dan kedua temannya yang mendengar kata-kata itu tertegun. Mereka tidak mengerti mengapa kepala sekolah yang sangat dihormati itu bersikap begitu hormat kepada kedua gadis itu. Mereka menatap Aisyah dengan mata yang terbelalak, dan rasa takut mulai menyelimuti hati mereka.

Namun, Aisyah hanya menatap Bapak Rian dengan tatapan yang datar dan tidak menunjukkan rasa terima kasih atau kebanggaan apapun. Dia hanya mengangguk pelan, lalu berbalik dan berjalan menuju kelasnya bersama Nuri, seolah-olah semua yang terjadi di taman sekolah itu hanyalah hal yang biasa dan tidak berarti apa-apa.

Ketika mereka berdua sudah menjauh, Bapak Rian menatap ke arah punggung mereka dengan pandangan yang penuh hormat. Dia tahu betul siapa sebenarnya Aisyah, dan dia juga tahu betul tentang keluarga besar yang dimiliki gadis itu. Dia merasa sangat bersyukur karena hari ini tidak terjadi hal yang buruk, dan dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga nama baik keluarga mereka dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, di belakang mereka, Angel dan kedua temannya masih berdiri dengan wajah yang pucat dan pikiran yang kacau. Mereka tidak bisa memahami apa yang baru saja terjadi. Selama ini mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang paling berkuasa di sekolah ini, tapi hari ini mereka menyadari bahwa mereka hanyalah orang yang tidak berarti di hadapan orang yang sebenarnya berkuasa.

Mereka menatap ke arah Aisyah yang sudah jauh, dan di dalam hati mereka mulai muncul rasa takut yang sangat besar. Mereka tidak tahu bahwa hari ini adalah awal dari pengakuan mereka akan kebenaran, dan bahwa kesombongan yang selama ini mereka miliki akan segera berakhir sepenuhnya.

Di dalam kelas, Aisyah duduk di kursinya sambil membuka buku pelajaran, tapi pikirannya melayang ke hal lain. Dia memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi, dan dia hanya menghela nafas pelan. Bagi dia, hal seperti ini hanyalah hal yang biasa terjadi di tempat yang tidak dia kenal. Tapi dia tahu bahwa tidak akan lama lagi, semua orang akan mengetahui siapa sebenarnya dia dan keluarganya. Dan ketika hari itu tiba, dia tidak akan lagi menjadi gadis yang hanya dikenal sebagai "Kulkas 8 Pintu" atau adik biasa — dia akan menjadi orang yang memiliki posisi dan kekuasaan yang jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi.👇👇🩷

akun TikTokku: (lisalestari310)

akun Instagramku:( Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!