NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Iblis

Istri Kontrak Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: flowy_

Terjebak dalam tubuh karakter figuran yang sakit-sakitan, seorang wanita harus bertahan hidup di dunia novel sebelum maut menjemputnya. Demi mendapatkan obat dan perlindungan dari keluarganya yang manipulatif, ia mengajukan pernikahan kontrak selama satu tahun kepada Axion, pria berjuluk "Iblis" kekaisaran.

Namun, pernikahan ini menjadi rumit karena setiap anggota keluarga menyimpan rahasia besar. Axion ternyata menyimpan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang penuh dendam, sementara putra angkat mereka adalah sosok misterius yang aslinya bukan berasal dari dunia manusia.

Meski awalnya penuh ketegangan dan instruksi untuk hidup saling mengabaikan, sikap sang suami perlahan berubah drastis. Pria yang semula dingin itu kini menjadi sangat protektif dan tidak segan bertindak kasar pada siapa pun yang merendahkan istrinya. Hubungan yang seharusnya berakhir dalam setahun kini berubah menjadi ikatan keluarga yang rumit namun tak terpisahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amaryllis Yang Tersembunyi.

"Siapa namamu?"

Setelah keheningan singkat, Axion akhirnya membuka suara.

"Aku Gabriella. Gabriella Valencia."

"Valencia?" Axion mengernyitkan dahinya.

Melihat reaksi itu, Gabriella langsung menduga bahwa pria itu pasti telah mendengar rumor buruk tentang dirinya. Tanpa menunggu Axion bicara, Gabriella segera memotong untuk membela diri.

"Jika Anda merasa terganggu dengan rumor itu, Anda tidak perlu khawatir. Mantan suami saya memang sudah sakit-sakitan sejak awal."

"..."

"Kejadian yang sama akan tetap menimpa mereka, meskipun mereka menikah dengan wanita lain, bukan saya."

Axion hanya menanggapi dengan datar, seolah informasi itu sama sekali tidak penting baginya

"Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan. Bagaimana kau bisa menemukanku?"

"Aku mendengarnya secara tidak sengaja."

"Lalu, apa alasanmu memutuskan ingin menjadi istriku?"

"Uang."

"Anda menawarkan imbalan yang sangat besar bagi siapa pun yang sanggup bertahan selama satu tahun, bukan? Aku membutuhkan uang itu."

Tentu saja, itu hanya kebohongan.

"Menarik. Kau lebih memilih uang dari pada nyawamu sendiri? Padahal harta yang kau miliki sekarang saja, sudah lebih dari cukup."

Axion tertawa sinis. Ia langsung tahu bahwa wanita di hadapannya sedang berbohong, dan baginya, kebohongan itu terdengar seperti lelucon yang cukup menghibur.

"Apa kau tahu seperti apa wilayah Argenta itu? Aku tidak butuh orang yang akan langsung melarikan diri atau mati dalam waktu dekat."

"..."

"Aku berniat memilih seseorang yang benar-benar putus asa. Namun, Nona Gabriella, kau sama sekali tidak terlihat sedang dalam kesulitan."

Axion menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Gabriella pun bisa merasakan bahwa apa pun alasannya, pria ini kemungkinan besar akan tetap menolaknya.

'Kukira dia akan langsung setuju karena sedang terdesak mencari istri untuk satu tahun, ternyata tidak semudah itu.'

Bagi Axion, calon istrinya tidak harus Gabriella. Namun bagi Gabriella, pilihannya hanya pria ini.

Keluarga mana lagi yang tidak bisa di suap oleh kekayaan Valencia? Dan kalaupun ada, pria mana yang sanggup menatapnya tanpa secercah nafsu? Setahu Gabriella, hanya Axion orangnya.

"Baiklah, aku akan jujur. Saat ini sedang ada pembicaraan pernikahan antara aku dengan Count Diego"

"Count Diego?"

Seorang pria yang sudah tua, sekaligus kaya raya.

Tentu tidak akan ada yang merasa aneh jika pria itu meninggal tepat di malam pertama pernikahan mereka.

"Dari pada menikah dengan pria yang sudah berada di ambang maut karena usia, Aku rasa lebih baik menikah dengan pria yang memang terbiasa hidup berdampingan dengan kematian."

Mendengar jawaban itu, Axion melangkah maju.

Gabriella refleks menelan ludah. Namun, tepat sebelum ia mengatur napasnya. Sebuah umpatan lolos dari mulut Axion.

"Tikus kecil ini... rupanya sedang menguping, ya?"

Axion melangkah melewati Gabriella begitu saja. Saat Gabriella buru-buru menoleh, ia melihat seorang pria sudah tersungkur di sana.

Pria itu adalah Julian Vester, orang yang sebelumnya mengambilkan cadar Gabriella.

"Du–Duke Argenta..."

Wajah Julian pucat pasi saat beradu pandang dengan tatapan Axion yang haus darah.

"Saya tidak sengaja lewat dan tidak tahu kalau Anda ada di sini..."

"Sampai mana kau mendengar?"

"Men–mendengar?! Saya berani bersumpah demi nyawa saya, bahwa saya tidak menguping pembicaraan Anda berdua!"

"Nyawamu murah sekali, ya."

Pria itu benar-benar bernasib buruk.

Sambil berlutut, pria itu mencoba bangkit dan dengan panik mencengkeram lengan Axion untuk memohon.

"Sa—saya serius! Saya tidak tahu apa-apa—"

Brak!

Tubuh Julian terpental dan menghantam tanah dengan keras. Begitu tangan Julian menyentuhnya, Axion langsung menghempaskan pria itu dengan ekspresi penuh jijik dan muak.

Julian, yang kepalanya membentur tanah seketika lemas tak berdaya. Ia tampak pingsan di tempat.

Sring—.

Axion menghunuskan pedangnya.

Bilah pedang itu berkilat tajam di bawah pantulan cahaya bulan, dan memancarkan aura kematian yang pekat.

Sejak detik Julian menyentuhnya, Axion seolah kehilangan akal sehat. Ia tidak lagi peduli pada sekitarnya; fokusnya hanya satu, yaitu menghabisi nyawa pria yang baru saja menyentuhnya itu.

Melihat hal itu, Gabriella segera melangkah maju dan menghalangi jalan Axion.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Axion dengan suara rendah.

"Kamu tidak boleh membunuhnya."

"Kenapa?"

Axion mengucapkan setiap kata dengan nada yang berat, seolah ia tengah menahan amarah yang meluap. Sorot matanya menunjukkan keinginan kuat untuk segera menyingkirkan pengganggu di hadapannya.

"Jika kamu khawatir pria itu akan membocorkan pembicaraan kita, cari cara lain untuk membungkamnya," ucap Gabriella tenang.

"Kenapa aku harus menuruti perkataanmu?"

Ujung pedang Axion kini beralih, tertuju tepat ke arah Gabriella. Ia bisa merasakan sensasi dingin dari bilah tajam itu, yang nyaris menyentuh lehernya.

"Karena kamu harus membeli tanah milik keluarga Vester," jawab Gabriella tanpa gentar.

"Kau mulai bicara melantur di depan pedangku."

"Aku hanya berpikir bahwa Amaryllis akan menjadi bahan obat yang sangat berharga bagimu."

Amaryllis adalah tanaman obat legendaris yang konon bisa menyembuhkan penyakit apa pun. Dalam cerita aslinya, Axion rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak masuk akal demi mendapatkan tanaman tersebut.

"Apa yang membuatmu berpikir kalau aku menginginkannya?"

"Karena... aku tahu ada anggota keluargamu yang sedang sakit."

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kakak perempuan satu-satunya sang Duke terbaring lemah di ranjang dan tidak pernah keluar lagi dari kastel.

Di bawah tatapan waspada Axion, Gabriella terus menyampaikan fakta yang di ketahuinya.

"Baron Vester tidak akan pernah sudi menjual tanahnya kepada orang yang telah membantai putranya sendiri."

Wilayah Vester begitu gersang hingga mustahil untuk bercocok tanam, dan saat ini, hanya Gabriella yang tahu bahwa Amaryllis tumbuh di sana.

"Jika kamu memang tidak butuh Amaryllis itu, silakan bunuh dia sekarang. Lagian, pria ini tidak ada hubungannya denganku."

Bagaimana cara membujuk pria yang sudah memiliki segalanya—baik harta maupun kehormatan?

Jawabannya cukup sederhana. Berikan apa yang sangat ia dambakan.

"Jika kau memang menginginkan Amaryllis, maka pria ini sebaiknya tetap di biarkan hidup," ucap Gabriella tenang.

"Dari mana kau mendapatkan informasi itu?"

"Dari mantan suamiku," ucapnya asal. "Bahkan Baron Vester sendiri belum menyadari keberadaan tanaman itu di tanahnya."

Tatapan Axion semakin tajam, dan penuh selidik. "Jika informasi itu benar, bukankah kau sendiri yang akan sangat di untungkan jika memilikinya? Kenapa malah memberitahukannya padaku?"

Menjual Amaryllis memang bisa mendatangkan kekayaan yang tak terhitung jumlahnya. Terlebih bagi Gabriella yang hidupnya kini berada di ambang maut, tanaman itu adalah sesuatu yang sangat ia butuhkan. Namun, ada alasan kuat mengapa ia justru menyerahkan kartu as itu kepada Axion.

"Secara finansial, kamu benar. Tapi demi menjadi istrimu, aku bersedia merelakannya."

‘Amaryllis adalah tanaman yang sangat sulit diolah. Salah sedikit saja, ia akan berubah menjadi racun yang mematikan.’

‘Begitu aku menjadi istrinya, mengambil ramuan Amaryllis darinya akan menjadi hal yang mudah.’

Melihat Gabriella berbicara begitu tenang, Axion menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Tepat saat itu—

Suara langkah kaki memecah keheningan. Di sana, seorang wanita muda berdiri mematung dengan wajah pucat pasi.

Gabriella segera menyadari siapa dia. Dalam alur aslinya, wanita inilah yang seharusnya menjadi istri Axion.

‘Dia pasti datang untuk melamar Axion.’

Namun, karena posisinya telah "direbut" oleh Gabriella, wanita itu hanya melihat Axion tengah menghunuskan pedang ke arah Gabriella, lalu bergegas lari ketakutan ke arah berlawanan.

Mungkin ini sebuah keberuntungan. Setidaknya, wanita itu tidak perlu mati muda karena terpapar energi iblis jika menikah dengan Axion.

Gabriella kembali menatap Axion dan berkata dengan tegas.

"Kehadiranku tidak akan pernah menjadi beban bagimu."

"......"

"Karena, aku tidak akan pernah melarikan diri."

"Baiklah." Axion mengangguk pelan. "Kita menikah."

Pedang yang sedari tadi mengancam nyawa Gabriella akhirnya diturunkan. Lehernya terasa perih, mungkin tergores sedikit.

Namun dalam hati, Gabriella merasa sangat lega.

"Upacara pernikahan akan di tiadakan."

"......"

"Besok kita hanya akan mengurus pendaftaran pernikahan, lalu langsung berangkat ke wilayah kekuasaanku. Siapkan barang-barang seperlunya saja. Dan ingat, jangan pernah berpikir untuk kembali ke ibu kota selama satu tahun ke depan."

"Bahkan jika harus berangkat sekarang pun, saya tidak keberatan," jawab Gabriella tenang.

Akhirnya Gabriella bisa meninggalkan keluarga Valencia.

Ia sendiri tidak perlu lagi menghabisi nyawa suaminya. Fakta itu saja sudah cukup untuk membuat senang.

"Jangan salah paham".

Namun, seolah tak sudi melihat Gabriella senang walau sesaat, Axion segera menghancurkan suasana itu dengan kalimatnya yang dingin.

"Yang aku butuhkan bukan wanita untuk dicintai, tapi wanita yang sanggup bertahan di sisiku".

‘Apa dia pikir aku jatuh cinta padanya?’

Hanya karena Gabriella baru saja bilang ingin menjadi istrinya? Ia harus bersusah payah menyembunyikan rasa canggungnya.

"Jika kau mengharapkan sosok suami yang penuh kasih, sebaiknya menyerah saja sekarang. Sebab, aku tidak akan pernah mencintaimu, dan jangan harap akan ada anak di antara kita".

"......"

......................

Setelah Gabriella pergi, Axion yang kini sendirian menyadari ada noda darah di pedangnya.

Ia mengeluarkan saputangan dan menyeka bilah pedang itu dengan gerakan lihai sembari mengingat sosok pemilik darah tersebut.

"Gabriella Valencia."

Axion menggumamkan nama asing itu di bibirnya.

Benar-benar wanita yang aneh.

Jika tadi wanita itu menghalangi jalannya hanya untuk berceramah, Axion mungkin sudah menyingkirkannya sejak awal.

Tapi dia tidak melakukannya.

Bahkan saat Axion sengaja menghinanya dengan menyuruhnya hidup seperti orang mati selama setahun, wanita itu tetap tenang tanpa terusik sedikit pun.

"Tentu. Tapi kau tidak lupa dengan permintaanku, kan?"

"Aku akan menemuimu besok."

Karena Gabriella memintanya dengan begitu santai, justru Axion sempat dibuat bingung.

Dan yang paling aneh dari semuanya adalah—

"Bagaimana wanita itu bisa menemukanku?"

Seharusnya, Gabriella tidak mungkin datang mencarinya. Maksudnya, tidak dalam 'kehidupan sebelumnya'.

"Apa masa depan sudah berubah?"

1
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪🍊
Mita Paramita
tuh kn keluarga Valencia masuk aja gangguin hidup Gabriela 😈😈😈
Mita Paramita
untung aja topeng kejahatan Grayson ketauan 🤣🤣🤣 rasain tukang bohong ngaku2 jadi ayah nya Gabriela
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
@Biru791
kapan up pagiii
@Biru791
thour kapan upp lagi
lady parasol: author up besok ya, bbrp hari ini lagi drop hihi, makasih udh baca 🤍
total 1 replies
@Biru791
thour semngagt yukk up lagi💪
@Biru791
semngatt truss double upppp💪
@Biru791
cemungutt up
lady parasol: sambil nunggu up, baca novel terbaru berjudul Violetta : Menulis Ulang Akhir Hidupku 😄

di jamin seru
total 1 replies
@Biru791
cepat capatt uppp seruuu abiss
Mita Paramita
keluarga bahagia 🤣🤣🤣tapi sayang Gabriela umur nya pendek 😭
lady parasol: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor sering update 🔥🔥🔥💪💪💪
@Biru791
gk ada niat lanjut kah
Mita Paramita
axion masih gengsi aja kalo naksir sama Gabriella 🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
@Biru791
semngatt dong kapan upp
Mita Paramita
axion simpati dikit sama Gabriella 🤨 obatin penyakitnya 😭 umur ny gak lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!