NovelToon NovelToon
Ibu Susu Anak CEO Arogan

Ibu Susu Anak CEO Arogan

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:394.8k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Suaminya ketahuan selingkuh dan anak yang dikandungnya meninggal adalah petaka yang paling menyedihkan sepanjang hidup Belcia. Namun, di saat yang bersamaan ada seorang bayi perempuan yang mengira dia adalah ibunya, karena mereka memiliki bentuk rambut yang sama.

Perjalanan hidup Belcia yang penuh ketegangan pun dimulai, di mana ia menjadi sasaran kebencian. Namun, Belcia tak memutuskan tekadnya, menjadi ibu susu bagi bayi perempuan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Penasaran dengan kisah Belcia? Ayo kita ikuti di novel ini🤗

Jangan lupa follow author💝
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia
TT @Ratu Anu👑

Salam Anu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Semua Akan Terlewati

Jasper pulang ke rumah cukup larut, di saat semua penghuni sudah tidur, kecuali satu orang, yakni Sharon yang menyambutnya di ruang tamu.

"Kamu baru pulang?" tanyanya sambil melipat kedua tangan di depan dada dan mendekati Jasper.

Melihat keberadaan Sharon, Jasper sedikit terhenyak karena dia tidak mendapat kabar bahwa kakak dari mendiang istrinya itu akan pulang.

"Kau ada di sini?" Jasper balik bertanya dengan nada dingin. Dia terlalu menjaga jarak pada wanita manapun, kecuali istrinya.

Sharon mengangguk sambil tersenyum manis. Wajahnya memang cukup mirip dengan Maureen, tapi rambut lurusnya itu tampak jelas sebagai pembeda.

"Aku datang untuk keponakanku, Jas. Aku akan membantumu merawatnya," kata Sharon yang memiliki tujuan tertentu atas misinya ini. Namun, Jasper langsung menolaknya mentah-mentah, karena dia tidak membutuhkan itu.

"Tidak perlu. Leticia sudah punya pengasuh!"

"Pengasuh tetaplah pengasuh. Tapi aku bibinya, bahkan aku bisa mengambil hak asuh Leticia darimu jika aku mau, Jasper!" tandas Sharon yang membuat mata Jasper langsung berkilat. Jasper maju, lalu mencengkram lengan Sharon cukup kuat.

"Jangan macam-macam. Leticia adalah anakku dengan Maureen, kau tidak berhak atasnya!" cetus Jasper dengan tatapan yang semakin menusuk.

Namun, bukannya takut Sharon justru semakin menantang. Dia membelai lembut tangan Jasper, sehingga pria itu sendiri yang melepaskan cengkramannya.

"Siapa bilang? Kamu mau membuktikannya di pengadilan? Jika malas bermain-main, kamu cukup izinkan aku tinggal di sini. Itu saja, lagi pula kebetulan aku sedang ada kerjaan di sini sampai beberapa bulan ke depan," jelas Sharon, semakin membuat rahang Jasper mengeras.

Akan tetapi malam ini dia terlalu lelah. Jadi, dia tidak ingin meladeni Sharon lebih lama.

"Terserah kau saja. Tapi ingat, jangan bertindak semaumu jika tidak ingin kuusir seperti kecoa," tandas Jasper seraya melanjutkan langkahnya yang gontai. Dia benar-benar lelah mengurus perusahaan dengan pikirannya yang berkecamuk.

"Oh iya ...."

Sharon kembali berseru hingga membuat Jasper berhenti sejenak.

"Aku turut berduka cita. Aku tidak menyangka jika akhirnya akan begini, Maureen terlalu cepat pergi," lanjutnya, daripada ucapan bela sungkawa, kalimat itu justru seperti sebuah ejeken. Tanpa menunggu balasan Jasper Sharon langsung pergi ke kamarnya.

Jasper menelan ludahnya yang terasa tercekat di tengah tenggorokan. Namun, dia tidak boleh terlihat lemah, karena masih ada Leticia yang membutuhkan dirinya. Lantas dia menyambangi kamar putrinya yang tidak bisa dia awasi selama 24 jam itu.

Dalam lampu yang temaram, dia melihat Leticia yang sudah tidur dengan nyaman di box bayi, sementara Maria berbaring di sofa. Setia menemani bayi itu.

*

*

*

"Dia masih sakit, apakah harus tetap tidur di sel? Lagi pula dia bukan pelaku yang sebenarnya, dia hanya ada di sana, harusnya dia cukup menjadi saksi!" protes Bizard yang tengah menjenguk putrinya di kantor polisi. Sejak semalam Belcia memang langsung dimasukan ke sel tahanan, tanpa dilihat kondisinya seperti apa, ayah mana yang tidak marah putrinya diperlakukan seperti penjahat sungguhan seperti itu?

"Maaf, Tuan, kami hanya mengikuti laporan penggunggat, dan itu sudah ketentuannya. Lagi pula Ibu Belcia sendiri tidak menolak dan tidak mengeluh apa-apa," jawab sang polisi sambil berusaha melepaskan cengkraman pria paruh baya itu. Saat datang Bizard memang seperti ingin mengamuk.

"Itu karena dia—"

"Pa, sudahlah. Aku baik-baik saja," seru Belcia sambil berusaha tersenyum, setelah mendapat izin ia baru bisa menemui ayah dan salah satu saudara kembarnya.

Cengkraman tangan Bizard langsung mengendur, dia dan Boi bergegas menghampiri Belcia.

"Ci, kamu ...." Boi hendak bertanya, tapi Bizard justru langsung memeluk tubuh Belcia yang masih tampak lemah.

"Papa akan segera membebaskanmu dari tempat ini, Cia, bersabarlah sebentar," ujar Bizard. Sebagai seorang ayah sekaligus pengacara, dia akan berusaha keras membela Belcia yang tidak sepenuhnya bersalah dalam kasus ini.

Belcia mengangguk dalam pelukan sang ayah. Dia yakin jalan yang benar pasti akan memihaknya. Sesulit apapun masa yang sedang dia lalui pasti akan terlewati juga.

"Kalian hanya berdua? Mama tidak ikut?" tanya Belcia mengalihkan topik pembicaraan.

"Papa melarangnya, karena Mama pasti akan menangis terus melihatmu seperti ini," jawab Boi yang langsung mendapat anggukan dari Bizard.

"Kenapa? Kamu butuh sesuatu?" tanya Bizard.

Belcia menganggukkan kepala, dadanya terasa nyeri karena ASI-nya belum sempat dikeluarkan.

"Tolong bawakan aku pompa ASI, aku cukup tersiksa karena ini. Dan tolong berikan ASI-ku ke rumah sakit, aku mendonorkannya di sana," papar Belcia sambil menatap Bizard dan Boi secara bergantian. Hingga kedua pria itu merasa prihatin.

"Biar aku belikan saja, tunggu sebentar," pungkas Boi yang merasa tak tega melihat saudarinya kesakitan.

Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia butuhkan, Belcia langsung memompanya, ia benar-benar merasa lega. Dan di tiap hembusan serta matanya yang tertutup, wajah bayi yang memanggilnya 'Mama' terus menghantui pikirannya, hingga perlahan-lahan menciptakan senyum.

"Dia sangat cantik," gumam Belcia.

*

*

*

Tak berselang lama setelah itu, ayah Ronan juga datang membawa seorang pengacara. Demi nama baik keluarga supaya tidak tercoreng, sebisa mungkin Tuan Bliss ingin Ronan bebas.

"Pa, tolong aku, Pa, aku benar-benar tidak betah berada di sini. Aku ingin pulang," rengek Ronan sambil menggenggam tangan Tuan Bliss.

Namun, Tuan Bliss langsung menepisnya dengan kasar. Perlindungan yang dia berikan semata-mata bukan karena dia menyayangi putranya.

"Kau yang sudah membuat kekacauan, jadi jangan merengek seperti anak kecil. Ingat, setiap ditanya penyidik, jangan pernah menjawab dengan jujur, atau kau akan terkena masalah yang lebih besar!" cetus Tuan Bliss dengan rahang mengeras.

"Gunakan otakmu kali ini, Ronan!" lanjutnya.

Wajah Ronan langsung berubah pias. Dia menganggukkan kepala, mengikuti semua instruksi yang disampaikan ayahnya.

"Tapi bagaimana dengan bukti-bukti yang sudah terkumpul, Pa?" tanyanya takut-takut sambil mengusap ibu jari dengan telunjuk.

"Abaikan semuanya. Biar pengacara Papa yang urus," jawab Tuan Bliss, mengusap dagunya dengan gusar. Sebenarnya dia juga tidak yakin seratus persen bisa menggagalkan tuntutan ini, karena Ronan adalah pelaku utama, di samping itu yang dia hadapi adalah keluarga Smith, bukan kalangan biasa.

Keluar dari kantor polisi Tuan Bliss bertemu dengan Bizard dan Boi di parkiran. Dia menarik sudut bibir sinis, karena Bizard tidak bisa diajak kerja sama.

"Ini semua karena Anda tidak bisa berkompromi, Tuan Bizard," celetuk Tuan Bliss menghampiri kedua orang itu dengan angkuh.

Bizard tak menunjukkan raut penyesalan sedikit pun. Karena selamanya dia tidak akan mau menutupi sebuah kebusukan.

"Tidak masalah jika aku harus berjuang mati-matian. Putriku tidak bersalah, aku akan membuktikannya. Aku akan jadi pengacaranya!" balas Bizard to the point.

Mendengar itu Tuan Bliss langsung terperangah. Dia lupa kalau profesi Bizard suka sekali berhubungan dengan hukum.

"Intropeksi diri, hanya kau yang cemas di sini. Oh ya sampaikan juga pada putramu ... Belcia akan segera menceraikannya," lanjutnya yang makin membuat Tuan Bliss menganga.

1
Deww_17
mampir thorr, ini anaknya Bee sama Biance yaa😍
Maulidza (Icha)
Bagus
Deistya Nur
keren, sukses dan semangat terus ka 👍💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Manisnya Jas melebihi gula Biang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga tau ijab qabulnya tau² sudah pesta anniversary saja Thor... pasti Cua mau punya adik tuh🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iya lah Jiwa sabarnya sudah minggat jadi naga kalau sudah jiwa emak²nya keluar Jas... namanya juga pereempuan.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kaann bener ga tau tempat bucinnya Jasper... untung yang ada di situ ga sampe ileran dan tersedak.🤣🤣🤣
tapi baguslah terus usaha Jas, sampe halal.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyyy... Es batu sudah cair awas meluber tumpah kemana² bucinnya ga bakal tau tempat kayaknya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm akhirnya pecah b1sul juga ya Jasper.🤭🤭
ploongng karna sudah berani utarain perasaan kamu pada Bel.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pura² sakit demi dapat perhatian dari Bel, dasaaarr tuan arogan grngsiannya sampe kemana sihh.. malu bangeet kalau jatuh langsung gedebuukk sampe ke udel².🤣🤣🤣
tinggal ngaku saja Jasper ga perlu gengsi kalau suka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh... para siluman Iri... karna ga bisa bersaing dengan Belcia.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tiap baca novel kebanyakan pasti ada adegan pemeran tokoh perempuannya jatuh terus di tangkap sama pemeran laki²nya, pandang²an dan akhirnya pas sadar saling gugup... hadeuuhh jadi hapal banget aku.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berasa korban dan egois banget Sharon padahal Marteen sebagai adik laki² baik dan mengalah terus tapi susah kalau orang sudah obsesi butuh hal yang membuatnya sadar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh iya lah Belcia datang buat Jasper karna ada Leticia jadi buat apa juga Bel datang cuma buat kamu yang tukang selingkuh.. apa lagi sudah Celap celup kayak teh celup.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurin kena batunya sendiri kaann..
tinggal menunggu nyonya Bliss dan Sharon yang belum kena.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paling kerjaan si tuan Bliss dan istrinya supaya Belcia dipersalahkan
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh masa kamar ga di kunci buat seorang Pengusaha dan asisten, padahal mereka katanya bukan orang sembarangan otomatis keamanan diri itu penting biar ga jadi tindak kejahatan atau seseorang yang akan berbuat menjatuhkan, laahh ini kayak biasa saja siapa pun bebas bisa masuk... kalaupun bolak balik kaann bisa minta usahain kunci cadangan pada yang punya tempat.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Bel tinggalkan saja Leticia dan kamu kembali aktifitasmu biarkan si arogan yang pusing mengurus anaknya sendiri dari pada kamu di sana juga di salahkan terus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah biarin saja Bel, jangan ngajuin diri sebelum Jasper yang ngajak karna dia bisa besar kepala kalau kamu yang duluan mau ikut... sekali² biar dia turunin tuh gengsi dan arogannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Cindy selingkuhannya si Ronan rupanya... tapi Belcia ga sadar dan ga tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!