NovelToon NovelToon
MANUSIA ABADI

MANUSIA ABADI

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kultivasi Modern / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Menjadi Pengusaha / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:315.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ahmad Taufik

Sebelum ada bintang, sebelum Bumi terbentuk, dia sudah ada.

Makhluk abadi tanpa nama, yang telah hidup melewati kelahiran galaksi dan kehancuran peradaban. Setelah miliaran tahun mengembara di jagat raya, ia memilih menetap di satu tempat kecil bernama Bumi — hanya untuk mengamati makhluk fana berkembang… lalu punah… lalu berkembang lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Taufik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam di kota : pertemuan di kota

Bab 4 (Lanjutan)

Bayangan Masa Lalu yang Tak Pernah Pudar

Suasana bar semakin hangat. Musik jazz lembut mengalun di latar, menemani percakapan ringan para sosialita dan pebisnis yang datang untuk melepas penat malam itu.

Alex Chu duduk di sudut ruangan, gelas wine merah di tangan kirinya. Pandangannya tidak tertarik pada siapa pun—sama seperti biasanya. Seolah dunia di sekitarnya tak lebih dari debu yang lewat tanpa arti.

Namun di sisi lain ruangan, seorang wanita melangkah masuk. Tubuh tinggi semampai, balutan gaun hitam sederhana yang elegan, dan sepasang mata tajam yang memancarkan dominasi.

Shen Qingran.

Nama yang mengguncang dunia korporat Tiongkok dalam lima tahun terakhir. CEO muda dari perusahaan raksasa "Qingran International", dikenal dengan kecantikannya yang dingin dan reputasi tanpa celah. Tak pernah satu pun pria berhasil mendekatinya.

Tatapan semua pria langsung tertuju padanya. Tapi Shen Qingran tak menggubris satu pun.

Matanya justru terpaku pada sosok yang duduk di sudut ruangan.

Pria itu…

‘Tak mungkin…’ batinnya bergemuruh, menghentikan langkahnya sesaat.

Ia mengenali siluet itu. Garis rahang yang tegas, mata setenang laut mati, dan sikap tenang seolah tak ada satu pun yang pantas ia pedulikan di dunia ini.

Kenangan lama menyeruak.

---

13 Tahun Lalu – Kota Milan, Italia

Shen Qingran kecil, berusia 10 tahun, duduk diam di ruang pertemuan besar sebuah hotel bintang lima. Ia menemani ayahnya dalam pertemuan bisnis dengan para investor asing.

Saat itu, seorang pria muda masuk ke ruangan.

Langkahnya membuat semua CEO veteran berdiri.

Bahkan ayahnya—yang tak pernah tunduk pada siapa pun—menyambut pria itu dengan penuh hormat.

Shen kecil yang duduk di pojok ruangan melihatnya dengan rasa penasaran. Sosok itu terlalu muda untuk memimpin pertemuan bisnis sebesar ini… dan terlalu tampan untuk dilupakan.

Yang paling aneh… adalah auranya. Seperti bukan manusia.

Dan kini, lebih dari satu dekade kemudian, pria itu duduk di bar yang sama dengannya. Wajahnya… tidak berubah sedikit pun.

---

Shen Qingran mendekat.

Ia berhenti di depan meja Alex. "Kau," ucapnya dingin, tapi dengan nada samar tak percaya. "Kita pernah bertemu, bukan?"

Alex mengangkat kepalanya perlahan. Mata mereka bertemu.

Tatapan Shen penuh tanya. Tatapan Alex… hampa, datar, dan tanpa gelombang.

"Aku rasa tidak," jawab Alex tenang. Ia menyesap wine-nya tanpa minat, lalu menoleh ke samping seolah keberadaan wanita itu tak lebih dari angin malam.

Namun Shen Qingran tak berpaling. Ada keraguan di hatinya, tapi juga ketertarikan yang aneh. Rasa penasaran yang sudah lama terkubur muncul kembali.

‘Kalau benar dia orang yang sama… kenapa wajahnya tak beubah.

,Oh kalo begitu maaf, mungkin salah orang

Dia menarik napas, menatap Alex sekali lagi, lalu tersenyum samar. “Oh… maaf, mungkin aku salah orang.”

Dengan langkah ringan namun penuh wibawa, Shen Qingran pun berbalik dan melangkah menjauh dari meja Alex.

Namun tindakan kecil itu justru menciptakan gelombang besar di dalam bar.

Beberapa orang yang semula hanya diam sambil menikmati minuman mereka kini saling melirik, membisikkan satu sama lain.

> “Barusan… Shen Qingran ‘menyapa’ seorang pria?”

“Mustahil. Wanita itu tidak pernah berbicara duluan pada siapa pun.”

“Siapa dia sebenarnya?”

“Orang yang bisa membuat Dewi Dingin seperti Shen Qingran memulai percakapan duluan

Seorang pria berjas abu-abu yang sejak tadi duduk tak jauh dari meja Alex bahkan berdiri dan menoleh ke arah bartender.

> “Siapa yang baru saja bicara dengan CEO Shen?” bisiknya penasaran.

Bartender, yang juga memperhatikan kejadian itu sejak awal, menggeleng perlahan.

> “Dia datang sendiri. Tidak banyak bicara. Cuma pesan satu botol wine mahal dan duduk di sana dari tadi.

1
Sang M
Thor memble. loyo ya..... otak nyut2 an
dhani satria
up crazy
dhani satria
kaya artis korea lee min eral
Angga Ksatria Maulidyo
sayang sekali padahal cerita yg sangat bagus...ternyata sama aja kayak tetangga sebelah putus tengah jalan .....😔
Angga Ksatria Maulidyo
mantaaabbb...👍👍👍
Budi Purdan
kok diam terus c MC nya ,meskipun dia dewa kalo suda mau bantu harusnya gerak ,kok blo on gt
Hadi Hadi
up up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
is good
B4n6 F3rrY
ditunggu secepatnya nya ya....kalo kelamaan jadi basi....😄😄😄😄
Abah Agus
sy suka karakter sprt ini singkat dan tegas
BoimZ ButoN
lanjutkan thhooor 💪
BoimZ ButoN
lanjutkan thhooor 🙏
BoimZ ButoN
lanjutkan thhooor 💪
BoimZ ButoN
bon nya putih Thor 😅
BoimZ ButoN
lanjutkan thhooor semangat 💪
BoimZ ButoN
muantabs lanjutkan thhooor semangat 💪🙏
Zainal Patta
cuma sampai disini? kapan dilanjutkan?
Zainal Patta
cerita ini plin plan katanya tidak bawa senjata setelah tiba di rumah Alex Chu langsung bersenjata lengkap
Zainal Patta
maaf author buta warna
Zainal Patta
Luo Yifan cucu atau adik?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!