NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Terbuang

Putri Mahkota Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: sayonk

Area 21+, harap bijak dalam membaca.
#Tersedia Versi Cetak untuk kelengkapannya.

Kamelia

Seorang gadis zaman modern yang melintasi waktu, ia harus menggantikan tubuh Putri Mahkota yang tak di inginkan oleh Putra Mahkota, namun siapa sangka, disaat ia terbangun menampilkan perubahannya justru Putra Mahkota malah jatuh cinta.

Tapi disisi lain, cinta Kamelia atau Putri Mahkota telah pupus dan digantikan oleh cinta dari Kakak iparnya sendiri, Kakak kandung Putra Mahkota.

Setelah pernyataan cinta yang ditolak oleh Kakak Ipar, lantas kah Kamelia memperjuangkannya atau justru sebaliknya...??

ig:@riiez.kha.37

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 5 : Memberikan Obat

Tak terasa Matahari telah menenggelamkan cahaya. Kini pagi dan siang telah berganti malam. Burung pun telah kembali ke sarangnya. Para pelayan telah menyalakan lilin di setiap sudut ruangan. Salah satu pelayan sering menghampiri ke arah ranjang. Ingin membangunkan, ia tidak tega melihat wajah pulasnya. "Putri," ujarnya tersenyum. Pucat di wajahnya telah memudar. Rasa bahagia akan kesembuhan Ming Yue tak bisa ia ungkapkan.

Wanita di depannya pun membuka kelopak mata indahnya. Ia mengucek matanya hingga penglihatannya jelas dan beringsut duduk.

Hoaem ..

"Lu, jam berapa ini?" Tanya Ming Yue. Ia menggaruk kepalanya. Rasa kantuknya masih menyelimuti matanya. Ia enggan beranjak dari tempat tidurnya.

"Putri sudah bangun," sapa pelayan Lu terkekeh kecil melihat wajah yang begitu menggemaskan. "Sekarang waktunya makan malam Putri." Sambungnya lagi.

"Oh !"

Ming Yue turun dari ranjangnya dan para pelayan pun mendekatkan, membawa sebaskom air untuk membasuh wajah Ming Yue, yang sedari tadi sudah di siapkan oleh mereka.

"Hamba akan menyiapkan hidangan malam untuk Putri."

Ming Yue mengangguk, ia pun menuju ke arah jendela dan membukanya.

Sebenarnya enak banget sih, disini ada yang melayani. Malah gratis, tapi disini sangat membosankan. Sebaiknya besok aku keluar istana atau mencari sesuatu yang bisa menyibukkan diriku batinya.

Pelayan Lu di ikuti pelayan lainnya dengan membawa masing-masing nampan. Mereka meletakkan hidangan di atas nampan itu di meja yang telah di sediakan. "Putri, hamba sudah selesai menyiapkan. Silahkan Putri makan malam."

Ming Yue menoleh ke arah meja yang telah disiapkan oleh beberapa jenis macam hidangan. daging ayam panggang, sup daging dan beberapa hidangan yang menggugah selera.

Ia langsung duduk, tak sabar rasanya ingin menyantap hidangan lezat di depannya. Membuat air liurnya menetes. "Emm, enak." Ia memakan hidangan itu sendirian. Lalu tersadar, jika para pelayan masih berdiri di sampingnya dengan wajah menunduk kecuali Pelayan Lu yang terus mengembangkan senyumannya.

"Kenapa kalian tidak duduk, ayo temani ku makan." Ujarnya menatap para pelayan.

"Ampun Putri, hamba tidak berani." Balas para pelayan. Mereka serempak duduk dengan menunduk.

"Hah, Siapa yang akan memakan kalian? kenapa tidak berani? ayolah temani diriku." Rengek Ming Yue. Ia merasa kesepian jika hanya makan sendirian.

"Tapi Putri," tolak pelayan Lu.

"Apa kalian sudah makan?" Tanya Ming Yue. Ia merasa tak enak hati melihat para pelayan yang menahan air liurnya.

"Belum Putri." Jawab pelayan Lu, mewakili jawaban para pelayan.

"Hem, baiklah. Jika kalian tidak mau menemani ku. Aku tidak akan makan, Bagaimana?"

"Tapi Putri,"

"Sudahlah, aku tidak ingin mendengarkan ocehan penolakan kalian. Lu, kau tau sendiri kan. Aku paling tidak suka dengan penolakan."

"Begini Putri, kami akan makan sendiri setelah Putri selesai." Ucap pelayan Lu menunduk hormat di ikuti para pelayan.

Ming Yue mengambil lauk pauk di piringnya dengan kesal. "Baiklah, kalian keluar. Aku akan makan sendiri dan kalian tidak perlu menjaga ku."

Para pelayan pun pergi, meninggalkan Ming Yue di dalam. Mereka tak enak hati menolak. Namun lebih tak enak hati lagi. Jika mereka menyetujui permintaan junjungannya. Mereka sadar, mereka hanyalah seorang pelayan yang berstatus rendahan.

"Kalian makanlah dulu, aku akan menunggu Putri selesai." Ucap pelayan Lu pada pelayan lainnya.

Para pelayan mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan pelayan Lu yang berjaga di luar kediaman.

Selang beberapa saat.

Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan aura dingin, tegas dan tak lupa pula ketampanannya yang membuat para gadis bangsawan tergila-gila menuju ke arah kediaman Ming Yue. Pelayan Lu yang melihatnya, hanya mengernyitkan dahinya. Ia merasa akan terjadi sesuatu jika keduanya bertemu. Junjungannya sekarang, bukanlah junjungannya yang dulu. Jika dulu sang junjungan berkata lemah lembut. Namun sekarang junjungannya tak bisa mengontrol perkataanya.

"Hormat hamba, Putra Mahkota."

"Dimana Putri? apa Putri sudah tidur?" tanya Putra Mahkota Wang dengan suara datar. Jika bukan karena Permaisuri Bai Lu. Ia tidak mau menginjakkan kakinya ke kediaman Ming Yue.

"Putri sedang .."

Sebelum pelayan Lu menyelesaikan perkataanya. Pintu kediaman Ming Yue terbuka. Memperlihatkan seorang gadis tanpa polesan di wajahnya. Serta rambutnya yang terurai panjang. Membuat siapa pun tak bisa mengkedipkan matanya, termasuk Putra Mahkota Wang sendiri yang kini menatapnya tanpa berkedip.

Ming Yue menatap sinis Putra Mahkota Wang. Mungkin dia sadar, jika dirinya tak kalah cantik dengan Selir tercintanya.

Baru tau jika aku cantik, lebih cantik dari Selir mu itu.

"Untuk apa kau datang kesini?" Tanya Ming Yue.

Putra Mahkota Wang hanya diam melamun, masih menatap wajah gadis di depannya.

Deg

Deg

Deg

Jantungnya seakan melompat dari tempatnya, ketika menatap wajah gadis di depannya. Bahkan ia melihat mata yang indah yang mampu membuat siapa pun terhipnotis.

Alah, pakek melamun lagi

Dengan usilnya, Ming Yue melewati Putra Mahkota Wang, mengibaskan rambutnya hingga mengenai wajah Putra Mahkota Wang dan menyadarkan lamunan nya.

Seketika Putra Mahkota Wang langsung tersadar dan menetralkan wajahnya kembali.

"Ehem, aku datang kesini. Hanya ingin membawa obat. Sesuai perintah Ibunda." Ujarnya.

"Oh," Ming Yue melihat salah satu seorang pelayan yang membawakan obat. Ia melirik ke arah pelayan Lu. Ingin menolak, tapi ia merasa tidak enak hati. Lebih lagi Permaisuri Bai Lu yang menyuruhnya. Dengan sigap pelayan Lu mengambil nampan itu.

"Baiklah, jika tidak ada urusan lagi. Permisi !" Ucap Ming Yue hendak pergi.

1
Rumi Yati
Terima kasih thor
tudehun
/Ok/
Dikdikdoank
Luar biasa
Yurniati
tetap semangat terus
Yurniati
baru itu jentell dirimu putra mahkota
dua beradek tak perlu saling berebut
arus saling merelakan demi orang yang dicintai,,,,,,,😘😘👍👍💪💪🌷🌷❤️❤️
Anastasya
plot twist
rika comell
kbnyakan typo jirr🗿
Novishane
Luar biasa
Irma Yanti
8
Indy Metta
naik kuda apa kereta??? 😱😱
MARIYA
Luar biasa
A&R
bagus
Nitnot
Luar biasa
Iluh Sukreni
thor yg bener aza naik kuda apa kereta ? koq ada jrndela
MARIYA: bikin bingung ama panggillannya yg ubah ubah...
total 1 replies
Binti
harusnya pangeran Zhang putra mahkotanya kok malah adiknya
y u l l i e
singkat padat dan jelas.... thanks thooorrr.....
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Erna Ladi Yanti
emang enak,gimna rasanya di tolak psti sakit kan😁😁
nacho
ooo cerita ini sudah d jadikn novel patutlh putus2 ceritanya klu mau baca yg sepenuhnya belilah novelnya🤣🤣🤣😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Buke Chika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!