Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
Selesai mencuci piring, Raka menghampiri Nadia di halaman belakang.
“Mbak ngevape?” Tanya Raka yang kaget melihat Nadia menghisap rokok elektrik.
“Iya mas, tiap kali saya kesepian dan bosan larinya ke vape ini.” Kata Nadia.
“Kalau begitu saya juga mau ngerokok sekalian, habis makan nggak enak kalau nggak ngerokok mbak hehe.” Kata Raka.
“Iya mas silahkan. Aku ambilin minuman dingin dulu ya biar seger.” Kata Nadia.
“Boleh mbak, makasih banyak ya mbak.” Kata Raka.
Nadia mengambilkan minuman dingin untuk Raka.
“Ini mas, aku buatkan es jeruk buat mengawali hari mas Raka biar segar.” Kata Nadia.
“Makasih banyak ya mbak, hari ini mbak Nadia mau rencana kemana atau mau ngapain?” Tanya Raka.
“Aku mau ke gym mas, mau ikut?” Tanya Nadia.
“Nggak cocok buat aku mbak, aku saja nggak terbiasa olahraga jadi agak males mbak, daripada nanti malu-maluin kan mbak disana hehe.” Kata Raka.
“Aku bisa kok mas jadi personal trainer kamu.” Kata Nadia.
“Waduh aku nggak bisa kasih kamu apa-apa mbak kalau jadi personal trainerku.” Kata Raka.
“Aku nggak minta apa-apa mas, cukup temani aku saja saat aku butuh sudah terima kasih banyak. Jujur aku sangat kesepian mas, butuh teman ngobrol.” Kata Nadia.
“Mbak Nadia sudah ada anak, maaf ya kalau pertanyaanku seperti ini?” Tanya Raka.
“Aku nggak diperbolehkan untuk punya anak mas sama suamiku, suamiku tidak menginginkan seorang anak dari aku.” Kata Nadia.
“Loh kok gitu mbak? Egois berarti suaminya mbak.” Kata Raka.
“Sebenarnya aku adalah istri simpanan mas, aku sama mas Dimas menikah siri, mas Dimas akan menceraikanku jika aku hamil, setiap hari mas Dimas ada dirumah istri sahnya, dia kesini hanya pada saat-saat tertentu saja, tapi tetangga-tetangga disini tidak ada yang tau, yang mereka tau mas Dimas kerja diluar kota, dulu aku sama mas Dimas bisa tinggal setiap hari bersama saat istrinya sakit keras, sekarang setelah istrinya sembuh dia Kembali kesana jadi tidak bisa leluasa mas.” Kata Nadia tampak sedih, Raka tidak tega melihat Nadia seperti itu akhirnya Raka memeluk Nadia.
“Maaf ya mbak.” Kata Raka.
“Terima kasih banyak mas Raka, kamu orang baik dan perhatian.
“Sudah berapa tahun menikah sama pak Dimas?” Tanya Raka.
“Sudah lima tahun mas, dia sayang dan cinta sama aku namun dia tidak bisa meninggalkan istri sahnya demi aku.” Kata Nadia.
“Rumah ini milik siapa? Lalu mbak Nadia dan pak Dimas terpaut usia berapa tahun?” Tanya Raka.
“Rumah ini rumahku sendiri mas, kebetulan dapat warisan dari alm bapakku, setelah aku membeli rumah ini, barulah aku bertemu dengan mas Dimas dan akhirnya dia menikahiku secara siri. Aku dan mas Dimas terpaut usia 10 tahun mas, pasti kamu penasaran kan kenapa aku bisa menikah dengan mas Dimas?” Tanya Nadia.
“Iya mbak, memangnya kalian saling mencintai?” Tanya Raka.
“Pak Dimas itu dulu atasanku di tempat kerja, aku sekretarisnya mas, setiap hari kami keluar berdua karena urusan pekerjaan hingga lama kelamaan kita ada hubungan special dan kita memutuskan menikah, aku paham saat itu dengan status mas Dimas namun dia tulus mencintai dan menyayangiku, aku butuh sosok yang seperti itu mas, karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah, ayahku pergi untuk selamanya saat usiaku baru 3 tahun mas dan selama ini hanya tinggal berdua dengan ibuku, waktu itu ibuku tidak setuju aku menikah dengan mas Dimas tapi mas Dimas merayu-rayu ibuku sehingga dia menyetujuinya. Yah bisa dibilang hidupku agak kacau ya mas, aku tidak pengangguran kok mas dan tidak mengandalkan uang laki-laki, aku kebetulan ada usaha juga.” Kata Nadia.
“Tapi aku salut sama kamu mbak, kamu keren. Usaha apa mbak?” Tanya Raka.
“Aku ada usaha salon mas, bisa buat laki-laki maupun Perempuan, kalau mas Raka mau hair treatment mampir saja ke salonku ya.” Kata Nadia.
“Boleh tidak kalau aku kesana, mbak Nadia yang melakukannya?” Kata Raka.
“Boleh mas, mas Raka mau hari apa ke salon? Kebetulan ada spa nya juga mas, baru launching untuk spa dan massage nya.” Kata Nadia.
“Hari ini bisa?” Tanya Raka sambil menatap Nadia.
“Boleh mas, mau jam berapa kesana?” Tanya Nadia.
“Tutup jam berapa mbak? Sepertinya malam bisanya mbak.” Kata Raka.
“Kebetulan tutup jam 9 malam mas.” Kata Nadia.
“Jam 8 ya aku kesana.” Kata Raka.