NovelToon NovelToon
Bangkitnya Gadis Tertindas

Bangkitnya Gadis Tertindas

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:274k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Cherry, gadis cantik yang malang. Hidup dalam keluarga tidak berpunya membuat dia harus menerima berbagai macam hinaan, ejekan, juga sering dijadikan kambing hitam jika ada masalah. Dia juga sering menjadi bahan mainan dan olokan bagi teman-teman sekolahnya. Meskipun dia pintar, cantik, dan bertalenta, tapi semua itu seakan tersembunyi oleh kedudukan yang tidak ia miliki.

Tapi, Cherry masih bisa menerima kehidupan yang keras ini dengan lapang dada. Karena di sampingnya, masih ada satu kakak lelaki yang selalu ada buat Cherry. Si kakak rela mengorbankan semuanya hanya untuk adik satu-satunya. Hal itu yang membuat Cherry masih bertahan hidup dengan menerima kerasnya dunia yang ia tinggali.

Namun, suatu hari, si kakak juga harus pergi meninggalkan Cherry. Hal tersebut membuat Cherry yang awalnya siap menerima keadaan, kini berubah sepenuhnya.

"Balas dendam tidak akan membuat kamu hidup tenang, Cherry." Gerry Sudirja.

"Apa dengan memaafkan, kakakku akan kembali?" Cherry Adinda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*BGT Bab 5

Selanjutnya, Chika langsung menyusun rencana besar untuk memberi pelajaran pada Cherry. Dengan uang yang dia miliki, hal apapun bisa ia lakukan. Termasuk, membayar orang untuk menyakiti adik kakak itu dengan sadis.

"Aku ingin kalian tangkap dan siksa pria itu sekarang juga. Buat dia benar-benar babak belur karena telah mengusik orang yang paling aku sayang." Chika berucap dengan nada tegas layaknya bos pada umumnya pada beberapa preman berbadan besar nan kekar.

Lalu, Chika pun langsung mengeluarkan segepok uang dari dalam tasnya. "Ini bayaran kalian. Akan aku tambah jika kalian berhasil melakukan tugas yang aku berikan."

Para preman itu tersenyum. "Beres, Bos. Akan kami lakukan sesuai keinginan bos cantik. Tidak perlu ragu, kami akan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin."

"Lakukan sekarang! Aku ingin melihat hasil. Bukan hanya omongan saja."

Tiga preman itupun langsung beranjak meninggalkan Chika yang masih duduk manis di dalam mobilnya. Dengan langkah tegap, preman itu berjalan menghampiri Wahyu yang kini masih sibuk dengan barang-barang yang ada di dekatnya.

Kedatangan preman itu Wahyu sadari. Tapi, dia abaikan karena tidak ingin terlibat permasalahan dengan orang yang tidak punya masalah dengannya. Tapi sayang, ternyata, preman itu memang mengincar dirinya. Tanpa banyak bicara, salah satu preman langsung maju begitu saja ingin menghajar Wahyu.

Beruntung, Wahyu bisa menghindar. Karena dia bukan pria sembarangan. Setidaknya, kehidupan keras yang ia jalani selama ini membuat dia sedikit tahu bagaimana cara melindungi diri.

Hasilnya, tiga preman yang datang menyerang bisa dia lawan dengan mudah. Hal tersebut membuat Chika yang menyaksikan perkelahian itu merasa kesal. Amarahnya pun semakin besar saja sekarang.

"Kurang ajar! Ternyata, kakak si sampah ini tidak bisa aku anggap remeh. Melawan tiga preman yang aku anggap kuat saja bisa dengan mudahnya dia lakukan."

Karena kejadian itu, pikiran jahat Chika terus berkembang. Ide jahat pun terus bermunculan. Bahkan, langsung hilang kendali.

Chika langsung mengukir senyum lebar ketika sebuah ide muncul melintasi benaknya.

"Ya, aku mungkin harus langsung memberikan keduanya pelajaran sekaligus. Agar mereka tahu, dengan siapa mereka sedang berhadapan saat ini."

Chika lalu mengatakan ide itu pada para preman. "Kalian ingin balas dendam atas kekalahan kalian barusan, bukan?"

"Sekarang, dengarkan apa yang aku katakan."

Lalu, sebuah rencana besar terdengar cukup menakutkan. Tapi, tidak ada yang bisa menolak uang di dunia yang kejam ini. Mereka yang awalnya ragu, langsung setuju ketika di iming-iming dengan uang dalam jumlah yang besar.

....

Ketika sore menjelang. Wahyu tiba di rumah dengan makanan kesukaan Cherry di tangannya. Tapi sayang, saat pintu ia buka, Cherry tidak ada di rumah.

Wahyu cukup kaget dengan hal tersebut. Karena hal itu tidaklah pernah terjadi. Selama ini, Cherry tidak pernah pergi tanpa izin terlebih dahulu.

"Cherry! Di mana kamu, Cher?" Wahyu berteriak cukup keras sampai tetangga yang ada di depan rumah terdengar.

Perempuan paruh baya itupun langsung keluar dari rumahnya. "Lho, mas Wahyu? Katanya mas Wahyu kecelakaan di tempat kerja tadi."

Sontak, hal tersebut membuat Wahyu membulatkan mata karena kaget. Dengan wajah yang penuh dengan rasa cemas, Wahyu pun keluar dari halaman rumah dengan cepat.

"Apa, bu? Aku kecelakaan? Nggak kok. Aku baik-baik saja."

"Tunggu! Cherry .... "

"Itu dia, Mas. Cherry pergi dengan seseorang yang mengaku sebagai teman mas Wahyu. Katanya, Mas Wahyu di rumah sakit."

Penjelasan itu membuat tubuh Wahyu bergetar karena terlalu panik. Tanpa pikir panjang lagi, Wahyu langsung berlari untuk menemukan adik kesayangannya.

Di saat itulah, ponsel usang miliknya berbunyi. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel tersebut. Pesan dari nomor asing yang mengatakan kalau Cherry sedang ada di sebuah gudang kayu tak jauh dari pelabuhan yang ada di pinggir kota.

Tanpa pikir panjang terlebih dahulu, Wahyu yang panik langsung berangkat sendirian ke tempat tersebut. Sekarang, yang ada dalam pikiran Wahyu hanyalah keselamatan adik satu-satunya yang paling ia sayangi.

Sementara itu, di sisi lain, tempatnya di gudang kayu pinggiran kota. Cherry sedang berada di satu ruangan dengan posisi duduk terikat di atas kursi kayu. Mulutnya terikat kain. Tangan dan kaki sama-sama terikat dengan kuat.

Cherry baru menyadari di mana dia berada sekarang. Karena sebelumnya, dia pingsan akibat menghirup obat bius yang salah satu preman itu berikan.

"Bagaimana? Apa dia sudah sadar?"

Sayup-sayup terdengar di kuping Cherry satu pertanyaan, yang suaranya cukup Cherry kenal dengan baik. Namun, pertanyaan itu sepertinya tidak secara langsung. Melainkan, lewat udara. Atau lebih tepatnya, lewat vidio call, mungkin.

"Sepertinya masih belum sadar, nona."

"Sadarkan dia sekarang! Aku ingin lihat bagaimana reaksi si sampah itu ketika melihat aku."

"Baik, nona."

Pintu ruangan pun terbuka sedikit. Bersama dengan terbukanya pintu, muncul pula satu preman dengan tubuh kekar yang di sedang memegang ponsel di tangannya.

Cherry yang baru sadar, seketika langsung berpura-pura pingsan kembali. Itu dia lakukan agar dia segera bisa bebas. Tapi sayang, pikiran itu malah membuat tubuhnya diguyur dengan satu ember air oleh satu teman preman yang datang setelah preman itu datang.

Sontak, Cherry pun langsung kelabakan akibat guyuran tersebut. Dia yang kaget, bercampur lemas karena dihantam air secara tiba-tiba, tentu jadi tak karuan.

Apa yang terjadi dengan Cherry langsung membuat seseorang yang ada di balik layar tertawa bahagia. Suara tawa itu terdengar cukup keras memenuhi ruangan tersebut.

1
Dwi Setyaningrum
yaelah kirain dendamnya nyawa dibalas dg nyawa kalau cuma dipenjara ya ga ngefek kali ya penjahat sekelas Resti atau Chika harusnya lngsung dor dan mati beres..😝
Dwi Setyaningrum
yaelah katanya pinter harusnya punya taktik planing yg matang kalau niat balas dendam ya dan segala kemungkinan2 yg akan terjadi harus punya plan A plan B dst dong hadehhh😝😝
Dwi Setyaningrum
Aditya lupa ya dg Cherry🤔
Dwi Setyaningrum
ngeri juga ya anak sekolah punya pikiran kriminal kyk gt😝😝
Les Tary
Chika emng biadab anak SMA kelakuan kyk preman
Nora♡~
Akhirnya... cerita ini berakhir dengan penuh kebahagiaan... tahniah... ya thor.. dan terus lah berkarya..
Rani: makasih buanyak udah mau baca. huhuhu .....
total 1 replies
Ririn Santi
cerry terlalu lambat dan lemah utk balas dendam, byk main mainnya aja. yah klu soal semangat sih tinggi cuma ya itu , gak cukup hny dg semangat
Ririn Santi
papa Gerry pun sama bodohnya
Ririn Santi
gimana perasaan papa dan mama Adit setelah menyerahkan anaknya tewas ditangan pembunuh berdarah dingin? bahagia kah?
Ririn Santi
dah rusak akut nih pikiran mana Gerry nih, susah dinasehati
Ririn Santi
anak pungut aja tp gayanya selangit
Atik Kiswati
tamat....
Rani: iya tamat
total 1 replies
Ririn Santi
msh sekolah aja udah menakutkan. sikapnya, apalagi klu udah dewasa
Uba Muhammad Al-varo
terima kasih kakak Author 🙏🙏
ceritanya bagus dan menghibur semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya ❤️💪💪💪
Kardi Kardi
never give up girlsss
Kardi Kardi
hmmmm. WAKE UP GIRLSSSSSSSS
Zahra Rika
kayak nya s chika pas pembgian otak dan hati g hdir kali mkanya sengkleh
Ihda Rozi
💪💪💪 dengan karya barunya
marBowo yuNi
Luar biasa
Shinta Dewiana
oh..baguslah rpnya ada juga penyiksaan...biar rasa. lo tu chika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!