(TAHAP REVISI)
Naula Vranista, adalah gadis cantik berkulit putih yang sering di panggil dengan sebutan Nau, ia terpaksa harus menikah karena perjodohan dari orangtuanya di usianya yang masih muda. Bahkan ia tidak tau siapakah laki laki yang akan di jodohkan dengan nya?
Namun di saat dia mengetahui nya, bahwa dia adalah Galen Mahendra, siswa yang kerap di kenal Sebagai BadBoy Di sekolah nya.
Kaget?Syok? Bukan lagi, Bagaimana tidak ia harus menikah dengan musuh bebuyutan nya, seorang siswa yang terkenal paling nakal di sekolahnya.
Bayangkan saja! Bagaimana jadinya jika mereka menikah dengan masih sekolah Menengah Atas?
Akan kah mereka saling mencintai? Apakah bisa mereka menutupi status pernikahan mereka di Sekolah?
Yuk ikuti kelanjutan Kisah Mereka!!.
IG : Lesmiyelesti_07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galen Ngambek
"Aaa lo ngapain di kamar gue."
"Mama ada cowok mesum di kamar Naula." pekiknya nyaring.
Teriakan nyaring Naula membuat Galen terbangun, lelaki itu tentu saja kaget.
"WOY LO NGAPAIN TERIAK TERIAK, GUE KAGET TAU NGGAK." bentak Galen, ia mengusap wajah nya dengan kasar
"Lo ngapain di kamar gue?." teriaknya semakin kesal, Naula belum menyadari bahwa sekarang ia sudah pindah ke apartemen Galen.
"Heh Naula lo ngomong apaan sih." ucap Galen heran. Gadis itu segera bangkit dan kembali berteriak.
"Mama tolongin Naula." pekiknya. Seraya menyilangkan tangan di dada.
'Hah apa dia bilang ngapain, yah jelas ini kamar gue bangke, ah lama lama gue bisa darah tinggi ulah ni cewek. Mana teriak teriak lagi suaranya melebihi toa.'
"WOY NAULA VRANISTA GUE LAKI LO BANGS*T!!!!!" Pekik Galen.
"Hah laki?." gumamnya, ia baru teringat bahwa kemarin dia menikah dengan Galen.
"Gaje lo!!" ujarnya dengan kesal, Galen mengusap wajah nya dengan kasar, drama pagi hari macam apa ini, bangun tidur di bangun kan dengan teriakkan melengking dari mulut Naula.
Lalu Naula mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, lalu ia menepuk jidatnya dia mulai tersadar bahwa ini bukan rumahnya.
"S sorry gue gak ingat" ujar Naula menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal, sambil terkekeh malu.
"Hah" Galen mendengus kesal lalu membaringkan tubuhnya kembali ke atas ranjang.
"Iya gue minta maaf, kan gue belum terbiasa anjir jadi gue kaget lah, bangun tidur tahu tahu melihat muka lo mana muka lo dekat banget lagi sama muka gue, ya otomatis gue kaget dong" Ujar Naula.
"Lo Marah!!!" tanya Naula tanpa bersalah.
'Iya jelas lah gue marah, mana telinga gue sakit mulu dengar suara lo teriak!'
Galen menghela nafas kasar, lalu bangkit dari tidurnya menatap Naula dengan sorot mata tajam.
"Ya jelas jelas gue marah, teriakan lo melengking kencang banget, mana di dekat telinga gue segala lagi" Galen berkata dengan perasaan sangat kesal.
"Ya kan gue mana ingat, kalo gue udah jadi bini lo" jawab Naula dengan muka masam.
"Besok besok kalo lo teriak teriak kayak gini lagi, gue tendang lo dari kamar gue!!" ancam Galen.
"Berani, gue bini lo yah" tegas Naula.
"Gue laki lo, Gue juga yang jadi pemimpin!!!" ujar Galen dengan angkuh.
"Mimpin ape nye" tanya Naula menatap kesal.
"Yah jelas jelas gue yang mimpin rumah tangga kita, mimpin buat anak bareng, kan nanti gue tuh yang mimpin, terus gue..!"
"NGADI NGADI LO KALO NGOMONG" teriak Naula melotot rajam.
"Itu fakta ya." ucap Galen tidak mau kalah.
"TERSERAH LO." Naula berucap geram, ia berjalan menuju ke kamar mandi, namun ia berbalik kembali.
"Eh bentar perasaan gue tadi malam tidur di sofa deh, terus kenapa bisa gue tidur seranjang sama lo, lo pakai acara meluk gue segala lagi" kata Naula heran.
"Eh asal lo tau yah lo yang duluan meluk gue, lo kayak merasa nyaman banget malah gak mau lepas lagi." Galen merasa Geram kepada gadis yang baru ia nikahi itu.
"Enak aja lo nuduh gue, lo kali ngambil kesempatan dalam kesempitan meluk gue!!" ujar Naula yang tidak mau kalah. Galen mendelik tidak terima, jelas jelas Naula yang duluan memeluk dirinya.
"Apa lo bilang, eh lo yang duluan meluk gue lo mana sadar kalo lagi tidur!!!" sungut Galen kesal dan menatap Naula dengan sorot mata yang tajam.
"Gak ada gue meluk lo yah" ketus Naula.
Galen merasa sangat geram karena Naula terus mengajak dirinya berdebat, dia lebih memilih diam. "Udah deh terserah lo!!!" ucapnya kesal, lalu menuju ke kamar mandi dengan perasaan dongkol.
"Iya dong terserah gue" Jawab Galen dengan setengah teriak, lalu ia membaringkan badannya tidur kembali.
"BRAK" Naula menutup pintu kamar mandi dengan keras. Sehingga Galen tersentak kaget, ia mendengus kesal lalu kembali tidur karena masih sangat mengantuk.
"Argh, gadis itu membuat ketenangan ku terganggu." geram Galen.
Saat mendengar Naula yang tengah bernyanyi di dalam kamar mandi, dia menutup kedua telinganya dengan bantal.
"Naula berisik." pekiknya.
_To Be Continue_
Selesai membersihkan diri, Naula langsung keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Dia melihat Galen yang masih tidur nyenyak di atas ranjang, Naula memasang tangan di pinggang ia berdecak sebal melihat pemandangan itu.
'Hah hari sudah jam 8 pagi dia belum bangun, hah pantesan tuh anak telat terus datang ke sekolah!.'
Naula geleng-geleng kepala melihat Galen yang masih tidur nyenyak, dia tidak berniat membangun kan nya.
Biarkan saja lelaki itu tidur sampai terbangun sendiri,
Naula berjalan menuju ke luar kamar, dan menutup pintu dengan perlahan agar Galen tidak terbangun .
Cacing di dalam perut Naula seketika berbunyi, meminta di isi. 'Duh lapar banget, mending gue ke dapur deh buat masak!.'
Perutnya sudah berdisko minta di isi, Naula sangat anti makan di luar lebih baik masak sendiri selagi bahannya masih ada.
"Hem masak apa yah?." gumamnya membuka kulkas dan melihat bahan-bahan yang ada di dalam nya, akhirnya ia memutuskan untuk memasak nasi goreng telur ceplok dan Roti bakar keju pisang coklat.
Dan dia langsung mengeksekusi bahan nya,
Setelah berkutat di dapur selama 40, akhirnya Nasi goreng dan roti bakar nya sudah jadi. Naula pun segera menata makanan di atas meja, dan tak lupa ia juga membuat kan susu hangat buat Galen.
Setelah menata makanan di atas meja, Naula melirik ke arah jarum jam yang menggantung di dinding sudah menunjukkan angka 9 pagi.
Namun Galen masih belum menunjukkan batang hidungnya, sudah pasti pemuda itu masih belum bangun.
Lama menunggu Galen yang tak kunjung keluar, Naula menjadi kesal. Ia segera menuju ke kamar sesampainya di sana matanya melotot, dia tidak habis pikir dengan Galen yang masih tidur nyenyak.
Suatu ide melintas di dalam benak nya, untuk membangunkan Galen.
"Hah aku punya ide, mampus kau."
Naula tersenyum penuh arti lalu ia segera pergi ke dapur untuk mengambil air dingin dari kulkas, dan menuangkan nya ke dalam gelas.
"Hihi mampus lo."
Naula tertawa cekikikan lalu ia segera menuju kembali ke kamar, dengan membawa air dingin ditangannya.
Naula segera mendekati sisi ranjang, "Satu...dua ..ti
Dalam hitungan ketiga ia menyiram Galen yang masih tertidur pulas, dengan air dingin.
"Hah Hujan" teriak Galen terkejut, lelaki langsung terbangun karena di siram, Naula tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Galen.
"Hahahaha emang enak," ujar Naula, lalu ia menjulurkan lidah mengejek Galen.
Segera ia berlari ke luar kamar sebelum kena amukan lelaki itu. Galen yang masih terkejut mendapati dirinya basah kuyup di atas ranjang, akibat siraman air dingin.
"ARGH NAULA SIALAN, AWAS KAU." teriak Galen marah, lalu mengusap wajahnya dengan kasar, ia pun segera bangkit dan segera menuju ke kamar mandi dengan perasaan kesal.
"Awas lo Naula tunggu pembalasan gue." Geram Galen menahan marah nya. Sedangkan Naula pun masih tertawa terbahak-bahak sehingga perut nya merasa sakit, karena terus tertawa.
"Hahahaha hah aduh sorry perut gue sakit." Naula masih menahan tawanya, lalu ia terdiam dan segera menuju meja makan. Dia pun langsung menyantap makanan terlebih dahulu tanpa menunggu Galen, karena sudah merasa sangat lapar.
Sedangkan Galen Yang baru selesai mandi, dan berpakaian dengan rapi menggunakan kaos oblong berwarna hitam, dan celana jeans ia segera keluar Kamar.
"BRAAKK" Galen menutup pintu kamar dengan kencang lalu ingin segera pergi keluar, Naula yang terkejut pun menatap ke arah Galen.
"Hey mau kemana lo, sarapan dulu kali gue udah masak," panggil Naula.
"Berisik terserah gue mau pergi kemana, lo nggak usah ngatur-ngatur gue."
Galen membentak Naula, ia pergi keluar meninggalkan Naula sendirian di apartemen. Naula terdiam bisu mendengar bentakan Galen, dia sudah tak berselera makan lagi.
"Huh" Naula menghela nafas berat, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Galen akan se marah itu, karena ulahnya menyiram wajah lelaki itu dengan air dingin.
Galen memang cenderung mudah tersinggung, jika ada yang telah membuat nya marah biasanya ia akan menghajar orang itu sampai babak belur, bisa sampai masuk ke rumah sakit.
Namun kali ini berbeda, karena Naula perempuan, dan status sebagai istri nya, jadi Galen lebih memilih untuk meninggalkan Naula sementara. Padahal masalahnya sepele, Naula cuma menyiram Galen dengan air, tetapi bisa bisa nya Galen sampai marah seperti itu?!
...****...
Naula yang melihat makanan yang ia sajikan untuk Galen tidak di sentuh nya sedikit pun, Dari pada makanan nya di buang Naula segera memasukan makanan tersebut ke dalam wadah, ia ingin memberikan nya kepada pak satpam yang ada di bawah.
Untung tadi malam Galen sudah memberitahu password apartemen, supaya Naula bisa keluar masuk. Dan ia pun segera keluar dan menuju kebawah, untuk memberikan makanan kepada pak satpam, setelah sampai di pos penjaga, "Pagi pak" Sapa Naula ramah,
"Eh iya pagi kenapa neng" tanya pak satpam itu, "oh ini pak saya mau memberikan makanan dari pada tidak habis jadi saya kasih ke bapak aja deh kebetulan saya masak lebih," Kata Naula tersenyum, lalu menyodorkan kotak tersebut.
"Masyaalah, terima kasih neng" kata pak satpam senang lalu mengambil kotak tersebut dan berkata Panggil saja saya pak Anan lalu ia tersenyum..
"Ah iya sama sama pak Anan, Nama saya Naula pak, ya udah kalo begitu saya kembali ke dalam yah pak, silahkan di nikmati makanannya semoga bapak suka," ujar Naula tersenyum lalu segera masuk kedalam..
Pak Anan pun menatap punggung Naula dengan senyuman,
"Ternyata masih ada orang sebaik itu." batin pak Anan, segera ia menyicipi makanan tersebut, ia terus memuji masakan Naula, karena rasanya lebih enak dari pada membeli di restoran.
...****...
Galen yang masih tersulut emosi segera pergi menuju ke tempat tongkrongan menggunakan motor kesayangan nya. Aryo yang hafal bunyi motor Galen pun langsung menyahuti.
"Hey itu bunyi motor Galen kan." tanya Aryo kepada mereka. Mereka melihat Galen baru turun dari motor, dan masuk ke dalam tongkrongan.
Teman teman Galen menghampiri nya dan langsung menghujani nya dengan banyak pertanyaan, kecuali Falan yang masih asik membaca Novel..
"Hey bro lo kemana selama 4 hari ini nggak ngumpul bareng kita, di telfon nggak di angkat, kemana aja lo?." tanya Aryo kepada Galen.
"Hem itu..
_To Be Continued_