NovelToon NovelToon
Seluas Samudera

Seluas Samudera

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Enemy to Lovers / Si Mujur / Tamat
Popularitas:284.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nonelondo

PERINGATAN!!!

Sebelum membaca, siapkanlah hati kalian seperti judul novel ini 'Seluas Samudera'. Karena kalian akan dibuat jengkel setengah mati. Jika kalian tidak siap, lebih baik mundur!

----------

Novel ini mengangkat kisah tentang seorang
Kapten pasukan khusus Angkatan Laut. Yang jatuh cinta dengan anak Komandan-nya. Mereka bertemu di rumah sakit tanpa tahu satu sama yang lain. Saat sang Kapten tertembak, dan sebagai perawat wanita itu merawatnya. Namun sayang, karena ada sesuatu hal. Sang Kapten secara sepihak memutuskan jalinan asmara diantara mereka.


Memang kalau telah dijelaskan, aku mau lepas darinya? Tentu, tidak! Aku tidak mau Dia sudah buat aku begini, malah meninggalkanku. Itu gak boleh! Oh! Aku tahu caranya biar dia bisa balik lagi bersamaku. Ya! Akan kucoba.

-Dewi Abarwati-

Dia berharap ada kata maaf dulu dari Dewi, sebelum dia merubah status hubungan mereka menjadi sepasang kekasih kembali.

-Krisanto-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonelondo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Ditembak, Dilamar, Putus!

“Kamu sudah makan?” tanyanya.

“Masih terlalu sore untuk makan.”

“Tidak, kalau ke tempat itu. Kita akan tiba pas jam makan malam.”

“Ke tempat itu? Maksudnya?”

“Nanti kamu akan lihat.”

Mobil melaju ke tempat yang dia maksud. Sesuai janjinya, hari ini dia menjemputku. Hari ini lelaki itu tak pakai seragam tentara. Tapi bagus juga sih, kalau kita mau ketempat umum harusnya pakai baju bebas. Aku juga kalau pulang kerja selalu ganti baju. Gak lucu kan, kami jadi tontonan orang di tempat makan ‘tentara dan suster’ haha... Setelah menempuh waktu yang lumayan lama, mobilnya tiba ke tempat yang dia maksud. Diparkirkannya kendaraannya pas di depan pintu suatu restoran di pesisir pantai.

“Di sini?” tanyaku.

“Iya, turunlah..." Dia bicara begitu saat sudah berada di luar mobil. Membukakan pintu untukku.

Aku turun. Kami berjalan masuk. Sepanjang kami melangkah, sulit aku mengalihkan pandanganku ke orang yang berjalan di sampingku. Meski tidak pakai seragam tentara tapi mataku tetap saja terkesima. Orang kalau sudah ganteng pakai baju apa saja tetap saja ganteng! Ugh, enaknya jadi orang ganteng. Ganteng mah bebas...

Kami duduk di belakang resto tepatnya di bagian luar yang langsung menghadap pemandangan laut. Restoran itu berbentuk kapal dengan ornamen-ornamen laut menghiasi ruangan baik itu di dalam maupun di luar. Tempatnya nyaman, dan, dan... Mmm... Mmm... Romantis sih!

Dia memesan pelbagai menu hidangan laut. Namun sebelumnya dia sempat bertanya kepadaku, mau makan apa? Biasa, kalau cewek jawabnya 'Terserah...' Makanya dia memesan apa saja. Mungkin dia pikir salah satu ada yang nyantol sesuai seleraku.

Usai pelayan itu pergi, aku bertanya...

“Kamu sering ke sini?”

“Tidak. Aku menemukan tempat ini di internet.”

What? Dia browsing-browsing di internet hanya demi makan berdua denganku? Ada apa ya?... Eh, tunggu dulu. Kalau begini, bukankah kata orang ini namanya kencan? Benar nggak sih? Jantungku mulai berdebar.

“Oh, begitu...”

Selanjutnya aku nggak konsen lagi dengan apa yang dibicarakannya hingga makanan kami datang. Ah, tidak! Bahkan hingga kami selesai makan. Tapi kali ini, tanpa malu aku menanggapinya serius.

“Dewi... Kurasa, sudah saatnya aku bicara. Memang ini terlalu cepat. Tapi aku bukan pria basa-basi. Aku akan langsung ke inti. Maksud tujuanku menemuimu. Apa kamu bersedia jadi pacarku?”

“Baiklah...," jawabku.

Maka resmilah aku jadi pacarnya. Dewi... Kamu luar biasyaaaaaaah... Tanpa basa-basi, atau sekedar pikir-pikir dulu, ataupun bertanya mengapa kamu bisa suka padaku? Dengan lugas, singkat, padat, kamu jawab begitu, Dewiiiiii...

Ah, tahu ah! Mungkin tanpa kusadari dari awal aku sudah terpikat padanya. Kurasa dia begitu, hanya dia sadar lebih dulu. Kalau nggak, nggak mungkin kan dia sejauh ini? Jadi ngapain aku harus malu... Iya, 'kan?

Orang-orang yang bekerja di rumah sakit semua menggeleng atas kabar tentang hubungan kami berdua. Ya, isu itu sudah tersebar luas. Aku nggak bisa mengelak, tiap ada pertanyaan keesokkan harinya yang melihatku kemarin habis dijemput Kris. Maklum, kami terkenal bagaikan kucing dan anjing. Tentu, orang-orang yang bekerja di rumah sakit masih ingat siapa Kris.

Ibuku? Jangan ditanya, luar biasa girang! Nggak ada habis-habisnya membicarakan aku dan Kris. Maklum, seumur hidupnya baru ini lihat anaknya pacaran. Terlebih yang digaet anaknya pria seperti Kris. Meski ayahku berpangkat, tapi kalau yang dipacarin anaknya pria seperti Kris, ibu mana yang nggak bangga? ayahku? Calm memang pembawaannya begitu santai dan tenang.

Gosip itu tidak hanya sampai disitu! Hari libur kerja, aku main ke tempat kerja ayahku mengantar rantang makanan. Biasa, ulah ibuku yang menyuruhku pergi ke sana.

Alasan ibuku? Tolong antarkan ini untuk Ayahmu.

Ujung-ujungnya? Ibu juga ada siapin untuk pacar kamu soalnya Ibu masak banyak...

Aku? Jadi bahan guncingan tentara di sana.

Sudah 3 Minggu lebih kami pacaran. Dia menjemputku lalu membawaku ke tempat kemarin saat dia menembakku, ditempat yang sama, ditempat duduk yang sama. Hari ini dia sedikit berbeda memberiku seikat bunga. Bunga itu diserahkannya disaat aku masuk mobil alias sebelum kami pergi ke sini.

Makanan kami telah selesai, begitu pula perbincangan santai kami. Selanjutnya, aku teperangah saat dia mengeluarkan kotak kecil di saku kemejanya, meletakkannya di atas meja. Menarik tanganku kemudian, mengusap-usapnya lembut.

“Dewi... Aku mencintaimu. Kumohon, jadilah istriku.”

Seperti disambar geledek seketika mulutku menganga. Kali ini aku ada jeda persekian detik tidak segera menjawab pernyataannya.

Kemudian...

“Aku tahu kamu bukan pria basa-basi. Tapi, bukankah hal ini terlalu cepat? Bukankah kita harus saling mengenal dulu sebelum kita ke jenjang lebih serius?”

Pada dasarnya tentu aku ini nggak ngerti pacaran. Nikah? Apa lagi! Tapi pengetahuan umum tentang asmara tahulah! Kan, kata orang harus saling mengenal dulu biar nanti bisa saling memahami. Agar nanti tidak ada masalah sepele dikehidupan kita yang baru. Begitu, 'kan?

Dia sedikit kecewa lekas melepaskan genggaman tangannya. Aku jadi takut atas reaksinya. Untunglah, sikapnya hanya untuk mengembalikan kotak cincin ke sakunya. Lalu berkata...

“Baiklah, kalau itu maumu.”

Selanjutnya kami menjalin hubungan seperti orang-orang pacaran pada umumnya. Kali ini bukan ke tempat makan lagi, ke mall, belanja, ke bioskop, duduk-duduk ngopi, dan lain sebagainya. Tiada hari tanpa dia di sisiku. Ya, kami ingin saling mengenal hubungan kami jadi makin intens.

Dua orang pelayan toko berbisik-bisik di belakangku. Saat kami berada di mall mengunjungi salah satu toko pakaian. Meski volume dua orang pelayan itu kecil, namun dikiranya aku nggak dengar?

“Nggak salah tuh cowok? Masa, ceweknya kayak begitu?”

“Ceweknya pakai susuk kali...”

Hellooow... Ingin rasanya aku balik badan menampar mereka. Tapi itu kan nggak mungkin aku harus jaga sikap sekaligus menjaga imej pacarku. Aku meminta Kris pergi dari situ. Sebenarnya bukan kali ini saja, sudah sering! Yang katanya ceweknya mungkin pakai guna-gunalah, kami bagaikan Bumi dan langitlah, bagaikan angka 10-lah, dan segala macam omongan pahit dari orang-orang tidak berperasaan itu. Ada saja mulutnya yang nyinyir tiap kami jalan berdua.

Aku mempercepat langkahku. Kris ini sebal deh kalau jalan cepat banget... Benar-benar deh! Dikira cewek itu harus bisa mengimbangi jalannya cowok apa? Nanti dipanggil dia berhenti, eh, begitu lagi. Udah mana gak pernah gandeng tanganku. Meski aku gak ngerti pacaran tapi jika dengar romance orang-orang pacaran. Kan katanya, jika pacaran kita sama pasangan suka jalan bergandengan tangan.

Sudah 2 bulan lebih hubungan kami, dia mengantarku tanpa mau turun dari mobil, saat mobilnya tiba di perkarangan rumahku. Dia begitu, rupanya ada maksud tertentu...

“Maafkan aku, Dewi... Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Kamu benar, kita harus saling mengenal dulu. Dan maaf, mari kita akhiri saja sampai di sini.”

Ini bukan disambar petir lagi! Hujan, halilintar, banjir bandang, angin puting beliung, dan hal menyakitkan lainnya. Rasanya aku ingin menjerit sekeras-kerasnya. Kenapa? Kenapa?Kenapa jadi begini? Setelah aku turun, aku menangis tersedu-sedu. Melihatnya melajukan mobilnya pergi meninggalkanku.

1
rajwa ameera
luarrr biasa crtnya,,,
Dila Ayu
susah move on dari novel ini.. apalagi sekarang ada televisi cerita ttg tentara angkatan laut...
ibune Aldo
ya elah Dewi, kalau gini sih namanya kamu menyiksa diri sendiri, mesti berbohong, dan berlanjut dengan kebohongan lain terus
ibune Aldo
kenapa gak jujur aja WI, sama teman ", toh diputuskan pacar bukan akhir dunia.. ya walaupun kamunya masih cinta, tapi setidaknya biar tidak kelihatan begitu nelangsa sih
ibune Aldo
masih o
penasaran alasan kris
🌹bunda kamila🌹
ngga nyesel bacanya....keren thor👍👍
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca ya...
total 1 replies
dite
heran aku, atas nama teman bkin salah kayak gitu kok dikasih maaf

aslinya laki apa banci sih 😑

seolah dia ga masalah orang yg dia cintai dibikin sakit ama temen2nya
ngapa ga putus hubungan aja ama temennya
temen kayak gt kok dipiara
dite
komunikasi itu penting, ga smua salah di dewi nya. kris haruse jg ngasih tahu dewi dia mau dewi gmna, ga diem aja tapi trus nesu
dite
gilak si kriss, sibuk amat ngurusin ciwi2
si rena lah dianter ksana kmari, parah ini kriss
baik sih baik, tpi ya ga gt jg kalik...

babehku sibuk mo anter2 tmnnya, lgsg aku tikung buat ngantrerin aku
novita setya
mas kris,om ken..11 12 bucin nya
novita setya
naah ini aja seru menarik drpd asmara bikin ngelu ndas saia...action nya tegang seru wow..top
novita setya
ah dewi msh gt2 aja..kuasai emosi dong biar ga kekanak2an lg..ck
novita setya
kak othor jujur deh pas novel kelar pasti baca jg kan..ada rasa pengen nabok 2 cwe nyebelin ga..koq kuaat gt loh bikin tokoh rena dewi sebegitu nyebelin
novita setya
etdah..alih2 ngatasin mslh..mlh nambah mslh nih bocah pke semaput pulak..woooyyy kebnykan mikir lu wii
novita setya
2 cwe yg asliii nyebelin
novita setya
lah np nangis wi..kan lu rela dijadikan keset rena. tanpa membantah & melawan pulak..y sdh trma aja nasibmu.
novita setya
teguh & laras udahlah ga usah ngurus dewi. dy aja rela dicincang rena tanpa perlawanan..
novita setya
2 wanita 1 tujuan. beda cara. yg satu super lemot yg lain ambisius..
novita setya
laras ngapain sih repot2 ngebelain dewi..kl emang dy cerdas udah diatasi mslh ini sejak dl biar ga da celah pelakor dtg. laah si dewi lembek2 aja np km pasang bdn..rugi deh kena sangsi
novita setya
mending pts aja lah..tp jgn sm rena. tasya aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!