NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Obsesi / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:267.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riya_Rayya

Rayya, gadis cantik super ceria ini begitu mengidolakan pegawai ayahnya. Bahkan ia ingin sekali mendapatkan cinta pemuda matang yang bernama Alam.

"aku pikir dengan diamnya om saat aku berualng kali mengatakan cinta, om juga menyukaiku.
Aku pikir om akan menungguku sampai aku dewasa. Tapi ternyata aku salah.
Om jahat! om tega menyakitiku.
Harusnya om bilang sejak awal kalau om tak mau menerimaku! Janfan memberi harapan palsu seperti itu!
Apa om tau? hatiku benar benar hancur!"

"maaf nona" Hanya dua buah kata yang keluar dari bibir Alam, kemudian pergi meninggalkan Rayya begitu saja

Akankah Rayya kembali berjuang?

Lalu bagaimana nasib pernikahan Alam dan istrinya?

Terus ikuti kisahnya ya 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya_Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menumpas

Alam yang baru saja keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya saat di dalam ruamah tak ada siapapun. Ia berjalan ke samping rumah dan melihat ada sahabatnya yang sedang memberi makan kambing.

"Boy, kamu lagi ngapain?"

"kamu gak lihat aku lagi ngapain?"

"oh.. lagi ngasih makan kembaran kamu to"

bruk

Boy melempar beberapa rumput yang ada di tangannya ke tubuh Alam. Alam yang tak bersiap pun akhirnya terkena tumpukan rumput tersebut

"sial! kurang ajar kau!" gerutu Alam sembari membersihkan bajunya

"salah sendiri ngatain teman kembaran kambing. Teman aku kan kamu, nah berarti kamu kambingnya dong"

"sialan kamu!"

Alam mendekati Boy, "apa kau lihat dimana yang lain?"

"yang lain itu siapa maksut kamu?"

"dudul, memangnya ada siapa lagi disini selain kita?"

"oh.. nenek sama Nadia pergi ke pasar tadi"

"lalu non Rayya?"

"kenapa nanyain non Rayya? kangen ya?"

"ini anak kalo ngomong suka ngaco deh! dia itu tanggung jawab kita disini, kalao sampe terjadi apa apa pasti kita bisa di habisi oleh tuan Dante"

"dia ada di pekarangan belakang"

"ngapain?"

"metik bayam"

"buat apa?"

"buak di masak lah peak. kau pikir buat apa? buat di jahit?"

"bisa jadi kan? dijahit trus di pake sama kamu pasti cocok tuh. Kayak makhluk hidup yang bersuara uu aa uu aa" jawab Alam sembari menirukan binatang monkey

"sialan kau! benar benar tak ada akhlak. Aku doain kau menikah dengan secek cantik dan kaya"

"aminn"

Keduanya pun tertawa dan saling mengejek dan beecanda.

"oh ya, memangnya siapa sih yang menyuruh non Rayya metik bayam?"

"nenek"

"nenek?"

"ya.. nona sendiri yang mau"

"tapi aku tidak yakin deh. perasaanku mengatakan ada sesuatu yang tidak beres nih"

"maksutnya?"

"memangnya non Rayya bisa ngapain aja sih selain shoping dan main?"

"benar juga ya"

"ayo kita lihat"

Alam dan Boy segera menuju ke pekarangan belakang rumah. Ia merasa tidak tenang dengan nona muda mereka.

*

Sementara Rayya, setelah nenek pergi, ia kembali ke kamar dan mengambil ponselnya.

Ia mendudukkan diri di bawah pohon mangga dan mulai membuka aplikasi google.

bagaimana bentuk bayam

begitulah kata yang ditulis oleh Rayya di halaman pencarian. Karena jujur saja, ia belum tau bagaimana bentuk asli daun bayam. Ia sangat bingung untuk membedakan berbagai jenis daun yang ada di ladang nenek.

Setelah menemukan yang mana daun bayam, Rayya pun kembali masuk ke dapur dan mengambil pisau. Setelah itu barulah ia memulai aksinya untuk memetik daun bayam tersebut.

Hampir satu ham berlalu.

"selesai" Rayya mengibaskan tangan, pinggang, serta punggungnya yang terasa sangat pegal setelah selesai melaksanakan tugas dari sang nenek. Ia juga begitu bangga pada dirinya sendiri karena sudah menambah dan menyelesikan pekerjaan lain selain yang di tugaskan oleh nenek.

"astaghfirullahaladzim"

"naudzubillah"

"innalillahi.. non Rayya, apa yang nona lakukan?" seru Boy sembari berjalan pelan mendekati nona mudanya

"apa om tak bisa melihat? aku ini baru menyelesaikan tugas dari nenek" ucap Rayya dengan bangga dan menepukkan telapak tangannya yang penuh dengan kotoran tanah.

Disaat Rayya merasa bangga, berbeda dengan Alam dan Boy. Kedua pengawal itu justru sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Rayya.

Ladang yang semula di penuhi dengan hijaunya daun bayam, kini sudah gundul dan bersih karena semuanya di tumpas oleh Rayya dengan pisau dapur.

Mereka juga bingung mengapa bayam itu di tumpuk menjadi lima bagian.

"nona.. mengapa nona menumpas semua bayam bayam ini?" tanya Boy

"aku lihat dari youtube memanglah seperti ini cara memanen bayam om"

"lalu kenapa nona menumpuk bayam ini menjadi lima bagian yang sama besar?" tanya Alam penasaran

"memangnya harus di tumpuk jadi berapa? kita kan berlima disini. Jadi satu tumpuk untuk satu orang kak" jawab Rayya dengan entengnya dan tanpa rasa bersalah sedikitpun

"ya Allh nona.. nona.. memangnya siapa yang mau makan bayam sebanyak itu?? bisa bisa perut kita meledak karena kebanyakan makan bayam"

"ups! salah ya kak" Rayya menautkan kedua jarinya

Belum selesai dengan rasa terkejutnya dengan ulah Sang majikan, Alam dan Boy kembali dibuat syok saat ia melihat ada banyak tumpukan pepaya muda di bawah pohonnya.

merwka terheran dengan ulah Rayya yang mampu membuat pohon pepaya itu gundul tanpa buah sedikitpun. Jika dipikir, Bagaimana cara Nonanya itu melakukan penumpasan yang begitu ganasnya?

"MasyaAllah!! nona, ini apa?" tanya Boy sembari menunjuk tumpukan pepaya di bawah pohon itu sembati menggelengkan kepalanya perlahan

"kenapa bertanya lagi? itu kan pepaya muda om.. gimana sih!"

"saya juga tau non.. tapi untuk apa nona mengambil semuanya?"

"tentu saja untuk di masak"

"ya sudah ya sudah! mending nona membersihkan diri dulu. nanti kita masak semuanya ya" ucap Alam menenagkan hatinya sendiri. Meski Alam pun merasa sangat jengkel dan emosi, namun ia bisa apa?

Yang ia bisa lakukan adalah bersabar dengan tingkah konyol sang majikan.

"Ya Allah gusti... tanduranku kenek opo iki kok rusak kabeh..?" Sang nenek begitu syok dan hampir pingsan saat melihat Ladang yang ia rawat setiap hari kini telah menjadi lapangan yang bersih dari segala macam tumbuhan hijau.

.

.

1
evi carolin
ngapain pake acara nangkap Nadia jatuh , sengaja ga sengaja biarin aja dia jatuh ,jadinya salah faham kan kalian berdua
Rima baharudin
buah cermei
Pupun
lebih baik begitu soalnya Nadia jahat mempengaruhi buruk pikiran anaknya
Pupun
betul2 Nadia perempuan busuk😡
Pupun
alam jangan egois... Biarlah Al-Fatihah dirawat sama Ayah kandungnya
Pupun
astaga Nadia begitu rendahnya kamu😡
Pupun
ya ampun Nadia tidak puas dengan satu laki2🤭
Pupun
kecelakaan akibat keperawanannya diambil sama Albert dan Nadia membohongi Alam🤣
Pupun
nadia sebenarnya berhubungan dengan Albert
Pupun
🤣
Pupun
sepertinya Nadia. pandai memainkan belalai gajahnya alam. bisa saja si nadia sudah tidak perawan🤣
Pupun
🤣🤣🤣
ayu cantik
bagus
Riya Rayya: makasih kak
total 1 replies
Mommy Dza
Hahaha😁🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Safa Almira
yey
singa betina
lanjuut dong kak....ikut g sabar jadix...
singa betina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣......g berhanti ktawa q thoor
Riya Rayya: tertawalah sebelum tertawa itu dilarang
total 1 replies
singa betina
naah nyesel kan ..kalau sdah tiada bru terasa...bgtu tu....😃😃😃😃
singa betina
terbayang bayang d mata ya bang ...🤣🤣
singa betina: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
singa betina
wuuuuuaaaaaaahhhh....huuuuuu.....sabar ya non....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!