NovelToon NovelToon
Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Misteri / Kutukan / Fantasi Timur
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elmi Sapitri

Aku di suruh pindah ke rumah nenek. Tapi bukannya ke rumah nenek aku malah masuk ke rumah pembawa petaka ini. Entah aku akan selamat atau tidak, setiap hari aku di hantui hal-hal yang mengerikan. Sungguh jika aku selamat dari sini, tempat ini akan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan oleh ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elmi Sapitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Pertama

Sudah beberapa hari ini kerjaanku cuman rebahan. Padahal kata ibu, nenek makan dan mandinya kesusahan. Harus aku yang urusin. Tapi kelihatannya nenek baik-baik saja. Dan juga tingkah nenek banyak berubah dari terakhir kali aku mengunjungi nenek bersama keluarga. Dia terlihat acuh tak acuh padaku, dan sifatnya sangat tidak sopan pada cucunya ini. Padahal dulu nenek pernah bilang, kita tidak hanya harus sopan pada orang tua tapi juga pada orang yang lebih kecil dari kita. Nenek juga belakangan ini suka sekali minum teh. Padahal setau ku nenek itu sukanya kopi bukan teh. Ah sudahlah mungkin karena faktor usia dia jadi berubah tingkah. Aku tak mau menganggap hal itu terlalu serius.

'Tok.... tok...tok..,' pintu rumah diketuk oleh seseorang. Siapa sih? Bergegas aku keluar dari kamar menuju pintu utama. Tapi nenek tiba-tiba teriak.

"SA... SEKARANG JAM BERAPA!?" Teriaknya ngengas... padahalkan aku gak budek. Ku lirik jam di dinding yang menunjukkan 17.00 WIB, "jam 5 nek."

"Ya udah, nenek aja yang buka pintu kamu masuk ke kamar. Ini tolong lipatin baju nenek," dia keluar dari kamarnya dan memberikan ku bajunya. Awalnya aku tak peduli dan bodoh amat. Mending sekarang ngelipat baju, toh aku emang paling malas berurusan sama orang yang gak di kenal.

Sudah beberapa saat, bahkan aku sudah selesai melipat baju nenek yang semuanya berwarna hijau itu. Tapi aku tidak mendengar percakapan atau suara orang dari tadi. Jiwa kepoku bangkit lagi. "Keluar gak ya....? Intip gak ya? duhkan penasaran, siapa sih yang datang?"

Akhirnya aku beranikan diri untuk keluar. "Kreek..." pintu kamar terbuka. Pakai acara bunyi segala, kan jadinya nenek yang duduk di kursi tamu langsung menoleh.

"Kamu ngapa keluar Sa? Kan sudah saya larang keluar," nenek melotot dan aku benar-benar ketakutan. Apa keluar dari kamar adalah kesalahan yang besar? Ya aku tau sih nenek udah larang aku keluar. Tapi salah siapa coba..? Jelas-jelas ada tamu malah membisu kayak gak ada orang, kan akunya kepo.

"Risa haus nek... mau ambil air," aku segera mencari alasan. "Tapi kok gak ada siapa-siapa nek, bukannya tadi ada tamu?" Saat aku keluar dari kamar, aku memang tak melihat siapapun selain nenek.

Wajah nenek terlihat kebingungan, atau bisa di bilang kayak maling ke tangkap basah. "Ee... orangnya udah pergi, gak usah banyak tanya kalau mau minum ambil aja cepat ke dapur... dan kembali ke kamar," ya elah, ni nenek ketus amat sama cucu sendiri.

"ckk," aku kesal dan segera ke dapur mengambil air walau sebenarnya tidak haus.

'DUUKK'.. Dasar Risa bodoh... meja sebesar itu kok di tabrak. Sekarang kuku kaki ku terasa sangat sakit. Seperti pocong saja aku melompat-lompat menahan sakit. Lagi asiknya lompat. Kalung merpati itu terjatuh menghempas lantai.

'UPS...' Segera aku ambil kalung itu dengan cepat dan melihat ke belakang takut nanti nampak oleh nenek. Aku usap liontin berbentuk burung itu dengan tanganku takut lecet, dan WUSH...

Seperti ada angin yang keluar dari liontin itu. Aku terkejut dan terdiam sesaat. Tiba-tiba saja kepala ku terasa sangat pusing. Aku berusaha berjalan ke kamar dengan berjalan sambil memegangi dinding takut terjatuh karena rasa pusing ini. Sekilas aku melihat nenek yang ada di ruang tamu.

"Uweeek," segera ku tutup mulutku agar tak benar-benar muntah. Bagaimana tidak muntah? Kali ini aku melihat ada seseorang eh bukan tapi makhluk astral dengan kepala yang terpisah dari lehernya. Dan dia tepat berada di depan nenek . Nenek seperti sedang mengobrol dengannya. Bodohnya aku tetap terdiam di depan pintu memperhatikan nenek yang sedang mengobrol dengannya. Sekali-kali dia berusaha meletakkan kepalanya ke atas lehernya dan benda bulat itu mengelinding jatuh lagi ke pangkuannya. Oh Tuhan... itu benar-benar menjijikkan. Takut nanti ketahuan aku memperhatikannya, aku berusaha bertingkah biasa saja dan membuka pintu kamar. Saat pintu kamar sudah tertutup aku berlari ke jendela dan memuntahkan yang tadi aku tahan.

"Ya... Ampun,apa itu tadi?" Aku menyandarkan kepala di samping jendela. Tanganku mengusap perutku yang sudah memuntahkan isinya pagi ini.

"Itu kebenaran yang kau lihat Risa..." Suara itu, bukan kah hantu bermulut sobek. Seperti ada seseorang di atas kasur ku. Saat ku lihat ternyata benar ada hantu bermulut sobek di sana.

Aish... Perutku terasa mual lagi. Kenapa hantu disini sangat menjijikkan? Yang satu gak ada kepala yang satu penuh sobekan dan darah. Gak sakit apa?.

"Tadi kau mengusap liontin itukan? Dan si kepala putus itu adalah kebenaran yang tak kau lihat Risa...." Dia memerengkan kepalanya ke samping dan tersenyum.

"Jadi yang kau maksud melihat kebenaran itu adalah melihat hantu hah?" Dia gila jika mengatakan bangsanya adalah sesuatu yang benar.

"Iya Risa... Semakin lama kau akan mengumpulkan kepingan puzzle tentang siapa nenek mu itu. Lalu setelah itu aku bisa membalas dendam dan kau bisa keluar dari tempat terkutuk ini." Dendam? Tempat terkutuk? Apa yang di bicarakan hantu ini?.

"Apa yang kau maksud tempat terkutuk? Dan mengapa kau terus mengatakan tentang nenekku?" Aku benar-benar penasaran. "Hahaha...." Kan kan ... dia tertawa lagi... Mulutnya itu loh, bikin ngilu.

"Bisakah kau berubah menjadi sosok yang lebih baik? Aku benar-benar tak nyaman melihat wujud mu yang seperti ini. Maksudku begini, itu.... ah... jangan salah paham. Aku sungguh takut melihatmu."

"Oke," sekejap dia berubah menjadi seperti gadis yang ku temui di belakang rumah.

"Seperti Sherly?" Gumam ku.

"Namaku memang Sherly, Risa,kau bisa memanggilku itu." Katanya sambil tersenyum.

Aku hanya menganggukkan kepala." Bisakah kau menjawab pertanyaanku tadi sherly?" Aku teringat dia belum menjawab pertanyaanku.

"Baiklah. Risa apa kau tak curiga tidak ada satu pun rumah disini selain rumah nenek mu? Tidak ada orang selain hantu yang kau temui?."

Risa tertegun. Benar sudah beberapa hari dia di sini, dia tidak melihat satu rumah pun dan orang lain. "Dan bukan kah kau juga curiga tingkah nenek itu tak seperti tingkah nenekmu seperti biasanya."

"bagaimana kau tau?" Aku heran. "Risa, aku sangat mengenal Nenek Intan. Dia sangat baik tidak seperti yang kau lihat ini."

"Tunggu... kok kamu tau nama nenek ku? Dan mengapa kamu sangat mengenal nenekku? Kamu siapa?" Risa benar-benar bingung sekarang.

"nanti kamu juga bakalan tau Risa..." Katanya lalu menghilang begitu saja.

Aku tertegun dan sangat kebingungan, aku ingin menelpon ibu. Tapi disini tidak ada sinyal sama sekali. Sial.....

1
Aishnina(✿ ♥‿♥)
risa masih gadis masa di panggil nyonya si
ngaco si dimas
Suhartatik
lanjut tor tambah seru
Mamanya Ari April Azahra
rasa GK rela Kelvin meninggal
Mamanya Ari April Azahra
mulai tdi mlm baca novel ini dri jam 8 smpe jam 1dini hari. ya meskipun terjeda dengan hal2 lain. dn mulai lgi di pagi hari mulai jam 9pagi dn masih lanjut baca. dan terus penasaran
Yuliet Mamih Sefiazka
lanjutan nya mana..
Murni Banty
lanjut dong
Murni Banty
alurx terasa nyata kaya lagi nonton
Agus Sugiarto: alurx
total 1 replies
Murni Banty
orang tuanya mana ko ga tolongin anaknya ... seharusnya orang tuanya ngejar sampai ke kamar ko mala hilang
Murni Banty
seharusx nenek intan turut membantu....
FiaNasa
cermin sosok ayah yg tak bertanggung jawab banget..
Ayunk
ini sudah ? nyesel baca dr awal. ternyata gak selesai. othor othor... !

mo marah tp ya salah aku juga gak liat ujung dulu mlah buang waktu baca dr awal 😁🤭
Ls.*(
Hidda
Indah Nia Khadijah
Setelah sekian purnama terlewatkan akhirny si othor ttep diam membisu membuat para pembaca merasa bingung dan sedih di karnakan othorny tidak prnh lgi up. Apakah sdh sampai disni aj thor jln ceritany...
Ayunk: nih udah 2023... lom ada up lagi. bandit emang ya... ngegantung readers
total 1 replies
Zeety Zola
hahhh kpn nih up nya😞
Zeety Zola
ohh ternyata punya kepribadian ganda... smoga tdk jahat
Zeety Zola
kenapa kevin hrs bw tongkat sapu runcing itu coba,,,kalo akirnya mengenai dr nya sendiri
Zeety Zola
namanya ahmad atau bima kak? ternyata pria itu kalau g ahmad ya kevin deh🤔
Zeety Zola
wah keluarga yg mengerikan😱
Zeety Zola
wahh seru nih risa dpt teman baru yg lebih pintar dan membantunya
Zeety Zola
sepertinya neal baik kok cman agak judes aja...tuh hantu pohon berhubungan g sm kasus nathan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!