NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Annasya Fayra

Raisa Maheswari, gadis muda belia yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Kulitnya putih langsat dengan dengan lesung pipit dan rambut coklat keemasan. Sangat sempurna untuk ukuran seorang wanita.
Namun nasibnya berbanding terbalik dengan kecantikan nya. Terlahir dari keluarga kaya dan terpandang, namun dirinya sangat menderita.

Sejak ayahnya meninggal, dan ibu nya menikah lagi, hidup Raisa seperti di neraka. Ayah tiri yang kejam dan suka bermain judi, hingga menghabiskan harta keluarganya.
Kakak perempuan satu-satunya sudah di nikahkan dengan keluarga kaya sebagai penebus hutang.

Nasib yang sama mungkin juga akan di alami oleh Raisa. Namun dia bukan wanita lemah seperti kakaknya. Dia akan memperjuangkan hidup nya, bukan hanya sebagai gadis penebus hutang.

Lika-liku asmara Raisa akan di kemas secara apik, sehingga membuat pembaca terhanyut di dalam ceritanya. Bagaimana kisah cinta Raisa selanjutnya??.
Apakah dia harus pasrah atau kah akan melawan kekejaman ayah tirinya itu??.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annasya Fayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5.

Sudah tiga hari Raisa berada di tempat tidur.

Obat yang di berikan oleh dokter bahkan sudah habis, namun Raisa tak kunjung membaik. Bi Ima sudah mengurusnya atas perintah dari David. Tapi kali ini, dia sangat cemas melihat Raisa mengigau.

Bi Ima bergegas memanggil nyonya Hilda untuk memberitahukan keadaan Raisa. Keduanya masuk ke dalam kamar dan langsung memeriksanya. Seluruh badan nya panas, dan tubuhnya menggigil. Raisa juga tampak mengigau karena demamnya terlalu tinggi.

Hilda segera keluar kamar dan memanggil David.Dia menceritakan keadaan Raisa padanya. David segera berlari menuju kamar Raisa untuk melihat kondisi nya.

"Dia terkena demam berdarah, mama ingat kan, Romi juga pernah mengalaminya".

"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang".

"Gadis ini bisa meninggal David".

"Bi Ima,,tolong ambilkan es batu dan kain untuk mengompres".

"Aku sendiri yang akan mengurusnya".

"Tapi David, sangar tidak pantas kalau kau yang merawatnya".

"Lalu,, kita akan membiarkan nya meninggal".

"Tenang saja ma, aku rasa kita tak perlu menceritakan yang sebenarnya pada gadis ini".

"Untuk saat ini, yang terpenting dia selamat".

David menggulung lengan nya dan menaruh es di ketiak Raisa serta di kening nya. Seorang pun tak di ijinkan nya masuk, agar tidak tertular. David sendiri yang siang malam merawatnya. Bahkan ketika Raisa mengigau, berteriak meminta tolong, David langsung memeluknya dengan erat, sampai Raisa tertidur pulas.

Sering, tengah malam David terbangun mendapati Raisa berteriak kesakitan. Dia akan menenangkan nya, dan berjaga di sampingnya. Setelah di rawat selama satu minggu, Raisa berangsur-angsur membaik.

Dia sudah bisa duduk di tempat tidur, walaupun belum kuat berdiri. Ima selalu melayani dan menemaninya. Pulang dari kerja, David selalu menyempatkan diri untuk menengok ke kamarnya.

Seperti pagi ini, David mengunjungi kamar Raisa. Gadis itu terlihat sedang bosan berbaring di kamar.

"Kau ingin turun ke bawah,,aku bisa membantu mu".

"Tidak apa tuan, aku bisa sendiri".

Raisa mencoba berdiri. Namun, entah kenapa seluruh tulang nya lemas tak bisa di gerakkan. Dia hampir saja terjatuh di lantai.

Untung, tangan kekar David menangkap tubuhnya dan menggendong nya ke bawah.

"Anda tak perlu seperti ini, aku jadi malu".

"Santai saja, buat diri mu nya".

Mau tak mau, Raisa akhirnya melingkarkan tangan nya ke leher David. Sepanjang jalan, Raisa mencuri pandang pada David. Tampak ketampanan wajahnya dari dekat. Walaupun sudah berumur, David masih kelihatan sangat muda.

David membawa Raisa ke halaman depan, agar dia bisa menikmati sinar matahari. Dia meninggalkan nya di kursi teras bersama dengan Hilda. David sendiri langsung masuk ke ruang kerjanya.

"Kau sudah terlihat jauh lebih baik Raisa".

"Berkat anda nyonya,,saya berterimakasih karena anda telah merawat saya selama sakit".

"Aku tidak melakukan apapun,,David yang mengurus mu saat kau tak sadarkan diri".

"Jadi,,, selama ini.....pantas saja, aku seperti ".

"Seperti apa maksud mu??".

"Ah...tidak nyonya, lupakan saja".

"Raisa,, kenapa kau tetap ingin tinggal di sini".

"Akan lebih baik kalau kau kembali kepada tunangan mu bukan??".

"Kalau nyonya keberatan saya di sini, setelah saya sembuh saya akan pergi nyonya".

"Tapi, saya tidak mau menikah dengan Baron".

"Bukan begitu Raisa,, tapi sangat tidak pantas kalau kau tinggal bersama dengan seorang duda".

"Harga diri dan kehormatan mu akan akan hilang di luar sana".

"Saya tidak perduli nyonya, asal kan saya tidak menikah dengan Baron, itu sudah cukup".

"Rupanya kau punya nyali juga,, apa kau tidak mendengar tentang anak ku di luar sana".

"Maksud nyonya, saya tidak mengerti??".

"Apa kau tidak penasaran dengan ibu dari Romi dan Robbi".

"Maaf nyonya,, walaupun saya penasaran, tapi itu bukan urusan saya".

"Baiklah...urus diri mu dengan baik, supaya kau lekas sehat".

Hilda masuk ke dalam untuk bersiap-siap. Hari ini ada acara dengan teman-teman nya di luar. Sementara itu, dari kejauhan tampak si kembar baru saja kembali dari berjalan-jalan.

Mereka menghampiri Raisa dan menyapanya.

"Apa kau sudah sehat sekarang??".

"Ya,, seperti yang kau lihat,, aku sudah jauh lebih baik".

"Tampaknya ayah mengurus mu dengan baik, buktinya kau bisa sembuh lebih cepat".

"Ya,, aku berterima kasih kepadanya untuk hal ini".

"Biasanya ayah ku tak suka dengan orang asing, tapi nampaknya dengan mu berbeda".

"Mungkin ayah menginginkan dia untuk menjadi teman tidur nya, iya kan Robbi??".

"Kalian sungguh tak sopan,,asal kalian tahu, aku gadis baik-baik".

"Itu sebelum kau tinggal di sini,, tapi sekarang, semua orang sudah menyebut mu sebagai simpanan ayah ku".

"Dan itu berarti,tak akan ada lagi pemuda yang mau menikahi mu".

"Jaga bicara kalian,,Raisa adalah tamu di sini, perlakukan dia dengan baik".

"Tapi ayah,,kami hanya mengatakan yang sebenarnya".

"Kalian pergilah,,jangan pernah mengganggu Raisa lagi".

"Masuk,,,dan bersihkan diri kalian".

Romi dan Robbi kesal sekali saat tiba-tiba ayah nya muncul dan memarahi mereka.Dan itu terjadi di depan Raisa. Mereka tentu sangat malau karena masih dianggap anak kecil. Padahal usia mereka sudah hampir 17 tahun.

"Kau jangan dengarkan omongan anak nakal itu".

"Kau boleh tinggal di sini sesuka hatimu".

"Tidak akan ada yang melarang dan membicarakan mu".

"Tidak tuan,, aku harus tahu diri,, sungguh tidak pantas memang, kalau aku terus berada di sini".

"Tuan,, bolehkah aku minta tolong sekali lagi".

"Katakan, apa yang kau ingin kan".

"Tolong kirimkan surat ini,, sepupu ku di Yogya akan segera menjemput ku begitu surat nya sampai".

"Baiklah,, aku akan menolong mu".

David menerima surat yang di sodorkan oleh Raisa. Dia menaruh di sakunya, dan membantu Raisa kembali ke kamarnya.

Sampai di perpustakaan, David menaruh surat tersebut di laci. Dia bertekad untuk tidak mengirimkan nya. Setidaknya sampai urusan nya dengan Baron selesai.

David kemudian keluar dari rumah nya menuju ke kafe. Dia sudah ada janji dengan sahabatnya Mirza. Mereka akan membicarakan kesepakatan bisnis yang akan dijalankan.

Sampai di kafe, suasana sudah sangat ramai.

Mirza duduk di pojokan sendirian menantikan kedatangan David.Dia berjalan menghampiri sahabat nya tersebut.

"Wajah mu kelihatan ceria, apa gosip di luar sana benar adanya??".

"Apa maksud mu, gosip apa yang kau bicarakan?".

"Kau mengambil tunangan Baron untuk dijadikan simpanan mu?".

"Itu hanya gosip,, dan gadis itu tidak bersedia

di nikahi oleh lelaki busuk macam Baron".

"Jadi, aku mengijinkan nya tinggal di rumah ku".

"Kabar nya gadis itu sangat cantik,,apa kau sudah menyentuh nya??".

"Pertanyaan macam apa itu Mirza,,ayolah.....

dia gadis terhormat".

"Aku bukan orang yang suka memanfaatkan kesempatan".

Tengah asyik berbincang dengan sahabatnya, rupanya Baron juga datang ke kafe bersama saudaranya. Bisa dipastikan kalau laki-laki tersebut hanya berniat untuk minum-minum saja. Dia menatap sinis kepada David. Setelah itu, mereka duduk di sebelahnya.

...****************...

1
CupcakeHugs
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
oliveandjune
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
alchemyworks
Debest banget lahh ini karya bikin mood aku sebagus itu!!
Cyberworrior
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
ShySnicker
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
Jantung Taman
oke .... ditunggu next part nya
Garang Anggriawan
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
angels_basket
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Badai Putih
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
girlganggoodies
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mrextinct Hashtag
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Mulya Damanik
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mata Diam
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
NewJerseyJack
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
rowiethelabel
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
angels_basket
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
SizzlingTeapot
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
Annasya Fayra: Alhamdulilah,, syuka dengernya, makacih
total 1 replies
Labuh Ardianto
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Annasya Fayra: Di usahain ya
total 1 replies
blouses and houses
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
Winda Utami
Aku terus nungguin nih, Thor :( Author sehat ya biar terus bisa berkarya!
Annasya Fayra: Agak sedikit tumbang, udara nggk bersahabat, insya Alloh tetep up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!