NovelToon NovelToon
Lady Donovan, Si Gadis Monster

Lady Donovan, Si Gadis Monster

Status: tamat
Genre:Supernatural / Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel / Harem / Romansa / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:240.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anana

Terlahir kembali sebagai putri dari Duke Donovan, dia sadar bahwa dirinya yang sekarang adalah seorang antagonis yang nantinya akan meninggal dengan mengenaskan. Beruntungnya dia adalah seorang wanita mandiri di kehidupan sebelumnya dan pernikahan bukanlah hal yang besar untuknya.

"Saya tidak peduli bagaimana kalian memandang saya. Ini hidup saya dan saya memiliki hak atas hidup saya sendiri."

Monster dan pedang. Sihir dan darah monster terkutuk. Keberanian dan kesetiaan. Tanpa sengaja menjerat para protagonis pria. Bagaimana kehidupannya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Pesta Teh Iris Caedon

"Caramu menggunakan pedang sudah hampir melampaui Ayah, Lenka," ujar Duke Donovan.

"Terima kasih pujiannya, Ayah. Saya tidak akan bisa semahir ini tanpa bantuan dari Ayah," balas Lenka sembari tersenyum tipis.

"Sudah menjadi kewajiban Ayah melakukan hal ini. Jangan lupa dengan jadwalmu hari ini, mengerti?" Lenka menganggukkan kepalanya, kemudian menghela napas saat ayahnya kembali ke ruangannya.

Mulai hari ini Lenka dan Noah memulai jadwal baru yang dibuatkan oleh Duke Donovan. Lenka tidak keberatan dengan perubahan jadwal tersebut karena gadis itu dapat menjaga jaraknya kembali dengan adiknya, Noah si protagonis pria.

Namun di satu sisi, Lenka cukup kecewa dengan jadwal baru miliknya. Pasalnya ada hal yang tidak sesuai dengan apa yang otaknya itu pikirkan dan hal itu adalah pertemuan bangsawan.

Pertemuan bangsawan yang dimaksud oleh ayahnya berbeda dengan pertemuan bangsawan yang dibayangkan oleh Lenka.

"Nona! Nona! Pelayan sudah menyiapkan sarapan!" kata Mort.

"Benar Nona, ayo ke ruang makan! Kami sudah lapar!" kata Teivel sembari mendorong tubuh Lenka dengan kepalanya.

Lenka pun menuruti perkataan kedua monster itu. Sebelum ke ruang makan, dia mengganti pakaiannya yang basah oleh keringat.

Duke Donovan, Lenka, dan Noah memakan sarapan mereka dalam keheningan seperti biasanya. Sedangkan Mort dan Teivel mengunyah sarapan mereka dengan sangat lahap.

Ketika sarapan, sesekali Noah melirik ke arah kakaknya. Suasana hatinya benar-benar kacau membayangkan betapa singkatnya dia bertemu dengan Lenka. Tidak hanya hari ini, tapi besok, besok, besoknya lagi, dan lagi.

Tanpa mengatakan apapun, Lenka meninggalkan meja makan setelah sarapannya habis tak tersisa. Kemudian Duke Donovan juga menyusul meninggalkan meja makan dan sekarang hanya ada Noah seorang di meja makan bersama dengan Mort dan Teivel.

"Aku tau kakak dan ayah itu sibuk, tapi bisakah mereka tidak meninggalkanku sendirian di sini?"

Noah menggerutu karena ayah dan kakaknya meninggalkan dirinya di ruang makan sendirian. Suasana hatinya yang sudah kacau kini bertambah kacau.

Sementara itu, beberapa pelayan yang menyadari ada hal yang aneh dalam diri tuan muda mereka hari ini berusaha untuk mengembalikan senyuman tuan muda mereka.

Rasanya aneh dan ada yang kurang jika mereka tidak melihat senyuman di wajah Noah, apalagi bagi para pelayan wanita yang merupakan penggemar berat Noah dan juga si koki kediaman Duke Donovan. 

"Tuan Muda, apa Anda ingin roti dengan selai kacang?"

"Anda ingin teh hijau, teh hitam, atau teh chamomile?"

"Atau mungkin Anda ingin kami menari?"

"Tu-tunggu!!! Ada apa dengan kalian?!" Noah dengan panik bertanya kepada ketiga pelayan yang sering melayani dirinya. Sikap mereka sekarang membuatnya sangat bingung.

Ketiga pelayan itu terdiam sejenak menatap tuan muda mereka dengan mata berkaca-kaca.

"Kami tidak tau apa masalah yang sedang Tuan Muda hadapi," ujar pelayan pertama, pelayan dengan rambut dikepang dua.

"Tapi Tuan Muda yang tidak tersenyum di pagi yang cerah ini membuat kami benar-benar merasa khawatir," tambah pelayan lain dengan rambut bergelombang.

"Padahal Anda selalu tersenyum apapun keadaannya. Entah itu mendung, hujan badai, ataupun di hari yang sangat terik," tambah pelayan ketiga, pelayan dengan kacamata bulat yang bertengger di hidungnya.

Noah menghela napas panjang. Laki-laki itu tidak menyangka ketiga pelayan itu sangat khawatir kepadanya dan dia tidak bermaksud membuat mereka seperti itu.

"Eve, Martha, Christine." Noah memanggil satu per satu nama pelayan tersebut. "Terima kasih telah mengkhawatirkan diriku. Aku bersyukur karena kalian khawatir kepadaku, tapi jangan hanya karena aku tidak tersenyum, kinerja kalian malah menjadi menurun."

"Tapi Tuan Muda-"

"Eve, Martha, Christine, tuan besar meminta kalian membantu nona Lenka untuk bersiap!" 

Tiba-tiba kepala pelayan datang dan membawa pekerjaan untuk ketiga pelayan yang sedang berbincang dengan Noah. Eve, Martha, dan Christine segera pergi untuk melakukan tugas yang diberikan kepada mereka.

Sebelum kepala pelayan pergi, Noah bertanya kepadanya. "Kemana kakak akan pergi sampai dia harus bersiap?"

"Nona hendak menghadiri pesta minum teh, Tuan Muda. Mungkin ada yang bisa saya bantu?"

"Ti-tidak, Paman bisa melanjutkan pekerjaan Paman."

Setelah itu, wajah Noah bertambah murung. Koki yang kebetulan ada di sana bisa menebak apa penyebab tuan mudanya itu begitu murung hari ini.

......................

Kediaman Duke Caedon.

Setiap orang yang melihat Lenka terpaku di tempatnya. Mereka memandangi sosok gadis yang begitu indah. Rambut emas yang berkilau di bawah sinar matahari, mata merah yang tenang tapi memancarkan rasa percaya diri dan keberanian, serta topeng yang menambah kesan misterius pada gadis itu.

Tidak hanya pelayan atau orang dengan status rendah yang kagum dengan kecantikan Lenka. Tetapi nona-nona bangsawan yang ada dalam pesta teh itu juga terpaku.

"Selamat pagi Nona Caedon, saya putri dari Duke Donovan, Lenka Donovan. Terima kasih telah mengundang saya dalam pesta yang Anda adakan hari ini."

Lenka membungkukkan badannya untuk menyapa setiap nona bangsawan yang ada di sana, khususnya Iris Caedon, si tuan rumah.

"Selamat pagi Nona Donovan, silahkan duduk dan selamat datang di pertemuan kami." Iris tersenyum sopan dan mempersilahkan Lenka untuk duduk.

Pesta minum teh itu pun dimulai, Lenka memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan percakapan nona bangsawan. 

Satu menit pertama Lenka dengan setia mendengarkan percakapan. Dua menit pertama Lenka mulai bosan. Tiga menit pertama. Empat menit pertama. Lima menit pertama dan seterusnya. Lenka sangat bosan dan memilih sibuk dengan dirinya sendiri.

Memang benar apa yang otaknya katakan. Jangan pernah berekspetasi. Dan Lenka cukup kecewa karena dia memiliki ekspetasi tentang pertemuan ini.

Para gadis bangsawan yang ada di pertemuan ini hanya membicarakan tentang butik, toko makanan yang sedang populer, kisah percintaan, dan gosip.

Semua itu tidak menarik minatnya. Sama sekali tidak!!!

Iris Caedon menyadari bahwa Lenka sama sekali tidak ikut dalam percakapan. Gadis itu merasa buruk karena tidak memperlakukan tamunya dengan baik.

Sebuah ide muncul di kepalanya.

"Nona Donovan, bagaimana pasangan ideal Anda?" Iris bertanya dengan mata berbinar, kemudian diikuti oleh nona bangsawan lainnya.

Topik percintaan merupakan topik yang digemari oleh gadis bangsawan dan pasangan ideal adalah salah satunya. Iris mencoba membuat Lenka mengobrol dengan dia dan teman-temannya dengan topik tersebut.

"Entahlah, saya tidak pernah memikirkannya selama ini." Helaan napas terdengar saat Lenka menjawab pertanyaan Iris.

"Ah begini saja, bagaimana kalau Anda menceritakan tentang tunangan Anda?" ujar Iris.

"Maaf bila saya membuat kalian kecewa. Tapi sayangnya saya tidak punya tunangan."

"Apa!!!" Teriak semua nona bangsawan yang ada di sana. Mereka terkejut karena baru saja bertemu dengan orang cantik yang tidak memiliki hubungan asmara.

1
Wynne a.m
thor maaf, knp Duke satu kereta dgn pelayan? bukankah seharusnya pelayan ada keretanya sendiri? atau Duke satu kereta dgn anak"nya, kereta lain diisi pelayan?
Ayu Sari Murni
kok seperti nya babnya banyak yang hilang
manira zhang
sepertinya lagi" ada part yg hilang, yg di acara pesta di rumah baron jg tdk ada lanjutannya, dan yg ini jg tdk ada lanjutannya part ketemu bandit 🤔
Erna Masliana
tamat... suka banget ceritanya
Erna Masliana
mantap sekali jawaban ayah ini.." jika berkhianat habisi" 😁
Erna Masliana
heh ternyata sama Noah.. gapapa lah bagus.. Noah lebih bisa diandalkan..dari pada sama yang lain.. apalagi kehidupan istana atau ibu kota tidak cocok untuk Lenka
Erna Masliana
satu lagi orang yang sadar.. Gabriel tidak sesuci itu
Erna Masliana
Noah dan Kilian sepertinya agak pintar dikit tau bahwa Gabriel tidak sepolos itu
Erna Masliana
nah betul.
Erna Masliana
si rubah nih.. monster
Erna Masliana
hanya satu hindari Gabriel.. karena tokoh protagonis cowok sedang terlibat kerjaan tapi satu lagi jangan pernah nerima ajakan apapun di luar kerjaan
Erna Masliana
gitu dong.. menjauh.. katanya mau menghindar eh malah nurutin bae s Roan
Erna Masliana
sedikit berubah Lenka ini.. biasanya menghindar tapi setelah masuk istana hobby banget jadi bahan omongan dan tontonan
Erna Masliana
sepertinya ini ulah s Gabriel.. mungkin saja Gabriel punya tujuan tertentu menguasai istana 🤔
Erna Masliana
hu'um meragukan.. kadang anak tidak setangguh orang tuanya
Erna Masliana
alur berubah kamu jadi protagonis Gabriel antagonis
Erna Masliana
nolak Kaisar mah bahaya..kamu harus paham Noah..nolak para nona bangsawan aja udah gak sopan apalagi Kaisar
Erna Masliana
alur berubah..Noah menyukai kakaknya 😁✌️
Erna Masliana
kan belum terjadi..si Noah belum ketemu protagonis kan.. kamu tau nama protagonis wanita tidak? yang harus kamu hindari protagonis wanita.. jangan mengganggu ya itu aja
Nuraishah❤💚
best
Anana: thank you kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!