NovelToon NovelToon
Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / TimeTravel / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:691k
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Vuspita sari

Nona berusa 21 tahun meninggal setelah membaca novel yang berjudul " Sajak Aruna." menjadi kembaran antagonis bernama Glora Nana Ming"

Apa yang harus ia lakukan, Apakah ia harus membantu merubah nasib Glora kembarannya supaya tidak mendapatkan akhir tragis, mati ditangan sang pujaan hatinya dan kakak kandungnya?

Apalagi kakak angkatnya salah satu yang akan mendapatkan ending masuk penjara karena pergaulan bebas.


Tapi semuanya terlihat menakutkan untuk ia ikut campur, apalagi ia mengetahui sifat jahat para tokoh novel, salah satunya adalah tokoh yang menyukai hobi mengawetkan tubuh manusia, ada juga yang hobi merusak perempuan.

" Jangan membuatku tertarik, karena jika aku tertarik, Kamu tidak akan lepas dari genggaman ku..!!"

" Berani loe sentuh adek gue ujung kuku gue bikin pisah kepala loe dari leher!"


" Aruna cuma punya Nana, jadi jangan pergi yah!"

" Gue benci loe! Karena loe hidup gue hancur! tapi kenapa loe bikin gue sayang sama loe sedalam ini.!!"


" Menurut atau mati ditanganku."

Tapi Glory tidak semudah itu untuk dipahami orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Glora meneguk ludahnya kasar dan diam. Ia tak bisa berkata lagi melihat Glory yang bangkit ,menatap kamarnya. Glory menatap setiap sudut kamar Glora. Jauh dari kata baik, hemm bahkan kamar mandi Glory seribu kali lipat lebih baik, Glory menggigit bibir bawanya merasa bersalah akan hal ini. ia melirik Glora yang diam saja.”Kamu sudah makan?”Tanyanya basa-basi karena terlalu canggung.

Glora menggeleng pelan jujur. Glory membulatkan matanya mendekati Glora memegang bahunya.”Kenapa bisa belum makan jam segini? Apa kamu tidak diberi makan?”Tanyanya hampir berteriak. Glora disana bergetar menggeleng sembari memilin ujung baju usang miliknya.

Glory mendengarnya menatap Glora dalam, “Apa pelayan disini tidak pernah melayanimu dan memberimu makan?”Tanyanya serius.

Glora diam dan mengangguk pelan.”Apa kau disiksa?" Tanya Glory tapi Glora hanya diam menunduk kan kepala nya.

” Jawab Glora.. !! aku tidak akan mengatakan kepada siapapun tentang ini, ayoo percayalah padaku.”Ujarnya.

Glora disana menghempaskan tangan Glory kasar. Glory disana tersentak menatap Glora.”Iya aku tidak pernah diberi makan dengan baik, mereka memukulku dan juga mengejekku, menghinaku Karenna aku anak buangan. Jadi pergi sana aku tidak menyukaimu. Aku Membenci mu!”Ujar Glora diisana dengan gemetar menahan tangisan.

“Kamu membenbci ku?”Tanya Glory pelan dengan mata polos dan sedihnya. Meksipun ini bukan tubuh aslinya tapi ini terasa sakit.

“Iya aku benci kamu. Benci kenapa mereka hanya menerima kamu tapi tidak denganku. Kamu tau? Aku bahkan hampur mati berkali-kali. Di culik dan disekap, bahkan aku hampir dilecehkan dan mereka tidak peduli. Meeka hanya menjadikanku tamengmu supaya kamu hidup aman, damai dan tenang sedangkan aku? Aku hanya menjadi bayanganmu disaat semua orang mengira aku lah anak mereka dan akulah yeng merasakan semua celaka dalam kehidupan, dan kau? kau, kau hidup dengan baik tanpa harus khawatir ada orang jahat menyerang mu! makan makanan lezat tanpa harus takut kelaparan, tidur nyenyak tanpa harus takut kedinginan atau kepanasan.Dan kau tidak dituntut untuk sempurna. Nilai mu 7 saja kau akan mendapatkan pujian, sedangkan aku? aku mendapatkan nilai 9,9 saja sudah kena tampar dan dimaki....” Teriaknya menangis gemetar.

Ia menatap Glory penuh kebencian mendorong Glory kuat sampai Glory terjatuh dalam diam. " Harusnya kamu mati saja... Dan aku yang harusnya disayang... bukan kamu! Aku harap kamu cepat mati...!!" teriaknya kuat.

Glory diam mendengarnya, ia meneguk saliva kering. Glory bukan anak yang jahat, dalam kehidupan sebelumnya ia juga bukan yang licik atau yang jahat. Ia memilih cepat berdiri meski boking nya terasa panas dan sakit akibat dorongan Glora.

Glora menangis sesegukan disana memilih menutupi wajahnya. Glory mengangkat bibirnya berkali kali untuk bersuara tapi tidak jadi bersuara. Sampai ia menghela nafas sebentar dan berkata.

"Aku tidak tau hal itu.”Gumamnya lirih dengan mata yang bercakat-kaca.

“Kamu tidak akan pernah tau karena yang kamu tau itu hanya kebahagiaan dan limpahan kasih sayang..!” Bentak Glora . Entah dari mana keberaniannya, tapi semua yang ia pikirkan semua tercurahkan.

Dari lahir ia harus merasakan berkali-kali kesakitans ebab alergi susu sapi atau susu hewan lainnya, sedangkan ingin membeli ASI itu sangat mahal, jadi ia dikasih air beras yang baru dimasak untuk menjadi nasi oleh pelayannya supaya ia tetap hidup.

Pelayan yang menjaganya dulu sudah pulang kampong diganti dengan pelayan baru, setiap hari memukulnya dan juga mencaci makinya. Tidak ada yang peduli, berkali-kali hampir mati karena kasus penculikan.

Hidupnya penuh kesakitan.

“Keluar..!!!” Glora mengusir Glory.

Glory mengerjab mendengarnya. Ia diusir??? Glory disana mengangguk dan mengambil kotak nasinya dan juga kotak bekalnya tadi. Ia menaruh diatas meja dan berkata.”Ini untukmu, maafkan aku. Aku menyayangi mu...”Ujarnya lalu melangkah menuju jendela dan melompat tanpa takut.

Glora yang melihatnya kaget, ia pun bergerak melihat keadaan Glory. Tapi yang ia dapatkan adalah kaki Glory yang keatas sedangkan kepalanya entah kemana.

”Glory kau-kau tidak apa-apa?”Tanyanya dengan pelan khawatir. Takut jika Glory kenapa-napa dia yang disalahkan.

Ia bisa mati dipukul oleh orang tuanya.

“Aku tidak apa, tenanglah.”Kepala Glory muncul dengn wajah penuh tanah dan darah dipelipisnya. Ia jatuh tak elit sebab tidak bisa menyeimbangkan dirinya. Ia menepouk-nepuk roknya dna bangkit meksipun sedikit meringis.

”Dada Gloraa.... aku pulang. “Ujarnya dengan ceria tanpa beban.

Glora menatapnya dalam sapai Glory menjauh dan tidak terlihat. Ia menghela nafas menutupi jendela. Ia mengambil boneka yang diberi oleh Glory tadi, namun ia terdiamm ia merasa boneka itu beda dari boneka yang ia punya. Lalu ia memeriksanya.. dan ia menemukan resleting diboneka itu, ia membukanya dan..

Srukk.... Mulutnya terbuka lebar dengan tangan yang memegang dadanya, banyak uang yang sudah di lipat dengan baik jatuh dari resleting itu. itu uang semua dengan angka 100dolar. Ia menatapnya dalam diam, itu uang?? Tapi-tapi ini sangat banyak. Ia menarik boneka itu lagi dan mengguncangnya membuat semakin banyak uang jatuh. Ia mengambil salah satu uangnya dan menatapnya kagum.

” Apa ini Uang asli..?”Gumamnya lirih dan mengumpulkannya lagi memasukinya kedalam boneka itu, tapi ia menemukan kertas didalamnya, ia segera mengambilnya dan memberikannya.

“Hai kembaranku. Ini semua tabunganku, aku tau kamu tidak hidup dengan baik disana, karenanya aku memberikan tabungan ini. aku tau uang ini tidak bisa disamakan dengan keluarga atau kasih sayang tapi aku berharap kau hidup dengan sangat baik dan layak disana, makan apa yang kamu mau dan yang kamu butuhkan. percayalah aku sangat menyayangimu..!!!”

Air mata Glora disana menetes tanpa diminta. Hatinya menghangat, ia pikir tidak ada yang menyayanginya, ia mengusap air mata dan menyimpan surat itu kedalam tumpukan uang yang ada disana menaruhnya dibawa kasur takut jika pelayan masuk mendatanginya. Selama ini baru kali ini ia melihat begitu banyak uang, ia sekolah tidak diberi uang melainkan bekal, itupun dengan porsi yang cukup sedikit. Makan siang pun ia jarang dapatkan sebab pelayan tak memberikannya.

Ia mengambil kotak bekal yang disana, ia membukanya, isinya sudah acak-acakan tapi ia bisa mencium aroma harum dari sana, ayam kecap dan nasi goreng. Ia menangis seab ia sangat suka ayam kecap tapi sangat jarang ia memakannya bahkan banyak beberapa kami saja. Ini ayamnya sangat besar. Ia mengambil ayamnya dan memakannya. Ia menangis sambil makan.

”Terimakasih kakak..” Gumamnya lirih sembari makan, ia tersenyum bahagia.. bahagia karena tau ada yang menyayanginya dan bahagia bisa makan makanan yang ia sukai dengan porsi besar. Akh apa ia harus sisakan separuh untuk makannya besok? Sepertinya iya..!! tapi ia takut nanti ayamnya akan basi. Ahk ia harus menghabiskan malam ini supaya pelayan nya tidak curiga.

“Astaga nona. Ona tidak apa-apa?” Darel kaget meliht nonanya sampai dengan pakaian kotor dengan wajah yang juga kotor bahkan bedarah.

“Nona.. nona terluka..”Mona mendekatinya dengan gemetar takut beserta khawatir.

Glory menyengir dan terkekeh.”Aku terjatuh saat pulang kesini Mona, Darel.. jadi jangan marah yah.”Ia memegang telinganya sekaan meminta maaf.

Keduanya menggigit bibir bawanya gemas dibuatnya. “Baik-baiklah nona, jika begitu ayo cepat pulang. Kita bersihkan luka nona.”Gumam Darel dan menggendong Glory menuju kamarnya.

Andai tuan dan nyonya mereka tau, pasti mereka akan mendapatkan hukuman berat.

Glory menurut mengalungkan tangannya dilehernya Darel.” Paman, Glory mau paman pecat semua pelayan yang mengasuh Glora paman, dan ganti dengan pelayan yang ada dikediamanku saja. “Ujarnya pelan

“Tapi nona, tuan pasti akan marah.” Gumamnya lirih. Ia menatap Glory dengan nanar ia yakin Glory sudah tau keadaan kembarannya yang jauh dari kata baik disana.

Glory menggeleng.”Hanya satu dan aku akan memberitahukan ayah. Ini hanya rahasia kita paman,,” ujarnya berbisik. Darel menatap nonanya dlam dan mengangguk. Nonanya sangat baik..!!!”

Haii...Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys..!

1
Atoen Bumz Bums
lbh peduli cwek dr pd sm adek sendiri
Atoen Bumz Bums
entah lah
Dewi Yanti
glora emang nyari penyakit sendiri, udh th dava jahat gitu msh aja dkt" pantes klo glory marah
Andriyati
kok aku makin jengkel ya sama Aruna ini,, udh di bilang jangan mendekat,, sok sok akrab lu sama glory
Andriyati
begok gak ketolong
Andriyati
gak usah ikut campur runa jijai ah
Andriyati
lu bilang kerok banget,, jijik lihat nya,, sok merasa tersakiti,,
Andriyati
GLORY gak udah ya bantuin Aruna,, dia itu licik
xiang tan
sangat kerennn, habis 2 hari liburan cuma buat baca novel ini doang.
semangat yah kaka thor buat UP nyaaa
Cahaya Pasaribu
lanjut kak
Khanza Ely
Luar biasa
Dewi Yanti
glora keras kepala udh di bilangin.
Dewi Yanti
glora emah kasihan, tp emag sikap dia bkn orag benci jg
Tina Rina Randy Rina
bagus lah dh tamat tk masuk akal critanya buat org skit hati saja critanya tk jelas menyesal bacanya patut lah gratis hmm
Indantiaraa: ini udh tamat??? yg bener ajaaa,
lanjut dongggg
total 1 replies
pencinta komik
lanjut kak
aluna
gimana bahasanya kok belibet terus
Zakia Ulfa
laaah goblok kan si glora ini,, kek keluar dari kandang harimau milih masuk kandang buaya, dah tau bakalan sakit hati bukanya nyerah malah ngeyrl
Zakia Ulfa
typonya oh my good
Zakia Ulfa
ceritanya bagus tapi typonya masih banyak
aluna
bahasanya kakk
nyerimpeti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!