NovelToon NovelToon
Never Say Good Bye

Never Say Good Bye

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / TimeTravel / Mafia / Tamat
Popularitas:485.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.

Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.

Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.

Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.

Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.

Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?

Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?

Ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jia Li dan Du Huanran

"Dek, Jangan sembarangan menyentuh badan seorang pria dewasa ..." ucapan Zen yang berusaha untuk bersikap ramah kepada kedua gadis itu malah terdengar begitu konyol untuk kedua gadis itu. Sehingga kedua gadis itu kini tertawa lepas.

"Dek?" gadis berambut hitam panjang itu kini menatap Zen dengan mata yang membulat sempurna namun wajahnya masih menahan tawa gemas.

"Tentu saja. Aku jauh lebih tua darimu!" ucap Zen keceplosan.

"Dasar! Sekarang merasa lebih tua dariku ya?! Padahal kita hanya beda 1 tahun saja! Segitunya kah kau ingin dihormati?!" celutuk gadis berambut hitam panjang itu dengan kekehannya.

"Ya ... setidaknya aku memang lebih tua kan?" sahut Zen sedikit gelagapan.

"Ah gak mau! Biasanya kita pun kita selalu blak-blakan saja deh!" sungut gadis itu lagi.

"Kau terjatuh dari lantai 5. Tapi kau masih baik-baik saja. Ini benar-benar sebuah keajaiban!" celutuk gadis berambut cola pendek.

Ya. Ini adalah keberuntuntunganku! Aku masih diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi meskipun dengan menggunakan tubuh orang lain!

Batin Zen yang tersenyum samar.

"Oya. Aku bawakan makanan kesukaanmu nih! Red Velvet cake!" gadis berambut cola pendek itu membuka sebuah bingkisan yang tadi sempat dia beli saat dalam perjalanan ke rumah sakit lalu dia menyodorkannya kepada Zen.

"Tapi aku tidak suka makanan manis ..." celutuk Zen yang seketika membuat kedua gadis cantik itu melongo karena bingung.

"Bukankah kau sangat menyukai makanan manis selama ini?" gadis cantik berambut hitam panjang itu menatap pria di hadapannya itu sangat bingung.

"Mulai sekarang semua hal yang aku sukai akan sangat berubah! Jadi kalian jangan kaget!"

"Termasuk kue ini?" celutuk gadis yang berambut pendek.

"Yeap! Aku lebih suka makanan tradisional. Dan aku lebih suka onigiri dan takoyaki!" ucap Zen dengan lantang dan kedua tangan saling bersilang di depan dada.

"Makanan Jepang?" celutuk mereka bersamaan dan menatap Zen dengan bingung.

"Ya! Jadi makan saja kue red apalah tadi ini. Daripada aku membuangnya karena tidak suka!" celutuk Zen seenak jidatnya sendiri.

"Kau bukan seperti Zen yang biasanya deh! Zen selalu ramah dan tersenyum kepada siapa saja! Tapi hari ini kau seperti orang lain saja ... Benar begitu, Jia Li?" ucap gadis berambut cola itu menatap gadis berambut panjang.

"Benar sekali, Du Huanran!" gadis berambut hitam panjang menyauti ucapan Du Huanran dengan bingung. "Sebenarnya siapa, Kau?" imbuhnya sambil meraih dagu indah Zen yang sangat tirus dan mendongakkannya ke arahnya.

"Dasar anak muda jaman sekarang!" Zen segera menepis tangan lentik milik gadis cantik bernama Jia Li. "Mulai sekarang jangan sembarangan memegang tubuhku!" imbuhnya dengan tegas.

"Memang kenapa?" protes Du Huanran.

Karena aku adalah seorang pria dewasa yang sudah beristri!

Jawab Zen dalam hati. Mata bak okavango blue diamond itu menyorot tajam menatap Du Huanran dan Jia Li.

"Karena aku tidak menyukainya!" sanggah Zen dengan tegas.

"Hhm ... Padahal kita akan sering melakukan kontak fisik nanti lo ..." celutuk Jia Li sambil menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.

"Apa maksudmu?" Kedua alis tampan milik Zen kini saling berkerut mendekat menatap gadis muda cantik yang bernama Jia Li itu.

"Karena kita akan bermain drama bersama. Apa kau lupa itu, Zen?"

"Bermain drama?" Zen kembali dibuat melongo kali ini.

"Ya. Dan kita adalah main character di dalam seri drama itu. Tentu saja akan ada beberapa scene saling bersentuhan, berpelukan, atau bahkan berciuman!" celutuk Jia Li sambil memasukkan sepotong red velvet itu ke dalam mututnya.

"Jangan bercanda! Mana mungkin aku bisa melakukannya!" ucap Zen dengan suara menggelegar.

Bagaimana mungkin pria kejam dan bengis seperti diriku bisa bermain sebuah drama ber-genre romantis? Ah, Ini sungguh konyo sekalil! Masih mending kalau drama ber-genre action! Sial Dimana si Kai sialan itu?! Berani-beraninya dia membuat kontrak seperti itu dengan sebuah Group Entertaiment!

Batin Zen dengan raut wajahnya yang sangat kesal.

"Kau adalah actor dan idol nomor 1, Zen! Tentu saja kau pasti bisa melakukannya! Selama ini kau selalu melakukan semuanya dengan baik!" tutur Du Huanran menyemangati Zen.

"Entahlah! Aku tidak mau membicarakan semua itu sekarang!" ketus Zen lalu menatap ke arah jendela. Pandangannya terlihat begitu kesal dan marah saat ini. Wajahnya memerah seketika saat ini.

"Apa kau ada masalah, Zen?" ucap Jia Li dengan hati-hati. "Katakan saja kepada kita. Bukankah selama ini kita adalah teman?" imbuh gadis cantik itu lagi.

Pandangan Zen masih menatap jendela, dia hanya menyeringai lalu menghembuskan nafas kasarnya ke udara.

"Aku sedang tidak dalam keadaan hati yang baik. Kalian keluarlah dulu! Aku ingin sendirian!" ucapnya memerintah.

"Oh. Well. Okay. Jika kau butuh sesuatu hubungi kami saja." ucap Jia Li dengan hati-hati. "Ingat pesanku, Zen! Kamu jangan pernah berfikir kalau kamu sendirian. Kita akan selalu ada untukmu! Jangan pedulikan mereka yang tidak pernah menyukaimu! Mereka hanya merasa iri padamu dan ingin menjatuhkanmu! Kau jangan pernah melakukan hal bodoh lagi! Apa kau mengerti?" imbuh gadis itu dengan serius dan hati-hati.

"Hhm ..." sautan yang pendek dan terdengar sedikit cuek itu keluar dari bibir Zen dengan berat. Tatapan Zen kini berubah sedikit terkejut namun kemudian menjadi terlihat begitu kesal.

Dasar Kai si ember! Mengapa dia menceritakan semua itu kepada kedua gadis ini?! Mau mati dia?

Batin Zen penuh amarah.

"Baiklah kita akan pergi. Beristirahatlah ..." Jia Li melempar senyum manisnya kepada Zen dan segera menarik Huanran untuk meninggalkan ruangan rawat Zen. Saat di pintu mereka berpapasan dengan kak Kai yang mau memasuki ruangan rawat itu.

"Cepat sekali sudah mau kembali lagi?" kak Kai menyapa dengan ramah kedua gadis itu. Sementara Zen masih dengan posisi yang sama. Terduduk di atas brankar dengan salah satu kaki ditekuk untuk tumpuan sikunya.

"Iya nih! Hari ini Zen sedikit menyebalkan! Kita malah diusir, Kak!" celutuk Jia Li mengadu kepada kak Kai dengan nada manja.

"Wah, bahkan denganmu dia juga menyebalkan?"

"Iya, Kak!" imbuh Huanran dengan nada tak kalah manja.

Hadeh ... Dasar bocah-bocah ini! Terlalu kekanak-kanakan! Batin Zen sedikit mendengus dan merasa muak.

"Tenang saja! Kakak akan beri dia pelajaran!" sahut kak Kai dengan kekehan kecilnya.

"Kalau begitu kita pulang ya, Kak. Masih ada pemotretan setelah ini!" Jia Li kembali memakai masker dan topi ungunya kembali.

Begitu juga Huanran, kini dia juga mulai memakai masker dan kacamatanya agar orang-orang tidak mengenali mereka.

Sepopuler itukah mereka? Tentu saja! Jia Li adalah seorang aktris pendatang baru yang juga sedang naik daun. Selama ini dia juga berteman baik dengan Zen. Parasnya memang seperti bidadari yang cantik jelita.

Sementara Du Huanran adalah seorang model cantik dan seorang penyanyi. Dia berteman baik dengan Jia Li. Bahkan ada rumor beredar mereka sudah bersahabat sejak SMP.

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dapet bonus tunai Zen😅
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk dasar kau Zen, eh bang Kagami
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terdengar familier
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy kabur lagi dia!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bikin betah di kamar ini mah
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
watch nya mahal punya ky nya nih
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Cristal adik yg baik penurut dan cantik jelita
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
akrab sekali mereka ya, sblmnya sedekat apa?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
keliatan seperti idol kpop ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
baka memang harusnya selalu sial macam kalian
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rusak sudah masa depan Lee 🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jaga ucapanmu Baka!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Li lian sudah pulih?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kekuatan mu kembali bang Kagami walau berada di tubuh Zen
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woyy Zen kamu yakin?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
konteks "meregangkan otot" versi Kagami jiro amat berbeda dr org kebanyakan. kalau org lain mgkn butuh olahraga atau refreshing sedangkan bang Kagami harus gelud🤣🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy visualnya ga kalah keren dr Jinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!