Freya Pranata Putri menyukai kakak dari sahabatnya sejak kecil. Tapi keluarganya membawanya pergi ke luarnegeri, sehingga mereka terpisah.Saat dewasa perasaan suka Freya tumbuh menjadi cinta. Freya seringkali menyatakan cintanya kepada cinta pertamanya, tapi selalu diabaikan oleh Revan.
Revan yang sudah dewasa pun memiliki seorang kekasih, tapi ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Freya. Hingga Revan membenci Freya. Pernikahan tetap terjadi tapi Revan akan menceraikannya setelah enam bulan.
Lika liku kehidupan membuat Revan jatuh cinta pada Freya, tapi dia pun masih bingung harus memilih antara istri atau kekasih.
akankah Freya mendapatkan cinta pertamanya setelah berkali-kali disakiti?,ataukah harus menyerah dan bertemu cinta yang lain?
selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35
selamat membaca
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Freya, sehingga membuatnya menoleh ke belakang seraya tersenyum menutupi kegundahan hatinya.
"Kenapa kau di sini Sayang, disini dingin, apa ada yang sedang kau pikirkan hum?", ucap Revan sesekali mencium leher istrinya.
" Sayang, apa kamu sungguh mencintaiku?,apa kamu akan setia kepadaku ?".Freya ingin mengatakan apa yang dia lihat hari ini, tapi hanya kata ini yang keluar dari mulutnya.
Revan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan istrinya
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu sayang,aku tidak pernah memikirkan wanita lain selain dirimu,aku sungguh bahagia memiliki keluarga kecil kita".
"Terimakasih sayang, aku harap kau memegang kata-kata mu,aku tidak bisa membayangkan kalau sampai kamu akan tergoda oleh wanita lain nanti, apa yang akan terjadi dengan nasib keluarga kecil kita", Freya membalikkan badannya dan memeluk erat tubuh suaminya.
" Aku akan memegang kata-kata ku, kamu jangan pernah berfikir hal ini lagi,aku sangat mencintaimu, kamu adalah nafas dalam hidupku, dan aku tidak akan bisa bernafas tanpa kamu di sisiku ".
" baiklah sayang, aku percaya padamu ".
" Yasudah, ayo kita tidur ini sudah malam "
Revan mengajak Freya tidur dan semalaman mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
Rutinitas sehari-hari seperti biasanya. Revan dan keluarga kecilnya menikmati sarapan paginya. Setelah selesai Revan pun berangkat ke kantor, sedangkan Ravka pergi ke sekolah diantar oleh supir sementara nya,karena supirnya masih sakit.
Freya pun memutuskan untuk pergi ke butiknya. Freya mengganti bajunya dan menjalankan mobilnya menuju ke butik.
Sesampainya di butik ,seperti biasanya Freya membelikan sarapan untuk karyawannya dan menyapa mereka. Sebenarnya Freya hari ini tidak berniat untuk ke butik miliknya. Dia masih penasaran dengan penglihatannya kemarin.
Freya pun memutuskan untuk pergi ke cafe sebrang dan menunggu di sana, apakah seseorang yang dia lihat kemarin benar-benar Aurel.
Sudah tiga jam Freya menunggu,hingga banyaknya pembeli yang datang Freya selalu memperhatikan nya, tetapi dia tidak melihat seseorang yang dia lihat kemarin. Freya pun memutuskan untuk memesan menu makan siang karena memang waktunya untuk untuk makan siang.
Setelah menghabiskan makan siangnya, Freya masih menunggu. Tapi seseorang yang dia tunggu tidak muncul.
"Mungkin kemarin aku memang salah lihat", Freya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya".
Freya pun memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut. Tapi saat dia berdiri dan siap untuk melangkahkan kakinya, Freya mematung melihat pembeli yang berada di pintu masuk cafe tersebut.
" Aurel... Apakah dia benar-benar Aurel, tapi siapa jenazah wanita yang ditemukan dalam kecelakaan itu ",fikiran Freya sudah menerka-nerka dengan yang dilihatnya.Aurel pun duduk di meja dekat jendela bersama seorang pria paruh baya. Mereka sedikit berbincang dan wajah Aurel terlihat sedih.
Freya melangkahkan kakinya menuju meja dimana Aurel dan pria paruh baya itu duduk. " Aurel... ",panggil Freya yang sudah berada di samping seseorang yang diyakininya adalah Aurel.
Wanita tersebut mendongakkan wajahnya saat merasa ada yang memanggilnya." Ka... Kamu...",ucap Aurel terkejut.
"Kamu benar Aurel, dan kamu masih hidup?", Freya benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Ternyata orang yang diyakininya adalah Aurel, itu benar-benar dia.
" Ya aku memang masih hidup".ucap Aurel terlihat sedih.
"Apakah kau mengenal anakku?, ayo silahkan duduk nak", ucap pria paruh baya tersebut yang mengaku sebagai ayah Aurel.
" Baiklah Paman ",Freya pun duduk bersama mereka. Banyak pertanyaan yang ingin disampaikannya kepada Aurel.
" Bagaimana kau masih hidup, sedangkan suamiku bilang saat itu kau sudah... "
"Mayat wanita itu bukan aku, dia adalah asistenku yang berusaha menolongku,tapi dia malah...", Aurel tiba-tiba menangis.
" maaf aku tidak bermaksud untuk mengingatkan mu pada kecelakaan waktu itu, aku hanya ingin mengetahui kebenarannya ",ucap Freya merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Sebenarnya waktu itu suamiku sering menyiksa ku, tapi aku masih bertahan karena aku masih membutuhkan suntikan dana dari perusahaannya untuk membantu perusahaan ayahku, karena perusahaan ayahku hampir bangkrut". Aurel menjeda ucapannya." Dan aku masih bertahan karena masih ada Revan yang mencintaiku saat itu.".
Hati Freya cemburu mendengar penuturan Aurel.
"Hingga saat ada perjalanan bisnis ke Jepang, suamiku mengajakku ke sana, tapi saat kami menghadiri pesta koleganya, aku kehilangannya di pesta itu. Aku mencarinya hingga aku sampai di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, dan aku terkejut saat melihat suamiku sedang melakukan hubungan intim dengan seorang wanita dalam kamar tersebut.Aku pun langsung membuka pintu kamar itu dan minta penjelasan pada suamiku, tapi dia malah menampar ku dan menyeret ku menuju mobilnya, waktu itu Lisa asistenku mengikuti mobil kami dari belakang dan kami bertengkar hebat saat itu . Suamiku melaju sangat kencang sehingga dia menabrak pembatas jembatan. Saat mobil berhenti aku melihat suamiku banyak darah di kepalanya tapi dia masih sadar. Aku pun berusaha untuk keluar karena separuh mobilnya berada di ambang jembatan dan hampir jatuh. Tapi aku melihat Lisa berusaha untuk menyelamatkan ku. Dia menarik ku keluar dari mobil,saat itu dia pun berusaha untuk menolong suamiku karena kasihan. Saat dia berusaha untuk menyelamatkan nya mobil itu jatuh dari atas jembatan dan Lisa pun ikut terjatuh bersama Suamiku", Aurel menangis terisak.
" Maafkan ayah nak, karena hidupmu menderita karena ayah ",pria paruh baya itu pun meneteskan air matanya memegang tangan anaknya.
"Sebelum polisi dan orang-orang berdatangan aku masuk kedalam mobil Lisa dan aku berusaha keras untuk mengemudi ke rumah sakit walaupun saat itu kepalaku benar-benar sakit, saat sampai di rumah sakit aku sudah tidak mengingat apapun", ucap Aurel masih dengan isaknya.
"Malang sekali nasibmu, aku tidak menyangka ternyata kau sangat menderita, aku turut bersedih mendengar ceritamu", ucap Freya iba.
" Aurel, apakah kau masih mencintai suamiku ?",ucap Freya ragu-ragu.
Aurel menatap Freya lekat,kemudian berkata. "Sampai kapanpun aku akan mencintainya, tapi kau tenang saja, aku tidak akan mengganggu nya, aku mendoakan agar kalian bahagia, karena aku sudah tidak pantas untuknya".
" Apa maksudmu? ".
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
.
.