Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu 2
"Alunaaa berhenti!!" Rey masih mengejar Aluna yang berjalan sangat cepat
"STOP" Akhirnya Rey mendapatkan tangan Aluna
"Lepas" Ucap Aluna datar
"Mau kemana?" Tanya Rey
"Bukan urusan lo" Bentak Aluna sambil menghempaskan tangan Rey
Aluna berlari cepat
Aluna berlari menuju rooftop di gedung fakultasnya
'Sial! kenapa gue emosi banget sih liat Rey dipeluk Aura' Aluna mengumpat dalam hati
Aluna menarik nafasnya lalu menghembuskannya kasar, dia merentangkan kedua tangannya menikmati angin di rooftop itu. Tempat yang sangat nyaman
Aluna tersentak saat merasa ada yang memeluknya dari belakang, dan pundaknya terasa berat.
Aluna melirik, lalu mendengus kesal saat dia melihat Rey pelakunya
"Apasih lepas" Ketus Aluna berusaha melepaskan pelukan Rey
"Sayang, biarin gini dulu" Ucap Rey
"TIDAK MAU!!" Bentak Aluna
Mau tidak mau Rey melepaskan pelukannya, dia memutar tubuh Aluna untuk menghadap ke arahnya
"Kenapa?" Rey bertanya
"Apa?" Tanya balik Aluna
"Kenapa gak mau gue peluk? hm?" Tanya Rey sambil menyisikan rambut Aluna yang berterbangan karena angin ke belakang telinga Aluna
"Ish.. jangan sentuh gue!!" Pekik Aluna menyingkirkan tangan Rey dari wajahnya
Rey memicingkan matanya
"Lo kenapa sih?" Rey mulai kesal, karena Aluna tidak mau disentuh
"Gue gak sudi disentuh sama bekas cewek ganjen itu ngerti!!!!!" Pekik Aluna
"Bekas? Sayang, lo ngomong apasih? Gue gak ngapa ngapain sama Aura kok dibilang bekas sih?" Gerutu Rey sebal
"Apa? Gak ngapa ngapain lo bilang?" Ucap Aluna dengan nada berapi api
Sekarang Rey tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya kedepan. Tidak menatap Aluna lagi. Aluna semakin kesal
"Orang kalo cemburu itu lucu ya Lun?" Gumam Rey
"Hehh gue gak cemburu!!!" Bantah Aluna
Rey semakin terkekeh
"Siapa yang bilang lo cemburu sih?" Ucap Rey santai sambil menatap wajah Aluna yang sudah merah padam
"A.. itu.. em tau ah" Aluna kesal sendiri
"Hahahahaha" Tawa Rey pecah
Rey meraih tangan Aluna, tapi lagi-lagi ditepis
"Udah gue bilang gue gak mau disentuh sama bekas cewek itu!!!" Bentak Aluna lagi
"Astaga gue gak ngapa ngapain Aluna, mana ada bekas itu? ngaco ya?" Rey frustasi karena Aluna terus-terusan bilang kalau dia bekas Aura
"Iya lo itu bekas diaaa!!! baju yang lo pake semua ini tadi ditempelinn sama tubuh si ulet bulu itu!!! terus lagi tangan lo juga nyentuh dia!! jadi semua ini bekas dia! ngerti!!!" Teriak Aluna emosi
Rey terkejut, dia tidak menyangka kalau Aluna akan cemburu sampai bereaksi seperti ini. Lalu, Rey tersenyum
"Makasih ya sayang" Rey malah berterimakasih
"Ngapain lo bilang makasih?" Ketus Aluna
"Makasih karena lo udah cemburu sama gue. dengan ini, gue semakin yakin kalau gue pasti bisa dapetin lo seutuhnya" Jawab Rey tersenyum manis
"Terserah" Jawab Aluna
Rey lalu mengambil handphone nya, dia menelfon asisten pribadinya
"Ya hallo Tuan muda"
"Bawakan pakaian ganti untukku ke kampus, dalam waktu 10 menit"
"Baik"
Rey memutus telfonnya
"Habis ini gue mandi, udah gak bekas lagi kan jadinya?" Tanya Rey pada Aluna yang masih memasang wajah masamnya
"Terserah" Jawabnya lagi
"Tunggu disini ya? jangan kemana mana?" Ucap Rey
Aluna hanya mengendikkan bahunya
15 menit kemudian Rey kembali dan dia benar-benar ganti pakaian dan juga mandi terlihat dari rambutnya yang basah
Aluna memandang Rey lekat, pesona Rey benar-benar memabukkan para wanita. Apa lagi dalam penampilan seperti ini, rambut yang masih basah dan acak-acakan ketampanannya bertambah 10× lipat
"Hai? Udah selesai mengagumi ketampanan gue?" Ucap Rey terkekeh. membuyarkan lamunan Aluna
"Dasar narsis" sindir Aluna
"Udah ganti nih, boleh kan sekarang kalo mau peluk?" ucap Rey
Aluna hanya diam saja
"Diam berarti iya" Rey menyimpulkan
Dia menarik Aluna ke pelukannya
Jantung Aluna bergemuruh, ini bukan pertama kalinya mereka berpelukan, sudah sering sekali tapi Aluna tetap saja tidak bisa mengontrol jantungnya
Aluna lalu menjauh dari Rey, mendorong tubuh Rey
Rey berdecak kesal
"Ck, kenapa lagi sih?" Gerutu Rey
"Enak pelukan sama Aura kan?" Tanya Aluna lagi
Rey melongo
"Apa maksud lo Lun?" ucap Rey sedikit berteriak
"Ngapain lo peluk-peluk gue kalo udah nyaman sama Aura" Sindir Aluna
"Sayang siapa sih yang nyaman sama dia?" Rey melembutkan suaranya
"Cih pelukan selama itu kalo gak nyaman apalagi namanya?" sarkas Aluna
'Astaga! ternyata dia masih cemburu. Lucu banget sih' Batin Rey
"Cuma pengen bikin lo cemburu aja" Jawab Rey enteng sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya
Sedangkan Aluna melotot tidak percaya
"APA?" Pekik Aluna
Rey hanya menaik turunkan alisnya
"Jadi, lo sengaja gitu? hah?" Teriak Aluna
Rey hanya tersenyum manis menunjukkan gigi putihnya
"Kurang ajar banget sih lo!! gue kesel sama lo tau gak?" Ucap Aluna sambil memukul mukul dada Rey
"Stop it sayang" Rey menahan kedua tangan Aluna, dan menggenggamnya
"Maaf ya? Gue cuman pengen tau perasaan lo ke gue" Rey berkata sambil menatap kedua mata Aluna dalam, dia masih menggenggam kedua tangan Aluna
Aluna memalingkan wajahnya, dia gugup
"Pe..perasaan apasih?" Dia masih bernada ketus walau gugup
Rey tersenyum
"Kalo lo cinta sama gue" Jawab Rey enteng
Aluna melotot
"Gue gak pernah bilang gitu!!!" Aluna tidak terima
"Terserah sayang, yang penting gue udah tau jawabannya" Ucap Rey santai lalu mencium kedua punggung tangan Aluna bergantian
"Apasih" Aluna memalingkan wajahnya yang sudah memerah
Rey terkekeh
"Turun yuk, gue ada kelas habis ini. Lo gak ada?" Ajak Rey pada Aluna
Aluna hanya menggeleng
"Tadi pasti belum makan siang?" tanya Rey
"Hm. Belum" Jawab Aluna
"Habis ini makan ya?"
"Lo udah makan?" Aluna balik bertanya
Rey tersenyum lalu menggeleng, ini pertama kali Aluna perhatian padanya
"Yaudah, kenapa gak makan bareng aja di kantin?" Usul Aluna
"Maaf Lun, gue gak bisa. Ada kelas 10 menit lagi, gue makan nanti aja" Jawab Rey
"Oh yaudah"
"Iya. Lo makan ya? habis dari kampus kemana?"
"Cafe"
"Udah mulai kerja?" Tanya Rey
Aluna mengangguk
Mereka sudah sampai di kantin Rey sengaja mengantar Aluna ke kantin, Aluna sudah melihat kedua sahabatnya sedang bercengkrama
"Yaudah, nanti ke cafe bareng Talia ya? Gue masih ada kerjaan nanti" Ucap Rey
Aluna mengangguk
"Gue pergi dulu" Pamit Rey sambil mengacak rambut Aluna
Aluna mengangguk lagi
Aluna berjalan menuju meja Talia dan Sesil
"Wow udah selesai ya mbak marah-marahnya?" Sindir Talia
Sesil menahan tawanya
"Apasih kalian" Aluna kesal
"Udah, pesen makan dulu gih" pinta Sesil pda Aluna
Aluna mengangguk lalu pergi memesan makanan
Tidak lama, Aluna kembali dengan sepiring nasi goreng dan jus jeruk di tangannya
"Talia, lo nanti sama Kak Ken apa nggak kalo balik?" Tanya Aluna
"Iya. Kenapa?" Jawab Talia
"Gapapa, Rey sibuk nanti" Jawab Aluna
"Yaudah ikut sekalian aja sama gue nanti sama Kak Ken" Tawar Talia
"Gak, nanti ganggu orang pdkt" Sindir Aluna
Sesil tersenyum tipis
"Yaudah Lun, lo gue anterin aja" Tawar Sesil
"Gausah repot-repot Sil, nanti gue pesen ojek online aja" Jawab Aluna
"Apasih? Kayak sama siapa aja lo!!" Gerutu Sesil
Aluna hanya nyengir
"Udah nanti sama gue aja" Ucap Sesil sekali lagi
Aluna hanya mengangguk
Sebenarnya Rey sudah menyuruh Aluna untuk diantar jemput dengan sopir pribadi dan bodyguard yang sudah Rey sediakan sejak kejadian Aluna di kunci di kamar mandi. Tapi, Aluna selalu menolak karena itu berlebihan. Rey hanya bisa pasrah dengan keputusan Aluna, dia hanya menyuruh orang-orangnya mengawasi Aluna dari jauh. Aluna tau itu, Aluna tau bukan hanya orang-orang Rey saja yang mengawasinya melainkan orang-orang Rehan juga, tapi dia hanya membiarkannya.
TBC