NovelToon NovelToon
GARIS CAKRAWALA

GARIS CAKRAWALA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: RindiAntini

Cakrawala, itulah namanya yang memiliki arti alam semesta.
Cakrawala yang memiliki sifat receh, mudah tersenyum dan ramah yang membuat dia di sukai, tapi berbeda dengan Mentari sang murid pindahan.

Cakra merupakan ketua genk yang bernama Semesta.

Mentari anak pindahan yang sekarang menjadi kutu buku karena hukuman dari orang tuanya. Karna dulunya mentari adalah seorang bad girl.

"Seberapa pun lu menjauh dari gue, lu pasti bakal ketemu sama gue mentari. Karena cakrawala dan mentari tidak boleh berpisah"
RADITYA GAVIN CAKRAWALA


"Kemanapun gue pergi, yang menyambut dan melihat gue adalah cakrawala. Sesuai dengan nama lu, lu adalah alam semesta yang selalu pertama kali melihat dan menyambut gue saat datang"
FREDELLE ANGELINA YARA MENTARI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

1 Bulan Kemudian~~~~

Cakra dan mentari seperti orang yang tak pernah kenal satu sama lain. Setiap bertemu pasti mereka saling mengejek satu sama lain. Mereka bermusuhan. Entah apa masalahnya. Cakra yang selalu kemana mana sama diantari, sampai sampai satu sekolah tau kalau diantari itu perebut pacar orang. Bahkan ada yang blak blakan bilang kalau diantari itu cewek manja. Tapi diantari hanya diam dan gak melawan.

"Sudah sebulan tar.  Lu masih musuhan sama cakra?"tanya kanza sambil merangkul pinggang mentari yang duduk di sebelahnya. Iya mereka berdua menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Bahkan ada yang mengira kalau mereka itu pacaran. Mentari hanya menghela nafasnya dan menyenderkan kepalanya di bahu kanza "Bukan gue yang ngibarin bendera permusuhan ke cakra tapi dia sendiri"balasnya sambil memainkan jari kanza.

Semua sudah tau kalau cakra dan mentari putus. Bahkan regan, ragil, eka dan nova juga tau. Mereka gak nyangka kalau cakra berbuat kek gitu kepada mentari. Berarti semua omongannya selama ini adalah omong kosong. Regan juga udah memukuli wajah cakra sampai babak belur. Bukan hanya regan doang, tapi rizky, adya dan bagas juga ikut memukuli cakra.

Kanza mengelus rambut mentari sesekali menciumnya "Tadi belajar apa?"tanya kanza dengan lembut. Mentari menyengir "Itu belajar matematika"bohong mentari.

"Yakin matematika?"tanya kanza. Mentari mengangguk.

"Perasaan bukan matematika deh tapi bahasa indonesia. Jangan bilang lu bolos"ujar kanza yang membuat mentari menggaruk kepalanya.

"Hehehe tadi ngantuk banget. Makanya bolos sama si gaya".

"Makanya jangan begadang"gemes kanza mengacak rambut mentari. Mentari hanya terkekeh dan memeluk kanza dari samping "Za"panggil mentari. Kanza berdehem.

"Lu kenapa suka sama gue?"tanya mentari.

"Kenapa nanya kek gitu? Lu gak yakin sama perasaan gue?"tanya kanza yang membuat mentari melepaskan pelukannya dan menatap kanza "Gue yakin za tapi kalau nantinya lu pergi seperti cakra gimana? Gue hanya takut"ujarnya sambil memalingkan mukanya.

Kanza tersenyum dan membawa mentari ke pelukannya "Gak usah takut. Gue bukan cowok bajingan yang seperti lu kira. Paham sayang?"ucap kanza. Pipi mentari memanas karna malu. Sebab kanza memanggilnya dengan sebutan itu di depan fathan dan indra.

Fathan dan indra memukul punggung kanza secara bersamaan. Mereka jengkel mendengar kata kata manis dari kanza. Menurut mereka berdua, kanza itu gak cocok ngomong manis yang cocoknya itu julid. Kanza hanya meringis pelan.

Tanpa di sangka, azkia melihat dan mendengar ucapan mentari dan kanza. Matanya berkaca kaca. Tangannya terkepal "Udah gue duga mereka pacaran. Tunggu aja. Gue akan buat kalian berpisah untuk selamanya"batin azkia tersenyum licik. Azkia langsung pergi dan mencari diantari.

"Diantari!!!"panggil azkia yang melihat diantari yang berjalan dengan cakra. Diantari menoleh "Kenapa kia?"tanyanya yang masih berdiri di sana.

Azkia menghampiri diantari "Gue minta tolong bisa?"tanya azkia berbisik. Diantari mengerutkan dahinya "Minta tolong apa?"tanya diantari. Soalnya tumben tumbenan azkia meminta bantuan kepada dirinya.

"Ngomongin apaan sih? Jangan bisik bisik dong"ucap cakra.

"Kamu duluan aja ya. Aku mau ngomong sesuatu sama azkia dulu"ujar diantari sambil mendorong cakra agar duluan ke kantin. Cakra hanya terkekeh "Oke oke. Gak usah dorong dorong kalik"ucapnya dan jalan ke kantin.

Berasa cakra yang udah menjauh, diantari menarik tangan azkia "Lu minta bantuan apa?"tanya diantari.

"Ri, lu bisa bantu gue kan?"tanya azkia untuk meyakinkan diantari. Diantari bersedekap dada "Ya gue harus bantu apaan dulu"ujar diantari.

"Culik mentari"jawab azkia dengan cepat. Diantari tertawa "Ha? Apa? Culik dia? Mantannya si cakra? Dari dulu gue pernah berpikir begitu. Saking lamanya gue jadi lupa. Oke deh. Kita kerja sama. Minggu pagi, biasanya dia lari pagi. Nanti kita ikutin dia dan truss gitu dehh. Deal?"ucap diantari sambil menyondorkan tangannya.

"Deal!"jawab azkia menjabat tangan diantari.

Diantari tersenyum licik "Yaudah gue mau nyusul cakra dulu"ujarnya sambil menarik tangannya dan pergi meninggalkan azkia. Azkia tersenyum "Gue akan siksa lu sampai gue puas"batin azkia.

Cakra yang berjalan menatap ke kanan dan kiri. Ia melihat kanza yang sedang bersama mentari. Ada fathan juga dan indra yang berdiri di belakangnya. Cakra menatap mentari yang sedang memeluk kanza. Hatinya agak sakit melihat mentari memeluk kanza.

"Apa yang gue lakuin ini salah?"tanyanya kepada diri sendiri. Cakra menghela nafasnya. Ia bingung harus memilih antara diantari dan mentari. Egonya memilih diantari dan hatinya memilih mentari. Tapi setiap bersama diantari, ia merasa ada yang gak beres sama diantari. Kayak ada yang di sembunyiin.

"Woii!!!"teriak cakra sambil menghampiri fathan, kanza, mentari dan indra. Cakra tersenyum seperti biasanya dan seolah olah gak ada masalah apa pun. Mereka berempat menoleh. Mentari melepaskan pelukannya "Sialan si mantan datang"gumam mentari sambil menggerutu. Kanza terkekeh mendengar gumaman mentari.

"Eh ada mantan. Apa kabar ngab? Sehat?"tanya cakra dengan sok baik bahkan cakra menjulurkan tangannya ke mentari.

Mentari menatap cakra dengan datar "Sorry ya. Lu siapa? Kita kenal? Gak usah sok baik lu"sinis mentari sambil bersedekap dada.

"Ututu si mantan sinis sinis bae. Gak baik loh. Nanti cepat tua"goda cakra. Mentari berdiri "Lu apaan sih. Kelakuan lu buat gue risih. Gak usah dekat dekat sama gue. Mending lu sama monyet panti lu tuh. Lihat tuh di belakang lu. Wajahnya merah kayak makan cabai banyak. Cocok untuk pasangan lu tuh. Sama sama bawah"ujar mentari dengan dingin. Mentari langsung pergi.

Benar saja, wajah diantari memerah mendengar hujatan mentari untuk kepadanya.

Cakra hanya tersenyum miris "Gue hanya mau temenan sama lu tar"batin cakra yang masih menatap punggung mentari yang mulai menjauh.

"Kenapa cak? Tumben amat lu nyari kita setelah 1 bulan? Baru ingat punya kawan lu?"tanya fathan menyindir. Selama 1 bulan, cakra emang gak pernah ngumpul sama mereka. Karena apa? Karna cakra selalu bersama diantari dan diantari. Bahkan cakra sampai gak makan karna uangnya mau habis untuk membelikan apa pun yang diantari minta.

"Gue minta maaf. Gue han-".

"Diantari lagi? Lu terlalu memanjakan diantari cak. Dia bukan bocil lagi! Dia bisa bawa motor sendiri bahkan mobil sendiri! Lu jangan mau di anggap babu sama dia! Lu itu terlalu bodoh jadi cowok! Kenapa lu membuang mentari hanya untuk mendapatkan diantari?!"potong kanza dengan cepat. Kanza sudah gak bisa pikir lagi apa yang dilakukan cakra. Cakra benar benar bodoh.

Cakra mengacak rambutnya dengan kasar "Apa lu gak lihat kelakuan kasar mentari ke diantari saat itu?"tanya cakra.

"Itu kasar? Mana kasaran saat mentari menghabisi rizky?"tanya fathan terkekeh. Cakra terdiam.

"Diam kan lu. Regan udah pernah bilang ke lu. Kalau regan udah percaya sama lu, untuk bisa menjaga mentari saat regan dan ragil gak ada. Tapi apa? Lu malah membalikkan keadaan cak! Semua janji yang lu bilang ke mentari dan keluarganya semua omong kosong! Jangan menyesal kalau semua sudah terungkap cak!"ujar kanza panjang lebar. Cakra makin terdiam. Kanza menepuk bahu cakra "Jangan salahkan gue kalau gue bisa mendapatkan mentari"bisik kanza dan langsung pergi.

Cakra menoleh ke belakang "Coba aja kalau bisa! Dia gak akan jatuh hati ke lu!"teriak cakra dengan kesal. Cakra yakin 100%. Kanza tidak akan pernah mendapatkan hatinya mentari. Karna mentari hanya suka padanya dan gak akan pernah suka sama orang lain.

"Tunggu aja infonya"balas kanza berteriak.

Fathan dan indra juga ikut pergi. Mereka berdua menyusul kanza. Cakra yang melihat mereka pergi "Kalian mau kemana? Kita ngumpul kuy"ajak cakra. Fathan dan indra berhenti.

"Kenapa lu baru ngajak sekarang? Kemarin-kemarin lu kemana? Kemarin seminggu yang lalu, musuh kita nyerang markas secara tiba-tiba. Gue dapat nelpon lu. Tapi lu malah nolak panggilan gue"ucap fathan. Cakra terdiam lagi.

"Udah lah cak. Kita gak akan nganggu moment lu sama diantari lagi. Sekarang lu bisa bebas. Tapi lu mundur jadi leader genk semesta. Gak ada sejarahnya kalau leader itu terus keluyuran"ujar indra.

"Oke oke! Gue ngaku salah. Tolong beri gue kesempatan kedua. Gue akan memperbaiki semuanya"mohon cakra.

Fathan dan indra dengan serempak membalikkan badannya. Mereka berdua terkejut melihat cakra yang bersimpuh.

"Kalau lu bisa membuktikannya sendiri aja cak. Gue akan ngasih kesempatan kedua buat lu. Tapi sekali lagi lu mengecewakan kita semua, gue gak akan ngasih lu kesempatan kedua lagi"tegas fathan. Cakra mengangguk "Iya gue gak akan mengecewakan kalian semua lagi. Gue akan memperbaikinya. Makasih"ucapnya sambil berdiri dan memeluk fathan dan indra. Cakra merasa terharu karna fathan masih memberikannya kesempatan kedua untuk menjadi leader.

"Lu apaan dah. Gue masih normal bego"jengkel fathan sambil mendorong cakra. Cakra menyengir "Lu nikah sama gue aja. Pasti keluarga kita harmonis".

"Harmonis pala lu. Yang ada gue di hujat habis habisan!"jengkel fathan sambil memukul punggung cakra. Cakra meringis "Lu kalau mukul kagak ngotak"ringis cakra.

"Gak peduli"balas fathan. Cakra hanya mengelus dadanya. Sabar sabar, batin cakra.

"Gak seru berantem nya. Mau gue ambilin pisau atau gergaji gak? Biar aesthetic gitu"ucap indra yang membuat fathan dan cakra menoleh.

"Woi bodat! Lu kalau ngomong ngira-ngira dong!"jengkel cakra.

"Iya bener-bener. Lu nyuruh kita saling bunuh membunuh? Buat apa coba?"tanya fathan. Indra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan langsung lari. Merasa indra yang kabur, cakra dan fathan mengejar indra.

"WOIII SINI LUUU!!!"teriak cakra. Indra tertawa dan mengencangkan larinya.

Diantari yang melihat cakra kembali akrab mengepalkan tangannya "Kalian senang aja dulu. Setelah senang, gue akan buat persahabatan kalian hancur. Itu tujuan utama gue"batin diantari yang memandang cakra sambil tersenyum miring.

1
Aksara
astaga tiap baca part nya selalu ngakak.
walau awal ny bingung alur cerita nya Giman cuma seru kalo d baca...
ngalir aja asik pokok nya
De..
👍🏻👍🏻👍🏻
Chauli Maulidiah
bgg sama ceritanya. tokoh utama pria nya spa sih sbnrnya?
StrawCakes🍰
lanjut thor
StrawCakes🍰
mampir 🌸 dari Teduhnya Wanita
Chauli Maulidiah
msh bgg sama si mentari.. dan sdkt bgg jg sama ceritanya
Fitaloka Damanik
lanjut ka
iis_putria
mampir lagi kak
Sitihasanah Titi
oh mentari, cakra orang bali ya
Nonha Seram
iya kak plisss lanjutin ceritanya kak😭😭
*Nona*
Next thor semangat ngetiknya
Vronc
semangatt up nya thor
Fitaloka Damanik
lanjut ka plis 😭😭😭
iis_putria
Romansa Kala Senja, mampir kak.. 🤗
Fiah
👍🏻
liyuna
min up yh banyak ya semagat
heyy bill
kembliin mentari sama kluarganya ya thor biar bisa kumpul lgi tpi sikap mntari yg skrng tetep ya tpi ke orng yg ud sakitin dia aja
heyy bill
lnjuttt thorrrrrrrrr
Fitaloka Damanik
lanjut ya ka plis 😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧😭😭 mentari nya sama kevin aja ya ka
Mil Na
next min😅✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!