Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.
kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.Menangis
Hallo semuanya
Happy Reading.....
Big love 💜💜
Semua cerita ini hanya imajinasi ya.
Semoga kalian terhibur....
******
Yovandra membuka pintu kamarnya
Ceklek...
Melihat Yona sedang duduk di sebuah kursi "sudah selesai?" tanya Yovandra.
"Iya" jawab Yona.
"Ah... oke, ayo keluar makan malam" kata Yovandra sambil berjalan ke arah tempat tidur dan duduk.
"Aku nggak lapar" jawaban Yona ketus.
Yovandra tak menjawabnya lagi, dan membiarkan Yona begitu saja.
Yovandra lalu berjalan ke meja belajarnya merapikan lagi buku-bukunya. dan duduk di meja belajarnya sambil membaca buku.
"Yovan" panggil Yona.
"Hmm"
"Boleh tanya sesuatu"
"Boleh"
"Kamu tinggal bersama perempuan ya di kamar ini?"
Yovan tersentak mendengar pertanyaan Yona, diam beberapa saat lalu menjawab. sejujurnya Yovandra bingung kenapa Yona bertanya begitu.
"Iya"
Hiks... hiks... huwaaaa....
Hiks... huwaaaa... huwaaaa....
Suara isakan dan tangisan Yona yang sudah mengeluarkan air matanya, banyak yang Yona pikirkan saat ini. kesalah pahaman menyelimuti pikirannya.
Yovandra tersentak mendengar suara seperti ada yang menagis, lalu menoleh ke arah yona "kau kenapa Yona?" tanya Yovandra.
Huwaaa... huwaaa... huwaaa....
Yona malah semakin menangis
"Apa yang salah sih, kenapa dia tiba-tiba menangis" suara hati Yovandra, "Perempuan itu apa? semerepotkan ini" gumamnya pelan.
Adriano yang baru saja dari dapur melewati kamar Yovandra, mendengar Yona menangis dan.
"Hei Yona... apa yang terjadi. kenapa kau tiba-tiba menangis" suara Yovandra yang bertanya pada yona terdengar oleh Adriano yang lewat di depan pintu mereka dan berhenti karena mendengar tangisan Yona.
"Eh... ada apa dengan mereka berdua" gumam Adriano.
Ceklek...
"Yovan, aku dengar Yona menangis, apa yang terjadi?" tanya Adriano saat membuka pintu kamar Yovandra.
Namun tak ada jawaban dari Yovandra dia hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tak tahu.
"Ehh..."
"Hei, hei... belum juga malam pertama sudah nangis duluan, Yovan! Kau apakan istrimu?" tanya Adriano masih dengan candaanya.
Tak ada jawaban dari Yovan, karena Yovan pun bingung kenapa Yona tiba-tiba menangis. dan Yovandra juga tak memperdulikan candaan kakaknya Adriano.
"Ma! mama!" teriak Adriano memanggil mamanya.
"CK" dercak Yovandra mendengar Adriano memanggil mamanya.
"Ada apa teriak-teriak sayang!" jawab Sonya sambil berjalan menghampiri Suara Adriano, "ngapain kamu di pintu kamar Yovandra, Adriano?" tanya Sonya ketika sudah di dekat Adriano. Regar pun menyusul Sonya istrinya.
Hiks.... hiks.... hiks.....
"Eh, kenapa ini? kok Yona menangis?" tanya Sonya kaget melihat menantunya menangis di kursi dekat tempat tidur.
"Yovan! apa yang terjadi sayang?" Yovandra hanya menggeleng tak tahu.
"Sepertinya Yovandra juga tidak tahu Ma!" jawab Regar.
"Tadi aku sudah bertanya Yovan tak ada jawaban, karena sepertinya Yovandra memang tak tahu apa penyebabnya Yona menangis, Ma." sahut Adriano.
"Huff... Sonya menghela nafas kalem, lalu berjalan mendekati Yona.
"Apa yang membuatmu menangis Yona sayang?"
"A-aku nggak mau tidur bertiga, hiks... hiks... "
"EH....? semuanya terperanjat kaget dengan jawaban yona. tapi masih diam mendengarkan.
Sepertinya di kepala Yovandra penuh tanda tanya mendengar jawaban Yona barusan.
"Hmm, kenapa bisa tidur bertiga" tanya Sonya kembali.
"Tadi aku tanya Yovan, apa Dia tidur dengan perempuan di kamar ini, Yovan jawab 'iya."
"Ahh,... apa!" sahut Yovandra.
"Aku nggak mau jadi pengganggu hubungan orang lain, aku nggak mau tidur bertiga dalam satu kamar."
Huwaaaa... hiks... hiks...
"Apa? astaga, dia ini bodoh atau apa sih." suara hati Yovandra.
Yovan memegang keningnya pusing dengan keadaan Yona sekarang, "sepertinya, wanita memang merepotkan." keluhnya.
Regar yang berdiri disamping Yovandra mendengar semua keluhan Yona menantu barunya itu, langsung menepuk-nepuk bahu Yovandra pelan.
Sedangkan Adriano masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dan tidak percaya dengan apa yang di katakan Yona "Tidur bertiga katanya? sama siapa, halu atau apa sih dia ini." gumamnya.
"Hmm, gitu ya, jadi itu yang membuat mu menangis yona." tanya Sonya lagi. Yona mengangguk-angguk pelan.
"Kenapa kamu bisa berpikir begitu, dan apa yang membuat mu tiba-tiba bertanya seperti itu pada Yovandra."
Yona lalu menunjuk meja di depan kaca tempat Yovandra biasa berkaca, di meja itu ada beberapa barang, seperti handbody, farfum, pelembab, deodorant, minyak rambut dll. yona berfikir kalo itu barang-barang perempuan.
Sonya melihat meja lalu melihat Yona kembali dengan ekspresi bertanya.
Yona pun berkata kembali "itu kan peralatan perempuan, saat melihat itu aku mulai berpikir aneh-aneh, lalu Yovan masuk, barulah aku bertanya." jelas Yona.
"Astaga" suara hati Adriano nggak tahu lagi harus bagaimana, pengen ketawa takut mengejek.
"fix, ketawa dalam hati aja"
Apalagi Regar sudah tersenyum cool, mendengar penjelasan Yona.
Yovan yang mendengar penjelasan Yona langsung berjalan keluar menuju dapur. mengambil air minum di kulkas lalu meminumnya "Bismillah."
Gluk... gluk... gluk...
"Hah...."
Regar pun berjalan menghampiri Yovandra, duduk di sebelahnya dan berkata "Hati perempuan memang unik Yovan, terlihat kuat namun Rapuh, berusahalah memahaminya, sikap tenangmu tadi sudah bagus."
"Terima kasih nasehatnya Pa" jawab Yovandra.
Yovandra lalu mengambil sebotol air minum, dan kembali berjalan menuju kamarnya, Regar tak mengikutinya lagi, dia memilih kembali ke kamarnya.
Hiks.. hiks.. hiks...
Sonya mengusap bahu Yona lembut
"Mama pikir, ini salah paham Yona..."
Yovandra sudah masuk dan berdiri di depan Yona lalu menyodorkan air minum ke depan Yona "minum lah" ucapnya.
Yona lalu mendongak melihat botol air minum dan melihat wajah Yovandra, entah kenapa wajah Yovandra membuatnya merasa ...
Yona mengambil botol air minum itu kemudian meminumnya "Bismillah" Gluk... gluk... hah...
Gluk... gluk...
Yovan yang berdiri di depannya tiba-tiba berjongkok ke arahnya
Hiks... hiks... hiks... Yona Masih sedikit terisak-isak, tapi melihat Yovandra mendekatinya begitu, Yona tersentak melebarkan kedua matanya
"Tenanglah, perempuan itu kau yona, tak ada yang lain di kamar ini." bisiknya di kuping Yona.
Deg... deg... boom...
jantung Yona bernyanyi gembira, pipinya pun merona karena malu dengan pemikirannya sendiri, apa lagi perkataan Yovan barusan benar-benar di luar nalar, sungguh melelehkan hati. membuat Yona terdiam mematung karena sepertinya Yovandra berhasil membuat pikirannya tenang dan lega.
Sambil kembali berdiri Yovandra berkata lagi "jadi, berhentilah menangis Yona salsabila" sambil memasukan kedua tangan ke saku celana kolor panjangnya.
Yovandra saat ini benar-benar mengagumkan juga melelehkan hati
karena sikap santai dan tenangnya itu.
Sonya dan Adriano yang melihat itu kembali tersenyum, Adriano sudah terkekeh sedari tadi, Yovan meliriknya, seketika Adriano menghentikan tawa kecilnya.
"Nah, kan semuanya hanya salah paham, jadi kau tak perlu khawatir Yona, beruntung suamimu itu Yovandra, karena dia anak super tenang" nasehat Sonya sambil menepuk-nepuk pundak Yona pelan.
"Ya sudah mama tinggal ya, yang akur kalian berdua, semua masalah akan selesai jika ada komunikasi, kalian mengerti." mereka berdua mengangguk.
"Hahahaha... Adriano yang sudah berjalan keluar tak bisa lagi menahan tawanya.
Sonya pun ikut tertawa namun tak bersuara, ada-ada saja pikirnya.
Sedangkan Yona masih menunduk malu, atas pikiran buruknya yang aneh-aneh, Yovan masih berdiri di depannya, memandangi Yona dengan tenang, beberapa menit kemudian Yovandra menutup pintu kamarnya, dan berjalan ke tempat tidur.
"Maaf." satu kata keluar dari bibir Yona.
"Hmm" Yovan membalas dengan berdehem saja.
"Aku memang bodoh berpikir... "
belum selesai Yona bicara Yovan sudah menyela
"Tidurlah"
"Eh... Yona tersentak.
"Apa kau takut tidur dengan ku?" tanya Yovan sambil menoleh melihat ke arah Yona.
Yona menggeleng, tapi tak berani melirik Yovandra.
"Bagus."
"Yovandra yang kamu bawa tadi apa?"
*****
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya💜😉😄👍🌟🙏
Joss 🌹🤗 Thor
Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
mari kita saling mendukung kak. thanks.