Kedatangan tamu dari masa lalu telah memicu memori itu muncul kembali.
Ini adalah sebuah pilihan antara dia yang selalu ada atau dia yang selama ini diinginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmdrzcky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Scene 33
Chinatsu menceritakan dirinya. Chinatsu juga bilang kalau dia, Taka, dan Suki sudah saling mengenal sejak SMA, malah dia juga bilang kalau mereka berasal dari daerah yang sama. Chinatsu juga bilang kalau dia sudah mengenalku ketika aku berada di perusahaan tempatnya bekerja.
Karena dalam cerita Chinatsu ada Taka di dalamnya, aku menjadi flashback beberapa tahun kebelakang saat kami masih bersama. Sudah agak lama aku tidak mengunjungi makamnya.
Setelah 20 menit aku menyuruh Fumiko untuk mementorinya untuk urusan ide-ide sementara yang lain sibuk dengan beberapa data yang harus di analisis.
Sepertinya Chinatsu mudah bergaul, dengan sekejap ia bisa akrab dengan semua anggota tim. Sudah bisa dipastikan kalau Chinatsu itu cantik luar dalam.
Jujur saja aku juga terpesona, Pakaian apa pun yang ia kenakan selalu terlihat cocok. Rambut putihnya sangat cocok dengan warna kulitnya, wajahnya putih bersih dan mulus begitu juga tangan, kaki dan lehernya. Bahkan untuk urusan parfum pun terasa menyatu dengan auranya.
Aku sempat berpikir, kenapa dia tidak menjadi model saja. Penghasilan seorang model itu lebih besar daripada harus menjadi seorang pekerja kantoran yang selalu berada dalam tekanan.
Jika dia terpikir untuk menjadi seorang model aku yakin akan banyak agensi yang ingin merekrutnya. Chinatsu akan menjadi model yang mendunia.
“Angkasa, aku ingin berbincang denganmu di jam makan siang”*
“Baiklah. Chinatsu aku juga punya permintaan. Aku ingin kau merahasiakan tentang rasa cintamu padaku dan apa yang telah ku ucapkan padamu. Dalam kantor ini kita hanya teman biasa”* Aku berbisik padanya sepelan mungkin. Kurasa dengan volume suara yang rendah ini tidak akan terdengar oleh mereka, ditambah lagi mereka juga sedang sibuk bekerja.
“Kenapa?”* Chinatsu mengecilkan volume suaranya.
“Semua orang yang di sini mengenal Ayako. Aku pernah membawa Ayako ketika kami berkumpul. Kau juga memiliki nomor Ayako bukan? Jika begitu berarti kau juga mengenalnya. Bagaimana jika nanti Ayako menghubungimu dan mempertanyakan apa yang terjadi diantara kita?”*
“Oh. Baiklah aku mengerti”*
“Sekarang kembalilah pada Fumiko, kau tidak sedang senggang bukan”*
“Okay okay”* Chinatsu kembali pada pekerjaan dan kewajibannya untuk menyerap pengetahuan dari sini sebanyak-banyaknya.
Lalu pada jam makan siang aku dan Chinatsu memisahkan diri dengan yang lain secara diam-diam, kami berada di smoking area.
“Apa boleh aku merokok?”*
“Kurasa lebih baik tidak. Asap yang kau hembuskan pada jarak sedekat ini akan membuat rambut atau bajuku beraroma rokok. Kau mengerti kan kenapa tidak boleh? Percuma kita menyelinap ke sini kalau akhirnya akan ketahuan juga”*
“Ogheyyy… Jadi apa yang ingin kau bicarakan?”*
“Begini Angkasa... Pada awalnya yang ditugaskan kesini adalah Gemintang. Aku tidak suka dengannya. Wanita mesum itu akan selalu berada di dekatmu dan merayu mu. Cukup Ayako saja yang bisa berhubungan denganmu”*
“Lalu bagaimana bisa kau berakhir di sini dan bukan dia?”*
“Oh. Jadi kau mengharapkannya? Maaf ya aku menghancurkan harapanmu untuk selalu bersama dengannya selama 2 minggu”*
“Tidak bukan begitu Chinatsu. Maksudku bagaimana bisa akhirnya kau yang terpilih?”*
“Aku membuktikan kalau aku lebih pantas darinya”*
“Oh… caranya?”*
“Aku bekerja lebih keras dan mendekati atasan”*
“Kau menjadi penjilat?”*
“Kau! Ah… terserah kau mau bilang apa yang penting caraku berhasil”*
“Terkadang kau bisa menjadi anak kecil juga ya Chinatsu”* Aku menggodanya, menatap matanya dalam-dalam.
“Bodoh. Aku juga memiliki sisi egois”* Pipinya sedikit memerah.
Aku menyuruh Chinatsu menunggu sebentar lalu membelikan minuman bersoda untuknya. Entah ia suka atau tidak dengan minuman itu, aku hanya asal pilih saja. Chinatsu menerimanya minuman yang kuberi.
Aku membuka minuman kaleng lalu bertanya padanya “Chinatsu, apa kau belum menyerah untuk mendapatkan ku? Kenapa kau melakukan itu? Kau tadi melihat Benimaru kan? Kurasa ia jauh lebih baik dariku dan lebih pantas untuk bersanding denganmu”*
“Sampai saat ini tentunya aku tidak menyerah. Kau tidak memberikan sedikit pun kesempatan untukku ya”*
“Ya bukannya begitu sih. Ayako adalah orang yang menambal lubang hatiku, Ayako yang mengisi kehampaan dalam hidupku, Ayako juga yang selama ini mendukungku. Apa kau yakin ingin bersaing dengannya?”*
Chinatsu menunduk sambil memegang minuman kaleng itu dengan kedua tangannya “Kemungkinan aku bisa mencuri hatimu dan menggantikan dia yang kini berada dalam hatimu adalah NOL. Tapi itu tidak akan membuatku menyerah. Aku juga pernah bilang kan kalau aku tidak perlu mendapatkan balasan darimu. Cukup seperti ini juga aku sudah bahagia. Tapi sekarang aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mencuri hatimu karena Taka di atas sana sedang mendukungku. Apa kau keberatan?”*
“Lakukan sesukamu saja, itu adalah hak mu. Batas waktumu adalah sampai H-1 pernikahanku dengan Ayako. Jika suatu saat nanti aku menikah dengannya, maaf aku harus menyuruhmu untuk menyerah mendapatkan hatiku. Kau mengerti?”*
“Tentu saja"*
Aku kembali meneguk minuman kaleng yang sedang ku genggam. Minuman yang berkarbonasi ini membuat mulut segar, apalagi ketika cuaca saat ini sedang panas-panasnya.
“Angkasa. Jika kau bertemu denganku lebih awal, Maksudku sebelum kau bertemu dengan Ayako… Apa kau akan mencintaiku?”*
“Mungkin saja, jika kau bisa mengobati luka dalam hatiku”*
Chinatsu terheran, mungkin karena dari tadi hanya membahas tentang luka hati saja. Akhirnya ia bertanya “Apa maksudmu dengan luka itu? Apa sangat menyakitkan sampai kau tidak bisa memulihkan dirimu sendiri?”*
“Ya begitulah”*
“Siapa yang bisa membuatmu seperti itu? Hebat sekali dia”*
“Aku tidak akan mengatakannya padamu”*
Chinatsu kesal dengan kalimatku, ia sedikit memaksa.
“Ayolah katakan siapa orang itu”*
“Kelak kau mungkin akan tahu tapi itu hanya kemungkinan saja. Aku belum menceritakannya pada siapa pun, yang mengetahui masalahku hanya orang-orang yang di Indonesia. Hm… sepertinya begitu sih, kalau tidak salah aku juga tidak pernah menceritakannya. Bahkan Suki, Taka, dan Ayako juga tidak tahu”*
“Jadi ini adalah Top Secret?”*
“Ya begitulah. Itu semua terjadi karena aku membuat pilihan yang buruk. Sudahlah ayo kita kembali, semuanya akan curiga kalau kita pergi terlalu lama”*
“Apa kau akan menceritakannya pada seseorang?”*
“Kurasa tidak, tidak pada orang yang mengenal Ayako”*
“Boleh aku mencari tahu?”*
“Sebaiknya jangan. Jangan kau menggali kenangan ku lebih dalam lagi, aku tidak ingin membuat kenangan ini kembali muncul. Di bayang-bayangi masa lalu akan membuat manusia kesulitan untuk melangkah maju. Sudahlah ayo”*
Kami kembali ke ruangan, tentunya tidak bersamaan. Kami membuat sebuah rencana dan alibi terlebih dahulu agar tidak ketahuan.
semangat kaka
mampir ceritaku juga ya 🙏
Rocky hadir disini bawa Like 😊😊
aah angkasa kok kamu mengkhianati ayako sih 😭😭😭
first impression : sukak 😍
semangat 💪💪