Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.
Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.
Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.
Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keras Kepala
''Kalau dia benar-benar meminta kamu kembali, apa yang akan kamu lakukan?'' tanya Afgan, pertanyaan yang tidak masuk akal membuat Alisya seketika langsung memukul bahu kokohnya.
Plak ...
''Argh ... Sakit, sayang ...'' ringis Afgan mengusap bahunya.
''Lagian pertanyaan kamu itu gak masuk akal banget si? pertanyaan macam apa itu?'' tanya Alisya dengan suara nyaring.
Afgan memasukan jari kelingkingnya ke dalam telinga lalu memutarnya pelan, suara Alisya benar-benar memekikkan telinganya.
''Suara kamu itu, ya ampun merdu banget si?'' ucap Afgan, membuat Alisya seketika mengerucutkan bibirnya.
''Merdu apa nyaring?''
''Seperti itulah kira-kira, merdu dan nyaring, padahal tahun baru masih lama lho, tapi terompetnya udah bunyi aja.''
Plak ...
Alisya kembali memukul bahu sebelah kiri.
''Iya-iya, ampun, sayang. Cintaku, istriku, tubuh kecil kamu ini tenaganya kuat juga, sakit tau ...''
''Lagian kamu ini, nyebelin banget si.''
''Ya udah maaf, tapi kamu ko gak jawab pertanyaan aku tadi?''
''Pertanyaan yang mana?''
''Apa di hati kamu masih tersisa perasaan untuk dia, si Vincent?'' tanya Afgan seketika memasang wajah serius.
''Aku sudah lama mengubur perasaan itu, menguburnya dalam-dalam sampai ke inti bumi hingga perasaan itu benar-benar tidak bersisa lagi di hati aku, sungguh ... Hanya kamu satu-satunya laki-laki di hati aku, laki-laki yang aku inginkan untuk selalu berada sisiku menemani sampai kita tua nanti.''
''Meski pada awalnya kamu hanya menjadi suami pengganti, tapi sekarang kamu telah benar-benar menjadi suami yang sesungguhnya buat aku. Aku cinta kamu, Abang ...'' lirih Alisya, padat dan berisi membuat Afgan benar-benar tersanjung sekaligus bahagia mendengarnya.
''Makasih, sayang. Aku gak akan merasa ketakutan lagi mulai sekarang, Aku juga mencintaimu terompet tahun baruku ...'' lirih Afgan mengecup kecil bibir mungil sang istri, lalu memeluk tubuhnya erat.
🍀🍀
Sementara itu, Vincent menunggu kedua orang tuanya dengan perasaan tidak sabar. Dia memang sengaja meminta mereka untuk datang ke rumah kakaknya agar bisa mengatakan prihal keinginannya untuk mengembalikan wanita yang seharusnya dia nikahi satu tahun yang lalu.
Pemuda berusia 29 tahun itu nampak berjalan mondar-mandir di ruang tamu, tidak sabar menunggu kedatangan ayah serta sang ibu, sampai akhirnya dia pun mendengar suara mobil berhenti di garasi dan dia pun segera berlari menghampiri mereka berdua.
''Gimana, Dad? apakah Kakak bersedia mengembalikan Alisya kepadaku?'' tanya Vincent sesaat setelah ayahnya keluar dari dalam mobil.
''Kita bicara di dalam,'' jawab sang ayah datar.
Vincent pun mengikuti ayahnya dari arah belakang.
''Duduk ...'' pinta sang ayah sesaat setelah mereka tiba di ruang tamu.
''Dad ...! aku sungguh menyesal telah meninggalkan Alisya dulu, aku ingin dia kembali sama aku, kenapa Daddy menyuruh kakak menikahi dia? kenapa pernikahan itu tidak dibatalkan aja,'' rengek Vincent.
''Daddy juga menyesal karena telah melakukan hal itu, jika tau akhirnya akan seperti ini seharusnya Daddy berfikir dua kali untuk menikahkan mereka. Tapi tetap saja, semuanya salah kamu, kenapa dulu kamu pergi begitu saja? kabur di hari pernikahan kami sendiri, hah ...?''
''Aku minta maaf, Dad. Aku sungguh menyesal ...''
''Penyesalan kamu gak ada gunanya, semuanya terlambat. Lebih baik kamu cari wanita lain, dan jangan ganggu rumah tangga mereka,'' jawab sang ayah lembut.
''Nggak ... Aku gak mau. Kenapa Daddy lebih memihak kak Afgan dari pada aku? aku putra bungsu Daddy, pokoknya aku akan mengambil kembali wanita yang memang sudah menjadi milik aku dari awal, aku gak akan pernah menyerah, sampai kapanpun Alisya itu milikku, Dad.''
''Ada banyak wanita di luaran sana yang pasti mau sama kamu, Vincent. Kamu tampan, kaya, putra Daddy, kamu cari wanita lain, dan Daddy akan siapkan pernikahan mewah dan megah buat kamu.''
''Aku gak mau, aku hanya ingin Alisya, hanya wanita itu yang aku inginkan, Dad.'' Tegas Vincent membuat Abraham sang ayah mengelus dada kasar.
''Vincent, putra Mommy.'' Sang Ibu yang sedari hanya menyimak pun akhirnya ikut membuka suara.
''Apa lagi, Mom? Mommy juga mau memihak sama Kak Afgan?''
''Kami gak memihak siapapun, Vinc. Tapi di sini kamu memang salah, apa iya Mommy harus memaksa kakakmu untuk mengalah dan menyerahkan Alisya yang sudah sah menjadi istrinya kepada kamu? Alisya bukan barang yang bisa kamu buang dan kamu ambil seenaknya.''
''Aku gak peduli,'' ketus Vincent.
''Oke, kalau kamu keras kepala. Daddy gak akan ikut campur lagi kalau gitu. Lagipula Alisya dan kakakmu sudah saling mencintai sekarang, dan rumah tangga mereka sudah terjalin bahagia. Kalau kamu masih bersikukuh dengan keinginan kamu, silahkan ambil Alisya kalau bisa, ikatan cinta mereka tidak akan mudah digoyahkan, dan kamu harus menyerah dan mengaku kalah, kalau Alisya sudah benar-benar menolak kamu pada akhirnya.''
Vincent terhenyak seketika, mendengar bahwa Alisha mencintai kakak kandungnya membuat hati Vincent merasa teriris. Dahulu, wanita itu begitu mencintai dirinya, begitupun sebaliknya, dan Vincent sama sekali tidak menyangkan bahwa rasa cinta Alisya kepadanya begitu dangkal dan mudah tergantikan oleh kakaknya yang bernama Afgan.
'Aku tidak menyangka kalau apa yang kamu ucapkan dulu ternyata bohong semua. Sekarang kamu dengan begitu mudahnya mencintai Kak Afgan, aku tau aku memang salah. Tapi tetap saja, aku gak rela melihat kamu bahagia dengan laki-laki lain, meskipun laki-laki itu adalah kakak aku sendiri,' ( Batin Vincent )
''Vincent, kamu harus janji sama Daddy kalau kamu akan menyerah jika Alisya menolak kamu.'' Pinta sang ayah.
''Aku tidak akan berjanji apapun, Dad. Pokoknya aku akan menjadikan Alisya milikku lagi, apapun yang terjadi,'' jawab Vincent membuat kedua orangtuanya semakin merasa pusing.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️