Evan adalah anak hasil dari hubungan gelap ibunya dengan seorang pengusaha sukses bernama Devano Mahendra. Setelah ibunya meninggal karena ditabrak,, Evan terpaksa harus tinggal bersama keluarga ayahnya yang tidak lain adalah tinggal bersama ibu tirinya dan juga saudara tiri laki-lakinya.
Tinggal bersama ibu dan saudara tirinya Evan selalu mendapatkan siksaan,,, dia memiliki tetangga bernama Serli yang juga bernasib sama dengan dirinya yaitu anak dari hasil hubungan gelap dan mereka pun menjadi teman. Serli juga sering disiksa oleh ibu tirinya dan juga saudara tiri perempuannya.
Suatu malam,, saat Evan di kejar dengan ibu tirinya dia dengan terpaksa melompat ke sungai,,, dan semua orang mengira dia sudah meninggal tetapi dia masih tertolong,,, beruntung ada saudara ibunya yang menolong dirinya dan juga merawat dirinya hingga dewasa.
Dia kembali setelah menjadi pengusaha sukses,, Evan mengganti namanya menjadi Stevan.Tujuan utama dia untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti dirinya. Dan pada saat itu dia kembali bertemu dengan teman masa kecilnya yaitu Serli. Wanita yang sebenarnya dia tidak ingin temui tapi juga dia rindukan.
Bagaimana pertemuan mereka?
Bagaimana pembalasan dendam Stevan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena dia ini Evan,,,
Serli dan Stevan sedikit terkejut begitu mendengar permintaan Diandra,, sementara Dimas sudah biasa saja karena dia sudah sangat tau sifat Diandra.
"Stevan gimana,, kamu mau nggak? dia itu pengganggu banget Stevan,," ucap Diandra lagi.
"Tapi kak.." ucap Serli menggantung karena ucapannya sudah dipotong duluan dengan Diandra.
"Diam Serli,," bentak Diandra kesal.
Serli pun langsung terdiam begitu mendengar bentakan Diandra.
Kenapa sih kak Diandra tidak menyadari sedikit pun kalau pria ini tuh pria jahat nggak baik buat kak Diandra,, batin Serli.
"Jadi gimana Stevan,, kamu mau atau nggak?" ucap Diandra lagi dengan memasang wajah super kesalnya.
"Aku akan tetap mengikuti kemauan kamu Diandra,, kalau kamu maunya seperti itu yah nggak apa-apa,, turunkan saja dia,," ucap Stevan dengan santainya.
Serli langsung melihat tidak suka pada Stevan.
Pasti dia sengaja melakukan ini karena dia ingin bebas untuk membuat kak Diandra jatuh ke dalam genggamannya,, aku nggak boleh sampai membiarkan hal itu terjadi,, batin Serli sambil melihat Stevan yang tampak duduk tenang.
Diandra langsung tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Stevan.
Hmmm pria mana yang bisa menolak permintaan aku,, aku wanita yang spesial,, sekarang Stevan mau mengikuti kemauan aku,, hmmm nggak sia-sia aku cantik dan pintar,, pasti akan sangat mudah untuk selanjutnya kalau sudah seperti ini,, batin Diandra dengan perasaan bahagianya.
"Tunggu apalagi,, Dimas ayo hentikan mobilnya turunkan anak haram ini yang sejak tadi hanya menganggu saja,, aku tau kamu pasti mau menggoda Stevan makanya kamu banyak tingkah sejak tadi,, dasar nggak tau diri lebih baik kamu turun dan pulang ke rumah untuk berkaca,, lihat baik-baik dirimu itu yang tidak pantas untuk siapapun anak haram," ucap Diandra kesal.
Serli tampak menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Diandra,, sejujurnya hati Serli benar-benar terasa sakit begitu mendengar ucapan Diandra,, tapi dia tetap tidak akan membenci Diandra yang sudah dia anggap sebagai kakak meskipun Diandra tidak menganggap dia adik,, dan Serli hanya ingin Diandra tidak berhasil didapatkan oleh Stevan.
"Aku nggak mau turun,, aku mau ikut,," ucap Serli yang tiba-tiba berani pada Diandra hanya karena ingin melindungi Diandra.
"Dasar nggak tau malu yah kamu Serli,, kamu nggak dengar kata Stevan? atau kamu pura-pura tuli?" ucap Diandra yang sudah benar-benar kesal pada Serli namun dia tidak bisa memberikan pelajaran pada Serli karena dia duduk di depan.
"Aku dengar kok dan justru itu aku ingin ikut,, percaya sama aku dia ini pria nggak baik,, aku hanya ingin melindungi kakak saja," ucap Serli lagi-lagi.
"Sudahlah Diandra nggak apa-apa Serli ikut,, nggak usah turunkan dia,, kasihan tau," ucap Dimas juga yang memutuskan untuk membela Serli karena tidak mau hanya jalan bertiga saja.
"Oh jadi kamu belain dia juga Dimas?" ucap Diandra sambil melihat Dimas,, sementara Stevan hanya diam sambil memandang penuh kebencian pada Dimas.
"Nggak kok,, aku hanya kasihan saja pada Serli kalau diturunkan di jalan seperti ini,," ucap Dimas sambil melirik sebentar ke arah Diandra yang sedang kesal lalu kembali fokus menyetir mobilnya.
"Tapi dia juga tidak ada gunanya kalau ikut,, dia hanya menjadi pengganggu saja,, ayo turunkan dia Dimas,," ucap Diandra lagi.
"Aku nggak mau kak,, lagian kakak jangan suka sama Stevan,, karena dia ini Evan teman masa kecil aku," ucap Serli yang lagi-lagi membuat Dimas menghentikan mobil secara mendadak.