NovelToon NovelToon
Suamiku Adalah CEO

Suamiku Adalah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.2
Nama Author: enaldi

entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

RONI

“Saya

masuk duluan ron, kau parkirkan dulu mobil. Nanti kau menyusul”

“siap

pak bos”

Akupun

segera memarkirkan mobil setelah pak bos keluar dari mobil dan masuk kedalam

restaurant lebih dulu. Setelah memarkirkan mobil, aku bergegas menyusul pak

bos. Karna terburu buru aku tidak sengaja menabrak seorang wanita yang berjalan

keluar dari restaurant.

“Auuuu,

sial” wanita itu mengadu kesakitan ketika terjatuh.

“maafkan

saya nona, saya tidak sengaja” ucapku dengan mengulurkan tangan untuk

memabntunya berdiri. Namun dia menepisnya dan berdiri sendiri tanpa bantuanku.

“bapak

punya mata gak sih, kalau jalan itu liat liat, bapak pikir ini jalanan kakekmu”

“hei

nona, saya ini masih muda bukan bapak bapak. Bisakah kau memanggilku yang lebih

pantas” kataku sedikit emosi

“hellow,

ngaku muda tapi mata udah gak berfungsi. Lagian ya sebutan bapak lebih

mandingan dengan wajaah anda yaang sudah seperti om om”

“kau”

tunjukku

“apa?

Gak terima, sana ngadu sama mamamu. Anak manja” wanita itu lagi lagi membuatku

tambah emosi dengan ucapannya. Beberapa pasang mata kini memperhatikan kami

berdua.

“kau,

dasar wanita tua gila” kataku mengejek

“apa

matamu sudah rabun, wanita secantik ini kau bilang tua. Sebaiknya bapak

memeriksakan mata didokter hewan” beberapa orang tertawa mendengar perkataan

wanita ini, dia benar benar gila.

Dia

terus menatapku tajam dengan berdecak pinggang, tapi kalau diperhatikan dari

atas sampaai bawah dia terlihat cantik. Merasa diperhatikan diapun langsung

menginjak kakiku dan aku langsung berhenti memperhatikannya.

“hei om

om mesum, apa yang kau lihat. Ha’ “

Dengan

sedikit menunduk aku membisikkan sesuatu “kamu

memang cantik, tapi dadamu kurang besar”

lalu

meninggalkannya yang berdiri mematung.

“dasar

om om mesum gila” teriaknya dengan penuh amarah. aku bisa membayangkan bagaimana

wajahnya sekarang.

Aku

melangkah lebih cepat memaasuki restaurant, waktuku terbuang banyaak hanya

karena seorang wanita.dari jauh aku sudah melihat pak bos sendirian sedang

duduk memainkan ponselnya, aku berjalan dengan cooll menghampiri pak bos dan duduk disampingnya.

“kenapa

kau lama sekali memarkirkan mobil?” tanyanya padaku.

“sorry

pak bos, tadi ada harimau betina mengamuk didepan dan itu sangat menghambatku?”

ucapku dengan mengambil minum yang sudah dipesan pak bos untukku.

“harimau

betina?”

“iya pak

bos, harimau betina yang sangat galak. Dan pak bos tau harimau betina itu cukup

cantik”

“tererah

kamulah ron, semua wanita yang kamu temui semua kamu bilangin cantik. Tapi aku

perhatikan tak ada satupun dari mereka yang mau denganmu”

“yaelah

pak bos, bukan mereka yang gak mau denganku. Tapi aku yang tidak mau dengan

mereka”

“benarkah?”

tanya pak bos dengan menaikkan alisnya.

“tentu

saja pak bos, mana ada yang tidak terpikat dengan pesona roni” ucapku percaya

diri

“lihatlah

pak bos, wanita yang ada didalam retaurant ini mereka terus memperhatikanku

dengan tatapan kagum” lanjutku .

“Apa kau

yakin mereka memperhatikanmu?”

“tentu

saja, mereka........” ucapanku terhenti karna teriakan histeris seorang wanita

“aaaahhh itukan alexander, CEO tampan yang terkenal itu”

“iya benar, dia tampan sekali mau dong jadi istrinya”

“hehehehehe,

Cuma pesona pak bos yang bisa mengalahkan pesona roni”

Mendengar

perkataanku pak bos hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memainkan

ponselnya.

Selang beberapa

lama orang yang ditunggu pak bos pun datang siapa lagi kalau bukan Om Mark,

papahnya pak bos.

“selamat

siang Om” sapaku setelah om mark duduk dihadapan pak bos. Aku biasa memanggil

papahnya pak bos dengan sebutan om karna permintaan pak bos sendiri yang sudah

menganggapku sebagai keluarganya.

“siang

ron, bagaimana kabarmu ron?”

“baik

om, om sendiri gimana kabarnya? Ucapku balik menanyakan kabar.

“ya

seperti yang kamu lihat sekarang ro, tetap sehat dan tetap..”

“TAMPAN”

kataaku bersamaan dengan om mark dengan sedikit tertawa, itu adalah kebiasaan

kami berdua ketika bertemu.

“ada apa

mengajakku bertemu disini?” sahut pak bos yang menghentikan tawa kami berdua

“lihatlah

ron, pak bosmu itu tidak bisa meelihat orang lain tertawa”

“iyya

om, selera humor pak bos Cuma 0,05%” karna ucapanku pak bospun mnataapku tajam.

“hhehehehe,

ampun pak bos roni Cuma bercanda”

“diamlah”

tukasnya.

“sudah

sudah, papah pesan makan dulu son. Setelah papa makan siang baru papah

bicarakan apa yang ingin papah sampaikan padamu”

“apa  sudah pesan makanan ron?”lanjutnya

menawariku.

“sudah

om, ini didepan saya om tadi dipesaankan pak bos” jawabku

“ok

baiklah”

Om markpun

memangggil pelayan dan memesan makanan, sambil menunggu pesanan om mark datang

kami berduapun mengobrol sekedar bercaanda dan hal itu tidak pernah membuat pak

bos tertarik bergabung dengnan candaan kita berdua.

1
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍💪
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih
Siska Nashiva
lanjut...ceritanya seru
Royhan Alfan
lanjutkan donk
Royhan Alfan
+6282232387838
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!