Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymon
Sebelum kita mulai membaca jangan lupa tinggalkan tanda Cinta😘 kalian buat Author. Vote, Like and Coment jika kalian suka ceritanya. Makasih, Author sayang kalian🙏😍😘
____
Seperti yang sudah mereka bahas semalam. Hari ini Daffa dan Audry sudah berada dibandara menuju pulau penuh cinta. Disana sudah hadir juga kedua orang tua mereka.
"Sayang, kok cemberut sih?" Bisik bunda Riana ditelinga Audry agar yang lain tak mendengar.
"Audry ngak mau pergi liburan bunda." Rengeknya dengan berbisik pula ditelinga bundanya.
"Jangan gitu donk sayang. Liat kedua mertua kamu." Tunjuk bunda Riana pada kedua besannya itu. Audry pun menengok kearah yang ditunjuk bundanya. Disana ayahnya dan kedua mertuanya tengah berbincang sambil tertawa dan Daffa yang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Mereka sangat bahagia dengar kalian mau honeymon. Terutama mama mertua kamu." Sambung bunda Riana. Beliau menatap putrinya yang saat ini bergelayut manja dilengannya.
"Tapi bunda juga ikut ya sama Riry liburan." Rengeknya lagi. Buset dah, mana ada ceritanya honeymoon bawa bawa ibu? 😬
"Hahaha.. sayang mana bisa begitu." Ucap bunda Riana tak mampu menahan tawanya. Semua mata tertuju pada keduanya.
"Ish.. Bunda pelan pelan ngomongnya."Ucap Audry dengan nada merengek seperti anak kecil.
"Maaf sayang.... Habis kamu lucu banget. Mana ada orang honeymoon bawa bundanya.. hahaha." Ucap bunda Riana yang lagi lagi tak mampu menahan tawanya.
"Ih bunda. Riry bilang jangan keras keras." bisik Audry pada bundanya.
"Hmm... Sampai kapan mau peluk bundanya. tuh pesawat kalian udah mau berangkat." Ayah Danu berdehem pelan untuk menghentika bisik bisik tetangga antara kedua istri dan putrinya.
Setelah saling peluk cukup lama dengan bunda dan juga ayahnya. Audry pun pamit pada kedua mertuanya. Karena pesawat mereka akan lepas.
¤¤
Sesampainya ketujuan.
Daffa sudah memesan kamar untuk mereka berdua. Meskipun ada sedikit cekcok diantara keduanya mengenai pemesanan kamar.
"Kenapa cuma pesan satu kamar?!" Protes Audry saat mereka sampai dikamar.
"Perasaan kita kesini cuma berdua."Ujar Daffa santai. Membuat Audry mendengus kesal.
"Malam ini elo tidur disofa!."Ucapnya ketus. Kening Daffa tertaut.
"Kenapa aku harus tidur disofa?" Ucapnya bingung. Audry mencebik.
"Ngak mungkinkan elo tidur dikasur sama gue?!" Ucap Audry.
"Kenapa nggak mungkin? Kitakan sudah menikah." Ucap Daffa santai. Audry mendengus sebal mendengar jawaban Daffa.
"Ck. Gue bukan cewek gampangan kaya semua cewek yang elo pacarin!" Ucap Audry penuh emosi.
"Emang kapan aku ngomong kaya gitu?" Ujar Daffa masih dengan nada santainya. Ia bahkan berjalan kearah tempat tidur dan berbaring disana. Membuat Audry semakin kesal.
"Daff, kok elo malah tidur dikasur sih?!" Teriak Audry kesal. Menarik tangan Daffa agar bangkit dari tempat tidur.
"Apalagi sih Hon?" Ucap Daffa.
"Ngomong ngomong. Kayanya kamu harus dihukum deh supaya berhenti manggil aku dengan sebutan ELO." Ancam Daffa sambil menyeringai. Ia bahkan sengaja menekan kata elo diakhir kalimatnya.
"Ma-maksud elo?" Ucap Audry gugup. Bagaimana tidak gugup. Kalau Daffa tiba tiba duduk dan menyeringai mematap Audry. Daffa tak menjawab ia semakin mendekat kearah Audry.
"E-elo mau apa?"Ucap Audry semakin gugup. Ia bahkan sudah mulai memundurkan posisi duduknya hingga terpojok kepala ranjang.
"Menurut mu?" Ucap Daffa semakin menyeringai. Ia semakin mengikis jarak diantara mereka. Hingga Audry memejamkan matanya.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan