Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Kemarahan ku memuncak kali ini...
Aku lupa bahwa aku memiliki adik yang harus ku lindungi juga.
Aku pikir Ayah akan memperlakukan Marco dengan baik karna dia penerus keluarga Duke.
Ternyata aku harus mendengar kabar bahwa Marco jatuh sakit karna di pukuli oleh Ayah.
Dan itu hanya karna Marco tidak mendapatkan nilai sempurna saat belajar dengan gurunya.
Aku bisa gila kalau begini!!
Lili tak bisa ku percaya karna dia mata-mata ayah.
Untung saja Felix ternyata meletakkan orang-orang nya di mansion ku.
Yahh....walaupun aku sedikit kesal juga pada Felix karna itu artinya selama ini Felix mengintai ku juga.
Aku dengan segera menuju ruangan Felix.
'' Apa kamu sibuk?'' tanya ku
'' Ehm..sedikit..apa ada masalah?'' kata Felix
Aku pun duduk di sofa,...
Felix juga yang tadinya duduk di kursi kerjanya langsung berpindah menghampiri ku.
'' Apa kamu sudah tau apa yang dilakukan ayah pada adik ku?'' tanya ku
'' Ehm'' kata Felix mengangguk
'' Sudah berapa lama?'' tanya ku
'' Setelah Anak kita lahir...'' jawab Felix
'' Astaga.....'' kata ku
Aku bahkan tak dapat berkata apa-apa lagi.
Ternyata Duke Louis lebih buruk dari yang ku pikirkan.
'' Kenapa kamu gak bilang sama aku?!'' tanya ku sambil menahan marah
'' Karna Duke juga sedang mengusik mu,.aku hanya bisa meletakkan beberapa pelayan untuk mengobati dan menjaga Marco.'' jawab Felix
Suasana hening beberapa saat...
'' Aku harus bagaimana sekarang....? aku yang telah membawa nya...hiks hiks..'' tangis ku pecah
Felix memeluk ku....
'' Jalan satu-satunya adalah dia harus kuat'' kata Felix
Aku melepas pelukannya...
'' Tapi gimana kalau Ayah gelap mata lalu membunuh nya??'' kata ku dengan khawatir
'' Aku akan meletakkan ksatria bayangan untuk melindunginya.'' kata Felix
'' Itu bagus....'' kata ku mulai lega
'' Apa kamu gak pernah mendapat surat darinya selama ini?'' tanya Felix
Aku menggelengkan kepala...
'' Oh iya...aku lupa bilang pada mu. Lili adalah orang suruhan Ayah. Jadi mungkin Marco telah menyadari hal itu sekarang,jadinya dia tak memberitahu ku agar aku aman. Dia anak yang cepat tanggap,jadi dia pasti sudah paham situasi di sana.'' kata Ku
'' Ya sudah..berarti jalan satu-satu nya saat ini hanya bisa seperti itu sampai Marco tumbuh dengan kuat. Aku akan memerintahkan ksatria bayangan mengajarinya keahlian berpedang'' kata Felix
'' Makasih Felix...'' kata ku sambil memeluknya
💐💐💐💐💐💐
Saat ini pikiran ku terpecah-pecah...
Rasanya belum tenang jika memikirkan keselamatan Marco.
Walaupun Felix langsung bertindak tapi hati ku tetap saja tidak tenang.
Ayah pintar sekali memakai kelemahan ku...
Tak bisa menyentuh Arien,kini dia beralih pada Marco.
Pantas saja Estelle selalu merasa tertekan jika melihat ayah nya.
Ini bukan lagi perasaan ingin di sayang oleh seorang ayah,tapi lebih ke frustasi dan kekesalan dalam hati.
Mengingat saat kecil dia hanya bisa di dalam kamar setiap hari...pantas saja dia sering diam-diam kabur ke pusat kota.
Dan juga dia sangat senang bertemu Keira di alur aslinya.
Itu karna dia kesepian...
Bahkan kemungkinan terburuk nya adalah...
Dia yang menginginkan kematian itu...!!
'' Yang Mulia...wajah anda tampak pucat sekali..apa perlu saya panggilkan dokter?'' tanya Reca
(aahh aku terlalu larut dalam pikiran ku...)
'' Ya..kepala ku sedikit sakit.'' kata ku
'' Ibu sakit?'' tanya Irene
Aku mengangguk
'' Bisakah Irene pergi ke kamar bersama Nina? Ibu ingin istirahat..'' kata ku
'' Baik bu...'' kata Irene yang langsung beranjak keluar bersama Nina.
UHUK..UHUK
Aku batuk darah..
'' YANG MULIA..!!'' teriak Reca langsung memberikan sapu tangannya
'' Tenanglah Reca...kamu bisa membuat seluruh istana ini tau.'' kata ku sambil mengelap darah di bibir dan tangan ku
Reca terlihat sangat khawatir...
' Jangan ada yang tau tentang sakit ku...kamu mengerti kan?'' kata ku
'' Iya Yang Mulia...'' kata Reca
'' Antar aku ke kamar...'' kata ku
Kami pun pergi ke kamar seperti tak ada yang terjadi..
Aku menyadari bahwa dinding istana ini sangat tipis...
Gerak-gerik ku akan menjadi santapan para bangsawan bahkan Duke Louis.
Sesampainya di kamar,aku meminta teh hangat.
Setelah meminumnya,aku meminta Reca meninggalkan ku.
Cukup sulit meyakinkannya karna dia khawatir pada ku,tapi aku mengatakan bahwa aku ingin tidur sejenak.
Sepertinya tubuh ini akan selalu sakit ketika isi otak ku melebihi kapasitas.
Tak ada yang bisa ku lakukan saat ini...
Hanya tidur hingga energi ku pulih kembali..
Semoga saja dalam mimpi pun aku gak berfikir,,,akan gawat jika itu terjadi.
Bisa-bisa nih jiwa sama tubuh sama-sama oleng...
Lama aku tertidur...
Dan ketika aku bangun kamar ini sudah gelap.
Sepertinya ini malam....
Ku lihat ke samping...Tak ada Felix.
'' Kemana dia? apa belum selesai bekerja..?'' guman ku
Aku bangun dan mengganti pakaian ku,lalu keluar kamar mencari yang bisa ku tanyai.
Tak ada seorang pun..
Ini tengah malam,semua orang pergi untuk tidur sekarang.
Aku berjalan menyusuri lorong istana...
Ini tampak seram...
Bahkan para pengawal juga gak kelihatan.
Aku berjalan dan berakhir di depan ruangan Felix. Terdengar samar-samar orang sedang berdiskusi. Tapi ini kan sudah larut malam...
Dengan siapa Felix berbicara..?
" Ini tak bisa di tunda Yang Mulia...!" suara laki-laki
" Benar Yang Mulia..anda harus bertindak sekarang...." sahut yang lain
" Aku tau...tapi sekarang sutuasi nya berbeda...." Felix
( apa ini?? mereka membicarakan sesuatu yang penting?)
Aku hanya diam berdiri di depan pintu...
" Tapi anda juga harus memikirkan Negara ini Yang Mulia..."
" Aku tau...." Felix
" Kami tau bahwa tindakan kita ini akan menyakiti Ratu,..tapi anda harus mengambil keputusan secepatnya.''
( menyakiti ku??)
" Jangan sekarang...dia sedang sakit." Felix
" Jangan bilang kalau Yang Mulia telah benar-benar jatuh cinta pada Ratu??"
" Bukan seperti itu...." suara Felix menyangkal
Jantung ku berdebar!
Tanpa ku sadari air mata mengalir di pipi ku..
Apa ini??
Apa artinya Felix gak mencintai ku dari awal??
Bahkan sampai sekarang??
Aku berbalik menuju kamar ku,hati ku tak kuat mendengar percakapan itu.
Dengan kaki yang tak beralaskan sendal aku berlari menuju kamar.
Aku masuk ke kamar mandi dan menghidupkan keran.
Aku terduduk di lantai dan menangis..
Ya Tuhan...bagaimana ini??
Aku gak tau mana yang benar dan mana yang salah di depan ku...
Bahkan Suami ku sendiri pun tak bisa ku percaya??!
Kenapa??
Apa salah ku hingga aku harus menerima semua ini??
Lalu pada siapa aku harus bersandar??
Ayah yang jahat...
Suami yang berbohong...
Para pelayan yang menjadi mata-mata...
Ini benar-benar luka yang gak bisa lagi aku ucapkan dengan kata-kata...
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️