Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?
episode 35
"Karena kondisi aluna masih belum memungkinkan untuk kembali ke kota A maka gue yang akan pulang dulu kita tidak bisa membiarkan perusahaan begitu saja. " lucas angkat bicara.
"Baik itu ide bagus " jawab aiden. Aluna menoleh cepat kearah aiden sambil mengerutkan keningnya.
"apa? " tanya aiden aluna menggeleng.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Kini lucas sudah mulai bersiap untuk pergi ke bandara dengan diantar oleh sopir. aluna dan aiden kini mengantar lucas sampai pintu vila.
"Gue pergi dulu" pamit lucas. Aluna mengangguk
"oke, hati hati" jawab aluna hal itu membuat aiden cemburu.
"Udah sana lo pergi" usir aiden.
"Lo ngusir gue"lucas menunjuk dirinya sendiri. Aiden hanya diam sambil merangkul bahu aluna, lucas yang melihat itu hanya geleng geleng kepala ternyata aiden sudah se cemburu ini, aiden tidak lagi harus menahan dirinya untuk tidak bertindak.
Setelah kepergian lucas, aluna mengekori aiden kemana saja seperti anak ayam yang mengekori induknya hingga tiba-tiba aiden berhenti mendadak yang membuat aluna menabrak punggung aiden
Bugh...
" ah.. Gila apa ni punggung atau tembok keras amat"gerutu aluna sambil mengusap hidungnya ia tidak menyadari jika aiden sudah berbalik menghadapnya yang mengomel.
"Ehm" aluna yang mendengar deheman dari aiden pun langsung mendongak, dia cengir kala aiden menatapnya tajam.
"Ada apa? " tanya aiden.
"Em.. Semalam lo udah janji kalau gue udah sembuh gue boleh minta apa aja sama lo" ucap aluna menggoyang goyangkan baju aiden. Mendengar itu aiden tersenyum seringai. Lalu aiden pura pura mengingat.
"Emm.. Apa ada aku bilang seperti itu" pikir aiden aluna langsung melongo.
"Bukannya lo udah janji masa di ingkari " cemberut aluna.
"Aku tidak ada bilang tuh" hal itu membuat aluna syok sampai membeku aiden yang melihat reaksi aluna merasa lucu itu langsung meninggalkan aluna.
"Eh, den, tidak bisa begitu" seketika aluna tersadar aiden tidak ada ditempat langsung mengejar aiden, dari belakang aluna sudah lari setelah jaraknya sudah dekat dengan aiden aluna langsung baik ke punggung aiden, hal itu membuat aiden terkejut tak kala aluna hampir terjatuh dari punggung aiden.
"Lun, kamu tahu tidak ini bahaya" bentak aiden.
"Ya maaf bukan sengaja" cemberut aluna. Kepalanya bertengger di bahu aiden. Mendengar kata aluna aiden menghela nafasnya panjang
"Den, ayolah masa iya kamu lupa tidak adil itu mananya" mohon aluna.
"Bukan aku tidak kasih kamu belum sepenuhnya pulih" seru aiden
"Tapi.. "
"Tidak ada tapi tapian jika mau ikutin kata perintahku jika tidak hari ini juga kita balik ke kota A" ancam aiden hal itu membuat aluna makin mayun.
Bibirnya maju hingga beberapa centi. Aiden melirik kearah samping pun memijat pelipisnya.
"Baiklah kamu mau apa? " tanya aiden.
"Itu, kepantai dekat jendela kamar, "cicit aluna.
" masa iya cuman dilihati doang aku kan mau main disana juga, kamu tahu tidak aku itu bosen disini terus liat muka muka mereka yang terlihat tertekan, lagian bukannya kamu juga udah janji bakal bawa aku jalan-jalan jika sudah selesai dengan pekerjaan "gerutu aluna. Merasa bosan berada di vila ingin sekali ia jalan jalan seperti terakhir kalinya apalagi aluna ingin menikmati laut yang terbentang indah yang dilihat aluna di jendela kamar meraka.
"Oke, kita akan kesana tapi tidak sekarang, untuk sekarang fokus sama kesehatan kamu dulu setelah benar-benar pulih maka kita akan kesana aku janji itu" ucap aiden.
"Beneran? " tanya aluna sekali lagi untuk memastikan karena takut aiden akan pura pura lupa lagi.
"Iya, bahkan aku akan ajak kamu langsung kesana" mendengar penuturan dari aiden aluna senang bukan main sangking senang aluna memeluk aiden sambil sesekali tertawa riang. Dan langsung
Cup..
Tanpa sadar aluna mencium pipi aiden, seketika aiden langsung membeku, ada desiran di dalam hatinya yang tidak bisa dia ungkapkan jika ditanya senang sudah pasti senang, baru kali ini aluna inisiatif mencium aiden, dan tanpa disadari aiden aluna sudah turun dari punggungnya berjalan meninggalkan aiden seorang diri yang masih berdiri layaknya patung, dengan senyuman di bibir aiden sambil memegang pipinya yang dicium aluna tadi, hal itu tak luput dari pemandangan para pelayan yang melintas melewati aiden yang tersenyum sendiri, mereka heran apa yang membuat tuan mereka itu sampai sesenang itu?.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Dua hari aluna tidak diizinkan keluar oleh aiden sejak kepergian lucas, hal itu membuat aluna depresi ingin sekali keluar. Dirinya bukan burung didalam sangkar emas.
Aluna melihat kearah aiden yang masih duduk di sofa sambil bersilang kaki dengan laptop di pahanya. Jujur saja aluna kesal melihat aiden belakangan ini yang seperti orang overprotective pada aluna semenjak aluna sakit.
Aluna yang melihat aiden masih santai dengan laptopnya pun menghentak kakinya, dan itu dilihat oleh aiden namun aiden acuh tak acuh. Melihat sikap aiden aluna semakin jengkel lalu dia mendekati aiden.
"Den, ayolah gue tidak apa-apa gue pingin keluar" keluh aluna namun aiden tetap diam, aluna pun memutar bola mata malasnya. Aluna pun mengambil nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan perlahan
"aiden, izinin aku keluar ya aku sudah sehat ini, masa iya aku cuman disini aja "keluh aluna harus menggantikan kata aku kamu dan bukan lo gue jika aluna memakai kata itu maka aiden tidak akan jawab seperti tuli dan bisu.
"Tidak aluna kamu masih kurang vit, " jawab aiden sambil menoleh kearah aluna. Nah kan? Bener aiden akan menjawab jika aluna menggantikan kata lo-gue menjadi aku-kamu.
"Oh, bagaimana jika kamu ikut?" usul aluna sambil memainkan alisnya naik turun. Aiden pun berpikir sejenak.
"Kamu belum punya ponsel kan? " tanya aiden yang membuat aluna bingung, kenapa tiba-tiba tanya tentang ponsel, tanpa berbicara aluna hanya mengangguk kepalanya bingung.
"Kalau begitu kita pergi ke mall untuk membeli ponsel" ucap aiden, tanpa persetujuan dari aluna aiden langsung menarik aluna begitu saja.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Sampai di mall kota B yang terbesar aluna mengikuti aiden sambil menggandeng tangan aiden dia terkesima melihat bangunan yang menjulang tinggi, banyak para pengunjung membeli berbagai barang disana. Bahkan banyak juga orang luar negeri atau kota berbelanja disana untuk membeli beberapa oleh oleh. Mata aluna tidak bisa diam kesana kemari.
Hal itu dilihat oleh aiden, menurut aiden aluna seperti anak-anak yang baru pertama kali diajak ke mall, seperti ingin tahu lebih banyak.
Aiden menggandeng tangan aluna dan terus melangkah sampai di bagian toko menjual ponsel, sampai disana aluna tidak ditawarin ponsel apa, tapi aiden langsung menyuruh petugas toko untuk mengambil keluaran terbaru. Yang membuat aluna langsung menatap tajam kearah Aiden, sebenarnya yang beli ponsel aiden atau dirinya? .
Sampai dimana aiden memberikan aluna ponsel, dan dengan senang hati aluna mengambilnya. Lalu melihat ke arah ponsel tersebut dan melihat isi kontaknya. Saat melihat kontaknya aluna langsung melihat kearah aiden
"Kok cuma satu lengkuas mana?" tanya aluna.
"Kamu tidak perlu menyimpan nomornya, cukup aku saja" jawab aiden yang membuat aluna heran, aluna mengangkat bahunya siapa tahu jika aluna masih menyimpan nomor lamanya, karena hari itu aluna hanya membuang ponselnya saja. Dan kontak tersebut masih tersimpan di kartu aluna. Aluna hanya tersenyum senyum sambil geleng geleng kepala.
"Kenapa? " tanya aiden yang melihat tingkah aluna.
"Tidak ada" jawab cepat aluna. Sampai dimana aiden melihat sosok yang mungkin dia kenal melintas.
"Abis ini mau kemana?" tanya aluna menyenggol aiden.
"Ah, lebih bagimana ketoko perhiasan atau baju? " usul aiden belum sempat aluna berpikir aiden langsung menarik aluna untuk menuju ke toko perhiasan, aiden langsung memanggil petugas
"Layani dia dengan baik, apapun yang dia mau kasih" seru aiden kepada petugas itu yang membuat aluna bingung.
"Kamu disini dulu nanti aku susul" imbuh aiden kembali.
"Eh, eh, tapi.. " belum siap aluna berbicara aiden langsung lari meninggal aluna yang seorang diri.
"Mari mbak? " seru petugas itu sambil membungkuk kearah aluna.
"Eh.. " bingung aluna dan yang bikin aluna bingung lagi dengan sikap aiden yang langsung pergi meninggalkannya.