Stella Fransiska Seorang gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Australia, ia begitu bersemangat untuk segera pulang ke Indonesia karena ingin segera bertemu dengan pria yang sudah di pacarinya selama lebih dari lima tahun.
Tapi Stella harus di hadapkan pada kenyataan pahit.
Ia mendapati kekasihnya sedang bercinta dengan wanita lain, saat hendak memberikan kejutan tentang kepulangannya.
Karena Marah dan sedih ia pun datang ke sebuah klub malam dan terjebak cinta satu malam dengan seorang pria berstatus duda yang tidak lain adalah kakak dari kekasihnya sendiri.
Bagaimana kelanjutannya?
Apa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She Ririn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35.Melamar pekerjaan
Hari ini sudah satu pekan lebih Stella pergi dari rumah Daniel.
Stella sedang bersiap untuk pergi interview di sebuah perusahaan, setelah sebelumnya Ia menaruh berkas lamaran di beberapa perusahaan.
"Semoga saja aku mendapatkan pekerjaan ini." Ucap Stella dalam hati.
"Non sarapan dulu." Ujar Bi Imas yang membawa nampan berisi roti isi dan susu hangat.
"Iya, Bi. Terimakasih" Stella pun Duduk untuk menikmati sarapannya.
Ia harus fokus dengan masa depannya, dan melupakan segala sesuatu yang sudah terjadi.
"Non, apa tidak sebaiknya Non minta tolong pada tuan Will saja untuk mendapatkan pekerjaan?" Saran Bi Imas.
"Nggak, Bi. Aku mau belajar Mandiri dan menata hidup." Jawab Stella yakin.
"Kalau begitu Aku berangkat dulu ya Bi!" Pamit Stella saat sudah selesai sarapan.
"Semoga berhasil ya Non!"
"Iya Bi. Mudah mudahan." Jawab Stella.
Stella pun bergegas pergi karena tidak ingin terlambat.
Bi Imas segera membereskan gelas dan piring yang di gunakan Stella.
Bi Imas segera mengambil ponselnya.
Ia menelpon William.
Karena tau Bi Imas tidak menguasai bahasa Inggris William menyerahkan ponselnya pada Kin istrinya.
(Ayo yang belum tau siapa William dan Kinara cek novel ku yang always loving you di musim kedua.)
"Bagaimana Bi? Apa Stella masih murung?" Tanya Kin.
"Hari ini Nona Stella sedang pergi untuk interview pekerjaan Non. Dia kelihatan semangat sekali, berbeda dengan kemarin-kemarin yang masih sering murung.
"Syukurlah, Kalau ada apa-apa kabari kami lagi ya Bi!" Ujar Kin lagi.
"Iya Non." Jawab Bi Imas sebelum mengakhiri percakapannya dengan Kinara.
Ya. Sejak Will tau kalau Ameera sudah memberi tahu Stella kalau dia bukan bagian dari keluarga Jackson, Will langsung meminta Salah satu pegawai di rumah Ameera untuk memantau keadaan keponakannya itu.
Will menyayangi Stella walaupun dia tidak terikat hubungan darah dengan keluarga Jackson.
__________
Stella kini sudah berada di loby sebuah perkantoran yang cukup besar.
Stella menghembuskan nafasnya untuk menetralisir rasa gugupnya.
Stella pun mendatangi pemilik perusahaan tersebut.
Ya, Stella di interview untuk jadi sekertaris jadi sang pemilik perusahaan yang langsung meng-Interviewnya.
Stella memasuki ruangan yang di tunjukkan resepsionis.
"Selamat pagi Pak." Ujar Stella saat sudah di hadapan Seorang pria yang duduk di kursi kejayaannya.
"Selamat pagi. Silahkan duduk." Ujar pria tersebut.
Stella duduk setelah di persilahkan. Stella melihat papan nama yang bertuliskan Antoni Priawan.
"Siapa nama kamu?" Tanya Pak Antoni.
"Stella Fransiska pak!"
Pemilik perusahaan itupun mencari berkas milik Stella yang sebelumnya sudah di berikan.
"Ternyata kamu lulusan universitas terkenal di Australia, nilai kamu pun cukup bagus, tapi kenapa kamu tidak melamar di perusahaan yang elite?" Ucap Pak Antoni Sambil terus membaca CV milik Stella.
"Menurut saya Perusahaan ini pun cukup besar Pak." Jawab Stella.
"Kalau begitu kamu bisa bekerja mulai besok." Ujar Pak Antoni setelah memberikan beberapa pertanyaan.
Stella terdiam sesaat.
"Benarkah. Jadi saya diterima bekerja di sini." Ucap Stella senang.
"Ya, kamu bisa mulai bekerja besok." Jawab Pak Antoni.
"Baik pak. Terimakasih!" Stella pun menjabat tangan bosnya tersebut.
Dengan hati gembira Stella kembali ke Apartemen.
"Syukurlah. Aku langsung di terima, jadi aku bisa memulai hidup baruku." Batin Stella saat di dalam taksi menuju Apartemen.
Tapi raut wajah Stella berubah seketika menjadi tidak bersemangat.
"Mas, Kenapa aku kangen ya sama kamu." ucapnya.
Bersambung....
Buat yang nunggu part bahagia Stella dan Daniel sabar yaa...