Bruggg
"Auww,maafkan saya" ucap Maya sambil memunguti dokumen yang ber ceceran di lantai.
"Gunakan mata anda nona" Pekik Dirga menatap sinis gadis di depannya. Lalu berjalan pergi tanpa rasa bersalah.
"Dasar pria sombong! Dia yang nabrak malah gue yang di salahin!" Gerutu Maya sambil menatap kepergian pria aneh dan sombong itu.
**
Seorang gadis bernama Maya Adhis Vernata dia harus mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan setelah kehilangan kedua orang tua nya. Dan sampai sekarang masih menjadi teka teki yang belum memiliki jawaban. Tapi, kehidupannya mungkin akan berangsur membaik setelah dia diterima kerja di perusahaan terbesar kota tersebut. Ya...Ambason Grup, entah angin datang darimana sehingga dia bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Namun tidak semudah itu, Maya harus berhadapan dengan Presdir Ambason Grup yang sesekali bersifat aneh dan terkadang mendekatinya. Huh...sangat menjengkelkan,padahal Presdir tersebut yang tak lain bernama Dirga Letture Ambason terkenal dengan sikap dingin dan arrogant nya. Jadi apa yang membuat tuan Dirga bersikap berbeda kepada nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MernaDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makam Orang Tua Maya
Di pagi harinya Dirga membuka matanya terlebih dahulu, kemudian memandangi wajah istrinya lekat-lekat. Senyumnya begitu cerah, secerah mentari di pagi ini. Tangannya bergerak membelai lembut rambut gadis itu kemudian mendaratkan ciuman singkat di keningnya.
Dirga memutuskan mandi terlebih dahulu, dan sekarang Dirga tampak sudah menggunakan baju santai. Melihat wajah seks* Maya yang sedang terlelap membuat semangatnya bertambah, ia pun kembali mengingat adegan panasnya semalam.
Pria itu tidak ingin mengganggu tidur Maya. Lagipula ada sesuatu yang harus dikerjakannya. Sesuai rencana tadi malam, hari ini Dirga dan Maya akan pergi ke makam kedua orang tua Maya. Sebelum itu Dirga akan menyuruh Fero untuk menyiapkan segala kebutuhannya.
Dirga meraih ponselnya kemudian berjalan keluar kamar dan segera menghubungi Fero.
"Hallo" sapa Dirga.
"Iya tuan, ada apa?" jawab Fero dengan suara serak khas bangun tidur.
"Kau baru bangun ya?" tanyanya sambil melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Tidak biasanya jam segini Fero baru bangun, fikir nya.
"Iya tuan" jawab pria di seberang sana.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Dirga memastikan, apa mungkin sedang terjadi sesuatu dengan sekretarisnya itu?, jangan-jangan dia sedang sakit.
"Saya baik-baik saja tuan, oh iya ada apa tuan menghubungi saya pagi-pagi sekali?" tanya Fero kemudian untuk menghindari pertanyaan introgasi dari tuannya.
"Oh iya, hari ini aku dan Maya akan pergi ke makam orang tuannya. Jadi, tolong persiapkan semuanya" pinta Dirga.
"Baik tuan" jawab Fero tegas. Baginya tidak ada hal yang paling mulia selain menjalankan perintah tuannya dengan baik.
**
Di atas ranjang berukuran king size terlihat seorang wanita sedang mengerjapkan matanya berulang kali. Tangan nya mulai bergerilya mencari sosok yang beberapa hari ini menemani tidurnya, tetapi ia tidak menemukan pria yang tak lain suaminya.
Maya menggeliatkan tubuhnya kesana kemari sambil mencoba menajamkan penglihatannya, tetapi tetap tidak mendapati suaminya di dalam kamar.
Kemana perginya suamiku sepagi ini?. Batin Maya yang sudah terduduk, kemudian melirik sekilas jam yang tergeletak di atas meja. Matanya membelalak setelah melihat jarum menunjukkan pukul 08.00. Bagaimana bisa aku bangun telat, fikirnya.
Maya pun berlari kecil menuju kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya yang terasa amat lengket.
Beberapa menit kemudian Maya keluar dari kamar mandi, dan mendapati suaminya yang sudah berpakaian serba hitam.
"Sayang .... " sapa wanita itu.
"Selamat pagi swety" jawab Dirga mengulas senyumnya. Lilitan handuk pada tubuh Maya menambah kesan seks*nya, pemandangan indah.
"Sayang kenapa menggunakan pakaian serba hitam?" tanya Maya heran melihat penampilan suaminya. Saking herannya Maya sampai tidak membalas ucapan morning dari Dirga.
Dirga pun mengingatkan kembali tentang rencana mereka semalam, yang membuat wajah Maya berbinar. Wanita itu pun segera pergi ke ruang ganti untuk menggunakan baju senada dengan baju yang digunakan suaminya.
**
Setelah sarapan bersama, Dirga, Maya, serta Fero berpamitan kepada tuan dan nyonya Ambason untuk pergi ke makam kedua orang tuan Maya.
Maya pun begitu antusias, akhirnya ia bisa kembali mengunjungi orang tuannya apalagi bersama seseorang yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Hati tuan Ambason bagaikan tertusuk beribu pisau kala melihat kebahagiaan terukir di wajah polos menantunya, kesalahan fatal yang diperbuatnya telah merenggut kebahagiaan seorang gadis tanpa dosa. Karena perbuatannya lah Maya harus kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya.
Mama yang menyadari raut sedih suaminya dengan segera mengusap lembut lengan pria itu, berusaha memberikan ketenangan.
Dirga dan yang lainnya segera memasuki mobil dan Fero segera melajukan mobil meninggalkan halaman. Tak lupa mereka juga membawa beberapa pengawal untuk menjamin keselamatannya.
**
Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Sepanjang perjalanan tadi Maya tak hentinya memancarkan senyumnya, tetapi sekarang senyum itu kembali redup bagai diterpa ombak.
Dirga dan Maya sudah sampai di tempat peristirahatan alm. Pak Vernata dan bu Vernata.
Maya sedikit heran melihat kondisi makam yang terlihat bersih, padahal sudah lama ia tidak berkunjung dan membersihkan makam orang tuannya. Apa ada orang lain yang berkunjung? tapi siapa?, batin Maya bingung.
Maya berjongkok di samping makam kedua orang tuannya ditemani sang suami, kemudian menaburkan bunga di atas gundukan tanah itu.
Tangan Maya bergerak mengusap nisan bertanda salib itu, matanya mulai berkaca-kaca, seketika deraian air mata membasahi wajah cantik gadis itu.
Dadanya terasa sesak, kenangan beberapa tahun silam kembali menari-nari di benaknya. Dimana mereka sedang tertawa, bahkan berebut remote bersama, betapa bahagia kehidupannya dulu saat bersama kedua orang tuannya.
Dirga merangkul pundak istrinya dengan penuh kasih sayang, seolah ia ingin menggantikan kasih sayang yang hilang selama ini. Dirga membawa wanitanya ke dalam pelukannya dan membiarkan Maya meluapkan segala kerinduannya melalui isak tangisnya.
Entah mengapa setitik cairan bening mampu menerobos membasahi rahangnya. Menatap kedua makam itu membuat Dirga takut, hawa panas pun menyeruak masuk ke dalam tubuhnya. Keluarganya selama ini hidup dalam kebohongan, hidup dengan rasa bersalah karena apa? karena mereka tak sanggup mengakui kesalahannya. Dirga menatap lekat dua gundukan itu, dengan hati berkecamuk.
Ayah, ibu maafkan saya dan keluarga saya atas semua kesalahan yang kita perbuat kepada kalian. Lihatlah sekarang saya sudah menikah dengan putri kalian, dan saya berjanji akan selalu membahagiakan Maya. Saya sangat mencintai putri kalian. Gumam Dirga seraya mengecup puncak kepala sang istri.
Hatinya begitu tulus mencintai Maya, jika dulu ia bersikap baik hanya karena perintah papanya tetapi sekarang hatinya murni mencintai Maya. Takdir seolah mempermainkannya, ia sangat beruntung bisa hidup bersama dengan Maya, tetapi latar dari itu semua hanya karena ingin menebus kesalahan.
Maya menyeka air matanya yang dibantu oleh Dirga. Dengan mata memerah wanita itu berusaha menunjukkan senyum bahagianya.
"Pa, ma perkenalkan ini suamiku, namanya Dirga. Papa dan mama yang tenang di alam sana ya, Maya disini hidup bahagia bersama suami Maya dan keluarganya" ucap Maya pelan seraya menampilkan senyumnya.
"Maafkan Maya, Maya tidak bisa menemukan siapa orang yang sudah menabrak kalian berdua, Maya minta maaf" lanjut Maya dengan isak tangisnya lagi. Mengingat segala usaha untuk menemukan siapa pelaku itu yang tidak membuahkan hasil.
Deg
Dada Dirga terasa sesak, tubuhnya terkulai lemas. Ucapan Maya menembus masuk ke dalam hatinya. Ingin rasanya ia mengatakan siapa pelaku tersebut, tetapi egonya mengalahkan hati nuraninya. Ia tidak sanggup jika Maya membencinya.
Maafkan aku swety, aku memang egois. Aku tidak sanggup jika kamu harus membenciku. Batin Dirga dengan bibir yang bergetar.
Pria itu menghela nafas dalam, berusaha menepis keinginan yang mungkin akan menghancurkan kebahagiaannya.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote, rate❤
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘳𝘪 "𝘛𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢"❣️✨
jgn lupa mampir ya 💛💛
Semangat thor
suamiku tukang ojek😉🙏
mari saling dukung 👍