NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:566
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di Atas Keraguan

Awan kelabu yang menggantung rendah di atas langit Aethelgard seolah mencerminkan suasana hati Aurelia yang kian terjepit. Pertemuan resmi di taman paviliun tengah itu terasa mencekam, meski hanya diisi oleh denting sendok perak yang beradu dengan porselen. Raja Valerius telah kembali ke ruangannya, meninggalkan Aurelia berdua dengan Pangeran Theo di bawah pengawasan ketat para pengawal dari kejauhan.

---

Aurelia menatap hamparan bunga di hadapannya, namun pikirannya tertuju pada bunga perak yang telah merenggut nyawa ibunya bertahun-tahun silam. Ia teringat percakapan pertamanya dengan Theo tempo hari. Rasa ingin tahunya kini berubah menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Kau tampak gelisah sejak tadi, Aurelia," suara Theo memecah keheningan. "Kau terus menatap ke arah mawar-mawar itu seolah sedang mencari musuh di antara kelopaknya. Apakah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan lagi soal mawar perak dari negeriku?"

Aurelia menoleh, matanya menatap tajam pria di hadapannya. "Kau sudah memberitahuku bahwa bunga itu langka dan berbahaya. Aku hanya penasaran, mengapa seorang Pangeran sepertimu harus peduli pada satu jenis tanaman yang bahkan tidak tumbuh di tanah ini?"

Theo meletakkan cangkirnya dengan gerakan perlahan. "Karena aku tahu bahwa tanaman itu tidak seharusnya berada di sini. Dan aku melihat bagaimana kau memperlakukannya seolah bunga itu adalah sebuah kutukan. Apakah aku bisa membantumu mencari tahu lebih jauh?"

"Membantuku?" Aurelia tertawa getir. "Biarkan aku sendiri saja, Pangeran. Urusanku bukan urusanmu."

"Kau sedang mencari bukti, bukan?" Theo mencondongkan tubuhnya, suaranya merendah agar tidak terjangkau oleh telinga para dayang. "Kau sedang menyelidiki sesuatu yang besar, sesuatu yang mungkin berhubungan dengan kematian ibumu dulu. Aku tahu di mana tempat bunga itu tumbuh secara alami di Valeront, dan aku tahu bagaimana ia diolah menjadi sesuatu yang lebih mematikan."

Aurelia membeku. Nama ibunya disebut seolah-olah itu adalah kunci untuk membukanya. "Aku tidak bisa mempercayaimu begitu saja, Theo. Kau adalah orang luar. Bagaimana jika tawaran bantuanmu ini hanya cara untuk menjebakku? Bagaimana jika kau ternyata berkhianat dan menyerahkanku pada mereka yang menginginkan aku diam?"

Theo tidak membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, ia menatap Aurelia dengan tatapan yang sangat sungguh-sungguh. "Aku mengerti keraguanmu. Di istana ini, kepercayaan adalah barang yang lebih mahal daripada emas. Tapi aku bersumpah, aku tidak akan mengkhianatimu."

"Sumpah tidak berarti apa-apa bagiku," sahut Aurelia dingin.

"Maka mari kita buat kesepakatan," Theo berkata dengan nada tegas. "Jika aku berkhianat, jika aku melakukan satu hal saja yang membahayakanmu atau misimu, aku bersedia menerima hukuman apa pun. Kau bisa menggunakan posisimu untuk menghancurkan namaku, atau kau bisa menusukkan belati yang kau sembunyikan di balik jubahmu itu langsung ke jantungku. Aku mempertaruhkan nyawaku sebagai jaminannya."

Aurelia terdiam cukup lama. Ia menimbang-nimbang risiko yang ada. Ia butuh akses ke Valeront untuk melihat dari mana asal semua racun ini, dan Theo adalah satu-satunya jembatan yang ia miliki. Ia butuh bukti yang lebih kuat dari sekadar angka-angka di buku besar Varick. Ia butuh melihat tanaman itu dengan mata kepalanya sendiri.

"Aku tahu hal-hal yang mungkin tidak kau ketahui tentang bunga itu, Aurelia," lanjut Theo. "Aku bisa mengajakmu berkunjung langsung ke Valeront secara rahasia, melihat tempatnya tumbuh, dan mengumpulkan bukti-bukti yang tidak akan pernah kau temukan di Aethelgard. Kita bisa bekerja sama."

Aurelia menatap koin perak kecil yang sempat diberikan Theo sebelumnya—simbol perjanjian yang kini terasa jauh lebih berat. Pikirannya berputar. *Jika aku bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan bukti terakhir... jika aku bisa menggunakan bantuannya untuk membongkar siapa yang membayar Varick...*

"Baiklah," ucap Aurelia akhirnya, meski suaranya masih dipenuhi kewaspadaan. "Aku setuju. Kita akan melakukan penyelidikan ini bersama. Tapi ingat janjimu, Pangeran. Sekali kau melangkah keluar dari garis, tidak akan ada jalan kembali bagimu."

Theo mengangguk dengan hormat. "Kesepakatan tercapai. Kita akan mulai mencari bukti-bukti selanjutnya. Ada sebuah pengiriman yang dijadwalkan menuju perbatasan lusa malam. Itulah kesempatan kita."

Di tengah pembicaraan itu, suasana taman terasa semakin berat. Meskipun tidak ada sosok militer yang mendekat, Aurelia merasa seolah-olah setiap embusan angin membawa bisikan rahasia.

Ia telah mengambil langkah besar. Penyelidikan mereka kini tidak lagi terbatas pada tembok istana, melainkan akan merambah ke wilayah yang belum pernah ia jamah, di mana kebenaran tersembunyi di balik kelopak bunga perak yang mematikan.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!