Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Entah aku anak kandugnya atau bukan
Tubuh Sheeva bergetar hebat dalam dekapan mommy Renita usai menceritakan apa yang dia dan mamanya Alami dulu. Dia memang baru kali ini berani bercerita secara gamblang. Pada Psikiaternya saja dia tak pernah sanggup bercerita.
" Lalu apa yang membuatmu memilih meninggalkan rumah mamamu dan tinggal di panti nak ?" Daddy Edwar pelan-pelan menanyakan itu pada sheeva.
" Aku hanya ingin hidup dengan damai dad. Entah aku ini anak kandung papa apa bukan. Jika aku anak kandunganya harusnya dia memikirkan perasaanku kan dad ?" Dengan lembut mommy mengusap pungung Sheeva.
" Harusnya dia tau, apapun alasannya aku tidak akan nyaman tinggal dengan perempuan itu dan anak-anaknya "
" Namun dia tetap membawa perempuan itu masuk kerumah mamaku dan tinggal disana. Padahal baru tiga hari mama meninggal "
" Minum dulu sayang " Mommy Renita mecoba menenangkan Sheeva.
" Rupanya keesokan paginya pengacara mama datang dad. Beliau membacakan surat wasiat dan surat perjanjian pranikah yang di tandatangani mama dan pria itu "
" Baru kami tau, rupanya kantor yang di jalankan pria itu adalah milik mama dan sudah di wariskan ke aku. Termasuk beberapa mini market yang tersebar di beberapa kota besar."
" Wanita iblis itu marah karena baru tau jika pria yang direbutnya adalah pria miskin dad. Karena dalam surat perjanjian pra nikah yang di tanda tangani mama dan pria itu mengatakan. Jika terbukti salah satu pihak melakukan perselingkuhan maka tidak ada pembagian harta gono-gini. Kurang lebih begitu isinya karena aku tidak meperhatikan dad "
" Dan yang membuat aku nekad pergi adalah sikap pria itu dad "
" Dia kenapa sayang ?"
" Memaksaku menyerahkan kuasa perwalian dan pengelolaan harta peninggalan mama padanya " Tangan Daddy Edward terkepal, dia ikut terpancing emosi mendengarnya.
" Dia memaksamu ?"
" Iya dad, aku nekad pergi setelah kuserahkan semua surat yang tadi di serahkan pengacara mama ke padaku. Yang seharusnya om David dan bunda Aya lah yang menjadi waliku sesuai pesan Mama "
" David itu siapa sayang ?"
" Adik kandung pria itu dad. Sekaligus tangan kanan mama dan juga orang terdekat bunda Aya.
" Lalu kenapa kamu serahkan ke meraka sayang ?'' Sheeva memejamkan matanya.
" Malam ketiga saat selesai penganjian untuk bunda perempuan itu menemuiku dad. Dia dan ibunya mengancamku akan melukai bahkan menghabisi bang Jagad dan papa dad " Tubuh Sheeva bergetar.
" Sudah sayang jangan di lanjutkan " Mommy Renita memeluk Sheeva erat.
" Tidak apa mom's "
" Mereka mengancam menargetkan keduanya jika aku tak melepas harta peninggalan mama dad. Aku tak mau bang Jagad kenapa-napa dad, aku hanya punya dia yang begitu peduli sama aku "
" Mama juga begitu mencintai bang jagad dad, aku tak mau mama kecewa jika aku tak bisa menjaga putra sulungnya "
" Dan buat apa memiliki harta banyak dad. Kalau hanya membuat hidupnya tidak tenang dad "
" Dulu saat di bully apa ada yang membelamu sayang ? " Mommy Renita nampaknya begitu penasaran.
" Nggak ada mom's, pernah sekali bang Erlan membelaku. Namun berakhir di hukum sama mamanya. Setelah itu aku selalu menolak jika bang Erlan membelaku. Kasian dia mom's sampai kehilangan uang jajan dan tidak di kasih makan sama mamanya "
" Erlan itu siapa sayang ?"
" Adiknya bang Jagad dad "
" Sekarang dimana ?"
" Dinas jauh dad, dia memilih menjadi angota TNI dad "
" Mama selalu bilang tidak usah di gubris toh faktanya tidak seperti itu tapi, rasanya menyakitkan sekali dad "
" Terus kamu masuk harapan bangsa siapa yang cover biayanya sayang ?"
" Aku masuk melalui jalur beasiswa prestasi mom's. Pihak harapan bangsa yang mengantar formulirnya langsung ke sekolahku dulu mom's "
" Kamu dari SMPN 1 sayang ?" Sheeva menganguki pertanyaan daddy Edward.
" Ternyata itu kamu nak ?"
" Mom's ini gadis yang dan di rekomendasikan oleh Kelana sahabatku mom's. Kamu ingat kan ?" Mommy Renita mengangguk.
" Insting Kelana memang tidak pernah salah " imbuh Renita.
" Nak dengar daddy oke ?" Sheeva memandang daddy Edward.
" Mulai sekarang kamu anak mommy dan daddy. Apapun itu kamu bisa bicarakan sama mommy atau Daddy. Jangan lagi kamu merasa tidak punya siapa-siapa di dunia ini nak "
" Terima kasih banyak mom's, dad "
" Sama-sama sayang "
" Oya apa kamu pernah menemui keluarga mamamu ?" Pertanyaan daddy Edward di jawab dengan gelengan oleh Sheeva.
" JIka mereka mencarimu gimana ?"
" Itu hak mereka dad "
" Kamu mau jika mereka ingin menemuimu ?"
" Untuk saat ini tidak dad, aku belum tau apa alasan mama keluar dari rumah orang tuanya."
" Aku juga tidak mau merubah keadaan yang ada. Biarlah mereka hidup tanpa tau keadaanku. Takutnya kehadiranku hanya menimbulkan kegaduhan di keluarga mereka dad "
" Bagaimana nyamannya kamu saja sayang. Jika memang maumu begitu daddy akan batasi akses mereka untuk bisa melacak keberadaanmu "
" Terima kasih dad. Bagiku saat ini cukup punya mom's dan daddy yang sudah jelas tulus menerima ku, aku taka mau yang lain dad " Mendengar itu daddy Edwar membawa Sheeva ke dalam dekapannya.
" Terima kasih sudah percaya sama mommy dan daddy sayang " Ucapnya.
Entak kenapa Sheeva pun tak tau. Dia bisa begitu percaya sama mommy Renita dan daddy Edward. Sorot mata keduanya yang memancarkan ketulusan membuat Sheeva merasa nyaman ada dalam dekapan mereka.
" Malam ini pindah ke masion mommy ya sayang ?" Sheeva mengeleng.
" Kenapa ?"
" Nggak papa mom's "
" Ya sudah kalau kamu lebih nyaman di paviliun sayang " Sebenarnya mommy Renita sedikit kecewa. Namun dia tak mau memaksa Sheeva.
💪
terlalu berat beban hidup sheeva..