NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Zoya

Di Balik Cadar Zoya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menikahimu karena terpaksa, jadi jangan pernah berharap ada cinta di rumah ini."

​Bagi Arvin Dewangga, Zoya Alana Clarissa hanyalah orang asing yang dipaksakan masuk ke hidupnya. CEO dingin itu membangun dinding es yang tinggi, namun Zoya tetap bertahan dengan ketenangan dan keteguhan di balik cadarnya.

​Di antara penolakan yang menyakitkan dan rahasia masa lalu yang membayangi, mampukah kesabaran Zoya meluluhkan keangkuhan Arvin? Ataukah perpisahan menjadi satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan masing-masing?

​Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Novel => Di Balik Cadar Zoya.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Detak jantung Arvin yang berdegup konstan di bawah rabaan jemari Zoya seolah menjadi satu-satunya suara yang paling nyaring di balkon kamar utama malam itu.

Di kejauhan, Jakarta masih berdenyut dengan lampu-lampu jalanan yang memanjang seperti aliran lava emas, namun di sudut penthouse ini, waktu seperti sengaja melambat.

Zoya memejamkan mata, membiarkan punggungnya bersandar sepenuhnya pada dada bidang sang suami. Rasa hangat dari tubuh Arvin perlahan mengusir sisa-sisa rasa dingin yang sempat dibawa oleh angin malam dan ego masa lalu.

Arvin mempererat dekapannya, melingkarkan kedua lengannya di atas selendang rajut tebal yang membungkus bahu Zoya.

Ia menenggelamkan wajahnya di puncak kepala Zoya, menghirup dalam-dalam aroma minyak zaitun dan kesegaran air wudu yang selalu khas dari tubuh istrinya. Tidak ada wewangian parfum mahal dari butik Prancis yang bisa menandingi aroma menenangkan ini.

"Zoya," bisik Arvin, getaran suaranya terasa langsung di punggung Zoya. "Rasanya seperti mimpi kau bisa berdiri di sini lagi. Di pelukanku. Tanpa ada amarah, tanpa ada jarak."

Zoya membalikkan tubuhnya perlahan di dalam kukungan lengan Arvin. Kini, ia menatap langsung ke arah suaminya. Wajah Arvin yang biasanya kaku dan dipenuhi garis-garis ketegangan korporat, malam ini tampak begitu rileks.

Kaus hitam rumahan yang dikenakannya membuat aura keangkuhannya luruh, menyisakan seorang pria biasa yang sedang mendambakan penerimaan dari wanita yang dicintainya.

"Ini bukan mimpi, Arvin," suara Zoya lembut, matanya menatap lekat manik mata Arvin. "Tapi ini adalah sebuah awal yang berat. Menghancurkan kepercayaan itu hanya butuh waktu satu detik, namun membangunnya kembali... mungkin butuh sisa umur kita."

Arvin meraih salah satu tangan Zoya, membawanya ke bibirnya, lalu mengecup punggung tangan itu dengan takzim dan lama.

"Maka aku akan menggunakan setiap detik dari sisa umurku untuk membuktikannya padamu. Aku tidak akan meminta kau melupakan rasa sakit itu sekarang, Zoya. Tapi izinkan aku menjadi obatnya."

Zoya tersenyum kecil. Senyuman murni tanpa penghalang cadar yang seketika membuat mata Arvin terpaku. Keindahan yang selama ini tersembunyi di balik kain penutup itu kini sepenuhnya menjadi miliknya, sebuah hak istimewa yang baru disadari Arvin betapa berharganya.

"Sudah larut, sebaiknya kita istirahat," ucap Zoya sedikit canggung saat menyadari tatapan Arvin yang semakin dalam dan intens.

Pipi gadis pesantren itu kembali merona merah, menciptakan pemandangan yang luar biasa menggemaskan di mata Arvin.

Arvin terkekeh pelan, melepaskan pelukannya namun tetap menggandeng tangan Zoya untuk melangkah masuk ke dalam kamar. "Baiklah, Tuan Putri. Kamar ini sudah terlalu lama merindukan pemiliknya."

Suasana di dalam kamar utama terasa sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. Jika dulu kamar ini terasa seperti sebuah sangkar emas yang dingin di mana Zoya tidur di satu sisi ranjang dengan pembatas bantal guling yang tebal karena rasa takut, malam ini ketegangan itu menguap.

Zoya berjalan menuju sisi ranjang sebelah kanan, melipat selendang rajutnya, lalu duduk dengan canggung. Arvin berjalan ke sisi sebelah kiri, mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur di sudut ruangan yang memancarkan cahaya remang kekuningan yang hangat.

Ranjang king size itu berderit pelan saat Arvin merebahkan tubuhnya. Ia menopang kepalanya dengan satu tangan, memiringkan tubuhnya menghadap Zoya yang masih duduk tegak di pinggiran ranjang.

"Kenapa belum berbaring? Apa kau masih takut padaku?" tanya Arvin dengan nada menggoda, namun terselip rasa bersalah yang samar di suaranya.

Zoya menoleh, lalu menggeleng pelan. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengusir rasa canggung yang mendera.

Ia kemudian menggeser tubuhnya dan merebahkan diri di atas kasur yang empuk. Namun, secara refleks, posisinya masih agak kaku dan menjauh dari Arvin.

Melihat hal itu, Arvin tidak tinggal diam. Tanpa aba-aba, ia menggeser tubuhnya mendekat.

Lengan kokohnya menyelinap ke bawah leher Zoya, menjadikannya sebagai bantalan, sementara tangan lainnya melingkar di pinggang Zoya, menarik tubuh istrinya hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka.

Zoya tersentak kecil, tangannya secara otomatis menahan dada Arvin. "Arvin..."

"Biarkan seperti ini, Zoya," bisik Arvin, menatap mata Zoya dari jarak yang hanya beberapa sentimeter. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kau benar-benar di sini. Bahwa kau tidak akan melarikan diri lagi ke manapun tanpa memberi tahu aku."

Mendengar kalimat itu, ketegangan di tubuh Zoya perlahan luruh. Ia merasakan ketulusan dan ketakutan yang nyata dari seorang Arvin Dewangga, ketakutan akan kehilangan dirinya.

Zoya akhirnya menurunkan tangannya dari dada Arvin, membiarkan jarinya meremas pelan kaus hitam yang dikenakan suaminya, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arvin.

"Aku tidak akan pergi, jika kamu tidak mengusirku lagi," gumam Zoya lirih.

Arvin mengecup puncak kepala Zoya dengan penuh kasih sayang, mempererat pelukannya seolah sedang mendekap seluruh dunianya.

Di bawah keheningan malam kamar apartemen mereka, dua jiwa yang sempat terombang-ambing oleh badai kehidupan itu akhirnya menemukan pelabuhan yang tenang. Malam itu, mereka tertidur dalam dekapan yang paling jujur yang pernah mereka rasakan selama pernikahan ini.

...----------------...

To Be Continue ....

**Hay para pembaca setia Miss Ra, duuuh... Lama banget aku gak sapa kalian... Gimana nih kabar semuanya...? Semoga sehat selalu yaaa...**

**Maaf ya, aku jarang sapa kalian... Soalnya aku sibuk kerja dan sering lembur, jadi update juga terkadang terbengkalai...**

**Tapi demi kalian semua, miss ra selalu sempetin buat update walaupun malam hari setelah pulang lembur...**

**Makasih banyak yaa buat kalian yang udah mau setia baca karya-karyaku, jika ada karya yang masuk bab terbaiknya miss ra gak akan pernah lupa buat bagi hadiah untuk kalian yang selalu setia baca karyaku...**

**Yuk pantengin terus, kasih jempol dan komennya yaa... Biar retensi gak turun dan bisa dapet bab terbaiknya, dan miss ra bisa kasih hadiah juga buat kalian...**

**Okey, selamat membaca semuanya, semoga suka dengan semua karyaku yaa... Iloveu sekebon buat kalian semua, sampai jumpa di up selanjutnya....**

**See You**....

1
mauza SEB
lanjut ka
Tri Hastuti
seneng liatnya klau harmonis ky gt
mauza SEB
lanjut ka
Devi Novita
Arvin setres perlu ke psikolog tuh biar hilang sifat posesif over protectivenya akibat rasa trauma ditinggalkan sehingga merasa kehilangan, awas lama2 kamu bisa kehilangan istrimu Vin karena merasa lelah terkekang dan GK dihargai siap siap aja lu
Fauziah
pergi yg jauh zoya
Fauziah
begini orang yg pintar tp bodoh
Fauziah
dengan cara yg salah
mauza SEB
lanjut ka
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah.... ternyata Arvin bener mau berubah dan belajar menjadi lebih baik lagi, g nyangka banget😭😭🥰jadi terharuuuu
zhelfa_alfira
semangat kk
ρυтяσ kang'typo✨
please..... jangan biar kan momen ini berakhir 🥺🥺🥰🥰
ρυтяσ kang'typo✨
fix ya.... sudahi dramu yang menyebal kan Arvin, sekarang kasih Zoya cinta yang tulus😉
FHR
Ayo Arvin tunjukkan cintamu..
ρυтяσ kang'typo✨
apa akan berjalan mulus cinta yang baru mereka rasakan
ρυтяσ kang'typo✨
semoga u beneran bisa di percaya Arvin
mauza SEB
lanjur kq
mauza SEB
di tunggu kelanjutan nya ka
FHR
Untuk menjadi pasangan yang setara, Arvin harus mempantaskan dirinya dengan Zoya.
mauza SEB
aupdet nya sedikit2 ya ka😌
Zee
Bagussssss, kebawa banget emosinya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!