NovelToon NovelToon
Putri Penguasa Yang Terlupakan

Putri Penguasa Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Aku terbangun di tubuh anak perempuan yang beusia 5 tahun, merupakan anak kandung Lucas Alexandro yang mengalami hidup yang teragis sebagai anak yang tidak di inginkan. Sang ayah memilih anak angkat untuk di jadikan putri dan aku malah di bunuh dengan tangan ayah ku sendiri karena hasutan sang pembantu anak angkatnya.

Bagaimana kelanjutan cerita ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Lucas sedikit tersinggung dengan penuturan sang putri tempo hari dan tidak pulang beberapa saat. Dia lebih memilih menyibukkan dirinya pada pekerjaan di kantor meskipun pikirannya tak tenang.

Merasa putrinya itu seolah tak membutuhkan dirinya, 'Berhenti memikirkannya bodoh,' pekiknya dalam hati, dan sekarang Lucas melemparkan berkasnya dan mengacak-acak mejanya agar sama dengan isi pikirannya yang kacau.

"Tuan!" panggil Bima tiba-tiba menghadap dengan tergesa-gesa.

Dan yang pertama kali di pikiran Lucas adalah Shopia sedang membuat ulah lagi kediamannya. Lucas menunggu penjelasan dari Bima.

"Tuan, besok kita akan menjemput Nona Lily," jelas Bima menundukkan padangannya.

Wajah Lucas langsung suram ketika nama itu yang di sebut, "Kau hanya ingin mengatakan hal yang tidak penting seperti ini," cela Lucas.

"Maaf Tuan, tapi pengasuh tua yang menjaga Nona Lily terus mendesak saya," kilah Bima mengerutkan kening sebab takut dengan reaksi yang di perlihatkan Lucas.

"Kau takut padanya, sehingga kau menuruti keinginannya, kau sangat tidak masuk akal Bima. Sudah ku katakan tidak perlu pakai perasaan sekarang kau makin lembek saja," sarkas Lucas.

"Tapi Tuan..."

Bima bukan sengaja menyampaikan ini sebab desakkan pengasuh Lily hanya saja. Dia begitu mengingat jasa dari ayahnya Lily yang menyelamatkan tuannya dalam sebuah pengepungan di pasar gelap yang tentu saja musuh tuannya.

Lucas seolah tidak perduli dengan percakapan itu dan malah berdiri dari kursi kerja yang empuk. Dia menatap sinis pada Bima.

Dan mengatakan, "Siapkan mobil ku, aku ingin pulang sekarang," titah Lucas sembari membenarkan jasnya yang berwarna hitam itu.

Kemudian Lucas meninggalkan tempat itu, meninggalkan Bima sendirian di dalam ruangan dengan masih di penuh dengan rasa khawatir pada keadaan di esok hari meskipun dirinya tidak terlalu perduli.

Sebab yang paling dia sukai saat ini adalah putri kandung sang tuan, yaitu Nona Shopia.

"Hah... Biar saja tuan mau apa, aku lebih baik ke toko main mencari sesuatu yang menarik untuk Nona Shopia, agar Nona tidak terlalu sedih nanti setelah ada Nona baru," pungkasnya penuh semangat.

*

Beberapa saat kemudian, Lucas kembali kerumahnya dan menuruni mobilnya yang bermerek rolls-royce yang terkenal sangat mahal itu.

Pria itu membenarkan jasnya sebelum sepatu pantofel nya melangkah lebih jauh memasuki kediaman Xandro. Dia kemudian terhenti ketika melihat Shopia mendekati seorang kiper penjinak anjing sedang bermain dengan seekor golden retriever.

"Om, anjingnya gigit nggak?" tanya Shopia terlihat akrab dengan sang kiper.

Namun, di mata Lucas bukan sekedar keakraban bisa, tetapi layaknya seorang ayah dengan anaknya yang sedang berpiknik. Membuatnya geram dan mengepalkan tangan kuat. Tetapi, dia memastikan lagi kedekatan kedua orang di depannya seperti apa.

"Tidak Nona, dia sangat jinak dan penyayang. Hanya saja kadang saya bawa untuk patroli," sahut kiper itu dengan tersenyum sebab tau Shopia adalah salah satu anak tuannya.

"Oh, Yaya puk puk," balas Shopia mengulurkan oleh tangannya.

Dia bermaksud untuk mengapresiasi sang kiper karena telah menjinakkan makhluk imut yang sedang melet-melet dan duduk dengan sigap.

Melihat tangan itu terulur itu kemudian kiper itu sedikit menunduk membiarkan Shopia melakukan apa yang dia inginkan. Dan Shopia tentu saja menepuk pundak sang kiper.

"Terima kasih Nona," ungkapnya tersenyum.

Shopia hanya tersenyum kemudian mengelus sang anjing penjaga itu. Sedangkan yang melihat interaksi itu makin mencengkram erat tangannya, hingga dia tidak menyadari bahwa kuku-kuku sudah menancap erat sampai buku-buku tangannya memutih.

Shopia tidak menyadari bahwa Lucas sedang mengawasi mereka. Setelah puas bermain dengan anjing golden retriever, Shopia kemudian kembali kearah rumah utama.

Sepeninggal Shopia, Lucas kemudian menghampiri sang kiper yang turut ingin pergi dari sana sembari memegangi tali anjing itu. Namun, langkahnya di hentikan oleh seorang pria yang tak asing. Dia melihat jelas pada sepatu yang pria itu pakai.

"Tuan..." bisiknya dalam hati.

Dia melihat perlahan menuju kearah wajahnya, dan benar saja itu tuannya dengan matanya yang memerah dan tangan yang terkepal seperti menahan gejolak amarah yang sangat besar. Namun, kiper itu tidak tau apa yang membuat tuannya itu marah.

Lucas menghempaskan tangannya, dia menyadari bahwa tidak ada gunanya marah pada kiper itu sebab pria itu tidak akan mengerti kegelisahan.

Justu malah tau bahwa Lucas mempunyai perasaan selayak ayah pada anaknya sendiri. Lucas kemudian meninggalkan tempat itu dengan cepat.

Sang kiper malah mengaruk kepala yang tidak gatal sebab masih penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh tuannya sehingga terlihat begitu marah padanya.

Sesampainya di kediaman, Shopia sedang duduk bersama Lisa dengan sebuah buku anak-anak dengan gambar binatang-binatang.

Gadis kecil itu tidak perduli dengan kedatangan Lucas dan masih sibuk dengan kegiatan membacanya seolah Lucas tidak berada disana.

Hish...

Lucas mendengus dan menghempaskan tangannya dengan kasar, mendengar suara cukup nyaring itu akhirnya kedua perempuan itu menoleh.

Lisa langsung meletakkan buku itu dan menghadap pada Lucas, "Tuan, Anda sudah pulang," ujar Lisa kemudian mengulurkan kedua tangannya, kalau saja Lucas perlu bantuan untuk melepaskan jasnya.

"Iya," sahut Lucas menatap sinis pada Shopia yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri.

"Cih... Anak tidak tau untung," ketus Lucas berharap Shopia sedikit menoleh atau sekedar menyapa seperti yang di lakukan pada kiper yang kini telah di anggap ayah.

"Tinggal saja dengan kiper itu, toh dia sudah menerima sebagai ayah," gerutu Lucas yang sontak saja membuat Lisa ingin mengaruk kepala penasaran dengan kiper mana yang membuat tuannya tersinggung.

Mata Lucas begitu tajam seolah akan membolongi tubuh kecil Shopia, ' kenapa dia bisa begitu akrab dengan penjaga anjing itu, bisa-bisa dia tertawa lepas dan bersikap manis?! justru dengan ku begitu dingin dasar anak picik,'

Lucas kemudian meinggalkan tempat itu tanpa menghiraukan Lisa yang sedari tadi masih menadahkan tangannya berharap Lucas membutuhkan bantuannya, namun justru wanita itu di abaikan.

Lisa mengerjapkan matanya berkali-kali kemudian menjatuhkan tangannya begitu saja lalu menoleh kearah Shopia yang masih asik dengan mainnya.

Lisa perlahan mendekati Shopia kemudian duduk di sebelah Nona nya, sembari terus penasaran dengan apa yang terjadi.

"Nona, Anda habis dari mana tadi?" tanya Lisa memegangi bahu sang nona agar berbalik melihat kearahnya.

Shopia kemudian menoleh pada Lisa, "Tidak ada Kak Lisa hanya bermain di taman," sahutnya sembari memeluk boneka tedy bear nya.

"Nona melihat anjing ya?" tanya Lisa lagi sebab kata 'kiper' yang mungkin di sebutkan oleh tuannya adalah pelatih dan penjaga anjing di kediaman Xandro ini.

"Oh Yaya, Om penjaga anjing itu? Soal om hebat makanya Shopia panggil om yaya. Artinya sayang gitu Kak Lisa," jelas Shopia tersenyum menatap Lisa sembari memainkan boneka tedy bear nya.

1
Cty Badria
👍
Rere Lumiere
Cerita ini kalau sepi pembaca akan di hapus pada bab 20, jadi yang suka cerita ini tolong ramaikan ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!