NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Berubah ( Transmigrasi)

Tiba-tiba Berubah ( Transmigrasi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

"What? Masa gue mati cuma gara-gara keselek air minum sih? Nggak estetik banget!"
Itu umpatan terakhir Arcelia sebelum jiwanya "nyasar" ke tubuh Alzena—seorang istri pajangan yang hidupnya lebih tragis dari drama sabun. Alzena yang asli mati karena menyerah, tapi Arcelia yang baru bangun dengan satu prinsip: Siapa yang nyenggol, bakal kena hack sampai ke akar.

Tak ada lagi Alzena yang penurut. Arcelia menggunakan otak hacker-nya untuk membongkar borok keluarga Halim dan membuat Shania kena mental. Sementara Keano, suami dingin yang biasanya menganggapnya sampah, mulai dibuat pusing tujuh keliling karena istrinya berubah jadi singa betina yang tak lagi memuja dirinya.

Game baru dimulai. Arcelia tidak datang untuk minta maaf, dia datang untuk berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: TAMU DARI CALVERON

Mansion Winchester pagi ini tampak lebih sibuk dari biasanya. Aroma bunga lili segar memenuhi aula utama, dan para pelayan bergerak dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat. Keano telah memerintahkan persiapan tingkat tinggi karena hari ini adalah hari kedatangan keluarga besarnya dari Calveron.

Alzena berdiri di balkon kamarnya, memperhatikan kesibukan di bawah. Ia mengenakan terusan rajut berwarna *cream* yang memberikan kesan lembut namun tetap berkelas—pilihan yang sengaja ia buat untuk memberikan kesan "istri yang patuh" di depan mertuanya.

"Gue nggak nyangka bakal harus akting jadi menantu teladan," gumam Alzena sambil mengikat rambutnya dengan pita merah usang yang ia temukan tempo hari. Entah kenapa, pita itu memberikan rasa tenang yang aneh padanya.

Pintu kamarnya diketuk. Alzena membuka kuncinya lewat ponsel, dan Keano melangkah masuk. Pria itu tampak sangat tampan dengan setelan kasual formalnya. Matanya langsung tertuju pada pita merah di rambut Alzena, namun ia tidak berkomentar.

"Mereka sudah sampai di bandara. Sepuluh menit lagi sampai di sini," ujar Keano. Ia mendekat, merapikan kerah baju Alzena dengan gerakan yang sangat alami. "Ibuku sangat menyayangimu, Alzena. Tapi Ayahku... dia orang yang sangat detail. Jangan biarkan dia melihat sisi 'bar-bar' mu dalam satu jam pertama."

Alzena mendengus geli. "Tergantung. Kalau Ayah lo asik, gue juga asik. Tapi kalau dia kayak lo versi tua, jangan salahin gue kalau gue bakal lebih banyak diem di pojokan."

Keano tersenyum tipis, lalu secara tiba-tiba ia mengecup kening Alzena singkat. "Ayo turun."

Alzena sempat membeku sejenak karena kecupan tiba-tiba itu, tapi ia segera menguasai diri dan mengikuti Keano menuju lobi.

Tak lama kemudian, tiga mobil hitam mewah memasuki halaman. Pintu mobil pertama terbuka, menampakkan sosok Clarissa Winchester yang langsung berlari kecil memeluk Alzena begitu kakinya menyentuh lantai.

"Alzena! Sayangku! Ibu sangat khawatir dengar kamu sakit!" Clarissa memeluk Alzena dengan sangat erat. Kehangatan pelukannya membuat Arcelia di dalam tubuh itu merasa sedikit bersalah karena selama ini ia menganggap semua orang di sekitarnya adalah musuh.

"Aku sudah baik-baik saja, Bu," jawab Alzena lembut.

Di belakang Clarissa, berdiri Adrian Winchester yang tampak sangat berwibawa, diikuti oleh dua remaja yang sangat mirip dengan Keano—Riven dan Velina.

"Jadi, Kakak ipar benar-benar bangun?" Riven, si anak kedua, mendekat dengan gaya santai. Ia menatap Alzena dengan tatapan menyelidik. "Dengar-dengar Kakak sekarang jadi galak ya?"

Velina, si bungsu, menyikut kakaknya. "Berisik, Riven! Kak Alzena, aku kangen banget! Mana oleh-oleh yang aku titip lewat Kak Keano?"

Suasana yang tadinya Alzena pikir akan kaku, ternyata berubah menjadi sangat hangat karena keceriaan adik-adik Keano. Namun, di tengah tawa mereka, sebuah suara yang sangat tidak diinginkan terdengar dari arah pintu gerbang.

"Wah, ramai sekali ya! Sepertinya aku datang di waktu yang tepat."

Shania melangkah masuk dengan senyum manisnya yang palsu. Ia membawa sebuah kotak kado besar. "Maaf Tuan Adrian, Nyonya Clarissa... aku dengar kalian datang, jadi aku menyempatkan diri mampir untuk membawakan kue kesukaan Nyonya."

Wajah Clarissa sedikit berubah kaku, namun ia tetap menyambut Shania dengan sopan. Shania dengan sengaja berdiri di dekat Alzena, mencoba terlihat seperti saudara yang sangat dekat.

"Kak Alzena pasti senang sekali ya, akhirnya rumah ini jadi ramai. Apalagi sekarang Kakak sudah pintar main komputer, pasti bisa bantu Kak Riven yang suka main *game* itu," sindir Shania dengan nada bercanda yang tajam.

Riven menoleh. "Oh ya? Kak ipar bisa main komputer? Serius?"

Alzena hanya tersenyum tipis. "Cuma dikit-dikit, Riven. Buat ngurusin belanjaan *online* aja."

Makan siang bersama keluarga besar pun dimulai. Di meja makan, Shania terus-menerus mencoba memancing Alzena. Ia tahu Adrian Winchester sangat menjunjung tinggi etika dan kejujuran.

"Oh iya, Tuan Adrian," Shania berujar di sela-sela makan. "Sebenarnya ada sesuatu yang membuatku khawatir tentang Alzena. Belakangan ini dia sering sekali... bicara sendiri dan bersikap aneh. Aku takut trauma setelah komanya membuatnya sedikit... berbeda secara mental."

Keano menghentikan gerakan sendoknya. Aura dingin mulai memancar darinya. "Shania, ini meja makan keluarga Winchester. Bukan tempat untuk membicarakan diagnosa medis yang tidak jelas."

"Tapi Kak Keano, aku cuma khawatir!" Shania mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya. "Ini... aku menemukan ini di kamar Alzena saat aku berkunjung kemarin. Ini catatan tentang panti asuhan dan kode-kode yang sangat aneh. Aku takut Alzena terlibat dengan orang-orang berbahaya."

Shania meletakkan amplop itu di depan Adrian. Adrian membukanya dengan wajah serius. Di dalamnya ada beberapa lembar kertas berisi kode *skrip* yang Arcelia tulis untuk meretas data keluarga Halim tempo hari.

Adrian menatap Alzena tajam. "Alzena, apa ini?"

Riven yang kebetulan melihat sekilas kode itu, langsung terbelalak. Sebagai mahasiswa teknik informatika, ia tahu itu bukan sembarang kode. "Ini... ini skrip *bypass firewall* tingkat tinggi. Kak Alzena, lo beneran yang tulis ini?"

Alzena menatap Shania dengan tatapan yang sangat dingin. Ia tahu Shania sengaja menyelinap ke kamarnya saat ia di rumah sakit atau mall. Tapi Shania terlalu bodoh untuk menyadari bahwa Alzena sengaja meninggalkan kode "palsu" di atas meja.

"Shania," Alzena berujar pelan, meletakkan garpunya. "Gue nggak nyangka lo sebegitu pedulinya sama gue sampe rela jadi maling di kamar gue sendiri."

"Aku tidak mencuri! Aku hanya menemukannya!" bela Shania.

"Papa Adrian," Alzena menoleh pada mertuanya. "Kertas itu memang milikku. Tapi itu bukan kode berbahaya. Itu adalah desain sistem keamanan untuk yayasan panti asuhan yang mau aku bantu. Shania mungkin nggak ngerti bahasa pemograman, jadi dia pikir itu mantra pemanggil setan."

Riven tertawa terbahak-bahak. "Ayah, ini kode keamanan standar buat proteksi database. Cuma emang disusun sangat rapi. Kak ipar, lo jenius banget!"

Wajah Shania memerah karena malu. Ia tidak menyangka Riven akan membela Alzena.

Adrian Winchester mengangguk pelan, menutup amplop itu. Ia menatap Shania dengan pandangan yang tidak lagi ramah. "Nona Shania, terima kasih atas perhatiannya. Tapi urusan internal keluarga kami, biarlah kami yang selesaikan. Dan sebaiknya, jangan pernah memasuki kamar pribadi orang lain tanpa izin. Itu sangat tidak sopan."

Shania merasa seperti disambar petir. Rencananya untuk mempermalukan Alzena di depan Adrian gagal total.

Setelah makan siang, saat Shania sudah pergi dengan perasaan dongkol, Keano menarik Alzena ke taman belakang.

"Sejak kapan kau membuat desain sistem untuk panti asuhan?" tanya Keano, memojokkan Alzena di bawah pohon besar.

Alzena menyeringai. "Sejak gue tahu ada ular yang suka bongkar-bongkar meja kerja gue. Gue sengaja bikin itu buat mancing dia. Dan berhasil, kan?"

Keano tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Ia menarik pinggang Alzena, merapatkan tubuh mereka. "Kau benar-benar berbahaya, Alzena. Kau baru saja membuat ayahku terkesan, sesuatu yang bahkan aku butuh waktu bertahun-tahun untuk melakukannya."

"Gue emang penuh kejutan, Keano. Makanya jangan pernah remehin gue," balas Alzena menantang.

Tiba-tiba, Velina berlari ke arah mereka. "Kak Keano! Kak Alzena! Ibu bilang lusa kita harus pergi ke Calveron buat pesta perayaan perpindahan keluarga kita ke New Ardent! Kak Alzena harus pakai baju paling cantik!"

Alzena membeku. Pergi ke Calveron? Itu berarti ia akan jauh dari sumber datanya di New Ardent. Namun, di sisi lain, ini adalah kesempatan baginya untuk benar-benar lepas dari gangguan Shania sejenak.

"Oke, kita pergi," ujar Keano, matanya masih menatap Alzena dengan dalam. "Tapi di sana, kau akan tidur satu kamar denganku. Tidak ada lagi kunci biometrik, atau aku yang akan membongkarnya sendiri."

Alzena menatap Keano, mencoba mencari celah untuk membantah, tapi tatapan posesif pria itu terlalu kuat. "Liat aja nanti, Keano. Siapa tahu gue bisa pasang kunci di pintu kamar mandi juga."

Malam itu, saat semua orang sudah tidur, Alzena membuka laptopnya kembali. Ia melihat foto panti asuhan yang berhasil ia dapatkan dari server Halim Group yang ia retas diam-diam lewat celah yang ia buat di HP Shania tadi siang.

Ada satu nama pengasuh yang masih hidup. Namanya adalah Bi Asih.

"Bi Asih... gue harus temuin dia sebelum kita berangkat ke Calveron," bisik Alzena.

Misteri tentang "siapa Arcelia sebenarnya" mulai menunjukkan titik terang, namun ia tidak tahu bahwa di Calveron nanti, rahasia masa lalu Keano tentang si penyelamat juga akan terungkap lebih dalam.

...****************...

TBC

1
Iryani levana khrisna Khrisna
semoga tidak menggantung ya thor pernyataan cinta aja butuh jawaban apa lagi aku yang membaca cerita mu 😄
Nessa
visulnya 👍🏻👍🏻👍🏻
Nessa
wiiihhh badass
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir....crtanya seru mskpn pnuh misteri,tp ga sbar krna pnsran....
d tnggu up'ny kk....smnggttt.....😘😘😘
partini
Nemu lagi novel macam ini i like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!