NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.

Delisa mengemudi mobil nya dengan kecepatan sedang menikmati perjalanan sore itu, Alvaro sedang bermain game disamping delisa dengan pembawaan yang sangat serius menatap ponselnya,

" mas serius banget sih" ucap delisa memulai pembicaraan

" sebentar sayang ini udah mau menang " ucap Alvaro yang masih serius dengan game nya

delisa tersenyum kecil merasa lucu Alvaro yang notabene adalah Presdir malah bermain game candy crush kesukaan delisa,

" sayang,,udah dong gamenya masa istri nya di cuek in " ucap delisa menatap Alvaro sementara setelahnya menatap depan lagi membelokan mobilnya kearah toko kue dia ingat kalau bunga tadi titip pesanan kue ulang tahun untuk Bayu.

" loh!! Kok berhenti di sini " ucap Alvaro merasakan mobilnya berhenti dan segera menoleh ke depan

" mas tunggu di mobil aku ambil pesanan bunga dulu,jangan kemana-mana" ucap delisa melepaskan sabuk pengaman dan segera membuka pintu mobil

" emang aku anak kecil di peringatankan kayak gitu" guman Alvaro dengan nada lucu setelahnya ia melanjutkan acara permainan nya lagi

Delisa keluar dari toko kue ia Menteng satu kue berwarna hitam bertuliskan happy birthday my boy, masuk kedalam mobil menoleh kearah samping dimana Alvaro duduk, ternyata suaminya tertidur dengan ponsel yang masih menyala.

" ini kok malah terbalik ya seharusnya gue yang manja ke dia,kok malah dia yang manja ke gue malah bilang nya malas nyetir eh sekarang di tinggal tidur " dumel delisa sembari menaruh kue nya ke kursi belakang dirasa cukup aman ia mulai mengemudi kan lagi mobilnya kearah rumah sakit,

Diperjalanan kendaraan tampak padat karena jadwal para pekerja pulang delisa masih santai mengemudi kan mobilnya,tidak lama dia sampai di rumah sakit ia memarkirkan mobilnya, Alvaro sendiri masih nyaman tertidur pulas,ide jahil delisa pun kambuh pelan tapi pasti dia berpindah tempat ke pangkuan Alvaro,mengelus pelan mata,hidung dan bibir yang tampak padat kemerahan.

" ganteng banget suami gue kalau lagi tidur gini " guman delisa diatas pangkuan Alvaro

" apa nih yang ganjel " ucap delisa duduk gelisah ada yang mengganjal di bagian bawah

" stop sayang jangan bergerak" ucap serak Alvaro perlahan membuka mata,tapi delisa tidak memperdulikan nya ia malah bergerak pelan dengan senyuman manis mengoda Alvaro,

" sayang jangan membuat mas nekat disini " ucap Alvaro menahan punggung delisa agar diam

" ya mas sih malah enak-enak tidur aku nya dicuekin" rengekan manja delisa sembari melingkarkan tangannya ke leher Alvaro

" maaf sayang mas ketiduran " ucap Alvaro mengecup sebentar bibir manis delisa

Delisa yang sudah mendapatkan keinginannya segera turun dari pangkuan Alvaro kembali ketempat duduknya, Alvaro mengatur nafasnya yang tampak naik turun untuk menguasai dirinya yang habis di goda delisa habis-habisan,andai bukan di tempat umum mungkin Alvaro sudah menggulung delisa di bawah selimut dan bermain kuda-kudaan.

Delisa tersenyum samar melirik kearah Alvaro yang tampak mengendalikan diri dari hawa nafsu,delisa tidak menyangka dia memiliki pemikiran yang sudah melampaui batas sehingga membuat Alvaro menahan sesuatu yang ingin dilepas kan.

" udah tenang mas " ucap delisa beberapa menit yang lalu sama-sama saling diam,

" ya sayang,mari kita turun " ucap Alvaro setelah mengendalikan dirinya menekan keinginan untuk menerkam delisa,

" tunggu " ucap delisa menahan pergelangan tangan Alvaro yang ingin turun

" ada apa " ucap Alvaro kembali duduk ditempat

" itu bukankah bibi dan paman serta Melisa " ucap delisa menatap kedepan dimana tiga orang sedang berjalan masuk kearena rumah sakit,Alvaro menatap kedepan dan benar saja yang di bilang delisa bahwasannya ada tiga orang yang tidak ingin di temui mereka berdua,

" mereka mau ngapain,pasti ingin menekan Bayu lagi " ucap delisa menahan gejolak di dada menahan setiap amarah membayangkan setiap saat Bayu di tekan

" kita tunggu disini sampai mereka pergi " ucap Alvaro yang paham situasi

" enggak kita harus masuk aku takut Bayu kenapa-kenapa mas " ucap delisa penuh gelisah

" kamu yakin " ucap Alvaro menyakinkan delisa

" ya mas aku yakin " ucap delisa menatap Alvaro serius

" baik mari kita turun sayang " ucap Alvaro mereka berdua sama-sama turun dari mobil,mereka melangkah mantap kearah ruang rawat Bayu,delisa menenteng kue yang tadinya di pesan bunga,setelah sampai di depan ruang rawat inap Bayu delisa samar-samar mendengar bibi dan pamannya berbicara soal kepemimpinan yang di bahas saat di kantor tadi,

Bayu tampak tidak terima karena Handoyo mengusulkan untuk menggeser posisi yang memang seharusnya delisa tempati,setelah nya dia mendengar dua orang lelaki yang sedang membela Bayu siapa lagi kalau bukan Roy dan Afnan yang sejak tadi menemani Bayu serta bunga,delisa yang tampak geram segera masuk kedalam bersama Alvaro.

" wah sepertinya aku salah waktu datang kemari " ucap delisa dengan nada mengejek paman serta bibinya

" Del udah kembali " ucap bunga dengan wajah lesu serta sedih penuh tekanan dan wajah ketiga lelaki yang tampak menahan amarah siapa lagi kalau bukan Roy,Bayu dan Afnan,delisa menyerahkan kue kepada bunga dan menyuruh bunga duduk di sofa dekat Afnan,bunga hanya menurut duduk diam memperhatikan Bayu,Alvaro sendiri sudah duduk di single sofa menyalakan ponselnya tidak memperdulikan ketiga manusia yang tampak memperhatikan gerak-geriknya.

" ngapain kamu kesini mau menghasut adikku lagi untuk menentang keras keluarga nya " ucap Melisa percaya diri

" oh jelas aku ingin menghasut kakak kesayangan ku itu agar jauh-jauh dari manusia muna kayak kalian " ucap delisa menghampiri bayu dan duduk di sebelah Bayu mengambil apel lalu mengupasnya tanpa memperdulikan tatapan ketiga manusia yang sudah naik pita

" lancang kamu kepada saya delisa " ucap Handoyo merasa di permalukan

" apakah ucapan saya salah brother " ucap delisa pada Bayu tanpa menghiraukan kemarahan Handoyo

" tidak sama sekali " ucap Bayu dingin menerima suapan buah apel dari delisa.

" dengar paman putra mu saja tidak keberatan kenapa anda marah " pedas ucapan delisa sungguh sangat pedas

" sial ini delisa yang versi lama,gue enggak bisa melawan kalau gini caranya " batin Melisa merasa kesal ia menoleh kearah tiga laki-laki yang tampak acuh terhadap dirinya,

" kak lihat istri mu dia tidak sopan pada pamannya " ucap Melisa dengan nada dibuat sedih seakan merasa tersakiti

Alvaro mengernyit lalu bahunya naik keatas sebentar seolah itu bukan apa-apa dan tidak mempedulikan ocehan Melisa,

" hahaha ceritanya Lo ngadu ke suami gue,itu enggak akan mempan kak Melisa " ucapan terakhir seakan penuh tekanan yang menegaskan bahwa Alvaro mendukung delisa sepenuhnya,

" kamu!! " ucap Melisa geram

" Melisa sudah,delisa bibi dan paman adalah orang tua kedua bagi kamu seharusnya kamu bisa menghormati kami " ucap bibi Sinta di buat halus penuh intrik licik Seakan dirinya itu wanita lemah lembut yang nyatanya wanita iblis bermuka dua.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!