NovelToon NovelToon
Zayn'S Obsession

Zayn'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: ValerieKalea

Dia melihat sisi gelapnya, dan seharusnya tidak selamat.
Tapi Zayn tidak menghapusnya dari dunia.
Dia memilih sesuatu yang lebih berbahaya menjadikannya miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ValerieKalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puding Kucing

Pagi berikutnya datang jauh lebih tenang dibanding dua hari sebelumnya.

Cahaya matahari masuk perlahan melalui jendela besar rumah Zayn, memantulkan warna hangat ke lantai marmer yang masih sepi.

Namun ada satu hal aneh pagi itu. Dapur rumah sudah hidup lebih dulu.

Aurora turun ke lantai bawah sambil mengucek mata pelan. Rambut panjangnya masih sedikit berantakan karena baru bangun tidur, sedangkan sweater putih longgar yang ia pakai membuatnya terlihat kecil dan lembut.

Awalnya Aurora masih setengah mengantuk. Namun baru beberapa langkah mendekati dapur, langkahnya langsung berhenti, “Pak?”

Zayn berdiri di depan kitchen island dengan lengan kemeja tergulung rapi sampai siku.

Di depannya ada beberapa mangkuk kecil, susu, gula, dan cetakan pudding berantakan yang entah sejak kapan memenuhi meja dapur.

Aurora langsung berkedip bingung beberapa kali.

Sedangkan Nelly yang berdiri di samping kulkas terlihat jauh lebih tegang dibanding biasanya.

“Kenapa bentuknya jatuh?” tanya Zayn datar sambil memperhatikan sesuatu dengan serius.

Nelly buru-buru mendekat, “Karena belum dingin sempurna pak…”

Aurora langsung diam mematung.

Otaknya butuh beberapa detik untuk benar-benar memproses situasi di depannya.

“Bapak lagi ngapain?” tanya Aurora.

Zayn mengangkat pandangan pelan ke arah Aurora, “Bikin pudding.”

Aurora masih bengong.

“Bentuk kucing gagal terus” lanjut Zayn tenang.

Aurora benar-benar tidak bisa berkata apa-apa beberapa detik.

Karena pemandangan Zayn yang biasanya dingin dan sibuk kerja sekarang berdiri serius memperhatikan pudding bentuk kucing terasa terlalu absurd untuk pagi hari.

Dan yang lebih parah jantung Aurora langsung mulai tidak aman lagi.

Beberapa detik kemudian suara langkah kaki terdengar mendekat dari arah tangga.

Rakha muncul lebih dulu sambil menguap kecil. Namun baru melihat dapur, langkahnya langsung berhenti total, “Gue belum bangun ya?”

Evan yang muncul di belakangnya ikut membeku, “Bos masak?”

“Pudding” jawab Nelly pelan.

Rakha perlahan menoleh ke arah Aurora lalu ke arah Zayn lagi, “ANJIR.”

“Rakha” tegur Zayn datar.

“Bukan gue kasar, tapi lo ngapain bikin pudding jam segini?!”

Zayn tetap terlihat santai, “Kata Nelly makanan manis membantu mood.”

Evan langsung menunjuk pudding kecil di meja, “Itu bentuk kucing?”

“Iya.”

“Lucu.”

“Yang kupingnya copot jangan dimakan” balas Zayn tenang.

Aurora langsung buru-buru membuang wajahnya karena sudut bibirnya hampir naik sendiri.

Sedangkan Rakha masih terlihat tidak percaya melihat temannya sendiri, “Gue kenal lo udah bertahun-tahun.”

“Hm.”

“Tapi gue baru lihat lo bangun pagi buat bikin pudding.”

“Sekarang sudah lihat.”

Rakha langsung memegang kepalanya frustasi kecil.

Aurora akhirnya duduk pelan di kursi dapur sambil menahan wajah normal sebisa mungkin.

Namun beberapa menit kemudian sebuah pudding kecil berbentuk kucing didorong pelan ke depannya.

Aurora langsung menoleh.

“Buat kamu” ucap Zayn pendek.

Aurora menatap pudding itu beberapa detik.

Lucu. Walaupun telinga kirinya sedikit miring.

Aurora perlahan mengambil sendok kecil, “Aku nggak bilang udah nggak marah.”

“Saya tahu.”

“Terus masih dibikinin beginian?”

“Iya.”

Jawaban tenang itu langsung membuat Aurora gagal menatap wajah Zayn terlalu lama.

Rakha yang melihat dari samping langsung berbisik kecil pada Evan, “Fix, bucin.”

“Saya dengar” jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan dari Aurora.

Rakha langsung pura-pura sibuk minum.

Aurora akhirnya menyuap pudding itu pelan.

Manis. Dan entah kenapa rasa sederhana seperti itu justru membuat dadanya terasa hangat.

“Enak?” tanya Zayn.

Aurora berusaha terlihat biasa saja, “Lumayan.”

Rakha langsung melirik kosong ke mangkuk Aurora yang hampir habis.

“Padahal tinggal dikit.”

“RAKHA DIEM.”

Evan malah tertawa polos, “Kak Aurora mukanya merah.”

Aurora langsung ingin menghilang dari dapur saat itu juga.

Setelah sarapan selesai, Rakha dan Evan akhirnya pergi ke markas seperti biasa.

Namun sebelum pergi, Rakha sempat menepuk pundak Zayn pelan sambil berbisik, “Besok bikin bento love sekalian.”

Zayn langsung menatap datar. Sedangkan Aurora hampir tersedak air minumnya sendiri.

Rumah kembali tenang setelah mereka pergi.

Aurora memilih tetap di rumah hari itu. Alasannya sederhana, ia belum siap bertemu Sheila.

Karena Aurora yakin sahabatnya itu pasti langsung meledeknya habis-habisan begitu melihat dirinya sudah tidak benar-benar marah lagi.

Aurora akhirnya duduk di sofa ruang tengah sambil membuka laptop.

Sedangkan Zayn kembali bekerja di meja dekat jendela.

Namun suasananya sekarang berbeda, tidak sebeku kemarin. Sesekali Aurora mulai mengomel kecil lagi.

“Pak.”

“Hm?”

“Pudding gagal yang kupingnya copot tadi mana?”

“Di kulkas.”

Aurora langsung berdiri kecil lalu berjalan cepat ke dapur.

Beberapa detik kemudian suaranya terdengar lagi, “Lucu juga.”

Dan untuk pertama kalinya sejak dua hari terakhir, sudut bibir Zayn naik tipis samar tanpa sadar.

Siang harinya Aurora sedang membaca dokumen sambil duduk selonjoran di sofa.

Awalnya ia benar-benar fokus.

Namun karena semalam tidur terlalu larut memikirkan banyak hal, matanya perlahan mulai terasa berat.

Tanpa sadar kepalanya miring pelan ke sandaran sofa.

Laptopnya masih terbuka di pangkuan.

Dan beberapa menit kemudian Aurora benar-benar tertidur.

Zayn yang sejak tadi bekerja akhirnya mengangkat pandangan pelan.

Pria itu diam memperhatikan Aurora beberapa detik.

Lalu berdiri pelan mendekat.

Biasanya Aurora pasti ribut kalau tahu dirinya tertidur sembarangan seperti itu. Namun sekarang gadis itu justru terlihat tenang.

Zayn menurunkan laptop Aurora lebih dulu ke meja.

Lalu menarik selimut tipis dari sandaran sofa dan menyelimutinya perlahan.

Gerakannya sangat hati-hati. Seolah takut membangunkan Aurora.

Namun tepat saat Zayn hendak kembali berdiri

“Pak…” Suara Aurora terdengar pelan sekali.

Zayn berhenti.

Aurora ternyata belum benar-benar tidur. Matanya masih tertutup, namun wajahnya sedikit berkerut malu sendiri, “Aku nggak marah lagi sebenarnya.”

Jantung Zayn langsung terasa berhenti sepersekian detik.

Aurora masih memejamkan mata sambil menarik selimut sampai dagunya, “Males aja ngakuinnya.”

Lalu perlahan, untuk pertama kalinya hari itu, Zayn tersenyum kecil benar-benar tulus, “Saya tahu.”

Aurora langsung membuka mata sedikit lalu mendelik malu, “Tau tapi masih dibujuk terus.”

“Iya.”

“Nyebelin.”

Namun kali ini nada suaranya sudah tidak terdengar marah sama sekali.

Sore berubah menjadi malam perlahan.

Dan rumah besar itu kembali terasa jauh lebih hidup dibanding beberapa hari sebelumnya.

Aurora sudah kembali cerewet.

Rakha dan Evan yang pulang malam bahkan sampai saling menatap lega begitu mendengar suara protes kecil Aurora dari ruang makan.

“Syukurlah” gumam Rakha kecil.

“Rumahnya ramai lagi” balas Evan polos.

Malam itu akhirnya ditutup dengan suasana yang jauh lebih hangat.

Aurora berdiri di depan pintu kamarnya sebelum tidur sambil memeluk boneka kucing putihnya seperti biasa.

Lalu sebelum masuk, ia sempat melirik ke arah Zayn yang baru keluar dari ruang kerja.

“Pak.”

“Hm?”

Aurora diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata kecil, “Besok bikinin lagi.”

Dan sebelum Zayn sempat menjawab, Aurora langsung buru-buru masuk kamar sambil menutup pintunya cepat.

Sedangkan di lorong yang kini kembali sunyi, Zayn berdiri diam beberapa detik.

Lalu perlahan, pria itu menghela napas kecil samar dengan sudut bibir yang masih terangkat tipis.

Untuk pertama kalinya sejak Aurora datang ke rumah itu Zayn mulai menikmati rasanya membujuk seseorang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!