NovelToon NovelToon
Ceruk Hati Zahra

Ceruk Hati Zahra

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

Ada cinta yang tumbuh… bukan untuk dimiliki sepenuhnya, tapi untuk bertahan di hati yang sudah retak.

~ Zahra ~

Zahra menikahi Adnan, seorang duda yang kehilangan istrinya karena maut lebih dulu memanggil. Ia tahu, sejak awal, bahwa ia bukan cinta pertama. Ia hanya perempuan yang datang setelah sebuah kisah agung berakhir. Namun Zahra tetap memilih bertahan, menanam kasih di tanah hati yang sebagian masih ditumbuhi bayang-bayang masa lalu.
Setiap sudut rumah menyimpan kenangan yang bukan tentang dirinya dan Adnan.
Lalu sampai kapan sebuah hati sanggup bersabar?
Sampai kapan cinta bisa hidup tanpa benar-benar dimiliki?
Di antara kesetiaan, keikhlasan, dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh… Zahra harus memilih: tetap berusaha mencintai, atau pergi menyelamatkan dirinya sendiri.
Sebab terkadang…
yang paling menyakitkan bukan tidak dicintai,
melainkan dicintai setengah hati oleh seseorang yang masih hidup di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangis yang tersembunyi di ruang kesendirian

Keesokan harinya, setelah pulang kerja, Adnan kembali ke rumahnya lebih awal dari biasanya. Seperti biasa, rumah itu sangat rapi, dan senua tersusun secara berurutan sesuai seleranya.

"Bapak udah pulang?" tanya Mak Rini menyambutnya.

"Bu, ikut saya, yuk." ajaknya dengan langkah cepat menuju lift. Mak Rini mengekor. Mereka naik ke lantai dua. Mak Rini memperhatikan bosnya yang sedang membuka pintu kamar utama perlahan.

Begitu pintu terbuka, kenangan seolah langsung menyergapnya. Aroma yang masih samar. Tirai yang dulu Marwah pilih sendiri. Bahkan susunan buku di meja kecil masih sama seperti dulu.

Adnan melangkah masuk perlahan. Sementara Mak Rini menahan diri hanya di depan pintu saja. Setiap sudut kamar itu seperti berbicara. Ia berhenti di depan meja. Di sana ada sebuah foto dirinya dan Marwah.

Senyum mereka terlihat begitu bahagia di dalam bingkai itu meskipun pada saat pengambilan gambar kondisi Marwah tengah drop. Tangan Adnan mengambil foto itu.

Maaf, Sayang aku harus merubah suasana kamar ini sekaligus membawanya untuk tinggal bersamaku di kamar ini.

Ia mengusap permukaan kaca foto itu dengan ibu jarinya. Kedua matanya menyiratkan kesedihan namun juga keikhlasan.

Aku percaya kamu telah bahagia dan tenang di sana. Bahkan, sampai tak pernah hadir ke dalam mimpiku untuk melepas rinduku. Sekarang, biarkan aku melanjutkan hidup, serta menciptakan kenangan baru di sini bersama Zahra. Aku tetap mencintaimu, Marwah. Selamanya.

Napasnya terasa berat. Beberapa detik ia hanya memandangi wajah Marwah di dalam foto. Kemudian kembali meletakannya di atas meja dalam posisi tiduran.

“Bu Rini!” panggilnya. "Sini masuk aja..."

"Iya, Pak," jawab Mak Rini sambil berjalan tergopoh.

“Besok… tolong suruh orang yang biasa beresin barang tak terpakai untuk membereskan semua barang milik Marwah di kamar ini.”

Bu Rini terdiam. Mengangguk sambil menatapnya penuh pengertian. Meskipun dalam hatinya merasa penasaran.

“Setelah semua beres… pindahkan barang-barang Zahra ke kamar ini. Dari baju, tas, sepatu. Pokoknya semuanya. Di tata yang rapi. Karena besok Ibu mau pulang ke rumah ini."

Ada jeda panjang sebelum Bu Rini mengangguk pelan. Ia heran kenapa tiba-tiba majikannya berubah. Tapi ia juga cukup senang ketika mendengar Zahra akan kembali tinggal di rumah ini.

“Baik, Pak. Nanti Saya suruh Pak Kisman untuk manggil orang yang biasa bantu-bantu ngangkut barang.”

Adnan mengangguk. “Terima kasih. Sekarang Bu Rini bisa keluar."

"Baik, Pak." Mak Rini berjalan keluar dari kamar itu dengan perasaan yang senang. Terlebih perubahan sikap Adnan yang mau berbicara santai lagi seperti saat pertama kali Beliau bekerja dengannya. Tepatnya, saat masih ada Marwah istri pertamanya.

Adnan menghela nafas. Saat hendak pergi, langkahnya tertahan. Ia kembali menatap foto Marwah yang masih ada di tangannya.

Matanya kembali berkaca-kaca.

“Tenang di sana ya, Sayang. Aku akan tetap mengenangmu, dengan cara yang berbeda," bisiknya, sebelum akhirnya pergi untuk kembali ke rumah orang tua Zahra.

...🍂🍂🍂...

Malam harinya, tepatnya sebelum mereka kembali ke rumahnya yang di Pik. Adnan tertidur dengan pikiran yang penuh.

Di dalam tidurnya, ia bermimpi tengah berada di padang ilalang yang luas. Bercahayakan jingga yang indah. Dari kejauhan, dimana angin menggoyangkan bunga-bunga ilalang yang berwarna coklat. Seseorang berdiri dengan senyumnya yang indah dan menawan.

Ia menggunakan gaun yang cantik berwarna putih, dengan hijab yang senada. Cahaya lembut mengelilinginya. Benar-benar sangat cantik.

Adnan mendekat sedikit, dan dadanya langsung bergetar.

“Marwah…” kedua matanya berkaca-kaca saat ia melihat Marwah yang terlihat amat cantik. Melebihi saat dirinya masih dalam kondisi sehat.

Wanita itu tersenyum hangat. Senyum yang sama seperti yang selalu ia ingat. Tidak ada kesedihan, apalagi kemarahan. Hanya ketenangan yang terpancar meskipun tak keluar satu patah katapun dari mulutnya.

"Sayang aku kangen sama kamu. Kangen banget..." Air mata pria itu tak terbendung.

Sementara Marwah masih membisu dengan senyumnya. Dan justru hanya membalik badan dan mulai berjalan menjauh.

“Marwah… tunggu. Jangan pergi sayang. Banyak hal yang mau aku ceritakan ke kamu.”

Adnan mencoba mengejarnya. Namun langkahnya terasa berat. Semakin ia berusaha mendekat, semakin jauh jarak di antara mereka.

“Marwah!”

Wanita itu hanya menoleh dan tersenyum sekali lagi. Lalu perlahan kembali berjalan dan menghilang kedalam dalam rimbunnya pepohonan ilalang.

Adnan terbangun mendadak. Dadanya sesak, ia bahkan merasakan sesenggukan yang nyata sampai dalam kondisi terjaga. Ia pun langsung duduk sambil menarik napas panjang.

“Astagfirullah… astagfirullah…”

Tangannya menutup matanya, menahan tangis kerinduan yang ingin pecah saat itu juga. Sementara bibir beristigfar lebih banyak lagi.

Beberapa saat kemudian ia menoleh ke samping. Zahra masih tertidur lelap dengan wajah yang tampak damai. Adnan menatapnya lama.

Lalu perlahan ia turun dari tempat tidur. Ia memilih keluar dari kamar dengan langkah pelan. Mencari tempat lain di rumah itu untuk menenangkan suasana hati.

Tempat yang cukup sunyi. Tempat di mana ia bisa duduk sendiri guna melepas tangis karena rindu yang tiba-tiba kembali memenuhi dadanya pada Marwah.

.........

Jam di atas meja kecil menunjukkan angka 01.00 dini hari. Zahra terbangun perlahan.

Matanya masih berat oleh kantuk. Tangannya meraba sisi tempat tidur di sebelahnya—dingin dan kosong.

Ia membuka mata sepenuhnya. Adnan tidak ada di sana. Zahra mengerjap pelan, mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan remang kamar. Lampu tidur masih menyala redup, menciptakan bayangan lembut di dinding.

Mas Adnan kemana?

Zahra sempat mengira pria itu ke kamar mandi. Namun setelah beberapa detik, ia tetap tidak mendengar suara apa pun.

Zahra menguap pelan. Tenggorokannya terasa kering. Ia pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar dengan langkah pelan, berusaha tidak membuat suara.

Saat sampai di dapur yang menyatu dengan ruang makan terbuka, langkah Zahra tiba-tiba terhenti.

Di sana. Ada seseorang duduk di kursi yang menghadap langsung ke kolam ikan koi milik Abahnya.

Punggung itu langsung ia kenali. Adnan duduk dengan bahu menyandar. Zahra memperhatikan beberapa detik, lalu ia menyadari sesuatu.

Yakni Adnan sedang menangis tanpa suara.

1
Hera sasuwe
👍
Nuryanto Yanto
lanjut kak
Bunda'Nya Reihan Kusnadi
kak imut kapan up lgi,..????
FiKiBiMi
kapan kak upnya.. panjang bener liburnya.
Umi Jasmine
kok blm up date
eka noviasih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Good//Good//Good/
Cah Dangsambuh
tetap semangat kak kami maklum tapi tetap selalu nunggu,makasih masih tetep merhatikan kita🤣👍🙏
Bunda'Nya Reihan Kusnadi
duhhhhh mau dong ngabisin duit bulanan aww 😆😆😆
picisan imut: impian bgt ya Kak 🤣
total 1 replies
Susilawati
Aamiin ya robbal alamiin 🤲
Susilawati
Selamat hari raya Idul fitri, mohon maaf lahir dan batin juga thor 🙏
picisan imut: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Umi Jasmine
mohon maaf lahir & batin thoor
Syakila Uuy
aamiin ya robbal alamiin 🤲🥰
Anjellita
hatimu memang seluas samudrah zahra
Anjellita
waduh kok bisa kamu ngak buang surat keramat itu si adnan alamat berabeh dah
Anjellita
alhamdulillah up juga
Nuryanto Yanto
makasih up nya kak selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin🙏
Momo Bulbul: selamat hari raya idul fitri ka imut mohon maaf lahir batin
🙏🙏🙏
total 1 replies
Ai Meysi
makasih dah nyempetin up ka di malam tskbir.. mohon maap lahir batin ya ka🙏🙏😍
Oha Hermawan
kayak nya hamidun tuh c zauhara ya neng imut..
Anjellita
alhamdulillah akhirnya up juga
Umi Jasmine
semangat kak imut.... santai aja, kita setia menunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!