NovelToon NovelToon
Dark Overload

Dark Overload

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Supernatural / Contest / Reinkarnasi / Sci-Fi
Popularitas:76.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: diqa alisyah

Hanah Rawlee yang tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki misterius di dalam bus tiba-tiba mengalami hal aneh yang tak masuk akal.

Setelah selamat dari kecelakaan maut 3 tahun lalu, hal janggal dan juga mengerikan terjadi di dalam hidupnya, Hanah bertemu dengan sesosok mahluk mengerikan yang ingin membunuhnya saat di dalam perjalanan. Saat itulah dia bertemu dengan Adia Hiro seorang pemuda pemberani dari pasukan khusus bernama DAF.

Lewat Hiro, sedikit demi sedikit Hanah mengetahui jati dirinya yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diqa alisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

"Apa ada kabar dari ayahmu?" Tanyaku.

"Tidak, tapi aku bisa merasakan keberadaanya di sekitar kota ini!" Jawab Hiro.

"Kau bisa merasakan keberadaan ayahmu?"

Di mengangguk.

"Naga bisa merasakan kehadiran darah daging mereka dalam radius bermil-mil kilometer, itu karena aku masih anak-anak, bau tubuh Vincent akan menuntunku ke tempatnya berada!" Jelas Hiro.

"Apakah semacam ikatan orang tua dan anak, seperti bayi baru lahir yang bisa tahu orang tua kandung mereka lewat bau tubuhnya?"

"Kurang lebih seperti itu!" Dia mengiyakan.

"Itulah kenapa, kau bisa mengetahui lokasi ayahmu saat berada di pantai waktu itu, meskipun dia tak mengatakan nya!"

Hiro mengangguk.

"Wow!" Aku takjub.

Hiro menatapku.

"Apa kau membawa batu Zahgfa bersamamu?" Tanyanya.

Aku memegang rantai kalungnya, lalu menariknya keluar dari seragam sekolahku.

"Bagus, dengan begini kita bisa melakukan serangan balasan!" Ucapnya sambil menenggak sekotak susu.

"Serangan balasan?"

"Aku berencana untuk mengepung Hyne dan perkumpulannya, sejauh ini dia adalah Krosf yang cukup merepotkan, sebelum aku berhasil melenyapkannya, dia sudah dulu bertindak dengan menyebarkan gosip murahan agar aku tersingkirkan!" Jelasnya.

"Maksudmu mereka berkelompok?" Aku kaget.

"Kau belum tahu?" Tanyanya.

"Bagaimana aku tahu, segala informasi tentang Krosf hanya ku dapat dari mu!" Jawabku.

"Sejatinya, mahluk lemah dan pengecut hidup berkelompok agar bisa melindungi diri dan terhindar dari bahaya yang lebih besar. Kronsf sebenarnya lemah, mereka bergantung pada buruan untuk bertahan hidup, maka dari itu, mereka mendirikan perkumpulan lalu menciptakan sekte untuk menarik khalayak ramai untuk bergabung. Semangkin banyak manusia yang di bodohi untuk bergabung, maka semangkin besar jangkauan wilayah mereka dalam berburu!"

Hiro melanjutkan.

"Aku pindah ke sekolah ini karena mendapatkan kabar jika kelompok Kronsf dengan anggota terbanyak berada di tempat ini. Dan setelah mengamati pergerakan Hyne selama beberapa bulan, aku mengerti kenapa Vincent sangat gelisah dengan menurunkan ku secara langsung untuk mengatasinya!"

Hiro menjeda perkataannya dengan menenggak susu kotaknya.

"Meskipun aku sangat membenci Kronsf, memburu mereka seperti membasmi kecoa, tak segan menginjak mereka tanpa pandang bulu. Tapi fakta yang ku dapatkan saat berada di tempat ini sangatlah menyulitkan ku dalam bertindak!"

Hiro melanjutkan.

"Aku sangat kaget, saat mengetahui sebagian besar dari kelompok Hyne merupakan orang-orang berpenyakitan atau tidak mendapatkan tempat yang layak di mata masyarakat. Bahkan ada juga dari kalangan lansia dan anak-anak yang merupakan strata mahluk paling lemah bagi manusia!"

Aku terbelak menatap Hiro tanpa sanggup mengatakan sepatah katapun.

"Orang yang dahulu sangat ingin di lindungi oleh Arslu Moran hingga mempertaruhkan segalanya, kini bergabung bersama iblis dan menghancurkan keseimbangan dunia. Aku tak tahu harus menyebut mereka mahluk seperti apa, tapi yang pasti, semua ini tak kan mudah karena pekerjaanku adalah membantai mereka semua!"

************

"Hanah!"

Aku terkesiap, mengangkat kepalaku dan mengidar pandang dengan penglihatan buram.

"Sudah waktunya pulang!" Ucap ketua kelas berusaha menyadarkanku yang masih setengah terlelap.

"Ahh.." aku hampir tersadar sepenuhnya.

Suasana ruangan gelap di sertai kelas yang kosong menyambut ku setelah tertidur di waktu pelajaran terakhir.

Padahal, aku sudah berhenti berkerja, tapi ternyata kebiasaanku yang selalu tidur di kelas tak bisa di hilangkan begitu saja.

"Kau harus pulang cepat karena sebentar lagi hujan!" Ucapnya sambil membereskan kelas dengan menghapus papan tulis.

Aku membereskan perlengkapan sekolahku lalu memasukannya ke dalam ransel, rasa kebas di sekujur tubuh membuatku enggan bergerak.

"Bagaimana denganmu, kenapa kau belum pulang?" Tanyaku.

"Hari ini hari senin, jadi aku akan berada di perpustakaan untuk belajar sambil menunggu ibu ku menjemput!" Jawabnya.

Ini kedua kali nya aku berbicara santai dengan ketua kelas, sepertinya hanya aku saja yang aneh karena jarang bersosialisai.

"Wah, lihat. Di luar gelap sekali, sepertinya akan turun badai!" Dia berhambur ke arah jendela.

Awan hitam menggumpal menyeramkan memenuhi angkasa, dedaunan kering berterbangan membentuk pusaran menerpa jendela di ikuti suara menderu.

Padahal tadi pagi cuacanya cerah sekali, suasananya jadi aneh karena tiba-tiba akan datang badai.

"Bawalah payung ku!" Ketua kelas memberikannya padaku.

"Bagaimana denganmu?"

"Tidak usah khawatir, aku akan tetap di sini meskipun hujan badai. Ibu ku akan menjemputku setelah dia selesai bekerja!" Dia bermurah hati.

"Terima kasih!" Aku mengambilnya.

"Hanah!" Hiro mendatangiku di ujung lorong.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa!" Ketua kelas pergi.

"Kau bicara dengan siapa?" Tanya Hiro posesif.

"Dia ketua kelas!"

Hiro diam memandangi punggung ketua kelas sampai sosoknya menghilang di pertigaan lorong.

"Dimana Nuara?" Tanyaku.

"Sebentar lagi dia tiba, ayo cepat kita tak punya banyak waktu!"

Hiro membawaku pergi ke suatu tempat yang berada di antara kolam renang dan juga gudang, di sana ada sebuah ruangan kecil berbentuk kotak yang berlapiskan kaca, sisa bangunan bekas pembangunan berserakan di sana sini di selingi udara segar dari angin yang langsung jatuh dari atap. Ruangan itu bisa melihat semua yang terjadi di luar, sedangkan dari luar, keberadaan orang yang ada di dalamnya tak akan nampak.

"Tempat apa ini?" Tanyaku.

"Aku menemukan tempat ini tanpa sengaja, selain aku, tak ada yang pernah datang kemari!" Ucapnya lalu membongkar sesuatu di bawah ubin.

"Apa yang kau lakukan?" Aku mendekat.

Hiro menggali sesuatu yang terkubur di bawah ubin lalu menyeretnya keluar dan membongkar isi nya.

Sraakk...

Hiro mengangkat sebuah tongkat kecil yang tiba-tiba memanjang dengan ujung tombak di kedua sisi, memutar nya seperti adegan kungfu di film aksi lalu menghujamnya ke udara.

"Aku menyimpan beberapa senjata di tempat ini, akan repot jika aku melawan mereka dengan kekuatanku!" Ucapnya lalu meletakan tongkat itu lalu mengeluarkan senjata lainnya.

Tentu saja, kalau dia menggunakan bazzoka itu saat pertama kali aku bertemu dengannya, bisa-bisa tak ada yang akan tersisa di sekolah ini selain reruntuhan.

"Kau bisa menggunakan salah satu dari mereka!" Hiro mempersilahkan ku memilih senjata.

Aku terpaku menatap semua benda yang dia keluarkan. Semua senjata ini, tak ada yang pernah ku lihat seumur hidupku.

Belati yang tak terlihat seperti belati, katana yang tak terlihat seperti katana, kampak yang tak terlihat seperti kampak, tongkat pemukul yang tak terlihat seperti tongkat pemukul.

Semuanya berbentuk unik seperti bukan senjata yang pernah ku lihat. Seperti belati yang sekarang ku pegang, kedua sisi nya tajam, ujungnya menyerupai bor, gagangnya lembek seperti jeli. Saat memegangnya, belati itu menghadap ke tanah. Aku tak mengerti kenapa benda lucu seperti ini di sebut senjata.

"Aah, Hiro. Apa ini yang kau sebut senjata, bahkan memotong bawang saja seperti nya sulit!" Ucapku lalu mengayunkan benda itu.

"Kau harus punya niat dan ambisi kuat untuk membunuh jika ingin menggunakan salah satu dari senjata ini!" Ucap Hiro yang sibuk mengeluarkan semua senjata yang tersisa.

Aku berjongkok di hadapannya, lalu memungut benda yang menarik perhatianku. Sebuah tabung bulat seperti kemasan keripik kentang berisi bola-bola karet berwarna hitam pekat, dan juga palu mainan yang hampir seluruhnya terbuat dari plastik berada di antara senjata-senjata aneh itu.

"Apa kau memungut benda-benda ini di suatu tempat?" Tanyaku dengan kening mengernyit.

Suara riuh terdengar dari luar seperti gerombolan orang-orang yang sengaja berkumpul untuk pertemuan. Memang kadang ada sebagian anak-anak yang akan tinggal di sekolah untuk mengikuti ekstrakurikuler atau belajar seperti yang ketua kelas lakukan.

Namun setelah melihat orang-orang yang tiba untuk berkumpul, tubuhku langsung membeku melihat ketidakberesan ini.

1
ieru
keren
KOwKen
hallo. maaf kalau up ny ngaret setaun!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
hahahaha....
ini kebenarannya tapi kenapa kedengerannya jadi kek omong kosong 🤣
Nur Kediri
kok lama kak
Nur Kediri
lama kali kak up nya
KOwKen: authornya lg di tempt yang susah sinyal, jd up ny ngaret cyuu
total 1 replies
Nur Kediri
semangat update kak
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Waktu itu gua komen apa ya di mari 🤔
Tapi perasaan gak ada yang berubah. Ngapain lu hapus bab lama, padahal komentar sama like-nya udah bejibun
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: bukan maen emang kalo urusan memperbaiki itu hawanya males aja
total 4 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Ampe balik lagi gua kemari... 🙄
Baca bab baru kaga idep
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Di mana sih tombol double like-nya 🤣
total 2 replies
Nur Kediri
kehilangan orang yang penting itu menyakitkan
Yana Haifa
ada at
Nur Kediri
mulai menerima
Nur Kediri
sedikit curiga musuh menyusun strategi
Nur Kediri
ngeri
Nur Kediri
belum bisa mengendalikan kekuatan
Nur Kediri
pasti hanah shock berat
Nur Kediri
menegangkan
Nur Kediri
nanggung banget kak
KOwKen: mentok zeyeng!
total 1 replies
Nur Kediri
semangat kak
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Woy belubah 🙄
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Kaga kok 🙄
total 2 replies
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
woeee!!!

mana Ujan Meteong?!
KOwKen: jdul doang gua ubeh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!