Pernikahan adalah pengikatan janji sakral yang dilaksanakan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi tidak dengan Aqila.
Aisyah Aqila adalah seorang gadis yang cantik, baik, pintar dan manja. Tetapi juga berani. Berumur 18 tahun dan baru lulus sma.
Aqila adalah salah satu murid terpintar dan bintang sekolah di sma nya dulu. Karena kepadaiannya, ia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi keadaan yang membuat nya mundur.
Hingga nasib buruk menimpanya.
Aqila harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan bahkan orang yang ditakuti dikota itu.
umurnya pun jauh berbeda 10 tahun lebih tua darinya.
Hanya karena ayahnya tidak bisa membayar hutangnya yang bunganya sangat besar.
"Saya akan membebaskan hutang-hutang kamu Hendra, tapi dengan satu syarat," ucap Edwin menggantungkan kata-katanya yang terakhir.
"Kamu nikahan saya dengan gadis bodoh ini?" sambil menunjuk Aqila.
Aqila bingung, di satu sisi ia tidak ingin menikah dengan orang itu, tapi disisi lain keadaan yang membuatnya harus bilang iya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auriel zeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35 Aqila cemburu
Selesai makan es krim. Aqila memutuskan untuk mandi, karena badannya terasa lengket.
"Kamu mau kemana?" tanya Edwin.
"Mau mandi om, kenapa?"
"Oo..."
"Cuma itu doang om jawabnya... hais, nyesel Qila jawab pertanyaan om," ucapnya sambil berjalan ke kamar mandi.
Edwin hanya tersenyum dan fokus dengan handphonenya lagi.
Seperti biasa, 30 menit Aqila baru selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan memakai baju santai dan berjalan ke arah meja rias.
Aqila selalu menjaga kulitnya. Ia tidak pernah lupa memakai lotion.
Selesai mengoleskan lotion ke tubuhnya, Aqila menyuruh Edwin untuk mandi. Karena sudah jam 4 sore.
"Om mandi gih, bau acem lo..."
"Ya." jawab Edwin.
Edwin kemudian pergi ke kamar mandi.
Saat Edwin sedang mandi, handphonenya berbunyi.
Tring...
Notifikasi whatsapp masuk.
"Aku buka nggak ya? Kalo aku buka nanti dikira aku kepo, tapi kalo nggak... takutnya ada yang penting. Aku buka aja deh, siapa tahu penting," gumannya.
Aqila mengambil handphone Edwin dan membuka whatsapp.
Sayang
"Sayang? Siapa?" tanya Aqila.
Aqila sangat penasaran. Ia membuka pesan itu. Dan ternyata adalah Clariska.
"Sayang, kamu lagi apa?" isi pesan dari Clariksa untuk Edwin.
"Jadi om masih berhubungan dengan tante itu... berarti aku salah selama ini ke pd an banget dong. Aku kira om udah mulai suka sama Qila, tapi ternyata enggak."
"Inget Qila, kamu cuma nikah hanya untuk melunasi hutang ayah. Bukan nikah karena cinta. Ingat itu Qila..." tambahnya.
"Kenapa hatiku sakit ya saat habis baca chattingannya om nggak punya hati sama tante itu?" ucapnya.
Sebenarnya Edwin masih bingung dengan perasaannya. Ia tidak ingin kehilangan Clariska. Tapi dia juga tidak ingin kehilangan Aqila.
Dan Clariska pun juga tidak berhenti-henti mengejar Edwin. Karena dari dulu waktu kuliah, Clariska sudah tergila-gila dengan Edwin. Dan orang tua mereka juga sangat dekat.
Tapi Edwin memutuskan memilih Aqila dan berusaha melupakan Clariska. Namun dia lupa untuk mengganti nama dikontak handponenya.
"Mending sekarang aku jaga jarak aja sama om nggak punya hati itu, aku harus bisa ngilangin perasaan aku ini," batinnya.
Lalu dia meletakan handphone Edwin dan turun ke bawah.
Aqila membantu bibi dan para pelayan untuk menyiapkan makan malam. Ia mencari kesibukan agar tidak ingat dengan kelakuan Edwin.
Saat sedang membantu bibi menyiapkan makan malam, Mama Merliana dan Papa Sanjaya pulang dari kantor.
"Sayang... kamu rajin banget," ucap Mama Merliana yang langsung memeluk dan cipika cipiki dengan Aqila.
Tapi tidak dengan Papa Sanjaya, jangankan memeluk Aqila, menyapa aja tidak pernah.
Papa Sanjaya langsung masuk ke kamarnya. Tanpa menghiraukan Aqila.
"Papa mertua gitu amat sih sama Qila," batinnya.
"Sayang kamu duduk aja... ini kan udah tugasnya bibi sama pelayan,"
"Hehehe, Aqila bosen ma kalo cuma duduk-duduk aja. Lagian Aqila udah biasa kok bantu bunda dirumah seperti ini,"
"Kamu benar-benar menantu mama yang terbaik. Pantes aja Edwin milih kamu sayang," ucap Mama Merliana.
"Mama bisa aja," jawab Aqila.
Dalam hatinya.
"Anak mama nggak cinta sama Qila, cuma mau mainin hati Qila aja ma..."
"Mama ke kamar dulu ya sayang, mau bersih-bersih sayang, kamu duduk aja nggak usah bantuin bibi,"
"Hehehe, nggak papa ma dari pada Aqila nggak ngapa-ngapain,"
"Ya udah kalo itu mau kamu, mama ke kamar dulu ya sayang..."
"Iya ma..."
Mama Merliana pergi ke kamar.
15 menit, Aqila selesai membantu bibi dan pelayan menyiapkan makan malam.
Edwin turun dari atas, Mama Merliana dan Papa Sanjaya pun keluar dari kamarnya, begitupun dengan Alisya. Mereka menuju meja makan.
Mereka semua duduk dan siap menyantap makanan.
Disela-sela makan, Mama Merliana membahas acara weekend besok.
Karena keluarga Sanjaya setiap weekend selalu pergi berlibur.
"Besok kan weekend, gimana kalo kita ke kota xxx," ucap Mama Merliana.
"Iya ma, sekalian papa mau refreshing," jawab Papa Sanjaya.
"Aku juga setuju ma, Alisya bosen banget cuma dirumah terus," sahut Alisya.
"Kasian anak mama... besok kamu puas-puasin sayang. ucap Mama Merliana. "Papa udah setuju, tinggal kalian berdua sayang,"
"Qila nggak usah diajak ma, nanti dia malu-malu in lagi." celetuk Papa Sanjaya.
"Papa. Nggak boleh gitu,"
"Gimana sayang, kalian berdua pasti ikut kan? Sekalian kalian bulan madu,"
"Iya. Kita berdua ikut." jawab Edwin.
"Apa-apaan sih om itu, dia nggak nanya Aqila dulu mau apa nggak, main iya-iya aja. Hih, nyebelin banget jadi orang," gerutunya dalam hati.
"Habis makan malam kita semua prepare buat besok,"
"Siap ma," jawab Alisya dengan semangat.
Lalu mereka semua melanjutkan makannya lagi.
.
.
Selesai makan malam, sesuai perintah dari Mama Merliana, mereka semua pergi ke kamar untuk menyiapkan barang yang akan dibawa besok.
Sampai dikamar, Edwin tidak langsung menyiapkan barangnya. Karena itu tugas Aqila sebagai istrinya.
Aqila mengambil koper dan mengambil beberapa baju dari lemari yang akan dibawa besok. Selesai prepare Aqila duduk disofa sambil memainkan handphonenya.
Aqila sama sekali tidak menyapa Edwin. Karena dia masih marah dengan Edwin.
Edwin yang melihat sikap Aqila acuh dengannya, bertanya-tanya sendiri.
"Kenapa dia seperti menjauh dari saya?" tanyanya dalam hati.
"Kamu belom menyiapkan barang saya Qila?" ucap Edwin.
Tapi Aqila hanya diam dan sibuk dengan handphonenya.
"Kenapa dia tidak menjawab? Apa dia nggak dengar suara saya?" tanyanya dalam hati lagi.
"Aqila! Saya lagi berbicara dengan kamu! Apa kamu tuli!" bentak Edwin.
"Om bisa nggak ngomong sama Qila pelan-pelan? Om selalu kasar sama Qila, bentak-bentak Qila, om pikir Qila nggak sakit hati atas kelakuan om sama Qila?" ujarnya sambil meneteskan air matanya.
Edwin yang melihat Aqila menangis, merasa bersalah.
"Aqila tahu kok, kenapa sikap om selalu kasar sama Qila. Karena Qila bukan selevel kan sama om, makanya om bisa nindas Qila seperti ini,"
"Meskipun Qila cuma istri sebagai pelunas hutang dari ayah, tapi bukan berarti Qila bisa diginiin om," tambahnya dan kemudian ketempat tidur lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut berwarna putih.
"Qila maafkan saya, saya nggak bermaksud seperti ini,"
"Nggak perlu minta maaf om, Qila pantes kok diginiin," ucapnya lalu menangis didalam selimut itu.
"Oh ya satu lagi om, om bisa selingkuh sama wanita lain, Aqila juga bisa om," ujarnya lalu menutup mukanya dengan selimut lagi.
"Selingkuh? Maksud kamu siapa yang selingkuh? Saya?" Edwin bertanya-tanya.
"Saya selingkuh dengan siapa Qila? Saya cuma punya kamu bukan wanita lain. Kamu tahu dari siapa? Siapa yang sudah memberikan informasi hoax kepada kamu? Biar saya bunuh orangnya." ucap Edwin emosi karea dituduh selingkuh.
"Aqila tahu sendiri." jawabnya dari dalam selimut.
"Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti."
"Qila males ngomong sama om, Qila mau tidur."
Edwin sangat bingung dengan Aqila.
"Kenapa dia bisa ngomong kalo saya selingkuh? Apa mungkin tadi Clariska ngomong yang nggak-nggak?" batinnya.
mampir juga di karya aku
mari saling mendukung 🤗
semangat terus Thor,mampir juga di karyaku
Ustadz Idolaku
terimakasih 🙏
salam manis dari " PERJUANGAN DALAM PERNIKAHAN "
jangan lupa mampir
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya 😉✨
salam dari _Pesona Pocong Cantik_🤗