NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatan Dengan Setimpal.

Ku Balas Pengkhianatan Dengan Setimpal.

Status: tamat
Genre:Obsesi / Mengubah Takdir / Selingkuh / Pengkhianatan / Balas Dendam / Harem / Tamat
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Arini gadis 25 tahun menjadi pewaris tunggal . Ayahnya meninggal 1 tahun yang lalu. Arini sejak kecil sudah diasuh oleh ibu tirinya dan juga kedua saudara tirinya. Selam ini keluarganya baik kepadanya dan penuh kasih sayang.

Siapa sangka ternyata di balik semua itu ada rencana, satu persatu kebusukan ibu tirinya dan kedua saudaranya terungkap, Arini mendapatkan pengkhianatan dari kekasihnya dengan adanya perselingkuhan.
Tabiat laki-laki yang dia pikir selama ini mencintainya, juga sudah mulai terungkap ketika Arini memberikan posisi Direktur di Perusahaan.
Arini mulai dicampakkan ketika aset keluarganya memiliki saudara tirinya dan calon suaminya. Arini bahkan dibuang dan mendapat caci maki dari orang-orang akibat jebakan yang dari keluarganya.
Sampai akhirnya Arini kembali bangkit dari keterpurukan untuk membalas semua dendamnya. Dari mengambil seluruh apa yang telah menjadi miliknya dan menjadikan orang-orang yang telah menghancurkannya saling menusuk satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 36 Hal Tidak Terduga

Aditya masih melanjutkan memasak di dapur bersama dengan Arini dan bahkan Lena juga tidak datang dan hampir saja masakan itu selesai.

Arini juga terlihat tampak sibuk dan bahkan saking sibuknya Arini menginjak lantai yang licin membuatnya hampir saja terjatuh dan untung saja Aditya dengan sigap menahan tangannya dan membuat jarak mereka sangat dekat dengan wajah saling berhadapan satu sama lain dan mata saling memandang.

Dengan rasa kegugupan yang dirasakan Arini dengan kesulitan menelan ludah.

"Pelan-pelan Arini!" ucap Aditya membuat Arini menganggukkan kepala.

"Maaf. Kak," Arini gugup yang langsung melepaskan tangannya dari Aditya.

Keduanya seketika menjadi sama-sama canggung.

"Nenek lama sekali kembalinya dan padahal masakannya sudah selesai. Ini juga sudah malam," ucap Aditya membuka obrolan untuk mengalihkan kecanduan diantara mereka.

"Nenek sudah datang, tidak perlu mengeluh seperti itu," sahut Lena akhirnya wanita yang mereka tunggu-tunggu datang juga membuat Aditya menghela nafas.

"Ini namanya bukan Nenek menyiapkan makan malam tetapi justru aku dan Arini yang menyiapkan makan malam untuk Nenek," sahut Aditya.

"Kamu ini langsung saja mengeluh hanya karena itu. Nenek juga sering menyiapkan makan malam untuk kamu dan tidak pernah mengeluh sedikitpun," sahut Lena membuat Arini hanya tersenyum saja melihat candaan cucu dan Nenek itu.

"Nenek jangan langsung memasukkan ke dalam hati seperti itu. Aditya hanya bercanda saja," sahut Aditya.

"Lalu bagaimana apa kalian sudah selesai memasak?" tanya Lena.

"Nenek bisa melihat sendiri bagaimana masakan kami," jawab Aditya sudah pasti menyombongkan masakannya dan sementara Arini hanya senyum-senyum saja.

"Bagus kalau begitu," sahut Lena.

"Kalau begitu Aditya mau ke kamar dulu untuk bersih-bersih sebentar. Nenek bersama dengan Arini jangan makan dulu sebelum Aditya turun," ucap Aditya.

"Iya-iya. Nenek tidak mungkin mendahului kamu, sudah sana jangan lama-lama!" ucap Lena membuat Aditya langsung bergerak meninggalkan dapur.

"Arini. Maaf ya saya harus menyerahkan semua pekerjaan ini kepada kamu dan padahal tadi janjinya saya yang akan memasakkan kamu," ucap Lena.

"Tidak. Apa-apa. Nek, Arini juga senang bisa memasak dan tadi sangat banyak sekali dibantu oleh kak Aditya," sahut Arini.

"Syukurlah kalau begitu dan tidak terlalu merepotkan kamu," sahut Nenek membuat Arini menganggukkan kepala

"Arini mebersihkan dulu meja makan agar kita secepatnya makan," ucap Arini membuat Lena menganggukkan kepala dan hari ini langsung bergerak untuk membersihkan meja makan agar makanan itu segera disidangkan dan dinikmati.

Mereka berdua sudah berada di meja makan yang menunggu Aditya dan tidak lama akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga. Aditya tidak terlihat begitu fresh yang baru saja mandi.

"Ayo kita nikmati makan malam bersama-sama," sahut Lena membuat Aditya menganggukkan kepala.

Arini mengambilkan nasi untuk Lena membuat Lena tersenyum dengan pelayanan Arini yang sangat baik.

"Arini juga ambilkan untuk Kakak," Arini ternyata tidak canggung sama sekali untuk menyendokkan ke piring Aditya dan Aditya tidak menolak.

"Segitu saja Arini," sahut Aditya membuat Arini menganggukkan kepala.

"Anak-anak muda sekarang makan memang sangat sedikit," sahut Lena dengan geleng-geleng kepala yang mulai menikmati makanan tersebut.

Ternyata Aditya juga tidak kalah manisnya yang mengambil piring Arini yang sudah ditaruh nasi dengan lauk dan ternyata Aditya menyisihkan timun yang terdapat di lauk tersebut.

"Kak, Arini bisa melakukannya sendiri," ucap Arini merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa," sahut Aditya memang belakangan ini sifat manisnya mulai keluar.

Arini tidak percaya jika laki-laki itu sebenarnya sangat hangat dan selama ini dia mengenal memang laki-laki itu sangat dingin dan cuek.

Lena yang ada di sana tampaknya tidak keberatan dengan keromantisan kedua orang tersebut dan bahkan dia senyum-senyum melihat hal itu.

Arini, Lena bersama dengan Aditya menikmati makan malam tersebut dengan mengobrol. Aditya membatalkan janjinya dengan kekasihnya karena beralasan untuk bertemu dengan klien dan ternyata Aditya juga membatalkan janjinya dengan klien yang menghabiskan waktunya bersama Arini dan neneknya.

Arini bahkan mengambil momen tersebut dengan berfoto selfie, Lena dan juga Aditya tidak keberatan sama sekali. Entahlah untuk apa Arini melakukan semua itu.

Setelah menikmati makan malam dan ternyata Arini bersama dengan Aditya berdiri di depan wastafel yang melanjutkan dengan mencuci piring. Aditya menyabun piring tersebut dan Arini yang menyiramnya.

Sementara Lena sudah beristirahat karena memang sudah malam.

Keseriusan mereka berdua dalam mencuci piring dan tiba-tiba saja tangan mereka sama-sama mengambil gelas yang sama, bukannya saling melepas dan justru mereka saling melihat satu sama lain, menatap cukup lama sampai akhirnya Arini menarik tangannya.

Arini dan Aditya terlihat sama-sama gugup, tapi Aditya kembali melanjutkan mencuci piring tersebut.

"Kak Aditya bisa melakukannya sendiri?" tanya Arini membuat Aditya menganggukkan kepala.

"Kalau begitu, Arini sebaiknya membersihkan ruang tamu terlebih dahulu, Nenek sangat tidak menyukai hal-hal yang kotor," ucap Arini.

"Sudahlah Arini biar saya saja yang melakukan semua itu dan sebentar lagi piring ini juga akan selesai dicuci. Kamu tamu di rumah ini dan tidak perlu melakukan hal itu," ucap Aditya yang tidak enak dengan Arini yang harus mengambil semua pekerjaan itu.

"Tidak apa-apa. Kak," sahut Arini yang langsung berlalu dari dapur dan menuju ruang tamu untuk membersihkannya.

Aditya melihat Arini dengan menghela nafas dan kemudian Aditya kembali melanjutkan pekerjaannya.

Arini terlihat membersihkan sofa dengan sangat serius.

"Arini!" Aditya benar-benar mengagetkannya membuat Arini menoleh dan jarak mereka sangat dekat sekali yang membuat Arini semakin kaget dan langsung terjatuh ke sofa dan Aditya masih sempat untuk menahan dan ternyata justru dia ikut terjatuh ke sofa dengan menindih tubuh Arini.

Tetapi hal yang tidak terduga sama sekali terjadi dengan bibir Aditya menempel pada bibir Arini yang membuat Arini melotot.

Deg.

Jantung Arini berdebar begitu kencang dengan posisi seperti itu dan dengan cepat Aditya langsung duduk setelah menyadari apa yang telah dia lakukan kepada calon adik iparnya.

"Maaf Arini!" Aditya menelan salivanya benar-benar canggung yang sudah duduk di sofa dan begitu juga dengan Arini yang sudah tidak berbaring lagi.

"Saya benar-benar tidak sengaja melakukannya dan saya mohon kamu tidak salah paham atas apa yang terjadi," ucap Aditya tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara mereka.

"Ti-tidak apa-apa. Kak, memang tadi hal yang tidak sengaja dan Arini juga hanya kaget saja," ucap Arini.

"Iya," sahut Aditya yang terlihat semakin gugup.

"Arini kamu harus bisa mengendalikan diri dan jangan terlalu gugup seperti ini di depannya. Arini sudah yakin wajahmu saat ini pasti memerah, kamu harus bisa menahan diri," batin Arini semakin gugup dan bahkan tidak tahu harus melakukan apa.

"Kak Aditya, Arini pamit pulang ini sudah malam," ucap Arini berdiri dari tempat duduknya.

"Saya akan mengantar kamu pulang," ucap Aditya.

"Tidak usah kak. Arini bawa mobil," sahut Arini tumben tumbennya dia menolak permintaan Aditya dan biasanya dia akan mengambil kesempatan walau sekecil apapun itu.

"Saya tahu itu, tetapi ini sudah tidak malam dan tidak baik kamu menyetir sendirian, Saya juga tidak ada pekerjaan dan akan saya antar kamu pu .lang," ucap Aditya.

"Baiklah, kak," sahut Arini dengan menganggukkan kepala

Bersambung....

1
Ida Mamanya Akas
apa jangan2 mikhayla anaknya robby....
Oma Gavin
akhirnya terbongkar semua tinggal irene ini kpn dpt karma
Sunaryati
Arini tidak akan hancur walau Aditya tahu, karena jika sudah ada rasa cinta, dan Arini lebih baik dari Meysia maka Aditya tidak akan goyah, walau ada provokasi sekalipun.
Sunaryati
Thoor banyak tulisan salah, sebelum di up diteliti dulu. Ceritanya makin seru
Sunaryati
Arini Semoga ditolong Aditya
Sunaryati
Usahamu untuk menyingkirkan Arini tidak akan berhasil, Dellon. Arini punya orang- orang untuk mengawasi kamu dan seluruh keluargs Meysia
Sunaryati
Arini punya bukti? perbuatan Dellon dan Meysia?
Sunaryati
Ayo ikuti Aditya Mungkin Meysia dengan Dellon.
Sunaryati
Kenapa mesti cemburu Meysia, kamu saja setiap ada kesempatan tidak dapat menolak melayani Dellon, masih pantaskah kau berharap menikah dengan Aditya
Ninik
itu Meisya sama Delon,,,Aditya, harusnya kamu sadar
Sunaryati
Rekam kegiatan mereka sebagai bukti jika Mrysia menuduhmu akan merebut Aditya
Sunaryati
Kamu merekam kegiatan mereka kalau tidak kamu bisa dituduh mengitnsh
Ninik
tp kalau Arini g punya bukti bisa dianggap fitnah lho kecuali Arini sempat merekam baru punya bukti
Sunaryati
Satu keluarga Irene sepertinya akan hancur bersama
Teh Euis Tea
berharap aditya berjodoh dgn arini
Sunaryati
Dellon pasti ingin ke kamar dan Arini punya bukti
Teh Euis Tea
semakin kalap dong meisya klu arini ga pake dalaman 🤣🤣🤣🤣🤣
Sunaryati
Kok Arini dan Aditya selalu bertemu, kebetulan atau disengaja, Arini
Sunaryati
Selidiki Dellon dari mana dia dapat uang sebanyak itu Arini
Sunaryati
Semoga Arini mendapat vidio syur Dellon dan Meysia apapun caranya, agar Aditya tahu jika sebelum pertunangan Meysia wanita bebas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!