Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menikahi ku gus ?
Kenapa kau tak merelakan aku bersama teman mu yang mencintaiku ?
Kau mengikat ku dalam hubungan yang menyakitkan !
Anisa Az-Zahra seorang gadis biasa yang terpana dengan bahu seorang laki-laki saat hari terakhir OSPEK, dia memendam rasa pada laki-laki tersebut yang kemudian ia mengetahui namanya yaitu Muhammad Ali Haidar yang merupakan seorang gus besar.
Sampai akhirnya Zahra menikah dengan Ali, tapi kehidupan setelah menikah tak seindah yang Zahra bayangkan karena dalam hati Ali terdapat nama wanita lain yaitu Selly bahkan nama Zahra pun tak tertera dalam hati Ali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfi Syafa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 CERITA LAUT (1)
Setelah selesai bersiap-siap aku dan Mas Ali beranjak dari kamar kami menuju mobil yang biasa dikendarai Bli Aji untuk mengantar kami berkeliling menikmati keindahan alam di Bali ini.
"Selamat pagi Mbak Zahra Mas Ali" sapa Bli Aji
"Pagi juga Bli" sapa Mas Ali dan juga Aku
"Sekarang kita mau kemana Mas Mbak? " tanya Bli Aji
"Sekarang kita ke pantai Bli" jawab Mas Ali
"Baik Mas siap laksanakan" ucap Bli Aji
"Yuk sayang masuk" kata Mas Ali mengajakku masuk ke dalam mobil
"Iya Mas" jawabku
Setelah beberapa saat perjalanan kita pun sampai disalah satu pantai yang ada di Bali, terasa indah dan damai sekali melihat pantai yang terbentang luas.
"Yuk sayang kita duduk-duduk di situ" kata Mas Ali sambil menunjuk sebuah kirsi santai yang terbuat dari rotan dan diteduhi dengan payung besar
"Iya Mas sepertinya tempatnya pas buat santai-santai" kataku
Aku dan Mas Ali berjalan menuju kursi rotan tersebut. Dan kita pun duduk-duduk santai di kursi tersebut. Kita berbincang-bincang dan tertawa-tawa bahagia dengan candaan-candaan yang dibuat Mas Ali.
"Sayang sebentar ya aku mau cari kelapa muda biar seger" kata Mas Ali
"Iya Mas apa perlu aku temenin, aku takut nanti kamu kangen lagi jauh-jauh dari aku" tanyaku menggoda Mas Ali
"Hahhaa heh istri aku ini ya, belajar darimana gombal-gombal gitu? " kata Mas Ali tertawa sambil mencubit hidungku gemas
"Ihh Mas kok cubit-cubit gitu sih" kataku kesal
"Habis kamu sih nggoda-nggoda Mas gitu, kan Mas jadi gemes sama kamu" ucapnya
"Ya kan Ra belajar dari Mas Ali yang setiap harinya nggombalin Ra terus" jawabku
"Hahahha masak sih sayang? " ucapnya
"Hahha nggak ngrasa ya Mas ?, udah Mas katanya mau cari kelapa muda" kataku
"Aduh jadi berat ninggalin kamu sayang" kata Mas Ali sambil memelukku
"Ya Allah Mas udah cuma beli kelapa muda aja kok berat sih, udah sana Mas aku juga mau minum kelapa muda" kataku sabil melepas pelukan Mas Ali yang erat
"Ya udah sayang tunggu sebentar ya sayang" ucap Mas Ali
"Iya Mas" jawabku
Mas Ali berjalan menjauh untuk mencari kelapa muda, aku tertawa kecil melihat tingkahnya yang kadang kekanak-kanakan, setelah beberapa saat Mas Ali datang dengan membawa dua kelapa muda.
"Ini sayang kelapa muda spesial untuk orang yang super spesial" kata Mas Ali
"Mas ih gombal mulu" kataku
"Nggak papa dong sayang, kamu geser sedikit sayang" ucap Mas Ali
"Hah kok geser Mas? " tanyaku
"Iya sayang aku pengen duduk jejeran sama kamu" jawab Mas Ali
"Mas kan malu diliatin orang" kataku
"Loh kan kita suami istri lagi bulan madu pula kenapa malu" ucapnya
"Ya ini kan tempat umum" ucapku
Cupp ...
Tiba-tiba Mas Ali mencium pipiku dengan kilat dan membuatku terkejut malu kalau ada orang yang lihat.
"Astaghfirullah Mas kok malah cium aku sih" kataku
"Lah kamu nggak mau geser sih, apa mau aku cium lagi?" tanyanya
"Nggak Mas Ra malu, biar Ra geser aja duduknya" ucapku yang tak berfikir lama aku pun menggeser posisi duduk ku untuk berbagi kursi dengan Mas Ali
"Sayang ? " ucapnya
"Hemm iya Mas ? “ jawabku
"Aku mau tanya deh sama kamu" ujarnya
"Tanya apa Mas" jawabku yang sebenarnya aku gugup dengan apa yang hendak Mas Ali tanyakan
"Sepertinya aku belum pernah dengar kamu bilang sayang deh sama aku, kenapa sih sayang? “ tanyanya
"Hah Mas cuma mau tanya itu? " kataku
"Iya sayang" ucapnya
"Kirain mau tanya apa gitu, soalnya kok serus banget mukanya padahal aku udah deg-degan lo takut kamu nanya yang aneh-aneh" ucapku
"Serius ini aku tanya sayang kenapa“ kata Mas Ali
"Ya Mas kan tau kalau Ra ini sayang banget sama Mas tapi Ra tu malu kalau mau panggil sayang, nggak tau kaya lucu aja" jawabku malu-malu
"Hahahaha kenapa malu sayang, coba kamu panggil aku dengan sayang" kata Mas Ali
"Malu Mas" jawabku
"Coba sekali saja sayang" desak Mas Ali
"Sayang" kataku lirih
"Hahahah kamu lucu banget sayang, jadi gemes aku pengen cepet-cepet kembali ke hotel deh, hahaha kenapa tu pipi kamu jadi merah gitu" ujar Mas Ali dengan tertawa puas
"Mas ah ngledekin Ra terus" jawabku kesal
Setelah beberapa saat kami membincangkan hal yang tak jelas, tiba-tiba aku teringat sebuah perkataan Mas Ali yang pernah tergantungkan, aku pun berusaha memberanikan diri untuk menanyakan tentang hal tersebut pada Mas Ali yang sedang menikmati kesegaran kelapa muda.
"Mas Ra mau tanya deh" kataku
"Apa sayang" jawab Mas Ali sambil melihatku dengan serius
"Itu loh waktu itu Mas kan pernah bilang sama Ra, kalau Mas tu nggak suka kalau Ra deket-deket dengan Ridwan pas Ra masak berdua sama Ridwan, terus Ra tanya kenapa kok nggak suka padahal kan dulu Mas nggak suka sama Ra, Mas jawabnya kata siapa nggak suka, maksud Mas dulu Mas suka sama Ra?" tanyaku
"Oh itu, jadi gini sayang dulu tu kamu tau kan teman sekelas nggak suka sama aku, lah aku di kelas diam aja nggak ada yang ngejak ngobrol, aku kan bertanya-tanya apa ada yang salah sama aku ternyata lambat laun Mas tau kalau teman-teman nggak suka sama aku kalau aku terlalu kritis dan lain lain, lah disatu sisi aku pernah dengar tu kamu belain aku di depan teman-teman kamu" kata Mas Ali
"Yang mana sih Mas? Ra lupa deh" kataku
"Itu loh yang intinya wajar lah aku tanya gitu pertanyaan ku yang bermutu biar kita nggak pasif nggak stak di situ-situ aja" katanya
"Oh yang itu terus-terus" kataku sambil bersender di bahu Mas Ali
"Iya sayang dari situ aku tu suka merhatiin kamu loh beneran, aku tu menilai kamu cewek yang subhanallah banget, pendiam bijaksana cantik pinter pokoknya top banget paket komplit deh, setelah itu teman-teman kan pada tau kalau Abah adalah Kiai dan seterusnya, kok aku ngrasa aku sama kamu semakin menjauh gitu" katanya
"Apa orang Ra yang ngrasa Mas tu yang menjauh, kan waktu itu udah banyak temennya" ucapku
"Masak sih sayang nggak ah, kemudian Mas pikir-pikir ini bagaimana caranya agar Mas deket sama kamu lah ternyata Allah memberi jalan pada Mas waktu pelajaran hadis ya kalau nggak salah pas kita satu kelompok tu sayang, itu tu sebenarnya gombalan semua sayang tapi malah kamu kurang peka jadi kesannya aku cari gara-gara sama aku" cerita Mas Ali
"Lah Mas keliatannya waktu itu serius kok" jawabku
"Karena waktu itu Mas tu sebenarnya grogi sayang" jawabnya
"Terus-terus gimana lagi sayan" tanyaku
"Terus gini sayang ..........
entah q ny yg bapran ato novel ny yg bnyk bwang