NovelToon NovelToon
PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Tamat
Popularitas:27.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: A Lubis

Up setiap jam 8 malam.

Seorang bayi dilahirkan tanpa orang tua dengan berkah api matahari dilengan kanannya.
Dia kemudian ditemukan seorang janda yang merawatnya dengan kasih sayang yang tulus, namun tanpa sadar dia mengeluarkan api yang membakar seluruh rumah yang membuat ibunya meninggal.
Karena itulah dia menjadi pemuda yang jahat dan gemar menghancurkan perguruan diwilayahnya.
Namun seorang guru akhirnya menunjukan jalan kebenaran, dan akhirnya dia dapat mengendalikan api mataharinya.
Namun bersamaan muncul kekuatan besar akan ada kekuatan jahat yang juga terlahir, mampukah dia memenuhi panggilan takdirnya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Lubis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karang dalo

“Geni, lihatlah disana?” Dewangga menunjuk pada satu toko yang sangat besar dengan tulisan Toko Baja Ireng, “Tempat itu adalah toko yang menjual segela perlengkapan pendekar, pedang dengan kualitas tinggi dan baju perang dengan kualitas terbaik. Mereka semua memilikinya.”

 

 

Sungsang Geni mulai melirik Toko yang dibicarakan Dewangga, memang terlihat ramai dikunjungi oleh para pendekar, setidaknya Sungsang Geni merasakan mereka pada level pendekar Pilih tanding.

 

 

“Namun sayang Geni, harga yang mereka tawarkan sangat mahal.” Sambung Dewangga, “hanya para pendekar kalangan atas saja yang mampu membeli barang ditempat itu.”

 

 

“Tunggu, Apa yang pedagang itu ributkan?” Sungsang Geni menunjuk keramaian yang terjadi didepan matanya.

 

 

“Mereka bukan sedang ribut, mereka sedang melakukan atraksi di sana.” Dewangga menimpali.

 

 

Sungsang Geni menggarut kepalanya yang tidak gatal, namun melihat kelihaian seorang Gadis kecil menggunakan tongkat membuat dirinya cukup terpukau.

 

 

Setelah cukup lama mereka menyusuri jalan kota, akhirnya tiba pula di pintu gerbang Kerajaan Surasena.

 

 

Gerbang itu dikawal oleh 12 prajurit yang levelnya setara pendekar pilih tanding.

 

 

“Tuan, perlihatkan tanda pengenal anda?” seorang prjurit mendekati Durada, wajahnya sangat seram untuk ukuran seorang prajurit dan dia lebih cocok untuk menjadi bandit.

 

 

“Pangeran Dewangga dari kerajaan Majangkara.” Ucapnya setelah melihat lencana yang ditunjukan Widura, kemudian melirik kearah temannya, “Buka Gerbang Istana.”

 

 

 

 

Setelah memasuki Istana Surasena, seorang pelayan segera menuntun kereta kuda ketempat peristirahatan para tamu penting.

 

 

“Tuan, bolehkah saya bertanya?” Sungsang Geni yang tidak sabar lagi mengetahui sesuatu segera bertanya, “Adakah putra mahkota dari kerjaan lain yang datang?”

 

 

“Untuk sekarang baru ada dua yang datang sebelum pangeran Dewangga, tujuh orang yang lain mungkin masih dalam perjalannan.” Pelayan itu lalu mengantar ke bangunan yang khusus untuk tamu dari Kerajaan Majangkara.

 

 

“Terima kasih tuan,” ucap Sungsang Geni, ‘7 orang pangeran yang lainnya tidak akan datang, 2 orang memutuskan untuk membatalkan rencannya, dan 5 orang lagi , aku yakin mereka telah dibunuh oleh kelompok bulan sabit suruhan Senopati Karang Dalo’

 

 

“Selamat datang pangeran Dewangga,” Sorang pria menyapa dari sebelah bangunan, dari wajahnya dia nampak bukanlah orang yang baik, “Aku sangat terkejut kau tiba ditempat ini, ternyata kau punya keberuntungan yang besar.”

 

 

“Ah, pangeran Warkudara, kau sudah dewasa rupanya, dulu ketika aku melihatmu kau masih kencing dicelana, membuat malu ayahmu, apa kau ingat?”

 

 

Pangeran Warkudara mencabut pedangnya wajah liciknya segera memerah,  dia berniat memberi perhitunga kepada Dewangga, namun pemikiran Dewangga juga sama, hingga dia juga telah menghunus pedangnya.

 

 

Warkudara merupakan putra mahkota termuda di kekuasaan Kerajaan Surasena, baru berusia 17 tahun, cara bicaranya yang terkadang kasar membuat banyak orang merasa tersinggung.

 

 

“Kerajaan Majangkara sangat menyedihkan, dalam beberapa tahun terakhir, hampir tidak terdengar pendekar tanpa tanding berasal dari sana.” Warkudara berkata dengan tangan yang berkacak pinggang, “Jika bukan karena Ki Alam Sakti, kerajaan itu pasti sudah rata dengan tanah.”

 

 

“Tutup mulutmu bocah, atau pedangku ini yang akan menutupnya selamanya.”

 

 

Karena adu mulut yang berujung dengan senjata yang terhunus membuat situasi sekarang sangat tegang, Sungsang Geni hanya cukup tenang, Dewangga akan dapat dengan mudah mengalahkan Warkudara yang bahkan tidak bisa menggenggam pedang dengan benar.

 

 

Namun seorang pria berpakaian prajurit istana segera mendekati Warkudara, dia menurunkan pedang Warkudara dengna ujung telunjuknya. “Pangeran apa yang anda lakukan, kita berada di lingkungan Istana Surasena, akan ada hukuman bagi siapapun yang berani membuat kekacauan.”

 

 

Warkudara sedikit kesal mendengarnya, “Baiklah Senopati Karang Dalo, untuk kali ini tidak, tapi setelah keluar dari istana ini aku akan membunuhnya.” setelah berkata

1
Sis Nurhayati
👍👍😍
Leo Ligorius
menegak atau meneguk min ☺️
Leo Ligorius
saya suka dengan tokoh karakter utama dalam novel ini sungsang Geni kasi bintang 4 sebenarnya saya sudah baca kk novelnya kk dri pertama rilis sampe tempat sekarang saya mengulangi nya lagi
Leo Ligorius
penulisan nya di setiap eps selalu salah mohon di perhatikan lagi ya soal kalu baca agak lain karena penulis kekurangan huruf seperti mengangkat ditulis mengangkat seperti itu🙏
Garuda Phoenix
terbaik
merah putih
kemana keris pusaka?
Aufaaaaa
widih autor nak panen kawe😄😄😄
Lily
ada" aja kakek satu ini 🤣🤣🤣
diina acuy
Luar biasa
zayick
mnjijikan
zayick
novel paling menjengkelkan adalah ktika mc lemah trhadap musuh wanita sungguh menjijikan jikapun ada dlam kehidupan nyata dengan senang hati saya membunuh mc macam ini walau dia hamba tuhan palih salih skalipun
Hidayat Dayat
Luar biasa
Hidayat Dayat
Lumayan
ridzuan yusoff
Luar biasa
Sudar Manto
asu
Malim Rieza DiWa
the best one
Yurnalis Yurnalis
pokuslah duly sama mcnya supaya kuat thor
Yurnalis Yurnalis
ini makananya ibis gak ada yg lain
Adian Oe
dari sekian bnyk cerita yg ku baca..ku akui ini yg plin the best..👍👍👍
Andre Oetomo
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!