Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keanehan Cindy
Adit yang melihat istrinya tertidur lagi pun bergegas menyelesaikan semua pekerjaannya, ada sedikit perasaan bersalah di dalam lubuk hati Adit
" Sayang bangun, jadi ga kita mau cari kado buat Mita ? " ucap Adit lembut sambil menepuk pelan pipi istrinya
Cindy pun terbangun lalu memberikan senyuman terindah kepada suaminya
" Aku sekarang kok ngantuk terus ya sayang " ucap Cindy manja
" Apa kamu ga enak badan ? biar kita mampir ke dokter ya " di balas gelengan kepala oleh Cindy
" Ya udah kalo gitu kita pulang aja ya"
" Kok pulang? katanya mau cari kado, kan sekalian aku mau cuci mata sayang " Cindy mulai memajukan bibirnya
" Dasar.. Kamu ini imut banget sih " mencubit kedua pipi Cindy
" Kamu ga tau bagaimana bahagianya hati aku bisa memiliki kamu seutuhnya "
" Ya udah ayo kerjaan aku udah selesai "
Adit langsung menggenggam tangan Cindy untuk keluar dari kantor Adit, mereka seperti biasa menggunakan lift pribadi menuju ke parkiran
Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka berdua pun memberikan salam dan sedikit menundukkan kepalanya tanda memberi hormat, walaupun berita pernikahan mereka tidak di umbar tapi bila di dalam kantor semua karyawan sudah mengetahui bila Cindy adalah istri Adit
Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke sebuah mall terbesar di kota itu, tak butuh waktu lama pun mereka berdua sudah sampai di sana, saat baru saja memasuki mall itu tiba-tiba Cindy menarik lengan Adit
" Sayang pengen itu " ucap Cindy sambil menunjuk ke arah tempat minuman segar Adit pun mengikuti kemauan Cindy
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan mereka pun kembali berjalan, baru saja berjalan beberapa langkah Cindy sudah menarik lengan Adit kembali
" Sayang pengen itu juga " ucap Cindy sambil menunjuk ke arah penjual manisan jambu kristal, Adit pun mengikuti lagi kemauan Cindy
" Mau apa lagi sayang ? " hanya di balas senyuman dan gelengan kepala oleh Cindy
Karena kedua tangan Cindy penuh ada es dan manisan jambu kristal, Adit pun berjalan tidak seperti biasanya dengan menggenggam tangan Cindy, tadi Cindy sempat menolak saat Adit menawarkan untuk memegang salah satunya
" Kamu mau kasih kado apa ke mereka sayang ? " tanya Adit sambil menoleh, Cindy pun tidak ada di sampingnya. Cindy sudah berada jauh di belakang dan diam mematung
Hufh... Adit hanya bisa membuang kasar napasnya dan kembali lagi kebelakang tepat hadapan istrinya
" Kenapa sayang ? " Cindy mulai memasang wajah cemberut
" Kamu tinggalin aku " sinis
" Maaf sayang aku ga tau, kan tangan kamu penuh aku ga bisa pegang "
" Ya kan kamu bisa rangkul pundak aku " Cindy membuang wajahnya
" Ya udah maaf, ayo sayang "
Adit tidak mau memperpanjang masalah, dia mulai merangkul pundak istrinya dan mengajak Cindy kembali melangkahkan kakinya
" Mau ga sayang ? " Adit menggelengkan kepalanya
" Aku buang ya, aku kenyang " Adit pun mengangguk
Adit merasa sedikit heran dengan tingkah istrinya itu, karena dapat dia lihat dengan jelas bahwa makanan dan minuman itu masih tersisa banyak. Mereka berdua mulai melangkahkan kakinya kembali mencari sesuatu yang akan mereka hadiahkan
" Ya udah kita mau beli apa ni ? "
" Kemarin mereka kasih aku perhiasan sayang, apa kita kasih kado yang sama aja ya sayang "
" terserah kamu aja " Adit menepuk lembut kepala istrinya
Mereka berdua pun memasuki sebuah toko perhiasan, mereka berdua akhirnya menjatuhkan pilihan kepada satu buah kalung berlian yang sangat cantik, Adit pun segera menyelesaikan pembayaran dan keluar dari toko itu
" Kamu mau beli sesuatu ga sayang ? " hanya di balas gelengan kepala oleh Cindy
Tetapi baru saja berjalan beberapa langkah Cindy sudah kembali menarik tangan Adit agar berhenti
" Kenapa sayang ? " Adit mengerutkan keningnya
" Beli itu boleh ga ? " ucap Cindy manja sambil menunjuk ke arah sepasang jam tangan couple
" Ayo " Adit tersenyum
Ya Adit memang akan selalu menuruti semua keinginan Cindy, tetapi Adit belum menyadari bila belakangan ini sikap Cindy memang agak berubah, Adit meminta jam yang di pajang di depan tadi dan segera melakukan pembayaran
" Maaf mbak sini jamnya " ucap Cindy kepada pelayan itu dan Cindy pun langsung memakai jam tangan tersebut
" Sayang buka jam kamu, pakai ini aja.. "
Tanpa menunda-nunda waktu Adit langsung melepaskan jam tangan yang sedang dia pakai, perintah Cindy kembali di ikuti oleh Adit dia hanya ingin istrinya bahagia
" Ada lagi ga ? " di jawab gelengan kepala oleh Cindy
" Ya udah kita makan dulu aja ya baru pulang " Cindy pun menganggukkan kepalanya
Masuklah mereka ke salah satu restoran ternama di mall tersebut, mereka memilih menu yang berbeda sesuai selera mereka masing-masing
" Permisi " seorang pelayan menghampiri mereka mengantarkan pesanan mereka
" Makasih " Cindy tersenyum
Baru saja memakan dua sendok makanan itu, Cindy langsung menghentikan makannya dan menatap ke arah Adit
" Kenapa ? " Adit mengerutkan keningnya sedikit bingung, karena biasanya itu adalah makanan kesukaan istrinya
" Tukeran ya sayang "
" Masa kamu mau makan sisa aku, aku pesan yang baru aja ya "
" Ya udah ga usah sayang kalo ga boleh "
Akhirnya Adit pun mengalah menukar menu makanan mereka, Cindy memakan makanan sisa Adit dengan lahap hingga tak bersisa, padahal selama ini Cindy tidak pernah mau memesan makanan itu
" Kenapa si ni orang ? perasaan kok agak aneh belakangan ini, ada-ada aja kelakuannya "
Selesai makan Adit dan Cindy pun memutuskan untuk kembali ke apartemen karena sudah mulai lelah berkeliling di mall tersebut
Sesampainya di apartemen mereka bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu mereka berdua duduk di ruang tamu Cindy menonton televisi dan Adit pun sibuk dengan laptop yang di letakkan di pangkuannya, Cindy menyenderkan kepalanya di lengan Adit tak selang berapa lama pun dia tertidur
" Sayang bangun pindah ke kamar kalo udah ngantuk, nanti leher kamu sakit " menepuk pelan pipi Cindy
" Hmm... Ga akh kamu masih disini " Cindy menjawab dengan mata yang masih tertutup
" Ya udah kamu tidur duluan aja "
Adit hanya kasihan melihat Cindy tertidur seperti itu, sedangkan dia belum merasakan kantuk nya datang, karena jam pun ternyata masih menunjukkan pukul setengah delapan malam
" Maunya di peluk " dengan manja
Adit memilih untuk mengalah dia menutup laptopnya, dia tidak ingin mengecewakan Cindy
" Ya udah ayo pindah tidur ke kamar "
" Gendong " menjulurkan kedua tangannya
Adit menggendong Cindy ala bridal style menuju ke dalam kamar dan meletakan Cindy secara perlahan di atas kasur, dia pun berbaring di samping Cindy lalu menyelimuti tubuh istrinya itu dan memeluknya
" Sayang jangan peluk aku gerah " ucap Cindy sambil menendang kain yang sedang menyelimuti tubuhnya
" Akh... Tadi di luar minta peluk sampe sini ga mau di peluk "
Adit yang sedang bingung dan sedikit kesal membalikkan tubuhnya membelakangi Cindy, melihat Adit membelakangi dirinya Cindy pun menjadi kesal
" Sayang akh.. "
" Apa lagi si sayang ? "
Adit mengubah posisi tubuhnya menjadi telentang dan kepalanya menghadap Cindy, Cindy pun tersenyum lalu memindahkan kepalanya ke lengan Adit sambil memeluk Adit
" Kamu jangan peluk, aku gerah tapi aku aja yang peluk kamu " ucap Cindy sambil mendongakkan kepalanya menghadap wajah suaminya
Adit pun tersenyum melihat kelakuan istrinya itu lalu mencium ujung kepala Cindy, dan akhirnya mereka berdua pun sama-sama terlelap
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Maaf ya kalo masih banyak typo masih belajar..
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa