"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
Mesly yang melihat Raditya teriak meluapkan semua amarah dan kesedihannya memberi sedikit waktu sampai pria itu tenang, setelah di lihat pria itu diam Mesly menghampirinya dan menegurnya.
"Hai..., kalau mau teriak-teriak lihat dulu ada orang apa ngak jangan asal teriak aja gak tau apa kalau jantung aku mau copot karena kaget, untung aku gak punya penyakit jantung" kata Mesly sambil menepuk pundak Raditya.
Raditya terkejut pas pundaknya di tepuk seseorang, rasa malu dan kaget menyatu pada dirinya namun sikap dinginnya mencoba menyembunyikan wajah sedihnya di hadapan gadis itu.
"Ini tempat umum siapa saja berhak melakukan apapun di sini" kata pria itu sambil memalingkan wajahnya menyembunyikan raut wajah sedihnya karena habis menangis.
Raditya selama ini bersikap cuek, tegas dan dingin dua tidak mau menunjukan kelemahannya kepada siapapun termasuk Richo asisten pribadinya.
Rasa sesak di dadanya di luapkan seorang diri di tempat sepi supaya orang tidak tau kalau Raditya pernah menangis apalagi karena seorang wanita.
Mesly yang melihat pria di depannya bersikap angkuh dan dingin hanya menertawakannya bahkan sedikit mengejeknya supaya Raditya sedikit bisa mengalihkan pikirannya daripada mengingatkan masalah yang membuatnya sesak.
"Hahahaha..., Seorang Raditya Anggara yang terkenal cool, tegas dan berwibawa bahkan di takuti semua para pesaing bisnisnya ternyata disini menangis dan berteriak hanya gara-gara seorang wanita Hahahaha". kata Mesly sambil tertawa memegang perutnya.
Mendengar gadis di hadapannya menertawakannya bahkan mengejeknya membuat Raditya kesal bahkan ingin sekali mencengkram gadis itu dengan tangannya namun tidak di dilakukannya karena dia tidak mau mencelakai seorang wanita.
"Diam..., kalau bukan wanita udah aku cekik lehermu biar berhenti menertawakan ku, kau tidak tau apa yang aku rasakan bahkan kau hanya bisa melihat saja dan aku minta jangan pernah mencampuri urusan orang lain kalau kau masih sayang dengan hidupmu" kata Raditya emosi kepada Mesly.
Gadis itu tersenyum menyeringai seakan semua ancaman yang keluar dari mulut Raditya sebuah candaan semata, Mesly menatap tajam kepada Raditya dan hal itu sedikit membuat hati Radit menciut melihat tatapan gadis itu.
"Bagiku hidupku adalah bonus yang bisa aku jalani, semenjak kedua orangtuaku meninggal di bunuh di depan kedua mataku hidupku sekarang terasa tidak berarti. Kau hanya di tinggal selingkuh itu sudah membuat hatimu rapuh bagaimana kau di tinggal mati haaa" kata Mesly dingin.
Raditya diam tanpa menjawab, sikap dingin Mesly membuat dia sedikit takut, bukan takut berantem karena Raditya jago beladiri tapi takut berdebat dengan seorang wanita karena menurut penelitian yang di temukan Richo wanita tak pernah mau kalah walaupun dia salah.
Raditya duduk di kursi taman itu, menatap bintang yang hanya terdapat sedikit di atas langit, melihat pria itu termenung menatap bintang membuat Mesly juga ikut duduk di sebelahnya dan sama-sama menatap langit.
"Apa yang kau lihat di atas langit itu?" tanya Mesly Tampa menoleh kepada lawan bicaranya.
"Bintang..., karena kata nenek kalau aku kangen sama mama dan papa tataplah bintang di langit karena bintang akan menyampaikan rasa kangen kita kepada mereka yang sudah berada di surga" jawab Raditya.
Mesly menatap bintang seperti ucapan Raditya, wanita itu kemudian berucap seakan yang di tatapnya adalah kedua orangtuanya.
"Mah... pah... Mesly kangen" kata gadis itu lirih.
Mendengar ucapan gadis itu membuat Raditya menoleh dan terlihat raut wajah sedih di wajahnya, Raditya menyadari bahwa masa lalu gadis ini lebih berat di bandingkan masalahnya.
Merasa di perhatikan membuat Mesly tersadar dari lamunannya dan dengan juteknya menegur Raditya.
"Apa kau lihat-lihat?" kata gadis itu.
Raditya kaget saat gadis itu membentaknya, tapi melihat wajah sok galak Mesly membuat pria itu tertawa terbahak-bahak dan itu membuat Mesly kesal dan mencubit tangan Raditya.
Bukanya sakit malah pria itu semakin kencang ketawanya, setelah puas menertawakan Mesly Raditya mengambil air minum gadis itu dan menengahnya hal itu membuat Mesly geram dan langsung menepuk pundak Radit dengan kencang sehingga pria itu tersedak dan batuk-batuk dibuatnya.
"Hahahaha..., rasain loh lagian lancang minum punya orang" kata Mesly sambil tertawa terbahak-bahak melihat Raditya tersedak minumannya.
"Dasar wanita jadi-jadian..., udah kaya algojo pelit lagi sebenarnya kamu laki-laki apa perempuan sih punya tenaga kaya banteng gitu" kata Raditya kesal.
"Ngomong apa loh? Ngatain orang wanita jadi-jadian" tanya Mesly sambil menatap tajam pria tampan di depannya.
"Lah memang benarkan!, kalau wanita itu kalem, lemah lembut bukan kaya algojo" kata Raditya sambil tertawa.
Mesly yang di tertawakan merasa kesal dan langsung mencubit habis pria di sampingnya itu dan Radit mengeluh kesakitan, tindakan itu di perhatikan orang yang sedang lewat dan langsung mengabadikan mereka berdua yang dilihatnya romantis.
Merasa diperhatikan orang Mesly dan Raditya berhenti dan menoleh dan itu membuat orang yang melihatnya kagum dengan mereka bahkan ada yang mengunggah di akun sosialnya dengan typingan
"Keromantisan kita berdua seakan dunia milik kita yang lain ngontrak".
Raditya berdiri dan hendak meninggalkan taman itu tanpa dia sadari tangannya mengandeng gadis di sebelahnya, begitupun Mesly yang tanpa sadar mengikuti kemana Raditya membawanya hingga sampai di mobil Raditya baru mereka sama-sama menyadari kalau dari tadi mereka bergandeng tangan.
Mesly yang pertama menyadari segera menarik tangannya dengan kasar, Raditya kaget melihat tangannya di hentakan oleh gadis itu.
"Ngapain kamu ngikuti aku?" kata Raditya yang lupa kalau dirinya yang menuntun Mesly.
"Ya kamu ngapain gandeng-gandeng tangan aku dan bawa aku kesini?" jawab Mesly.
Raditya yang menyadari kalau dia yang mengandeng tangan gadis itu lebih mengalah tidak mau memperpanjang masalah dengan Mesly.
"Aku mau pulang, aku lagi ga kepengen ribut sama siapapun kalau kamu mau ku antar naiklah kalau ngak mau ya udah!" kata pria itu.
"Tidak...!, aku bawa mobil sendiri. terimakasih atas tawarannya mendingan aku pulang sendiri daripada di antar kamu yang ada jadi bahan gosip seorang wanita di antar seorang pengusaha terkenal yang habis nangis di taman" kata Mesly.
"Astaga nih cewek minta di halalin kali ya kalau udah ngomong gak ada saringannya" kata Raditya kesal karena dia selalu di ejek dengan gadis itu gara-gara ketahuan menangis di taman.
"Idih ogah mending aku menjomblo sampai tua daripada sama kamu, walau kamu ganteng, sukses dan kaya ogah pasti wanita simpanannya banyak" jawab Mesly berniat meninggalkan Radit yang sedang geram menahan kesal.
Karena gregetan Raditya dengan cepat menarik Mesly dan mencium bibirnya dan dengan cepat pergi meninggalkan gadis itu menuju mobilnya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..