Annika, kembali setelah bertahun-tahun di asingkan oleh keluarga nya sendiri karena bisu. Takut menjadi perbincangan publik seorang anak yatim piatu yang mereka angkat malah di perkenalkan sebagai anak mereka.
Sampai saat pesta perayaan keberhasilan si putri palsu, Annika datang dan membuat semua orang bertanya-tanya siapa kah putri yang asli dan yang palsu itu.
Saksikan kelanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Hei reader cinta ku, Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya ya . Terus baca semua bab nya biar retensi nya stabil dan karya ini terus berlanjut.
Terimakasih
...----------------...
Annika membalas tatapan Elgar dengan berbinar. Setelah semua selesai dia ingin mengatakan sesuatu pada lelaki ini.
Sesuatu hal yang berkaitan dengan perasaan nya.
Keesokan paginya katalog baru Masashi sudah berada di tangan Annika. Lewat laman khusus Annika bisa membuka ke semua katalog itu.
Tidak salah dengan ucapan wanita semalam, beberapa dari model Masashi memang memiliki nuansa yang sama.
Setelah Annika pikirkan, seperti nya hal ini termasuk masuk akal. Model yang mereka pilih adalah model terbaik yang Annika buat saat mendiang tuan besar Masashi masih hidup.
kakeknya sendiri juga begitu memuji model serta makna dibaliknya. Ingatan Annika kembali di tarik pada moment itu, lalu berlanjut pada saat buku sketsa miliknya hilang.
Hanya dirinya dan Tania saja yang mengetahui letak buku itu, jadi semua kecurigaan Annika selalu mengarah pada kakak tiri nya itu. Selama ini Annika tidak memiliki bukti, dan Tania berlagak tidak bersalah.
Tok tok tok
Lamunan Annika terhenti, dan melemparkan pandangannya ke arah pintu. Seorang karyawan berjalan mendatanginya.
Dengan raut cemas dan membawa sebuah tablet di tangannya karyawan menunjukkan sesuatu" Bu Annika, terjadi masalah"
Annika tidak terlalu cemas karena dia bisa menebak masalah apa yang terjadi.
Dan benar saja, sesuai dengan dugaan nya. Rancangan terbaru milik Masashi memang bermasalah. Dan itu menyeret Agatha.
Setelah di telisik, desainer yang bertanggung jawab adalah Tania. Serasi sekali bukan. Semua menjadi jelas bagi Annika. Kini bukan hanya dugaan, sudah jelas Tania lah yang sudah mencuri desain nya.
" ini bukan masalah besar, bukan kita yang merugi" tenang Annika. Beberapa karyawan yang hanya tau bahwa Annika hanya anak tiri Masashi tentu saja merasa khawatir. Mereka takut akan kehilangan pekerjaan jika sampai Agatha tutup dalam waktu dekat.
Tetapi setelah melihat reaksi Annika, karyawan itu menjadi mulai yakin. Dari kinerja dan ide memang atasannya dapat diandalkan.
" kita fokus pada pemesanan saja, bukankah saat ini peminatnya cukup banyak?" lanjut Annika. Seketika karyawan mengangguk cepat.
" tidak perlu memikirkan hal receh ini, biar nanti aku yang urus. kalian fokus pada job masing -masing"
Setelah kepergian karyawan itu, Annika masih menatap layar ponselnya. Masih menyala dan memperlihatkan katalog Masashi.
Dibalik hebohnya masalah ini, secara tidak langsung nama Agatha semakin meluas. dan memberikan manfaat promosi yang instan.
Annika sengaja tidak memberikan komentar, biarkan berita ini terus bergulir. Karena Annika yakin kali ini Masashi akan selesai jika sampai membuat perhitungan dengannya.
Di tempat lain Tania dibuat kebingungan dengan semua pemberitaan di media. beberapa memang tidak menyudut nya, bahkan malah mempertanyakan ke orisinal desain Agatha.
Tetapi hal ini membuat Tania cemas. Bagaimana jika dia malah akan membuat masalah baru yang tidak dia sadari.
Bahkan sekarang Calvin memanggil nya untuk pergi ke ruangannya, " apa kamu tidak mengetahui hal ini sebelum ada peluncuran?" hampir tidak ada nada kemarahan. Hanya saja suara tegas dan datar seperti ini yang malah menakutkan bagi Tania.
Tania memutarkan otaknya, dia berusaha keras mencari alasan. " itu.. Sebenarnya ini memang desain yang aku buat beberapa bulan lalu. Bersamaan dengan Annika yang kembali. Aku tidak tau jika dia mengetahui desain ini.. " kilah Tania. Dia selalu melemparkan semua kesalahan nya pada Annika.
Calvin menarik nafas panjang, Annika lagi. Anak itu selalu pintar mencari alasan. " tapi kenapa kamu meneruskan jika memang Annika sudah menjiplaknya?" sorot mata Calvin begitu dalam.
Tania menelan Saliva nya kasar " hal ini memang kesalahan saya, Tapi saya berjanji masalah ini tidak akan membesar " selalu jual janji manis. Tania paham Calvin memang menunggu dia mengakui kesalahannya karena tidak mencari tau katalog terbaru Agatha.
Lama Calvin tidak membalas, lelaki itu seperti sedang memikirkan sesuatu. setelah beberapa saat barulah dia berucap " kalau begitu tidak masalah hal ini membesar, dengan begitu citra Agatha akan memburuk"
Mata Tania melebar. bukan ini yang dia inginkan, cukup menjual saja. Jika terus di korek, dia sendiri yang akan kelabakan. " saya rasa tidak perlu, semua orang pasti lebih percaya jika itu desain asli Masashi" penuh harap. Tania berharap Calvin tidak mempersulit nya.
Mendengar penuturan Tania, malah membuat Calvin menjadi ragu. Biasanya Tania tidak akan mau mengalah. Kenapa kali ini seperti membiarkan begitu saja. " tidak, kita harus membuat Annika tidak bisa bangkit lagi. Dan ini akan menjadi jalan uang bagus" Calvin lebih percaya diri. karena dia tidak mengetahui apapun tentang asal usul desain itu.
Tania segera menolak, tapi belum juga membuka mulut Calvin langsung memotong " sudah kau fokus saja pada produksi, biarkan ayah yang mengatur semuanya. Kau bisa pergi"
selesai
tidak ada ruang diskusi lagi. Calvin sudah final akan memperkarakan hal ini. Mau tidak mau, Tania harus mencari jalan keluar untuk dirinya sendiri.
Sedangkan di ruang CEO Sangkara grup, Elgar juga tengah melihat 2 katalog bisnis Fashion.
Milik Masashi sang raja fashion beberapa tahun silam dan milik Agatha, bisnis rintisan yang baru menjajaki dunia fesyen.
" seharusnya tidak ada masalah, Agatha lebih dulu merilis katalog dibandingkan Masashi" ucap asisten nya yang juga tengah mengamati masalah ini.
Elgar mengangguk pelan. Dalam pertimbangan nya juga begitu. Tetapi karena orang -orang lebih kenal Masashi lebih dulu, sehingga peran Agatha malah di pandang sebelah mata.
" bagaimana tanggapan Masashi?" tanya Elgar. Kuncinya disana. Pihak Masashi harus memberikan klarifikasi atau paling tidak merasa jika mereka sudah menjiplaknya model.
Asisten itu sudah mencari berita terkini " kalau dari pemberitaan, mereka merasa di rugikan dan akan mengajak Agatha bertemu"
Elgar menekan pelipis nya, baginya tidak mungkin Calvin akan melepas Annika begitu saja. Selagi ada alasan, lelaki itu pasti akan membuat ulah.
" kau cari bukti serta argumen yang pas, dan suruh wartawan menulisnya sebagai pengamat fesyen" Elgar tidak bisa untuk menutup mata. Segala hal yang berkaitan dengan Annika dan Masashi dia akan ikut mengatur.
" baik pak" asisten itu lalu pergi dari ruangan.
Elgar menatap ponsel sedikit lebih lama. Sampai sekarang pun Annika belum menghubungi nya. Padahal Elgar sudah menunggu permintaan tolong Annika.
rasa sedih merayap halus melingkupi hatinya. Elgar merasa tidak di butuhkan oleh Annika. dia akan menunggu, dan memastikan sebenarnya apa yang Annika rasakan terhadap nya.