NovelToon NovelToon
CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:29M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lina lutfiana

Kisah pernikahan yang diawali kebencian.
Bermula dari Zhia gadis yang lugu menolak cintanya Syauqi, sebab dia sudah memiliki cinta masa kecil yaitu Iyas Maulana.

Sedangkan Syauqi Malik adalah pengusaha kaya raya yang berambisi besar, apapun yang pemuda itu inginkan tak pernah dilepaskan.
Pada akhirnya Syauqi menodai Zhia biar hamil dan mau dinikahi.

Bagaimana kisah rumah tangga mereka selanjutnya?
Follow Instagram : LinaLutfiana13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina lutfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian yang bertubi

Gerimis di ujung senja mulai berjatuhan,

membuat semua pengunjung Taman umum membubarkan diri.

Ada yang mampir ke warung akan tetapi banyak juga yang memilih pulang.

Kini hanya ada seorang pemuda tampan dan gadis cantik berduaan.

mereka berdiri berhadapan akan tetapi saling membisu.

Kemudian dari kejauhan terdengar musik yang dibunyikan oleh pak tua pemilik warung makan.

Sekian lama sudah kita telah berpisah

kurasa kini kau tak sendiri lagi

Akupun kini juga seperti dirimu satu hati telah mengisi hidupku

Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini dan lagi mungkin kini kau telah bahagia

Namun andai kau dengar syair lagu ini jujur saja aku sangat merindukanmu

Memang tak pantas menghayal tentang dirimu

Sebab kau tak lagi seperti dahulu

Kendati berat rasa rinduku padamu

Biarkan ku hadang rindu yang terlarang

Syair lagu Tembang kenangan milik Broery Marantika itu seolah mewakili perasaan mereka yang tak cukup diucapkan hanya dengan kata - kata.

Hati gadis lembut itu terasa dicabik - cabik, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Zhia wanita biasanya tegar dan tabah kini menangis keras sampai nafasnya tersengal - sengal.

Mata Iyas yang dari tadi sudah memerah pun tak bisa menahan gejolak rindu yang begitu dalam, pemuda itu langsung memeluk dan membenamkan kepala Zhia di dadanya.

Nyawanya terasa berhamburan mendengar suara tangis Zhia.

Zhia terus menangis dalam pelukan Iyas.

Rupanya sang pohon yang sangat rindang itu ikut bahagia, dia tak membiarkan satu air pun yang menetes ditubuh mereka.

Adzan Maghrib berkumandang, menyadarkan Zhia jika keimanannya telah kalah oleh hawa nafsu.

Zhia segera melepaskan diri dari pelukan Iyas.

"Maafkan aku, bukan maksudku tidak menghormatimu. Aku hanya tak sanggup melihatmu menangis dan aku juga sangat merindukanmu," kata Iyas yang matanya masih memerah menahan tangis.

"Biarlah ini menjadi yang pertama dan terakhir bagi kita, Mas Iyas. Kita sudah saling ada yang memiliki, janganlah lagi kita melakukan sesuatu yang bisa menyakiti mereka," ucap Zhia mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.

Iyas diam, tapi sudah memahami maksudnya.

Sekarang Zhia jadi calon istrinya Syauqi dan dirinya juga dijodohkan dengan Silvia.

"Kembalilah kepada calon istrimu, dan aku juga akan kembali pada calon suamiku. Biarkanlah rasa sayang di antara kita tetap abadi sebagai sahabat," ucap Zhia.

Dan untuk yang kesekian kalinya Iyas hanya bisa melihat punggung Zhia yang meninggalkannya.

Zhia berjalan pelan sambil menghapus air matanya.

Ketika dia mau menyeberang, dari arah belakang ada Mobil Pajero berwarna putih berhenti tepat di samping Zhia, kemudian turun dua lelaki dengan tubuh kekar memaksa Zhia masuk kemobil.

*********************************

Iyas yang tengah menunduk mendengar suara Zhia yang berteriak.

"Mas Iyas..."

Iyas langsung berlari, dia menghadang mobil Nayla yang juga mau mengejarnya.

"Ayo cepat!" perintah Nayla.

Iyas segera masuk dan menggantikan Nayla menyetir mobil.

Sedangkan Silvia hanya terbengong sendirian di depan toko tak tahu apa yang harus dia lakukan.

"Kita harus bagaimana ini?" tanya Nayla cemas, karena gadis itu tau jika Zhia wanita terlalu lembut dan tak bisa berkelahi seperti dirinya.

"Kita ikuti saja, sekarang cepat ambil ponselku kemudian telepon Mbak Tia, kalau sudah tersambung mintalah nomor Syauqi. Namun jangan bilang pada Mbak Tia kalau Zhia diculik nanti Ibunya bisa Syok!"

Iyas terus memandu sambil fokus menyetir mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, sedangkan Nayla hanya mengikuti sesuai perintah Iyas.

*********************************

Syauqi yang masih di kantor merasa hatinya tertusuk seribu jarum, dia tak tahu apa yang terjadi akan tetap dirinya selalu kepikiran Zhia. Dia berniat mau menelpon Zhia tapi keduluan ada panggilan masuk dari nomer yang tak di kenal, dia penasaran lalu diangkatnya.

"Mas Syauqi, Zhia diculik. Sekarang aku dan Iyas sedang mengejarnya," kata Nayla keras dan panik.

"Oke, jangan tutup telponnya dan beritahu aku nomor plat mobil penculik juga posisi kaIian sekarang," pinta Syauqi tegas.

Syauqi seperti kesetanan langsung melesat dan pergi meninggalkan kantor.

Dony yang tengah berada di depan ruangan kantor Syauqi sampai heran melihat temanya. Dony ikut berlari dan mengejar sampai parkiran.

"Kenapa, Bro?" tanya Dony panik.

"Zhia Diculik," jawab Syauqi memasuki mobil.

"Aku ikut," kata Dony yang juga masuk ke dalam mobil.

Nayla dan Syauqi masih tersambung lewat ponsel. Nayla memberi arahan ke mana mobil penculik itu membawa Zhia.

Syauqi sangat emosi dan khawatir, dia yang selama ini tidak mempercayai do'a mulai berdo'a.

"Ya Alloh aku sadar, aku adalah manusia biadab yang tidak pantas memohon padamu.

Namun berbeda dengan Zhia, dia gadis baik dan berhati mulia, selamatkan dia dan anak yang sedang dikandungnya."

"Bro, kamu tahu nomer plat mereka?" tanya Dony.

"Iya, kenapa?" tanya Syauqi.

"Biar aku hubungi kakak iparku, dia adalah kepala kepolisian supaya bisa melacak Zhia," kata Dony.

"Baik, cepatlah!" perintah Syauqi.

**********************************

Di dalam mobil Zhia merasa ketakutan dihimpit dua orang pria bertubuh besar.

"Gila... cantik sekali gadis ini," kata orang di sampingnya.

"Jangan macam-macam, kita cuma disuruh bos menyerahkan gadis ini tanpa lecet sedikitpun," sentak temannya yang menyetir mobil.

Zhia sama sekali tidak mengenali tempat ini, karena mobil yang membawanya sudak mulai melewati jalan sepi.Dia sangat ketakutan.

"Ya Alloh, tolonglah hambamu juga anak yang sedang hamba kandung ini."

Zhia terus menyebut nama Alloh dan mengharap perlindungannya.

Zhia di bawa kesebuah gedung besar, seperti kantor yang baru dibangun tapi belum dioperasikan.

Empat orang mengawalnya masuk ke dalam.

Di sana duduk seorang gadis cantik dan di belakangnya ada empat pria lagi.

Semakin langkahnya dekat akhirnya Zhia langsung mengenalinya.

"Ishika," pekit Zhia.

"Selamat malam, Zhia. Maaf aku telah mengundangmu dengan cara yang kurang sopan," kata Ishika santai.

Meskipun dia besar di jepang namun bahasa Indonesianya sangat fasih.

"Apa maumu? kenapa kamu membawaku ke sini?" teriak Zhia marah.

"Aku hanya ingin membantumu saja, supaya kita berdua sama-sama untung," jawab ishika.

Zhia diam, dia tak mengerti apa yang dimaksud perempuan yang beberapa tahun lebih tua darinya.

"Ketika di Jepang aku sudah mulai mencari informasi tentang kamu. karena aku sangat penasaran dengan seseorang yang sangat dicintai Syauqi sampai membuat dia tergila - gila. Dan aku juga tahu alasan kamu menerima Syauqi, itu karena kamu sedang hamil anaknya kan?

Aku juga tahu kamu tak bersalah apapun dan masih sangat mencintai Iyas," kata Ishika didramalisir.

"Terus apa maksudmu membawaku ke sini? kamu sudah tahu sendiri jika aku tidak bersalah," balas Zhia.

"Kamu memang tidak salah, tapi anak haram di perutmu yang harus dimusnahkan. Dengan begitu Kamu bisa kembali kepelukan Iyas dan aku juga bersama Syauqi," bentak Ishika.

Zhia merasa takut ketika mendengar ucapan Ishika, walalupun pada awalnya dia tidak menginginkan kehamilannya tapi bagaimanapun juga Zhia adalah ibunya yang harus selalu melindungi dan menjaga anaknya.

"Tidak! Jangan sakiti aku dan anakku. Jika kamu menginginkan Mas Syauqi silahkan, aku akan pergi darinya," pinta Zhia memohon.

"Apa kamu pikir semudah itu Syauqi akan melepasmu jika kamu masih mengandung anaknya?" bentak Ishika.

Kemudian Ishika mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebotol kecil obat cair yang Zhia tidak pernah melihatnya.

"Cepat pegang kedua tangan gadis ini," perintah Ishika pada anak buahnya.

Zhia sangat takut tapi dia juga tak bisa berlari,karena di sekitarnya ada delapan orang yang mengelilinginya.

"Jangan takut! Kamu tak akan mati. Minumlah ... setelah ini kamu bisa kembali pada kekasih hatimu yang sangat kamu cintai," kata Ishika tertawa keras.

Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

Mohon kritik sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗

1
Isuhoya Sir
🤭
Lilee
Luar biasa
Lilee
Lumayan
Dear❤️rapi'ah
Luar biasa
Ayu Nuraini
jodoh g ada yg tau Bu...
dian fitria fatmawati
mas. sauqi.main nyosor aja
Uwie Yanti
Oalah Zia.... ndisek emoh2.... Saiki emoh adoh....🤭
Uwie Yanti
ini aku ngulang bacanya setelah 3th pensiun bc novel... kangen ma sauqi.....😘
Arysa
bagussss....
Yantie
udah baca ini beberapa kali pertama baca tahun 2019 tapi kenapa baru ngeh Iyas bawa martabak manis jam enam pagi emg ada yah yg jualan martabak pagi pagi
ayunian
novel pertama yg aku baca dan sudah berkali kali aku baca ulang.....the best pokoknya
Lia Cherry
Biasa
Anna Bouta
yah sembuh ....
Anna Bouta
syukur berkat Zhia, Shauqi jd peduli dgn orang yg kesusahan ...
Anna Bouta
penasaran ceritanya bagus .... jadi inspirasi ... gimana ya Zhia bikin gemas
Supri Yani
Kecewa
Desy Manurung
😭😭😭 mas Iyas,,
Desy Manurung
😭😭
Lia Cherry
Untuk yg kesekian klinya
Nay
makan singa 🦁 apa???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!