NovelToon NovelToon
My Regret

My Regret

Status: tamat
Genre:Romantis / BTS / EXO / Tamat
Popularitas:14.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: aegiyaa

Genre: Romance, Angst.
Warning: Novel ini mengandung tema
dan muatan dewasa (21+). Juga
mengandung cerita yang
menyesakkan dada. Bagi
pembaca yang belum cukup umur
atau tidak nyaman dengan
konten tersebut,
dianjurkan tidak membacanya.

Follow ⬇️

ig : @aegiyaa5
wattp@d : @aegiyaa

***


"Bukankah ini yang kau inginkan, Yoon Ji? "

Sehun memiringkan kepala sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas. Matanya sudah dipenuhi kabut gairah yang disertai emosi menggelora. Area sensitifnya sudah menegang hingga dia butuh pelampiasan dengan segera. Entakan keras menusuk dari daging tak bertulang yang sudah berdiri menantang sejak tadi, akhirnya menjadi wujud nyata dari semua ancaman Sehun yang tak pernah main-main pada istrinya yang kini sudah mulai kurang ajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aegiyaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cold Situation 2

Yoon Ji POV

Ini sudah jam tiga pagi. Tapi mataku masih enggan terpejam. Padahal yang saat ini aku butuhkan adalah tidur. Tidak! Tidak!  Yang saat ini paling aku butuhkan sebenarnya adalah suamiku sendiri. Aku ingin memeluknya. Aku ingin menghapus bekas ciuman dari wanita itu di bibirnya sekaligus memarahinya dan memukulnya atau apa saja yang mungkin bisa meredam amarahku.

Tapi...disaat yang bersamaan...aku malas melihat wajahnya. Aku belum bisa menerima kejadian tadi. Persetan dengan segala pemakluman yang mewajarkan terjadinya hal itu. Anggaplah semua ini memang salahku... Satu-satunya yang bersalah disini memang hanya aku. Aku sendiri yang memilih bertahan disisi Sehun saat aku tahu ia menikah lagi dibelakangku. Padahal aku sadar betul kalau nantinya aku akan merasa sakit.

Aku sendiri yang pernah meminta Sehun agar sedikit lebih bersikap lembut pada Sejeong. Aku sangat bodoh, bukan? Kenapa aku meminta Sehun lebih lembut padanya?? Karena saat itu aku begitu yakin kalau Sehun itu hanya milikku meski statusnya beristri dua. Hanya sekedar... Beramah-tamah terhadap tamu. Terlebih lagi tamu itu sedang sakit parah. Itu saja. Tapi nyatanya aku terlalu besar kepala.

Ya... Aku terluka sekarang. Sehun seperti telah menusukku dengan belati tepat di jantung. Itu membuatku rasanya ingin mati saja. Dan apa katanya tadi?  Dia meminta Sejeong untuk bersikap sewajarnya ketika aku ada? Jadi... Mereka sendiri sadar ya kalau dibelakangku sikap mereka tak wajar. Begitu bukan?

Apakah selama ini sikap dingin dan acuh tak acuhnya pada Sejeong itu hanya untuk mengelabuiku? Hanya untuk menjaga perasaanku. Tapi di belakang...?  Fakta ini sungguh membuat ku syok. Sungguh mereka adalah aktor dan aktris yang hebat. Hingga kepura-puraannya sungguh tak terbaca olehku. Lalu... Lalu jika benar... Sejak kapan itu terjadi.

Kedekatan mereka yang sampai segitunya bahkan tak pernah terprediksi olehku. Pantas saja... Beberapa hari yang lalu tak ada kabar sama sekali dari Sehun untukku. Aku disini menunggunya dengan perasaan cemas. Sedangkan dia?

Segitu tidak inginnya kah kau tak diganggu olehku?

Agar kalian berdua bisa bermesraan dibelakangku? 

Sehun... Sayangku... Ternyata kau ... Orang yang paling aku yakini tak akan pernah melukaiku justru menjadi orang yang paling sakit tikamannya. 

 

...My Regret...

 

Sudah pagi. Sehun yang baru saja membuka matanya langsung beranjak dari tempat tidur. Niatnya tadi malam, dia hanya akan menemani Sejeong sebentar di kamar tamu. Namun ternyata Sehun malah tertidur bersamanya di kamar tamu.

" Yoon Ji... Dia pasti sudah pulang. "

Istrinya memang sudah pulang dan saat ini dia masih tidur tanpa mengganti bajunya dengan baju tidur. Sehun melangkah mendekati Yoon Ji perlahan. Disekanya sebagian rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu. Sehun mendekatkan bibirnya ke kening Yoon Ji. Jujur dia sangat merindukan istri pertamanya.

Lalu mendadak tindakannya terhenti. Meski laki-laki itu rindu padanya. Tapi dia masih marah. Ketambahan Yoon Ji pulang lalu tidur tanpa mengganti bajunya sama sekali.

Berpesta semalaman dengan laki-laki lain hingga selelah ini. Memangnya dia pulang selarut apa??? 

Sehun berdecih sebal lalu pergi dari tempat ia duduk menuju kamar mandi. Yoon Ji dengan sayu membuka matanya. Sehun menyangka dirinya tidur padahal tidak. Bagaimana dia bisa tidur dengan hati yang berantakan?

" Ada apa Sehun? Kenapa ketika kau mau menciumku, kau malah berhenti? "

Yoon Ji tersenyum getir.

" Ya... Tentu saja. Aku tahu penyebabnya kau seperti itu. "

" Dia yang sudah membuatmu enggan menciumku seperti biasa. "

 

....My Regret... 

 

Diam...

Baik Yoon Ji maupun Sehun sama-sama menyadari atmosfer kecanggungan yang menyelimuti mereka. Mereka saling tatap, tapi tidak bicara. Mereka pun bertemu, tapi menyapa pun tidak. Sikap mereka seolah mengatakan tak ada rindu yang tersedia untuk masing-masing individu.

Tanpa Yoon Ji tahu, Sehun sedang marah padanya karena cemburu melihat interaksi dia dan Kim Taehyung di pesta pernikahan Jennie. Sehun pun tak peka kalau keputusannya membawa Sejeong turut serta tanpa mengabari Yoon Ji sebelumnya, ditambah lost contact selama berhari-hari, membuat wanita itu lelah juga. Kalau mereka mau bicara... Mungkin situasi akan berubah dengan sendirinya. Itu pun kalau mereka mau. Ah... Sayangnya tidak...

Sejeong yang sedang mengoleskan selai stroberi diatas rotinya, tersenyum dalam hati melihat Sehun dan Yoon Ji saling diam. Ini menguntungkan untuknya. Hati malaikatnya berbisik pelan kalau seharusnya dia tak boleh senang dengan situasi mereka yang seperti ini. Tapi usaha seperti apapun untuk baik... Tetap saja tak bisa. Ia tetap merasa memang lebih baik mereka dalam suasana seperti ini.

Karena kalau begini, secara otomatis Sehun akan beralih padanya. Awalnya bagi Sejeong, mungkin berbagi lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi semakin bergulirnya waktu... Semuanya berubah menjadi...

*K*alau hanya ada aku itu lebih baik. 

Manusia memang bersifat serakah. Dan Sejeong serakah dalam hal suaminya. Jadi wajar bukan kalau Sejeong serakah? Karena bukankah lumrahnya manusia itu memang bersifat serakah?

" Kenapa kau pulang larut, Yoon Ji? "

Yoon Ji mengernyitkan kedua alisnya melihat Sehun yang sedang melipat tangan di depan dadanya dengan tatapan tak ramah.

" Aku bahkan tak keluar kamar kecuali untuk makan seharian ini. "

Jawabnya cuek. Sehun mendengus kesal melihat Yoon Ji begitu dingin padanya. Dia bahkan belum mengajak Sehun bicara sama sekali semenjak mereka bertemu. Malah istri cantiknya itu terkesan menghindarinya. Yoon Ji juga tak mau menatap matanya saat bicara. Dan bagi Sehun, itu sangat bukan Yoon Ji.

" Kau tahu maksudku,  Yoon Ji! "

Diam. Yoon Ji tak berniat sama sekali untuk menjawab pertanyaan Sehun. Menarik selimut sampai dada, merebahkan diri di tempat tidur, lalu memejamkan mata lebih membuatnya rileks dibanding meladeni suaminya yang baginya sangat menyebalkan.

" Yoon Ji!!! Sejak kapan kau jadi kurang ajar seperti ini jika ditanya? "

Sehun menarik tangan Yoon Ji yang baru akan merebahkan dirinya hingga kembali terduduk. Cengkeraman tangan Sehun mengetat di pergelangan tangan Yoon Ji ketika dia melihat sorot mata menantang yang tak pernah ia lihat sebelumnya dimata istrinya. Dengan kasar Yoon Ji menghempaskan tangan Sehun hingga terlepas lalu berdiri.

" Aku kurang ajar? Oke tuan Sehun... Maafkan istri kurang ajarmu yang satu ini. Istri kurang ajarmu ini sedang lelah dan sedang tak mau berdebat atau apapun denganmu sekarang."

" Karena kau punya istri lain selain aku yang kurang ajar, jadi silahkan kau temui dia yang lebih lemah lembut, cantik, baik, dan manis daripada aku. Mudah, kan? "

Sehun mencelos mendengar bantahan dari Yoon Ji. Untuk pertama kalinya selama mereka berumah tangga, Yoon Ji bersikap semenyebalkan ini.

Hah! Ini semua karena Kim Taehyung.

Aku pasti akan membuat perhitungan dengannya!

" Oh... Jadi kau lebih senang kalau aku bersama Sejeong, begitu? Oke! Fine! Aku ingatkan padamu, Yoon Ji! Jangan menyesal dengan ucapanmu tadi. Karena kau tahu!  Aku tidak suka ditantang! "

Sehun segera berbalik pergi. Belum lagi lelaki itu mencapai gagang pintu, Yoon Ji mulai terisak.

" Ya... Aku sudah menduga sebelumnya. Kau akan mengatakan ini. Kenapa kau menyakitiku,  Sehun? Kenapa kau selalu berbohong dan berpura-pura di depanku? "

Sehun berbalik menghadap Yoon Ji dengan tatapan bingung.

" Apa maksudmu? "

" Jangan pura-pura bodoh! Aku tahu semuanya! Kau membohongiku! Selama ini kau membohongi aku, Sehun! "

Mata Sehun membulat.

Oh tidak! Bagaimana mungkin Yoon Ji tahu? Apa Sang Hyun sudah menceritakan tentang masa lalu Yoon Ji termasuk tentang kedua orangtuanya?

Tangan Sehun gemetar. Dia takut sekarang. Walaupun dia sedang sangat marah pada Yoon Ji, tapi soal cinta jangan ditanya. Dia sangat mencintai Yoon Ji dan sekarang dia takut sekali kalau perempuan itu akan pergi meninggalkannya.

" A-apa yang kau tahu Yoon Ji... Apa yang dikatakan ay... "

" Tentu saja aku tahu akal bulus kalian!"

Sehun mendekat hendak meraihnya namun

gadis itu menolak.

" I-itu tidak benar, Yoon Ji! "

" Tidak benar bagaimana, hah?! Aku mendengarnya sendiri. "

" Aku mencintaimu Yoon Ji! Tolong dengarkan... "

" Ouh... Kau mencintaiku?? Jadi kau mencintaiku tapi disatu sisi kau juga menyayangi dia. Begitu, kan? "

" ??? "

" Saat ada aku kalian menjaga jarak. Kau bersikap acuh tak acuh padanya saat ada aku diantara kalian. Tapi dibelakangku... Kalian bermesraan. Well... Pantas saja kau tidak menghubungi aku sama sekali selama berhari-hari saat aku berada di Seoul. Bagi kalian berdua itu kesempatan, bukan? "

" .... "

Sehun tak sanggup berkata-kata. Dia bersyukur kalau ayah tirinya tak menceritakan apa-apa pada Yoon Ji. Tapi di lain pihak, ada masalah baru yang tak kalah rumit yang ia sadari tengah berlangsung saat ini.

" Aku kira kau akan langsung menyusulku ke pesta pernikahan Jennie. Tapi kalian berdua malah asyik berduaan, bermesraan, dan berciuman di sungai Han. Jadi maksudmu itu... Kalian ingin mengenang masa lalu diantara kalian, Hah? "

" Bahkan saat sampai di rumah pun kalian sama sekali tak menyadari kedatanganku. Hahaha... Jelas saja kalian tak sadar aku pulang. Kan kalian sedang asyik berciuman. "

Yoon Ji menaikkan satu alisnya tanda menantang saat ia bisa membaca arti tatapan Sehun yang seolah berkata " Bagaimana dia bisa tahu? "

Berkali-kali Sehun mencoba menenangkan Yoon Ji dengan memeluknya. Namun selalu Yoon Ji tolak.

Sekuat tenaga Yoon Ji mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya. Hingga Sehun akhirnya berhenti mencoba memeluk Yoon Ji dan membiarkan istrinya itu menangis diatas ranjang sampai dia merasa agak tenang.

" Maaf... Ini salahku. Ternyata aku tidak bisa, Sehun. Aku tidak sanggup. A-aku harus pergi."

Yoon Ji bergegas membuka lemarinya lalu mengusung kopernya hendak pergi dari sana.

" Kau mau kemana, Yoon Ji !"

" Kemana saja yang jelas tak disini."

" Tidak bisa! Tempatmu itu disini bersamaku."

Yoon Ji terus berontak saat Sehun menahannya.

" Yoon Ji... Aku mohon jangan pergi."

Sejeong yang diam-diam menyaksikan semuanya dari celah pintu itu masuk tanpa permisi. Dia langsung menghampiri Yoon Ji dan Sehun dengan ekspresi wajah penuh sesal.

" Maafkan aku... Ini semua karena aku. Aku minta maaf padamu kalau aku melukaimu. "

" Dari awal kau memang melukaiku."

Sejeong memandang Yoon Ji dengan tatapan wajah memelas.

" Tapi... Bukankah aku juga istri dari suami mu? Aku mempunyai hak yang sama dengan mu, bukan? Aku mencintai Sehun jauh sebelum kamu bertemu dengannya. Dan mungkin cintaku pada Sehun itu lebih besar dari cintamu padanya. Aku juga merasa cemburu saat melihat Sehun begitu mesra denganmu."

" Begitu memanjakanmu. Sedangkan ketika bersama ku... Dia bersikap acuh. Aku juga sakit asal kau tahu. Kalau kau melihatku dan suamiku berciuman, bukankah itu hal yang wajar? Bahkan ketika kami melakukan hal itu, bukankah itu wajar? Aku juga istrinya. "

Hancur... Mungkin itu yang tepat untuk mendefinisikan perasaan Yoon Ji sekarang. Melihat mereka berciuman saja sudah sesakit ini. Apalagi kalau sampai mereka sampai...

Bersatu.

Tubuh mereka.

Juga hati.

Yoon Ji menutup rapat matanya yang semakin membuat air matanya turun.

" Yah... Kau benar... Kau berhak mendapatkan hakmu. Aku yang salah. Maka dari itu. Aku yang pergi. "

 

...My Regret... 

 

Annyeong sahabat readers ... Hehe... Mo lanjut??? Maafkan kalau kemarin2 jarang up. Cz aku gak tau ada yang baca cerita ku... Pas ada yang mention baru deh lanjut. Makanya...Biasakan komen, ya. Mwehehehehe

1
Athie Roesmana
tp kenyataan nya, loe malah ceraiin yon ji nyeet
Athie Roesmana
tp stelah ini sehun sm sejeong bakal jahat bgt ke yon ji 😭
Athie Roesmana
iya bnyk bgt bawang nya😍😍
Athie Roesmana
ini cerita pertama kali baca pas covid, mengandung bawang bgt
Bidney Sinaga
/Smile/
crymel asik sekali
.
Hana Nisa Nisa
😭😭😭😭😭
Hana Nisa Nisa
nyimak
Alfatia Desi
Rasain loh mampus tuh makan istri mudamu hmmm
Alfatia Desi
Karakter yoonji sangat bodoh
Alfatia Desi
Satukata najiis punya laki jaya gitu lebih baik cerai aja kamu masih cantik yoon ji masih banyak laki laki yg setia gk kaya si sehun
Ima'ul Azizah Mabruroh
thor pliss aku ngefans banget sama sejeong tapi gara gara baca novel mu ini aku jadi kesellll 😂 liat postingan sejeong aja langsung dihhh kesel 😂
Aegiyaa: hahaha... kebawa yaahh
total 1 replies
Imay Rahma
inovel pake koin bacanya 😭
Arin
favorit aku emng Korea,tpi namnya susah bngt...dan sy bacanya Ampe fokus bngt,akhiry udh mulai inget namanya...🤭
Devi triandani
knp visual yonji selalu berubah
hellonan.
kenapa foto oh yonji diganti Irene bukanya jisso yaa. lebih suka jissoo thoor kalemnya
Riyah Harun
upahnya mas jimin ya mbak selena? wkwkwk
Riyah Harun
oooh,jd selena juga lg mancing reaksi jimin to?oke oke,paham...
Nemsyar Frida Lumban Toruan
hemmm sempat sesak napasku
Nemsyar Frida Lumban Toruan
ADUH KOK GANTENG" KALI JADI SEMANGAT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!