NovelToon NovelToon
Bukan Darah Biru

Bukan Darah Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Ambu

Aiza Bahira adalah gadis cerdas, cantik dan selalu ceria. Sebuah peristiwa di masa lalu yang melibatkan keluarga darah biru menyeretnya ke dalam sebuah konflik kehidupan dan terpisah dengan keluarganya serta kehilangan ingatan akan masa lalunya.

Sedangkan Deanka Kavindra Byantara adalah anak cerdas yang dijadikan korban perjanjian politik. Masa lalu Deanka dipenuhi dengan tekanan dan kekerasan hingga ia trauma dan takut jatuh cinta.

Aiza dan Deanka terjebak dalam kisah cinta yang sangat rumit. Aiza dan Deanka sama-sama menjadi korban keserakahan keluarganya yang gila harta, popularitas dan jabatan.

Apakah Aiza dan Deanka bisa menemukan cinta dan kebahagiaan?

Apakah Aiza bisa mengingat lagi masa lalunya dan berkumpul lagi dengan keluarganya?

Apakah Deanka bisa sembuh dari traumanya?

Mari kita ikuti kisahnya!!

NB: Siapkan tissue!

***

Terima kasih sudah berkenan mampir dinovel pertamaku ❤

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.

Aamiin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Ambu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghitung Ribuan Bidadari

Sebelumnya setelah hujan mereda, sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Dua orang pria dengan pakaian formal tengah berbicang di area parkiran lantai dua mall. Mereka berhadapan, keduanya terlihat bersandar pada mobil mereka masing-masing yang terparkir secara berdampingan.

"Cepy, apa keputusan kita meninggalkan Tuan Deanka sudah tepat?" tanya salah satu pria yang berkacamata.

"Sudahlah Ben, gak usah khawatir! Apa kau tidak merasa ada hal yang aneh dengan Tuan Deanka?" tanya Cepy.

"Justru karena ada yang aneh, makanya aku khawatir meninggalkan Tuan Deanka dengan gadis itu," jawab Agam.

"Karena hal aneh itu justru tindakan kita sudah tepat." Cepy menimpali.

"Intinya ini adalah idemu, jika ada sesuatu pada Tuan Muda atau gadis itu, aku yang akan melaporkanmu pada polisi!" Agam membentak dokter Cepy.

Cepy mendekat ke arah Agam, matanya melirik mengitari area parkiran seperti sedang memastikan jika tidak ada orang yang akan mendengar. Lalu ia berbisik di telinga sekretaris Agam. Di luar jam kerja, dokter Cepy memang lebih suka memanggil nama Agam dengan nama Ben.

"Apa kau tidak sadar kalau Tuan Deanka sedang membuka hati?" bisik Cepy.

"Apa maksudmu? Cepat katakan jangan bertele-tele, kau kan tahu kalau aku lemah dalam urusan hati," bisik Agam.

"Makanya cepat menikah! Sampai kapan kau akan jadi bujang lapuk?" sambil menuding kepala Ben.

"Tatapan Tuan Dean pada gadis itu sepertinya berbeda, dan aku sangat yakin kalau Tuan Deanka menyukai gadis itu," bisik dokter Cepy.

"Apa kau yakin?" Agam memastikan lagi.

Cepy mengangguk sambil mengacungkan jempolnya.

"Bagaimana kalau dugaanmu salah dan gadis itu mati?" kata Agam, dia masih khawatir.

"Hei, Tuan Deanka bukan orang jahat, selama ini dia tidak pernah membunuh siapapun, sudahlah jangan khawatir! Salah satu tugas kita kan membuat Tuan Deanka sembuh dari trauma itu. Kurasa gadis itu adalah jawaban Tuhan atas doa-doa kita." Dokter Cepy menambahkan lagi.

Tiba-tiba "DUARR" suara petir menggelegar membuat dua orang pria yang bersahabat itu terkejut dan keduanya spontan saling memeluk satu sama lain.

Dua detik kemudian mereka tersadar.

"Iyyuuuh," kata Agam sambil menepuk-nepuk bajunya seperti sedang menghilangkan debu.

Sementara itu dokter Cepy masih mematung sambil bertolak pinggang.

"Benar apa kataku kan, Ben? Gadis itu adalah jawaban Tuhan."

Agam mengangguk-anggukan kepala, dan mengernyitkan keningnya, sepertinya Agam mulai paham dengan ucapan dokter Cepy. Keduanya lalu menengadahkan kepalanya ke langit-langit.

Tuan Dean pasti mendengar petir tadi kaan?

Dia pasti ketakutan dan bersembunyi di bawah bantal. Batin Agam

Suara petir itu dahsyat sekali, apa Tuan Deanka memeluk gadis itu karena ketakutan? Batin dokter Cepy. Ia menyeringai, membayangkan hal yang tidak-tidak.

"Kenapa kau?" tanya Agam.

"Jomblo mana paham," jawab dokter Cepy dan segera memasuki mobilnya.

Melihat dokter Cepy pergi, Agam pun segera memasuki mobilnya. Kedua mobil itu melaju meninggalkan kawasan mall dengan kecepatan sedang, membelah jalanan dan bergabung dengan kendaraan lain.

***

Lantai 10 Always Us Mall, pukul 03.32 waktu setempat.

Pria yang dari arah dan sudut pandang manapun selalu terlihat tampan itu seperti tidak nyaman dengan tidurnya. Pria itu miring ke kanan, lalu miring ke kiri sesaat kemudian ia tengkurap, lalu terlentang.

Kakinya panjangnya menendang selimut yang menutupi sebagian kakinya, matanya masih terpejam. Ia kemudian bergerak memutarkan badannya 360 derajat, hingga menjadi kaki di kepala, kepala di kaki.

Ya, pria tersebut adalah Deanka, terlalu banyak makan membuat tidurnya terganggu. Masakan Susi membua Deanka melupakan program dietnya. Deanka menghabiskan semua makanan yang dimasak oleh Susi.

Pria itu akhirnya tebangun dan menggeliat.

"Hoooaammm," menutup mulutnya.

Ada apa denganku? Bisa-bisanya aku makan banyak sebelum tidur, gadis itu memang membuatku gila.Tunggu, dimana dia tidur?

Deanka bangun, bola matanya berputar menyisir ruangan, ia lalu berjalan menuju meja makan. Ia terkejut saat menemukan sosok yang dicarinya.

Gadis itu tertidur di samping meja makan, posisi tidurnya meringkuk seperti posisi janin dalam kandungan, gadis itu menjadikan handuk sebagai alas tidurnya.

Kenapa dia tidur di situ? Bisa-bisanya dia tidur nyenyak dengan kondisi seperti itu, dan posisi tidurnya menyedihkan sekali.

Deanka mencoba mengingat-ingat kembali kejadian sebelum ia tidur sambil melangkah perlahan mendekati Susi. Namun ia tetap tidak mengingatnya.

.

.

Sebelumnya ....

Lantai 10 Always Us Mall, pukul 01.49 waktu setempat.

"Hoaaam, ahh aku ngantuk," kata Deanka.

"Aku juga ngantuk Kak!" jawab Susi.

"Ayo kita tidur!" kata Deanka sambil mengelus perutnya.

"Kakak tidur duluan aja! Aku mau beres-beres dulu. Tapi sebaiknya Kakak duduk dulu, tidak baik kalau setelah makan langsung tidur," kata Susi sambil merapikan meja makan dan mencuci piring.

Deanka mengikuti saran Susi untuk duduk dulu, iapun duduk di meja makan sambil memperhatikan Susi. Namun karena kekenyangan dan sangat mengantuk, Deanka akhirnya tertidur dengan posisi duduk, kepalanya bersandar pada meja makan.

"Kak... Kak... !" Susi memanggil Deanka, Susi juga menepuk-nepuk bahu Deanka, namun pria itu bergeming.

Aduh bagaimana ini? Aku harus memindahkannya ke tempat tidur. Batin Susi, ia berpikir keras.

Saat melihat kursi meja makan, Susi tersenyum. Tenyata kursi meja makan itu bagian bawahnya ada rodanya. Rodanya bisa di atur on-off, mungkin sengaja didesain agar memudahkan pemiliknya ketika akan memindahkan kursi.

Susi mendorong kursi yang di duduki Deanka menuju tempat tidur.

Padahal aku mendorongnya dengan kursi ini, tapi dia berat sekali. Kenapa dia tidur nyenyak sekali? Huh, seperti mayat.

Susi mendorong punggung Dean, hingga pria itu tersungkur ke tempat tidur.

Apa dia aktor? Sepertinya baju yang dia pakai juga mahal dan bagus. Dia juga ganteng, badannya proporsional. Apa benar tempat ini miliknya?

Bapak, Ibu, Kakak... apa kalian tidak mencariku? Aku takut jika pria ini sebenarnya adalah mafia. Dia sudah jadi temanku sih ... tapi aku tetap khawatir. Batin Susi terus bergumam, ia lalu menutupi tubuh Deanka dengan selimut.

Satelah merapikan kursi meja makan, Susi membuka pintu kamar, ia ingin keluar dari kamar itu dan tidur di sofa.

Apa pintunya dikunci? Tuhanku, di mana aku harus tidur? Apa di kamar mandi? Tapi aku takut kalau pria itu tiba-tiba masuk dan mau pipis. Apa di meja makan? Tapi aku takut jatuh. Sebenarnya kulkas itu juga muat untukku, tapi di dalamnya penuh dengan makanan. Eh, kalau tidur di kulkas, aku kedinginan dong.

Oiya aku tidur di sini saja.

Susi menggelar handuk di samping meja makan. Semua hal yang ia lewati pada hari itu membuatnya sangat lelah dan segera terlelap.

.

.

Pukul 03.37 waktu setempat.

Aku jahat sekali kalau membiarkannya tidur di sini, kalau dia sakit akan lebih merepotkan. Dia pasti kaget karena pintu kamarnya terkunci. Apa yang aku lakukan ini benar? Aah, sudahlah! Toh aku juga tidak punya niat jahat.

Perlahan Deanka mengangkat tubuh gadis itu dan memindahkan ke tempat tidurnya.

Ia lalu menyelimuti tubuh Susi, lalu pria itu ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, Deanka melihat selimut Susi terbuka.

Aah gadis itu menggangguku saja! Ia kembali lagi ke tempat tidur berniat untuk menyelimutinya lagi. Bolehkan aku lihat wajahnya selagi dia tidur?

Pria itu duduk di tempat tidur dengan posisi seperti putri duyung yang sedang berjemur di bibir pantai, satu tangannya di gunakan untuk menyangga dagunya, dan satu tangan lagi memainkan rambut Susi. Padahal niat awalnya dia akan keluar dari kamar dan tidur di sofa.

Kenapa wajahnya jadi berubah sedih? Apa gadis ini mimpi buruk lagi? Batin Deanka bergumam.

Sementara itu, dalam tidurnya Susi kembali pada mimpi buruknya. Ia merasakan terombang-ambing arus sungai sambil memeluk batang pisang, ia sangat ketakutan dan kedinginan.

Dalam mimpinya ia melihat di tepi sungai itu ada kerumunan orang, ia berteriak meminta pertolongan, namun karena kedinginan mulutnya menjadi kaku, dan orang-orang di tepi sungai itu tidak menyadari dan tidak mempedulikannya.

"Toloooong! Toloooong! Toloong aku ...."

Bibir merah Susi yang terlihat manis itu meminta tolong, dengan suara merintih dan serak khas bangun tidur, air mata mulai membasahi pipinya yang mulus.

Adegan apa ini? Aku sepertinya tidak asing dengan adegan ini. Tuhanku Yang Maha Esa, apa aku harus menolongnya? Kasihan sekali gadis ini? Aku yakin trauma kepala yang dia maksud pasti ada hubungan dengan mimpi buruknya.

Kembali pada mimpi Susi.

Ia melihat ibu yang dirindukannya melemparkan tali ke arahnya, ia meraih tali itu dan ibunya menariknya.

"Ibu ... Ibu ...." Susi mengangkat kedua tangannya ke udara.

Kenapa aku harus mengulang adegan jadi ibunya lagi sih? Apakali ini jantungku akan kambuh lagi? Sepertinya kali ini aku akan baik-baik saja, karena aku sudah belajar banyak di adegan sebelumnya.

Batin Dean bergejolak.

Deanka meraih kedua tangan Susi, menyatukannya dan menempatkan di dadanya. Apa yang ditakutkan Deanka benar-benar terjadi, gadis itu lagi-lagi memeluknya dan menyembunyikan kepala di dadanya.

Awalnya Deanka mengira ia akan baik-baik saja karena telah belajar di adegan sebelumnya. Namun nyatanya dugaan itu salah. Pria itu merasakan jika kali ini, jantungnya justru berdebar lebih kencang dan lebih parah di banding adegan sebelumnya.

Pria itu merasakan jantungnya mengalirkan darah ke sekujur tubuhnya dengan sangat cepat, dan semakin cepat hingga membuat tubuhnya seperti terbakar. Lagi-lagi Deanka mencoba menenangkan dirinya dengan memejamkan mata, mengatur pola napasnya dan mencengkram erat tempat tidur.

Aku tidak bisa berlama-lama dengan posisi seperti ini, aku bisa mati muda jika terus-terusan seperti ini. Ada yang aneh dengan barang berhargaku, ada apa dengan dia? Ini gila! Tuhan tolong aku .... Jauhkan hamba-Mu yang lemah ini, dari godaan syaiton.

Aku harus segera tidur, tidur, tidurlaah Deankaaa. Bayangkan kau sedang berada di atas awan dengan pemandangan cakrawala yang luas dan segala keindahannya, lalu turunlah ribuan bidadari cantik yang meninabobokanmu.

1 bidadari,

2 bidadari,

3 bidadari,

4 bidadari,

5 bidadari,

6 bidadari,

.

.

40 bidadari,

45 bidadari,

68 bidadari ....

Akhirnya Deanka pun tertidur. Ia tidur di ranjang bersama dengan seorang gadis untuk pertama kalinya. Mereka masih terlelap di saat sang mentari pagi sudah mulai bersiap untuk menyinari bumi.

♡♡ Bersambung ....

1
Atun Nasa
siapa ya kira2 kaki2 ini🤔
Moertini
terimakasih thor ceritanya sudah tamat menarik mantap asyik dan seru berakhir semua bahagia yang jahat menerima hukumannya dilanjutin seasen ke 2 anak Deanka dan Aiza ditunggu semangat
nyai ambu: terima kasih kak, dan salam kenal🥰🥰🥰. oiya ditunggu kunjungannya ke karya nyai yg lain
total 1 replies
Dewi Eka
bagus
Dewi Saskia
visual Aiza jelek thor...beda banget dgn imajinasi sy karena gambaran2 yg ditulis...lihat gambar visualnya gak sesuai banget dgn gambar visual deanka...
kl visual deanka aku rasa sdh pas...sesuai banget...
tp aizanya jelek banget thor...
biar kau visual sendiri aja kayak nya ya...hehehee...
zainiyah hamid
baru nyambung baca LG nyai ....🤭
sambil nunggu TBR
Ganuwa Gunawan
tambah terasi betong dikit ja thor.. biar sedap jus nya
Ganuwa Gunawan
aduh nih s susi.. mau. bobo aja kok ya repot amat
Ganuwa Gunawan
kaya nya klu d jdiin satu jdi TIK TOK
Ganuwa Gunawan
kemanusiaan yg adil dan beradab
persatuan indonesia.. dan lain lain sbgy nya..
Ganuwa Gunawan
hahahaha..
yg jdi bawang putih bukan s susi
tp si niana sm s liana
Ganuwa Gunawan
aku juga ga tau bu
tanya aja tuh sama s thor
Ganuwa Gunawan
entah lah dokter...
aku juga bingung
Ganuwa Gunawan
jadi ayam geprek
Ganuwa Gunawan
bukan cuman beli hp nya doang thor
tapi sma pabrik juga karyawan bahkan sma yg punya pabrik nya pun dia beli..
Ganuwa Gunawan
dasar kalian serigala berbulu ketek
Ganuwa Gunawan
waduh
ngapa kerja nya nyangsrang d rumah warga thor.. heum bahaya ini mh
Ganuwa Gunawan
ya betul
yang kaya yg banyak harta banda nya pda dapat BANSOS..
yg miskin melarat mh cuma pda mangap doang makan angin
Ganuwa Gunawan
kenapa mesti d lap sih thor..
d jilat ge ngapa aaah
Ganuwa Gunawan
oh tak kira megangin kartu KIS thor..
Ganuwa Gunawan
ya karena mertua nya galak.. sadis.. seperti acan bing maung.. klu kga nurut bangsa nya d caplok ku mertua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!